Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Kerja Pada Perempuan Pekerja di Kelurahan Bungkutoko Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Sartiah Yusran; Farit Rezal; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Akifah; Laode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JAPIMAS) Vol. 2 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/japimas.v2i1.20

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bertujuan mengurangi dan atau terbebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta tindakan antisipasi bila terjadi hal demikian. Masalah yang berkaitan dengan pekerja perempuan antara lain berkaitan dengan beban kerja ganda, kelelahan kerja, stress kerja, dan kapasitas kerja. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada tenaga kerja perempuan mengenai Kesehatan reproduksi, pemberian ASI, Lingkungan Kerja, Stress Kerja, Gizi Kerja, dan Kelelahan Kerja. Metode dalam pengabdian ini dilakukan melalui metode penyuluhan, pembagian buku saku yang berisi materi edukasi Kesehatan reproduksi dan Kesehatan kerja. Sasaran utama intervensi ini adalah tenaga kerja perempuan di kawasan industri kelurahan Bungkutoko. Dari hasil pengabdian ini diharapkan bagi pekerja perempuan mengalami peningkatan pengetahuan mengenai cara bekerja dengan aman, lebih produktif, sehat jasmani dan rohani. Selain itu pekerja perempuan juga perlu memahami sarana perlindungan berdasarkan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang agar dapat meningkatkan kondisi kerja dan kesejahteraan pekerja. Perlindungan hak jaminan norma ketenagakerjaan meliputi hak pekerja atas upah yang layak bagi dirinya dan keluarganya, hak atas kesejahteraan keluarga, hak untuk berserikat dan berunding, hak atas waktu istirahat, hak bagi pekerja perempuan dan juga bagi pekerja anak.
Factors related to Musculoskeletal Disorders (MSDs) complaints in Mandonga wet market traders in Kendari City Asnani Asnani; Yusuf Sabilu; La Ode Ahmad Saktiansyah
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 3 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i3.2239

Abstract

Musculoskeletal disorders—problems with the musculoskeletal system—cause pain, stiffness, and discomfort in certain parts of the body due to non-ergonomic work practices. Among vendors at the Mandonga Wet Market in Kendari, it is suspected that MSD complaints arise from improper work practices, such as bending over, standing for too long, and repeatedly lifting heavy objects. This study aims to identify factors associated with Musculoskeletal Disorders (MSDs) among vendors at the Mandonga Wet Market in Kendari in 2025. This is an analytical, observational study using a cross-sectional design. The sample size was 209 participants. Data were analyzed by testing the relationship between two variables using the Chi-Square test. The results indicate a significant association between age (p-value = 0.000) and MSD complaints, a significant association between work posture (p-value = 0.000) and MSD complaints, and a significant association between length of service (p-value = 0.000) and MSD complaints. However, there was no significant association between work duration (p-value = 0.320) and MSD complaints. It can be concluded that there is an association between age, work method, and duration of employment with musculoskeletal disorder (MSD) complaints; however, there is no association between duration of employment and musculoskeletal disorder (MSD) complaints among vendors at the Mandonga Wet Market in Kendari in 2025.
Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Siswa SDN 104 Kendari Elsa Elsa; Hartati Bahar; La Ode Ahmad Saktiansyah
The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research Vol. 3 No. 3 (2025): September :The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/tjghpsr.v3i3.824

Abstract

Clean and Healthy Behavior (CHB) is an essential aspect of improving public health, particularly among school-aged children. At SDN 104 Kendari, there are still challenges related to students’ behavior, especially the habit of buying snacks from unregulated vendors near the school, which increases the risk of exposure to foodborne diseases. This study aims to examine the effect of health education on students’ knowledge of CHB. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a one-group pre-test and post-test method. The sample consisted of 42 students, selected through stratified random sampling to ensure representation across different classes and initial knowledge levels. The research instruments included pre-test and post-test questionnaires to measure students’ knowledge, complemented by educational videos designed to be engaging and informative, enhancing students’ understanding of CHB principles. Results indicated that prior to the educational intervention, the majority of students’ knowledge was categorized as sufficient (57.1%) and good (42.9%). Following the intervention, there was a significant increase in knowledge, with 69% of students categorized as good, reflecting improved understanding of CHB principles. Statistical analysis using a paired sample t-test revealed a significant effect of the educational intervention on students’ knowledge of CHB (p-value <0.05). These findings highlight that health education through video media is an effective strategy to enhance students’ knowledge of CHB and promote healthy behaviors within the school environment. The implementation of audiovisual-based educational programs can be recommended as part of ongoing school health activities and sustainable promotive-preventive efforts.
Analysis of Dengue Fever Incident in Kendari Based on People, Place and Time La Ode Liaumin Azim; Agnes Mersatika Hartoyo; La Ode Ahmad Saktiansyah
Health Gate Vol 4, No 2 (2026): April, 2026
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kota Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70111/hg4211

