Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Kajian Administratif, Farmasetis, dan Klinis Resep Obat Batuk Anak di Apotek Kota Yogyakarta Yosi Febrianti; Bondan Ardiningtyas; Esti Asadina
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5798

Abstract

Batuk adalah salah satu gangguan kesehatan yang sering diderita anak. Pengkajian peresepan obat batuk yang meliputi kajian administratif, farmasetis dan klinis penting dilakukan karena ketidaksesuaian dalam peresepan obat dapat menyebabkan kesalahan dalam pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian peresepan obat batuk pada anak yang ditinjau dari aspek administratif, farmasetis dan klinis resep obat batuk di Apotek Wilayah Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta periode Januari 2015-Desember 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif non experimental dengan rancangan cross-sectional retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan pada aspek administratif yang tidak terpenuhi adalah berat badan 99,7%, tanggal penulisan resep 50,4% dan umur 35,4%, pada aspek farmasetis bentuk sediaan yang diresepkan adalah puyer 71,4%, sirup 15,5% dan tablet 13,1% serta ketersediaan informasi kekuatan sediaan pada resep 0,3%. Pada aspek klinis sebagian besar resep sudah tepat dosis 84,2%, 100% tepat frekuensi pemberian obat dan tidak terdapat polifarmasi serta 0,3% berpotensi terjadi interaksi obat Kata kunci : batuk, anak-anak, peresepan obat batuk, resep, apotek Cough is a common symptom that often affect in children. Assessment of prescribing include administration, pharmacetic and clinical aspect is a way to prevent errors in drug administration. The purpose of this study was to find and observe prescription of children cough medicine from administrative, pharmacetic and clinical pharmacy aspects of cough medicine in Sub-district Umbulharjo Yogyakarta City from January 2015 to December 2015. This study was conducted by using non-experimental descriptive method with cross-sectional retrospective. The results showed from administrative aspects that most are not fulfilled is on weight 99,7%, date prescription 50,4% and on age 35,4%. In pharmacetic aspect, medicine stock available are powder drug 71,4%, syrup 15,5% and pills 13,02% and recipes are not available dosage strength 0,3%. In clinical aspect, most recipes are correct in dossage 84,2% and 100% correct in frequency of administration drugs and there are no polypharmacy and drug interactions found 0,3%. Keywords : cough, children, prescription of cough, recipe, medicine store
Terapi Okupasi pada Orang dengan Skizofrenia (ODS) di Desa Sindumartani Yogyakarta Abdur Rafik; Yosi Febrianti; Novyan Lusiyana
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.5589

Abstract

Salah satu gejala umum skizofrenia adalah ketidakmampuan Orang dengan Skizofrenia (ODS) untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara baik. Ketidakmampuan ini menyebabkan kognisi sosial ODS rendah dan berpotensi meningkatkan kadar kekambuhan pada ODS jika tidak ditangani secara baik. Oleh karena itu, berbagai intervensi sosial yang salah satunya melalui terapi okupasi perlu dilakukan guna membantu ODS menguatkan kognisi sosialnya. Pengabdian masyarakat ini dirancang dalam rangka memberikan terapi okupasi bagi ODS di Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Yogyakarta. Terapi okupasi diberikan dalam bentuk pelatihan kewirausahaan dan pendampingan pembuatan aneka olahan bakso dan gorengan. Pasca pelatihan dan pendampingan, ODS dipilih untuk diberikan bantuan peralatan dan modal kerja untuk dimanfaatkan sebagai modal berusaha. Luaran akhir yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan ODS dalam mengolah dan memasarkan olahan bakso dan gorengan, yang pada gilirannya diharapkan akan berdampak pada penguatan kognisi sosial mereka. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ODS dalam membuat dan menghasilkan olahan bakso dan gorengan yang layak jual. Terapi okupansi dalam bentuk aktivitas lain perlu diinisiasi agar kognisi sosial ODS bisa ditingkatkan secara berkesinambungan.
POTENTIALLY INAPPROPRIATE MEDICATION IN ELDERLY OUTPATIENT OF TERTIARY HOSPITAL IN INDONESIA Yosi Febrianti; Eko Budi Setiawan; Ninisita Srihadi
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2022): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.112 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v7i1.711

