Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penyuluhan Good Gold Mining Practice Pada Praktik Pertambangan Emas Rakyat Sekotong Kabupaten Lombok Barat Suhadi Suhadi; Sueb Sueb; Ajeng Daniarsih; Muhammad Syamsussabri
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.279

Abstract

Tambang rakyat merupakan suatu yang sangat kompleks dengan banyak isu dan persoalan yang timbul. Kecamatan Sekotong di Kabupaten Lombok Barat merupakan kecamatan dengan mayoritas penambang rakyat yang sangat banyak. Pertambangan emas rakyat di kecamatan Sekotong merupakan pertambangan skala kecil yang menggunakan metode amalgamasi dan sianidasi dalam pengolahan emas. Aktivitas ini sangat banyak dilakukan dikarenakan sifat dari bijih emas yang sangat cocok diolah menggunakan teknik amalgamasi dan sianidasi. Berdasarkan data penelitian yang sudah dilakukan dapat diketahui bahwa air penampungan, air laut, air sumur, hingga organisme akuatik yang ada di sekitar area pertambangan emas rakyat Sekotong sudah tercemar dengan merkuri dan sianida yang digunakan pada proses pengolahan emas. Tujuan dalam pelaksanaan pengabdian ini yaitu untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait dengan prinsip good gold mining practice (praktik penambangan emas yang baik) pada praktik pertambangan emas rakyat Sekotong. Metode pelaksanaan dilakukan dengan memberikan materi yang disampaikan oleh pemateri. Setelah diberikan materi dari beberapa narasumber maka kegiatan yang lebih banyak dilakukan yaitu FGD dan diskusi interaktif dengan berbagai pihak Kegiatan ini dilaksanakan di dua desa yaitu Desa Sekotong Barat dan Desa Pelangan dengan jumlah peserta sebanyak 90 orang. Pada pengabdian yang sudah dilakukan terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap isu pertambangan rakyat, diantaranya: 1) Penyuluhan kepada Penambang dan FGD dengan Stakeholder, 2) Penyuluhan kepada Ibu dan Anak. 3) Pemeriksaan Kesehatan kepada Penambang dan Masyarakat Umum.
Penyuluhan Good Gold Mining Practice Pada Praktik Pertambangan Emas Rakyat Empang Provinsi Nusa Tenggara Barat Suhadi Suhadi; Sueb Sueb; Vivi Novianti; Kiswojo Kiswojo; Muhammad Syamsussabri
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.305

Abstract

Kecamatan Empang di Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu kecamatan dengan mayoritas penambang rakyat yang cukup banyak. Pertambangan emas rakyat di daerah ini merupakan pertambangan skala kecil yang menggunakan metode amalgamasi dan sianidasi dalam pengolahan emas. Aktivitas ini sangat banyak dilakukan dikarenakan sifat dari bijih emas yang sangat cocok diolah menggunakan teknik amalgamasi dan sianidasi. Tujuan dalam pelaksanaan pengabdian ini yaitu untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait dengan prinsip good gold mining practice (praktik penambangan emas yang baik) pada praktik pertambangan emas rakyat Empang. Metode pelaksanaan dilakukan dengan memberikan materi dan diskusi interaktif. Kegiatan ini dilakukan di Desa Lementa dengan jumlah peserta sebanyak 80 orang. Titik lokasi pengabdian langsung dilakukan di lokasi pertambangan emas rakyat yang ada di empat titik. Pada pengabdian yang sudah dilakukan terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap isu pertambangan rakyat, diantaranya: 1) Penyuluhan kepada Penambang dan Stakeholder dam 2) Pemeriksaan Kesehatan kepada Penambang dan Masyarakat Umum.
Penyuluhan Pengolahan Limbah Pertambangan Emas Rakyat di Desa Lopok, Kabupaten Sumbawa Suhadi Suhadi; Sueb Sueb; Vivi Novianti; Murni Sapta Sari; Kiswojo Kiswojo; Muhammad Syamsussabri; Endang Lasminawati
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v3i2.448

