Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Sewagati

Solusi Meningkatkan Kesejahteraan Petani Kopi dengan Menggunakan Pengering Dingin untuk Mengeringkan Cascara Muhammad Lukman Hakim; Andino Septian; Liza Rusdiyana; Rizaldy Hakim Ash Shiddieqy; Atria Pradityana; Heru Mirmanto; Eddy Widiyono
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.334 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.162

Abstract

Kulit dari buah kopi (cascara) dapat dimanfaatkan menjadi minuman sehat (teh cascara) karena mengandung anti-oksidan alami dan tinggi akan kafein. Beberapa Petani kopi di Indonesia tidak banyak yang mengolah bagian ini menjadi teh cascara karena proses pengeringan dengan matahari membutuhkan waktu yang lama (2-3 minggu) dan bergantung pada cuaca. Metode pengeringan Oven cabinet menggunakan suhu tinggi sudah pernah digunakan tetapi menurunkan kualitas dari cascara itu sendiri (ada aroma gosong). Oleh karena itu, untuk mendapatkan produk cascara yang baik, digunakan mesin pengering dengan kombinasi metode HPD dan SFB, dengan menggunakan suhu rendah. Dengan menggunakan proses pendinginan terlebih dahulu dengan melewatkan ke evaporator, maka kadar air di dalam udara dapat diserap terlebih dahulu (dehumidifikasi) yang menyebabkan udara menjadi kering lalu dipanaskan melewati kondensor heating mencapai suhu optimal. Oleh karena itu tidak memerlukan udara yang panas dalam proses pengeringan karena udara pengeringnya mempunyai kadar air yang rendah. Selain itu, ruang pengering yang digunakan berbentuk SFB sehingga proses pengeringan menjadi lebih efektif. Dari hasil pengujian pengeringan yang dilakukan, waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan 4 kg kulit kopi basah adalah sebesar 180 menit. Menurut narasumber yang expert dibidang kopi, aroma dari cascara yang dihasilkan lebih bersih dibandingkan dengan metode pengeringan dengan matahari dan pengeringan dengan oven pada temperature tinggi (diatas 50 0C). selain itu, warna dari produk cascara yang dihasilkan juga kemerahan dan rasanya lebih bersih (tidak lengur) yang menandakan lebih segar karena tidak mengalami pemanasan berlebihan.
Pemberdayaan Berkelanjutan UMKM Sadar Halal di Madiun Guna Mendukung Proses Sertifikasi Halal Mashuri; Bambang Sampurno; Achmad Choiruddin; Heru Mirmanto; Ari Kurniawan; Mohammad Haekal
Sewagati Vol 6 No 6 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.244 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i6.169

Abstract

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal telah berjalan. Namun sejumlah kebijakan dari produk hukum tersebut masih belum tersosialisasikan dengan baik, terutama bagi kalangan pelaku usaha di sektor makanan dan minuman UMKM. Begitu juga yang terjadi pada sebagian penggiat UMKM di Kabupaten Madiun yang belum tahu menahu mengenai kebijakan tersebut. Mereka kurang kesadaran bahwa mengurus perizinan dan sertifikasi halal terhadap produk mereka adalah suatu hal yang sangat penting dan tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi keberlangsungan usaha mereka. Permasalahan muncul tidak hanya dari sisi sosialisasi kebijakan, namun juga dari sisi literasi pelaku UMKM dalam hal proses produksi halal yang masih rendah. Dari permasalahan tersebut, penulis mengusulkan solusi dalam bentuk sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan kepada UMKM di Madiun terkait proses produksi halal dan sertifikasi halal. Dengan demikian, program-program tersebut diharapkan dapat membantu UMKM khususnya di Kabupaten Madiun untuk mendapatkan sertifikat halal bagi produknya sehingga mampu memberikan nilai tambah dan secara tidak langsung ikut mendukung berlangsungnya kebijakan jaminan produk halal.
Pemanfaatan Potensi Sungai Irigasi untuk Penerangan Jalan Desa dengan Menggunakan Turbin Air Crossflow di Kelurahan Candirenggo Kec.Singosari, Kab Malang Heru Mirmanto; Arino Anzip; Dedy Zulhidayat Noor; Ilham Akbar
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1658.97 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.302

