Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of risk factors associated with subjective fatigue symptoms among coal mining vehicle operators Modjo, Robiana; Sulistiyorini, Desy; Rizkianto, Eko; Susilowati, Indri Hapsari; Triwibowo, Didik
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 4: December 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v14i4.26601

Abstract

Coal mining vehicle operators have negative consequences with health effects such as fatigue. The aim of the study was to analyze the risk factors related to subjective fatigue among coal mining operators. Specifically, it seeks to examine the relationship between work shift, working period, sleep quantity, sleep quality, and personal characteristics, such as age, neck circumference, and body mass index. Data were collected from a coal mining site in South Kalimantan, Indonesia in 2022 with primary questionnaires. A total of 440 workers who worked in the mining and hauling area for at least one year were recruited in this study. This was a cross-sectional study. Quantitative data were obtained to describe the level of subjective fatigue and to analyze the risk factors associated with the work fatigue in coal mining vehicle operators. The fatigue was associated with obesity (OR:1.777, 95% CI:1.0067-2.960), overweight (OR:1.783, 95% CI:1.046-3.040), neck circumference (OR:1.513, 95% CI:1.0983-2.329), sleep quality (OR:4.597, 95% CI:2.762-7.650), and working period (OR:0.545, 95% CI:10.360-0.825) (p<0.05 for all). However, fatigue did not significantly affect from sleep quantity and work shift. Ensuring individual health is essential for preserving the opportunity to sleep and allowing the body to recover from fatigue.
Tantangan dan Hambatan Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia : Tinjauan Literatur Riview Dharma Andika Yudha; Robiana Modjo
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1080

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan dan hambatan implementasi K3 pada UMKM melalui studi literatur deskriptif terhadap sepuluh artikel dan dokumen kebijakan tahun 2014–2024. Hasil kajian menunjukkan tantangan internal berupa rendahnya kesadaran K3, keterbatasan dana, dan belum adanya sistem manajemen K3. Tantangan eksternal mencakup kurangnya pengawasan, terbatasnya akses pelatihan, serta regulasi yang tidak sesuai dengan kondisi UMKM. Hambatan operasional meliputi fasilitas kerja yang tidak memadai, budaya kerja yang abai terhadap K3, dan minimnya informasi teknis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya regulasi adaptif, edukasi berkelanjutan, pendampingan teknis, serta integrasi K3 dalam program pengembangan UMKM nasional.
Integrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Proyek Konstruksi Ramah Lingkungan: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Siti Yuliani; Robiana Modjo
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1103

Abstract

Dalam era konstruksi modern yang semakin menekankan prinsip keberlanjutan, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) memegang peranan krusial yang tidak dapat dikesampingkan. Artikel ini menyajikan suatu tinjauan literatur sistematis untuk mengevaluasi sejauh mana prinsip-prinsip K3 telah terintegrasi dalam praktik konstruksi ramah lingkungan. Kajian ini merujuk pada berbagai studi internasional yang relevan serta regulasi nasional, seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970, Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012, dan Permen PUPR Nomor 9 Tahun 2021. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi K3 dalam proyek konstruksi hijau sangat dipengaruhi oleh perencanaan awal yang komprehensif, penguatan budaya keselamatan, serta pemanfaatan teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM) dan Internet of Things (IoT). Namun demikian, tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan sumber daya, kompleksitas teknis di lapangan, serta rendahnya tingkat kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Artikel ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat implementasi K3 untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.
Penguatan Standar Pengendalian Pencegahan Infeksi dan Pendekatan Inovatif untuk Mengatasi Infeksi Silang dalam Praktik Kedokteran Gigi: Literature Review Farista Widyastuti; Robiana Modjo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43973

Abstract

Latar Belakang: Praktik kedokteran gigi memiliki risiko tinggi terhadap infeksi silang yang dapat membahayakan pasien dan tenaga kesehatan. Penularan terjadi melalui kontak langsung, aerosol, atau permukaan yang terkontaminasi. Meskipun protokol pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) telah menjadi standar, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan PPI dalam praktik kedokteran gigi, mengidentifikasi celah kepatuhan, serta mengeksplorasi potensi pendekatan inovatif untuk meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga medis. Metode: Tinjauan literatur dilakukan secara sistematis dengan mengikuti pedoman PRISMA. Kajian ini mencakup studi yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025, menggunakan pendekatan kerangka PICO untuk memastikan relevansi dengan topik. Basis data seperti Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan ProQuest digunakan untuk mengidentifikasi artikel yang sesuai. Hasil: Dari 297 artikel yang diidentifikasi, 11 studi memenuhi kriteria inklusi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan dan kesadaran tenaga kesehatan tentang PPI relatif tinggi, kepatuhan terhadap langkah-langkah seperti penggunaan APD, sterilisasi alat, dan pengelolaan lingkungan klinis masih perlu ditingkatkan. Hambatan utama meliputi keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan teknis, dan biaya teknologi modern. Kesimpulan: Penguatan PPI memerlukan pendekatan terpadu melalui edukasi berbasis bukti, dukungan fasilitas, dan penerapan teknologi inovatif seperti suction HVE, filter HEPA, dan pelatihan berbasis teknologi. Selain itu, dukungan organisasi dan kebijakan yang jelas sangat penting untuk memastikan implementasi yang optimal. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko infeksi silang dan meningkatkan keselamatan praktik kedokteran gigi.
Distress Kerja pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja Kabupaten Tangerang Tahun 2025: Metode Effort-Reward Imbalance Puspita Gaharu Nisaa; Robiana Modjo
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5610