Abstract

Lopok Village, Lopok District in Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Province is one of the sub-districts with a large majority of artisanal miners. The people's gold mining in this area is a small-scale mining that uses amalgamation and cyanidation methods in gold processing. This activity is widely carried out due to the nature of the gold ore which is very suitable for processing using amalgamation and cyanidation techniques. The purpose of implementing this service is to provide counseling on processing gold mining waste. The implementation method is carried out by providing interactive materials and discussions. This activity was carried out in Lopok Village with 85 participants. The location of the direct service is carried out at the people's gold mining location at four points. In the service that has been carried out, there are several activities carried out to increase public understanding and awareness of the issue of community mining, namely counseling to Miners, Stakeholders, and the General Public.
Penyuluhan Pengolahan Limbah Pertambangan Emas Rakyat di Desa Sampir Suhadi Suhadi; Sueb Sueb; Murni Sapta Sari; Muhammad Syamsussabri; Kiswojo Kiswojo
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.577

Abstract

Desa Sampir, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu desa dengan mayoritas penambang rakyat yang cukup banyak. Pertambangan emas rakyat di daerah ini merupakan pertambangan skala kecil yang menggunakan metode amalgamasi dan sianidasi dalam pengolahan emas. Aktivitas ini sangat banyak dilakukan dikarenakan lebih mudah dilakukan. Tujuan dalam pelaksanaan pengabdian ini yaitu untuk memberikan penyuluhan pengolahan limbah pertambangan emas. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan secara langsung pada penambang dan diskusi interaktif secara langsung di lokasi penambang. Kegiatan ini dilakukan di Desa Sampir dengan jumlah penambang yang sebanyak 37 orang. Titik lokasi pengabdian langsung dilakukan di lokasi pertambangan emas rakyat yang ada di tiga titik. Pada pengabdian yang sudah dilakukan terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap isu pertambangan rakyat yakni penyuluhan kepada Penambang, dan Masyarakat Umum.
Peningkatan Kesadaran Pengelolaan Limbah Pertambangan Emas Rakyat di Desa Berora Muhammad Syamsussabri; Suhadi Suhadi; Sueb Sueb; Murni Sapta Sari
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v5i2.1053

Abstract

Desa Berora merupakan salah satu desa dengan jumlah penambang rakyat yang cukup banyak yang termasuk dalam pertambangan skala kecil yang menggunakan metode Hg dalam pengolahan emas. Desa ini berada di Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Aktivitas ini sangat banyak dilakukan dikarenakan lebih mudah untuk memperoleh emas dari batuan. Pelaksanaan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran penambang dalam proses penambangan dan pengolahan limbah pertambangan emas. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan secara langsung pada penambang dan diskusi interaktif secara langsung di lokasi penambang. Titik lokasi pengabdian langsung dilakukan di lokasi pertambangan emas rakyat yang ada di Desa Berora. Pada pengabdian yang sudah dilakukan terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap isu pertambangan rakyat yakni penyuluhan kepada penambang, dan masyarakat umum.
Descriptive Study of Waste Generation and Management in the Joint Lecture Building State University of Malang Imam Wijayadi; Fitrah Amalia Salim; Rabiatul Adawiyah; Azizah Nur Rochmah; Suhadi Suhadi; Mimien Henie Irawati Al-Muhdhar
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 11, No 4: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus December 2025
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v11i4.7108