Abstract

Increased percentage of geriatric population has an impact on more health issues. The older the geriatrics, the more susceptible they are to various physical complaints due to either natural factors or diseases. To described the prevalence of potentially inappropriate prescriptions in geriatric outpatients A retrospective, cross-sectional study was done for three months in the Medical Record Department, in one of tertiary hospitals in Indonesia. The data was analyzed using Beers Criteria 2012 and described as descriptive statistics. A total 400 prescriptions were collected in the study during the period of 3 months. The estimated prevalence of potentially inappropriate prescription use in tertiary hospitals in Indonesia reached 24.5%. The most common potentially inappropriate prescription were nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) (17 %) and benzodiazepine (12%). NSAID was the most prescribed potentially inappropriate agents of 66 events.
Peningkatan Literasi Masyarakat terhadap Orang Dengan Skizofrenia (ODS) di Desa Sindumartani Yogyakarta Abdur Rafik; Yosi Febrianti; Novyan Lusiyana
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 01, Issue 02, September 2019
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol1.iss2.art1

Abstract

The Results of Basic Health Research from Ministry of Health of the Republic in Indonesia places Yogyakarta as one of the provinces with the highest prevalence of schizophrenia after Bali, and Sindumartani Village is one of the villages with the highest number of People with Schizophrenia (PWS) in Yogyakarta. The presence of negative stigma from the community and even family members of PWS is one of the crucial obstacles to the PWS healing process. The stigma and low social awareness towards PWS are thought to hamper the process of enriching ODS’ social cognition. Our activities try to provide counseling and education to non-PWS members groups and PWS’ family members so that they can be well literated for schizophrenia with all the characteristics and handling. In addition to the counseling, we educate them by forming a healthy mental alert cadre within the community. In the period after the implementation of the activities, the results showed an increase in communities’ literacy in schizophrenia and a decrease in the prevalence of recurrence in PWS. To improve the sustainability of results, further therapy such as vocational therapy is recommended. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menempatkan Yogyakarta sebagai salah satu provinsi dengan prevalensi skizofrenia tertinggi di Indonesia setelah Bali, dan Desa Sindumartani adalah salah satu desa dengan jumlah Orang dengan Skizofrenia (ODS) tertinggi di Yogyakarta. Adanya stigma negatif dari masyarakat dan bahkan anggota keluarga ODS menjadi salah satu penghambat krusial proses penyembuhan ODS. Stigma dan kesadaran sosial yang rendah terhadap ODS disinyalir mmenghambat proses pengembangan kognisi sosial pada ODS. Pengabdian masyarakat ini mencoba melakukan penyuluhan dan edukasi terhadap kelompok masyarakat non-ODS dan anggota keluarga ODS agar mereka dapat terliterasi secara baik akan skizofrenia dengan segala karekteristik dan penanganannya. Selain dengan penyuluhan, edukasi dilakukan dengan membentuk kader siaga sehat jiwa dalam kelompok masyarakat. Dalam kurun waktu setelah pelaksanaan kegiatan, hasil menunjukkan adanya peningkatan literasi masyarakat terhadap skizofrenia dan penurunan prevalensi kekambuhan pada ODS. Untuk meningkatkan kesinambungan hasil, terapi lanjutan dalam bentuk vokasional dianjurkan untuk dilakukan.
Kader bola salju: role model penggunaan obat di masyarakat Yosi Febrianti; Yulianto Yulianto; Saepudin Saepudin; Novyan Lusiana
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 02, Issue 02, September 2020
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol2.iss2.art6