Abstract

Tenaga medis dan petugas kesehatan di rumah sakit daerah rentan terhadap distress terkait pekerjaan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor psikososial (keseimbangan kerja-rumah, upaya kerja, penghargaan kerja, dan komitmen berlebihan) dengan distress kerja di antara 140 tenaga medis dan petugas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja pada tahun 2025. Studi ini menggunakan desain kuantitatif potong lintang. Faktor psikososial dinilai dengan Kuesioner Psikososial Kopenhagen-III dan kuesioner Ketidakseimbangan Upaya-Imbalan (Effort-Reward Imbalance), sedangkan distress dinilai dengan Skala Depresi Kecemasan Stres-21. Hasil analisis (95% CI) menunjukkan hubungan yang signifikan antara seluruh faktor psikososial yang diteliti dan stres terkait pekerjaan. Prediktor terkuat yang diidentifikasi adalah ketidakseimbangan kerja-rumah (OR=17,34; p<0,001), komitmen berlebihan (OR=14,48; p<0,001), upaya kerja (OR=6,44; p=0,001), dan ketidakseimbangan upaya-imbalan (OR=4,14; p=0,02). Temuan ini mengindikasikan bahwa ketidakmampuan menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi serta dorongan internal untuk bekerja secara berlebihan merupakan faktor risiko paling dominan terhadap distress kerja. Intervensi manajemen yang direkomendasikan meliputi penerapan fleksibilitas jadwal, evaluasi beban kerja periodik, penilaian kinerja yang transparan, penyesuaian insentif bagi pekerja kesehatan, dan penyediaan konseling kelompok sebagai dukungan psikologis.
Evaluation of the Implementation of the Construction Safety Management System (SMKK) Based on Regulation of the Minister of Public Works and Housing No. 10 of 2021 in the Kesawan Old Town Residential Infrastructure Project, Medan Nabila Syahlan; Robiana Modjo
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/a4k24y23

Abstract

The construction sector is recognized as one of the industries with a high risk of occupational accidents due to the complexity of work activities, dynamic working environments, and the involvement of multiple stakeholders in project implementation. Data from the Ministry of Manpower of Indonesia show that occupational accident cases have increased in recent years, reaching 298,137 cases in 2022, 370,747 cases in 2023, and 462,241 cases in 2024. The construction sector contributed approximately 0.8% of cases in 2023 and 0.92% in 2024, equivalent to about 4,233 occupational accidents in construction services. This condition highlights the importance of implementing an effective construction safety management system to reduce workplace accidents. This study aims to evaluate the implementation of the Construction Safety Management System (SMKK) in the Kesawan Old Town residential infrastructure development project in Medan City based on the Regulation of the Minister of Public Works and Housing No. 10 of 2021. The study employed descriptive design with a mixed-method approach through field observations, document reviews, and interviews with relevant stakeholders. The research instrument used a monitoring and evaluation checklist with a binary scoring method. The results indicate that the completeness of SMKK documentation reached 97.8%, categorized as highly satisfactory, while field implementation achieved 100%. These findings demonstrate strong consistency between safety planning and its implementation in the project. However, improvements are still needed in worker health awareness programs and hazardous material inspection documentation.
LITERATURE REVIEW KAJIAN RISIKO KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH Anjas Umaryadi; Robiana Modjo
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2022): J-KESMAS Volume 8 Nomor 2, November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v8i2.3744