Abstract

Background: The State University of Malang has substantial potential for solid waste generation due to the high density of academic activities. Although general estimates of waste volume are available, detailed data on waste characteristics and composition within campus facilities remain limited. This study aims to quantify waste generation at the food courts of the A19 and A20 Joint Lecture Buildings, evaluate existing waste management practices, and assess the potential for recyclable waste utilization. Methodology: A quantitative descriptive approach was applied. Waste generation measurements were conducted in accordance with the Indonesian National Standard SNI 19-3964-1994 by analyzing waste production and composition over eight consecutive days. Average waste generation per seat, waste volume, and specific gravity were calculated, and waste materials were classified based on their characteristics and sources. Findings: The results indicate daily variations in waste generation, with average rates of 0.14 kg/seat/day at Food Court A19 and 0.07 kg/seat/day at Food Court A20. The dominant waste fractions were paper, plastic, and food waste, reflecting consumption patterns within the study area. Variations in waste volume were associated with fluctuations in academic activities and food service operations. Organic waste shows potential for eco-enzyme production and takakura composting, while paper and plastic waste may be managed through structured collection programs. Contribution:  This study provides site-specific empirical data on waste generation rates and composition within a higher education campus, supporting data-driven improvements in campus-scale waste management strategies
Workshop Penelitian dan Pendidikan Lingkungan untuk Meningkatkan Wawasan Lingkungan pada Guru SMA di SMAN 1 Batu Sueb; Suhadi; Dini Resita Putri; Muhammad Syamsussabri
Jurnal Pengabdian Inovatif Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Inovatif Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jpim.v3i2.466

Abstract

Pendidikan lingkungan berperan penting dalam menanamkan kecintaan terhadap lingkungan kepada generasi muda bangsa. SMAN 1 Batu memiliki berbagai prestasi yang cukup baik, terutama jika dibandingkan dengan sekolah menengah atas lain di Kota Batu. Namun, masih jarang ditemukan guru yang melakukan penelitian murni, khususnya penelitian yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan. Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan penelitian di bidang lingkungan, sedangkan tujuan khususnya adalah meningkatkan pemahaman guru mengenai permasalahan lingkungan. Penelitian lingkungan yang dilakukan oleh guru dapat membantu peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai lingkungan. Workshop penelitian dan pendidikan lingkungan dilaksanakan di SMAN 1 Batu. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi lembar observasi dan angket. Kegiatan dilaksanakan melalui program workshop yang berfokus pada pemberian materi teoretis sekaligus praktik penyusunan proposal penelitian lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru menjadi lebih terampil dalam menyusun proposal penelitian yang berfokus pada isu-isu lingkungan. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya nilai pada aspek sikap terhadap penelitian, kesadaran lingkungan, dan sikap peduli terhadap lingkungan.
Identifikasi Kandungan Kadmium (Cd) di Dalam Tanaman Area Bekas Terbakar di Taman Nasional Baluran Tasafima Tesari; Suhadi Suhadi; Agus Dharmawan
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 1 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i1.119

Abstract

Baluran, sebagai Taman Nasional yang memiliki fungsi melindungi seluruh kehidupan ekologis (termasuk spesies dan ekosistem pendukungnya) menghadapi permasalahan kebakaran hutan setiap tahunnya. Sementara itu menurut penelitian sebelumnya, peristiwa akibat kebakaran hutan menyebabkan tanah bekas lokasi kebaran memiliki kandungan logam berat yang dapat terserap oleh akar tanaman, dan dapat membahayakan fauna yang terlindungi. Salah satu logam berat yang terkandung yaitu Kadmium (Cd) pada tanah kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi kandungan logam berat Kadmium (Cd) pada tumbuhan di area terbakar berdasarkan perbedaam waktu terjadinya kebakaran. Adapun waktu terjadinya kebakaran dalam penelitian ini yakni, kebakaran di bulan Juni, Juli dan Agustus Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Penelitian ini diawali dengan tahap observasi lapangan, dilanjutkan dengan analisis vegetasi tumbuhan di lokasi terbakar dengan menentukan INP tertinggi, pengambilan sampel data tumbuhan, identifikasi spesimen tumbuhan, dilanjutkan dengan analisis tumbuhan yang dikonsumsi satwa, kemudian yang terakhir dilakukan pengujian logam berat Kadmium yang terkandung. Berdasarkan hasil penelitian kandungan logam berat kadmium pada E. ruderalis merupakan kandungan kadmium tertinggi pada area terbakar pada bulan Juni, sedangkan kandungan kadmium tertinggi pada I. cylindrica merupakan kandungan kadmium tertinggi pada area terbakar pada bulan Juli.