Abstract

Perilaku pencarian pertolongan kesehatan yang utama atau paling banyak dilakukan jika penduduk sakit adalah melakukan pengobatan mandiri / swa medikasi (self medication) dengan membeli obat di warung, toko swalayan dan apotek. Masyarakat hanya mengandalkan iklan, referensi keluarga, teman, tetangga yang tidak memiliki dasar pendidikan kefarmasian sebagai panduan dalam menggunakan obat. Hal tersebut potensial menimbulkan permasalahan di bidang kesehatan. Metode kegiatan didasarkan pada model promosi kesehatan, melalui pemberian edukasi dan pelatihan kader terpilih tentang penggunaan obat secara rasional. Kegitan ini melibatkan ibu-ibu PKK dusun Candi 3, Desa Sardonoharjo, Sleman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK di dusun Candi 3 dan terbentuknya kader bola salju yang akan membantu masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan rasional.
Kesesuaian Pengobatan Antidiabetik Oral pada Pasien dengan Komplikasi Penyakit Ginjal Kronik di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Ndaru Setyaningrum; Rina Agustina; Yosi Febrianti
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.054 KB) | DOI: 10.24252/djps.v2i1.7088

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik yang prevalensinya meningkat setiap tahun dan salah satu penyebab terbesar dari penyakit ginjal kronis. Penggunaan antidiabetes oral terutama pada pasien penyakit ginjal kronis membutuhkan lebih banyak perhatian disebabkan penurunan fungsi ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian pemilihan antidiabetes oral pasien penyakit ginjal kronis di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional pada pasien penyakit ginjal kronis dengan meninjau catatan medis secara retrospektif selama periode Januari-Desember 2014. National Kidney Foundation-Kidney Disease Outcomes Quality Initiative (NKF-KDOQI) digunakan sebagai literatur untuk mengevaluasi kesesuaian pemilihan antidiabetes oral. Sebanyak 32 subjek penelitian dianalisis, jenis kelamin laki-laki 17 (53,1%) dan 15 perempuan (46,9%); lanjut usia 5 (15,6%) dan bukan lanjut usia 27 (84,4%); hemodialisis rutin 2 pasien (6,2%) dan non-hemodialisis 30 pasien (93,8%). Penggunaan antidiabetes metformin 18 (56,3%), pioglitazone 4 (12,5%), kombinasi metformin-glimepiride 6 (18,7%), dan kombinasi metformin-acarbose 4 pasien (12,5%). Kesesuaian pemilihan anti-diabetes oral sesuai 28 pasien (87,5%) dan tidak sesuai 4 pasien (12,5%). Penelitian ini menunjukkan kesesuaian pemilihan anti-diabetes oral sebagian besar sudah sesuai dengan pedoman NKF-KDOQI.
Effect of Levonorgestrel Implant on Lactation and Infant Growth: A Review: Review : Pengaruh Implan Levonorgestrel pada Laktasi dan Pertumbuhan Bayi Febrianti, Yosi; Hanifah, Suci; Febrian, M. Pandoman; Annisa, Lily; Azza, Lintang Prava; Mafruhah, Okti Ratna; Medisa, Dian; Sari, Chynthia Pradiftha
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 10 No. 2 (2024): (October 2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24428744.2024.v10.i2.17045

Abstract

Background: Family Planning is a way to regulate the number of children born and the spacing of pregnancies through information, education, and the use of contraceptives. Postpartum contraception is important to obtain an optimal interpregnancy interval. Postpartum contraception should be initiated early; one of which is Long-Acting Reversible Contraception (LARC). Levonorgestrel can be used to prevent pregnancy because it interferes with ovulation, implantation, and fertilization. Objectives: This study aimed to assess the efficacy and effects of using levonorgestrel implants on breastfeeding and infant growth. Methods: Primary data were in the form of research papers obtained from PubMed®, and Google Scholar® published from the period 2010-2018. The keywords for the searches included: “levonorgestrel”, “levonorgestrel (LNG)-releasing implant”, “levonorgestrel on lactogenesis”, “levonorgestrel on infant growth”, and “levonorgestrel on breastfeeding”, which were used alone or in combination. Results: The 20 selected articles were reviewed based on five identified phrases. Levonorgestrel subdermal implants were shown to be a good choice for women who wanted effective contraception. When used by breastfeeding mothers, levonorgestrel subdermal implants affected neither infant growth (0-1 year of age) nor lactation duration. Conclusions: Levonorgestrel subdermal implants can be effective long-term contraception. These implants are safe for breastfeeding mothers and do not affect infant growth.
Hospital Pharmacists’ Knowledge and Perceptions of Antibiotic Use and Resistance in Indonesia Febrianti, Yosi; Lubisa, Ratu Aini; Yulianto, Yulianto; Wulandari, Denia Yuni; Wahdini, Ade indah
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 9 No 2 (2025): Borneo Journal Of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v9i2.686