Abstract

Pengumpulan dan pengangkutan sampah adalah jenis pekerjaan dengan risiko terhadap gangguan kesehatan berupa penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan karena terpapar sumber penyakit yang terkandung dalam sampah melalui kontak dengan pekerja. Literatur review ini dilakukan untuk mendeskripsikan masalah gangguan kesehatan apa saja yang berpotensi diakibatkan oleh aktivitas pekerjaan pengumpulan dan pengangkutan sampah serta rekomendasi pengendaliannya. Metode pencarian literature dengan Google Scholar, Proquest, Science Direct, dan Situs pencarian jurnal Universitas Indonesia didapatkan beberapa artikel dan dipilih sebanyak 24 (dua puluh empat) penelitian yang relevan. Masalah kesehatan yang dialami pekerja pengumpulan dan pengangkutan sampah antara lain gangguan kesehatan kulit, peningkatan kasus diare & gangguan gastrointestinal, gangguan otot rangka, gangguan saluran pernapasan, hepatitis A, dan infeksi parasit. Upaya yang perlu dilakukan adalah dengan berpedoman pada hirarki pengendalian dari mulai tahapan substitusi, pengendalian teknis, pengendalian administrasi, menyediakan alat pelindung diri yang sesuai standard, dan meningkatkan pemahaman pekerja mengenai pentingnya disiplin penggunaan APD, dan menjaga kebersihan pribadi.
Analisis Persepsi Petugas RSPG Cisarua Bogor Tidak Melapor Insiden Keselamatan Pasien: Analyze Perception Healthcare Worker’s in RSPG Cisarua Bogor Not Reporting Patient Safety Incident Arifah Alfiyyah; Robiana Modjo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4892

Abstract

Latar belakang: Fasilitas layanan kesehatan wajib melakukan peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara internal maupun eksternal secara terus-menerus dan berkesinambungan. Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) merupakan upaya dalam peningkatan mutu layanan kesehatan. Rumah Sakit Paru M. Goenawan (RSPG) Cisarua Bogor memiliki pelaporan IKP yang rendah berdasarkan data laporan tahun 2021 hingga triwulan tiga 2023. Tujuan: Menganalisis persepsi petugas di RSPG Cisarua Bogor yang menyebabkan tidak melakukan pelaporan IKP kepada tim komite mutu rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi mixed-method sequential explanatory dengan melakukan tahap pertama melalui survei kepada 45 responden petugas yang melakukan pelayanan langsung kepada pasien mengenai penyebab enggan melapor IKP. Tahap kedua melalui wawancara mendalam kepada 8 petugas mengenai alasan tidak melapor IKP. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi penyebab dengan persentase tertinggi ada pada petugas kesehatan tidak melapor IKP takut akan disipliner, merasa tidak adanya anonimitas pelapor dan kerahasiaan tidak terjaga, dan memakan banyak waktu dalam pembuatan pelaporan. Pelaporan IKP di rumah sakit menggunakan formulir kertas secara tertulis dan diserahkan kepada tim komite mutu keselamatan pasien. Saat proses evaluasi petugas kesehatan merasa tim komite mutu masih kurang dalam anonimitas ruangan terjadinya insiden. Kesimpulan: Pelaporan menggunakan kertas membuat pelapor merasa menambah beban kerja. Perlu adanya sosialisasi secara berkala mengenai jenis insiden yang harus dilaporkan dan komitmen manajemen tidak adanya budaya menyalahkan. Adanya perubahan dalam pelaporan IKP secara elektronik dapat memudahkan pelaporan.
Risk Factors for Hearing Loss in the Railway Transportation Sector: Literature Review Muhammad Rinaldo; Robiana Modjo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 11 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i11.6270

Abstract

Introduction: Hearing loss, a significant global health problem, can significantly impact quality of life. The railway sector, with its high noise levels, is particularly vulnerable. To address this, it is crucial to focus on mitigating risk factors through noise control, PPE promotion, and regular hearing assessments. Objective: The study aims to identify factors related to hearing loss in railway sectors. By understanding these factors, the research seeks to contribute to improved workplace safety and hearing conservation programs. Method: This study employed a literature review methodology, utilizing sources from Scopus and Google Scholar. Articles were searched using the keywords "hearing loss," "NIHL," "hearing impairment," "railway transport," "railway industry," and "train transportation" published within the last 10 years from 2014 to 2024. Result: The result of the article search revealed 10 articels that match the criteria set. The result show that various factors were identified that can increase the risk of hearing loss in the railway sector. Overall, risk factors for hearing loss among workers include duration of noise exposure, age, sex, individual habits, and the use of personal protective equipment (PPE). Conclusion: The need for comprehensive hearing conservation programs in the railway sector that address not only noise control, but also individual risk factors and the effective use of personal protective equipment. Further research is needed to investigate the long-term effects of combined noise and vibration exposure and the potential benefits of advanced audiometric techniques in the early detection and prevention of hearing loss.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pegawai Di UPT Puskesmas Kota Karang Kota Bandar Lampung Tahun 2024 Kristianto Putro, Wisnu; Modjo, Robiana
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v4i2.4005

