Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Optimization of Electricity Transition Scenarios Toward Net Zero Emissions by 2060 in Indonesia: Resource Analysis and System Reliability: Nursidik; Boer, Rizaldi; Rusli, Meika Syahbana
Jurnal Agroekoteknologi Terapan (Applied Agroecotechnology Journal) Vol. 6 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v6i2.65274

Abstract

Indonesia faces a critical challenge to fulfill Indonesia's commitment to the Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030 and to meet the net zero greenhouse gas (GHG) emissions by 2060. This requires the electricity sector to adopt low-emission, reliable, and investment-efficient technologies. This study develops three electricity transition scenarios toward net zero emission using the Long-range Energy Alternatives Planning (LEAP) system. Three scenarios are: (1) Current Strategy (CS) with emphasis on coal-based generation with Carbon Capture and Storage (CCS); (2) Renewable Energy-Based Transition (ET) prioritizing solar, wind, hydro, and geothermal; and (3) Enhanced Renewable and New Energy Transition (EBT) combining renewables with nuclear and hydrogen baseload. Model results demonstrate that electricity demand in 2060 is projected at 1,808 TWh with peak load of 245 GW. The required generation capacity reaches 565 GW (CS), 758 GW (EBT), and 1211 GW (EBT). Peak emissions occur in 2031 at 440 MtCO₂ (CS) and 439 MtCO₂ (ET and EBT). By 2060, zero emissions are achieved in the ET and EBT scenarios, while CS still emits 103 MtCO₂. All scenarios meet the ENDC 2030 emission-reduction target. System reliability is highest in EBT and CS, whereas emission reductions are greatest in ET and EBT.
Analisis Kesesuaian Perairan Budidaya Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii Berkelanjutan Mendukung Science Techno Park Di Kalimantan Utara Maradhy, Ermawaty; Nazriel, Rizal Syarief; Sutjahjo, Surjono Hadi; Rusli, Meika Syahbana; Widiatmaka, Widiatmaka; Sondita, M. Fedi Alfiadi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 11 No 3 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.3.490-503

Abstract

Produksi rumput laut kering Tarakan mengalami peningkatan sepanjang tahun 2012-2018 untuk budidaya Kappaphycus alvarezii dengan metode tanam rawai. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas perairan pesisir di sekitar Pulau Tarakan dan untuk mengetahui kesesuaiannya untuk budidaya rumput laut. Parameter lingkungan untuk menentukan kualitas air adalah klorofil-a, suhu air, salinitas, pH, DO, TDS, kekeruhan, nitrat, fosfat, kedalaman air, kecepatan arus, proteksi, lokasi penelitian dan jarak antar pemukiman. Penelitian dilakukan dengan pengukuran in-situ dan ex-situ berdasarkan APHA (2005) menggunakan multi parameter Horiba U51 juga, klorofil-a dianalisis menggunakan metode spektrofotometri, kadar nitrat dianalisis menggunakan SNI 06-6989.79-2011 sedangkan fosfat dianalisis menggunakan SNI 06-6989.31-2005. Kesesuaian perairan dibagi menjadi 4 kelas, S1 (sangat sesuai), S2 (sesuai), S3 (sesuai marginal), dan N (tidak sesuai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantai Tarakan memiliki 3 kategori yaitu menurut marginal (S3) 13,20%, Sesuai (S2) 86,50%, dan Sangat Sesuai (S1) 0,30%. Kondisi eksisting pesisir Pulau Tarakan mendukung sebagai areal budidaya rumput laut K. alvarezii dengan potensi lahan untuk dikembangkan seluas 33896.73 ha.