Abstract

Background: Inappropriate antibiotic use in Indonesia contributes significantly to increasing antibiotic resistance, which poses a serious threat to public health. Hospital pharmacists play a crucial role in antibiotic management, so their knowledge of antibiotic use and resistance is crucial to supporting infection control efforts and the rational use of antibiotics. Objectives: To assess the knowledge and perception of hospital pharmacists on antibiotic use and resistance. Material and Methods: The research design is cross-sectional and involves collecting data through a questionnaire. Data was then analyzed using the SPSS program's Chi-square test. Results: A total of 103 responses were received, 93 (90.3%) respondents had good knowledge and 83 (80.5%) had positive perceptions of antibiotic use and resistance. Conclusions: The study's results indicate that pharmacists' knowledge of antibiotic resistance does not correlate with their perception of this issue (p=0.416).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN JENIS KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR DI KECAMATAN SEMANU KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Wijayanti, Adina Nugrahaeni; Febrianti, Yosi; Estiningsih, Daru
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 15 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v15i2.12663

Abstract

Ledakan penduduk merupakan salah satu masalah yang ada di negara berkembang sepertiIndonesia yang merupakan negara dengan jumlah Wanita Usia Subur (WUS) terbesar di AsiaTenggara. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah menerapkan program KeluargaBerencana (KB) untuk mengontrol laju pertumbuhan masyarakat dengan menggunakan alatkontrasepsi yang pemilihannya dipengaruhi oleh beberapa faktor sehingga tercipta sumber dayayang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yangmempengaruhi pemilihan metode kontrasepsi di Kecamatan Semanu Kabupaten GunungkidulYogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan penelitiancross sectional dengan instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah divalidasimenggunakan content validity. Waktu pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan Juni 2016.Sampel diambil dengan menggunakan metode accidental sampling dan besarnya sampeldihitung dengan rumus slovin. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan uji chisquare.Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang mempengaruhi pemilihan jenis kontrasepsidi Kecamatan Semanu adalah faktor pekerjaan (p=0,033) dan pengalaman efek samping(p=0,000).
Antidepressant use in pregnancy and the risk of neonatal outcomes: a scoping review Febrianti, Yosi
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol20.iss1.art7

Abstract

Background: Depression is a frequently encountered issue during pregnancy and postpartum. Both depression itself and the use of antidepressant medications can have implications for the infant's well-being. Studies have linked maternal depression to adverse outcomes like preterm birth, low birth weight, fetal growth restriction, and potential cognitive and emotional challenges for the child after birth. On the other hand, exposure to antidepressants during pregnancy has been associated with an increased risk of preterm birth, a decrease in birth weight, and congenital malformations. Objectives: In light of these considerations, a scoping review was conducted to examine recent research findings concerning antidepressant use during pregnancy.Methods: This study was a scoping review. Pubmed and Scopus databases were used to search for all relevant studies published from 2019 until 2023. Studies were excluded if they were case reports, narrative reviews, systematic reviews, or meta-analyses. Finally, all eligible articles were assessed for their outcomes. Results: The use of SSRIs and duloxetine antidepressants in perinatal women was linked to preterm birth and smaller gestational sizes compared to controls, according to three cohort studies. Congenital malformation was also associated with duloxetine, mirtazapine, and atomoxetine use during pregnancy (3 cohort studies). Conclusions: Recognizing the potential risks to the infant and the risk of leaving maternal depression untreated is crucial when making the decision to use antidepressants during pregnancy. This underscores the importance of a thoughtful and informed approach to managing depression in pregnant women.Keywords: Antidepressant, drug safety, perinatal depression, pregnancy