Abstract

Pada saat ini keberadaan energi fosil semakin hari semakin menipis, untuk itu konsep Renewable Energy diharapkan mampu memberikan kontribusi sebagai sumber energi alternatif. Jalan desa di Kelurahan Candirenggo, kabupaten Malang saat ini beluma ada penerangan, sehingga melalui pengabdian kepada Masyarakat ITS dilakukan rancang bangun PLTMH menggunakan Turbin air Crossflow. Turbin ini sangat sederhana dan mudah perawatannya, begitu pula head dan debit yang dibutuhkan tidak terlalu besar, sehingga cocok digunakan untuk memanfaatkan saluran irigasi yang ada sebagai sumber energi listrik alternatif. Pada pengabdian ini dipilih turbin air breastshot cross flow dengan diameter rotor D = 500 mm, sudu terbuat dari separuh pipa PVC phi = 4” dengan variasi jumlah sudu 12 dan 6. Hasil rancang bangun menunjukan bahwa turbin dengan jumlah rotor 12 blade mempunyai performance yang lebih baik dibanding 6 blade, yaitu Power 75,07 Watt; Torsi = 3,53 Nm; dan efisiensi = 31,42% pada putaran 261 rpm. Manfaat pengabdian ini jalan desa sudah dipasang 4 buah tiang lampu penerangan @ 15 watt.
Pemanfaatan Alat Pelepas Velg Ban Portable untuk Memudahkan Penggantian Ban RTG Crane di Terminal Nilam, Pelabuhan Tanjung Perak - Surabaya Anzip, Arino; Mirmanto, Heru; Noor, Dedy Zulhidayat; Sarsetiyanto, Joko; Kusnadi, Dimitra Meidina
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.1005

Abstract

Terminal Nilam yang berada di Kawasan Pelabuhan Tanjung Perak – Surabaya saat ini mengoperasikan 3 RTG Crane milik PT. Pelindo (Persero) sedangkan untuk proses perawatan RTG Crane dilakukan oleh PT. Berkah Industri Mesin Angkat (PT. BIMA). Salah satu kegiatan pemeliharaan yang dilakukan oleh PT. BIMA adalah kegiatan penggantian ban pada RTG Crane. Sampai saat ini proses penggantian ban RTG Crane masih dilakukan secara manual menggunakan dongkrak hidrolik manual sehingga membutuhkan waktu yang lama, sumber daya manusia yang banyak dan juga berisiko dari segi keselamatan kerja. Oleh karena itu upaya yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat ITS yaitu dengan membuat produk berupa alat pelepas velg ban portable yang sesuai dengan kebutuhan, dengan harapan dapat bermanfaat dan memudahkan PT. BIMA dalam proses penggantian ban pada RTG Crane.
Pengembangan Pakan Ternak: Mesin Cacah Pelet dan Pengembangbiakkan Budidaya Indigofera menuju Pertanian Berkelanjutan Utama, Widya; Sidi, Amor K.; Wihardjaka, Anicetus; Al Viandari, Nourma; Mariyono, M.; Mirmanto, Heru; Warnana, Dwa Desa; Lestari, Wien; Anjasmara, Ira M.; Komara, Eki; Palgunadi, Kadek H.; Indriani, Rista F.; Garini, Sherly A.; Putra, Dhea P. N.; Insani, Alif N. F.; Pratama, Dandi S.
Sewagati Vol 8 No 5 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i5.2198

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Bendosari, Blitar ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi pakan ternak melalui teknologi modern. Tantangan utama yang dihadapi adalah penyumbatan mesin pencacah pakan ternak dan kesesuaian media tanam untuk perkecambahan Indigofera. Solusi yang diterapkan mencakup pengembangan mesin pencacah dan pelet pakan ternak, analisis media tanam optimal untuk Indigofera skala laboratorium, dan pelatihan penggunaan mesin serta budidaya Indigofera. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi pakan dan keterampilan petani dalam menggunakan teknologi baru, serta menentukan media tanam terbaik untuk Indigofera. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Ben Giat Tani sebagai pengguna teknologi dan peneliti dari BRIN yang berkontribusi dalam penelitian media tanam dan uji tanah. Pelatihan dan modul operasional disediakan untuk meningkatkan keterampilan petani. Kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan meningkatkan produksi pangan (SDGs 2), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDGs 8), inovasi industri (SDGs 9), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDGs 12), serta konservasi ekosistem darat (SDGs 15).