Abstract

This study aims to assess the risk factors that affect fatigue in employees of UPT Puskesmas Kota Karang, Bandar Lampung City. This research design is quantitative with a cross-sectional approach, involving the entire employee population of 71 people as a sample through total sampling technique. The analysis was done with chi-square test and odds ratio using SPSS. The results showed that domestic dependents and other occupations had a significant association with health worker fatigue. In contrast, variables such as age, tenure, sleep quantity, and sleep quality showed no significant association. The conclusion of this study is that external factors outside of work contribute to the level of fatigue of health workers. Therefore, managerial interventions that take into account the workload as well as domestic dependents and additional work of employees are essential to improve the quality of service and the welfare of health workers in health centers.
Co-Authors Abdul Kadir Adam Farhandika, Gibza Adang Bachtiar Adang Bachtiar ADONIS MUZANNI ADONIS MUZANNI Agus Dwi Susanto Ajaz, Rahmeen Alex Sander Lumban Gaol Alfiyyah, Arifah Alfiyyah, Arifah Ami Nuari Andra, Yoli Andriany, Raja ANDRIO A. WIBOWO ANDRIO A. WIBOWO ANINDHITA IRSALINA WIDIATMOKO ANINDHITA IRSALINA WIDIATMOKO Anjas Umaryadi Anjas Umaryadi Arifah Alfiyyah Arinda, Sri ASEP SAEPULLAH ASEP SAEPULLAH B Besral BAIDURI WIDANARKO BAIDURI WIDANARKO Baraja, Wafi Syukri Butsainah Putri Rahmah Cahyo Khoirul Ardli Candi, Cicilya Cicilya Candi DADAN ERWANDI DADAN ERWANDI DANESTA FEBIANTO NUGROHO DANESTA FEBIANTO NUGROHO DESSY DWI ARYANI DESSY DWI ARYANI Desy Sulistiyorini Desy Sulistiyorini Dharma Andika Yudha Didik Triwibowo Dimas Ari Dharmawirawan Dimas Ari Dharmawirawan DINA LUSIANA SETYOWATI Dina Lusiana Setyowati Doni Hikmat Ramdhan Ebagustian Tamzil Effendi, Fetrina Lestari Ellen Sophie Wulan Tangkudung Ellen Sophie Wulan Tangkudung EZSA LARASHATI GUNAWAN EZSA LARASHATI GUNAWAN Fajar Afifatur Rahmah Fajri, Hamzah Fansuri Farista Widyastuti Fathul Masruri Syaaf Fatma Lestari FATMAH FATMAH FATMAH FATMAH Febie Karmani Putra Frangky Ertanto Hamzah Fansuri Fajri Hanif Bangun Nuranto HENDRA HENDRA HENDRA HENDRA Herna Rosalin Manullang INDRA NI TUA INDRA NI TUA Indri Hapsari Susilowati Irfan Kurniawan Ketus A. Prasetyo Kristianto Putro, Wisnu Kurniasari, Fitri Kurniawidjaja, Meily Lami Trisetiawati Lestari, Fetrina M Maksuk M. FAIZIR HAFIDS M. FAIZIR HAFIDS Ma'rifatul Mubin Meilisa Rahmadani MIFTACHUL FARIDA MIFTACHUL FARIDA MILA TEJAMAYA MILA TEJAMAYA Muhamad Fajar Maulidi Tanjung Muhammad Faris Naufal Muhammad Rinaldo Nabila Syahlan Nicky Anelia Nisaa, Puspita Gaharu Prahastuti, Christina Puspita Gaharu Nisaa Putra, Riskiyana Sukandhi Rachma Fitriati Rachma Fitriati Rachmawati, Sutrani Rahman Gumilar Rahmawati, Ernita Resty Wulandari Riskiyana Sukandhi Putra Riskiyana Sukandhi Putra Riskiyana Sukandhi Putra Riskiyana Sukandhi Putra Riskiyana Sukandhi Putra Riskiyana Sukandhi Putra RIZAL ALFIANSYAH HAMID RIZAL ALFIANSYAH HAMID Rizkianto, Eko Rola Mesrani Simbolon Rosinta Uli ROSSI YULIANI Saefulmilah, Henik Sari Febryanti Wibisono Sari Tua Roy Nababan Sinthia Khodijah Marpaung Siti Aminah Siti Aminah Siti Yuliani Sulistyono, Eddy Syarif Potutu TRI WARTONO TRI WARTONO Trisetiawati, Lami Umaryadi, Anjas Varian Almerridho Vera Tiurma Tobing Wibowo, Aryo Yudha, Dharma Andika Yulidta Timory Yulinur Firdaus ZICO JUNI HERWANTO ZICO JUNI HERWANTO