Abstract

The number of dengue fever cases tends to increase every year, especially during the rainy season when the spread of this disease increases. This study was conducted to provide an overview of the endemicity and incidence of dengue fever based on human, place, and time variables in the working area of the Benu-Benua Community Health Center from April to June 2025. The study was conducted from May 20 to June 21, 2025. This study used a survey design with a descriptive observational approach. The approach used was exploratory descriptive, with the aim of systematically describing and explaining various facts and data from the investigation, so as to provide an accurate picture of the conditions in the field. The results of the study showed that the evaluation of the accuracy and completeness of surveillance at the Benu-Benua Community Health Center was accurate and complete. Dengue fever cases in weeks 14-24 appeared in weeks 15, 18, and 19 with a total of 1 case, while there were no dengue fever cases in the other weeks (0 cases). Dengue fever cases were found in the 10-14, 25-29, and 40-44 age groups, which had the same number of cases, namely 1 case. The male gender had the highest number of cases, while no DBD cases were found in females. The highest number of DBD cases was found in the Tipulu work area (2 cases), followed by Sodohoa (1 case), and no DBD cases were found in other work areas.
GAMBARAN SARANA PENYELAMATAN DAN SISTEM PROTEKSI AKTIF KEBAKARAN DI RSU BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2022 Yuyun Yuyun; Arum Dian Pratiwi; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.189

Abstract

Kebakaran merupakan bencana akibat api yang tidak disengaja dan dapat menimbulkan kerugian material maupun nonmaterial. Rumah sakit memiliki risiko tinggi terhadap kematian akibat kebakaran, sehingga diperlukan sistem pencegahan dan fasilitas penyelamatan yang aktif. Tujuan pada riset ini ialah untuk memberikan gambaran tentang sistem pencegahan kebakaran aktif dan sumber daya penyelamatan yang tersedia di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam strategi penelitian ini. Alat penelitian ini berupa formulir observasi yang bentuknya seperti checklist. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 8 gedung pada RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada sarana penyelamatan memiliki pintu keluar, 1 gedung dalam kategori baik, 6 gedung kategori cukup dan 1 gedung kategori kurang;memiliki jalan keluar dalam kategori baik; tidak memiliki lampu darurat. Pada sistem proteksi aktif, gedung tidak memiliki sprinkler; 5 gedung memiliki hidran dalam kategori baik dan 3 gedung dalam ketegori cukup;detektor kebakaran dalam kategori kurang;alarm kebakaran dengan 1 gedung dalam kategori cukup dan 7 gedung dalam kategori kurang; APAR dengan 4 gedung dalam kategori baik dan 4 gedung dalam kategori cukup. Dapat disimpulkan bahwa pada sarana penyelamatan, memiliki pintu keluar dengan 1 dalam kategori baik, 6 kategori cukup dan 1 dalam kategori kurang dan sistem proteksi aktif kebakaran memiliki hidran dengan 5 gedung dalam kategori baik dan 3 kategori cukup,Detektor kebakaran dalam kategori kurang, alarm kebakaran 1 gedung dalam kategori cukup dan 7 gedung dalam kategori kurang, APAR dengan 4 gedung dalam kategori baik dan 4 gedung dalam kategori cukup.
Pemberdayaan kelompok perempuan dalam pencegahan stunting melalui diversifikasi pangan lokal di Desa Ulu Sawa, Konawe Utara La Ode Liaumin Azim; Pitrah Asfian; Lade Albar Kalza; La Ode Ahmad Saktiansyah; Agnes Mersatika Hartoyo; Kamrin Kamrin
Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas Vol. 3 No. 2 (2026): Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/tintamas.v3i2.3108

Abstract

Stunting remains one of the nutritional issues that requires serious attention because it impacts physical growth, cognitive development, and the quality of human resources. One preventive measure that can be implemented at the community level is to empower mothers’ groups through local food diversification. This community service activity aims to improve mothers’ knowledge about stunting prevention through the diversification of local foods in Ulu Sawa Village, North Konawe. The methods used include education and mentoring for groups of mothers through outreach sessions on stunting, the importance of balanced nutrition, and the utilization of local foods as a source of nutritious food for children and families. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure changes in participants’ knowledge levels before and after the activity. The results of the community service program showed an increase in mothers’ knowledge following the program’s implementation. These results indicate that the implemented community service program was effective in increasing mothers’ knowledge of stunting prevention. Thus, empowering mothers’ groups through the diversification of local foods can serve as a relevant and sustainable strategy in supporting efforts to prevent stunting at the village level.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Tudungano Melalui Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Sebagai Upaya Kemandirian Kesehatan Kamrin; La Ode Liaumin Azim; Lade Albar Kalza; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.2063

Abstract

Upaya peningkatan kemandirian kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Desa Tudungano memiliki potensi lahan pekarangan rumah yang luas, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk penanaman tanaman obat sebagai pencegahan dan penanganan penyakit ringan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya TOGA sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan penyakit secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan teknik budidaya TOGA, pendampingan kelompok, serta distribusi bibit tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 87% terkait manfaat TOGA, terbentuk dua kelompok binaan TOGA, serta realisasi penanaman lebih dari 350 bibit tanaman di 40 rumah sasaran. Masyarakat juga mulai menerapkan tanaman herbal untuk penanganan batuk, demam, dan masalah pencernaan ringan. Program ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan sehat serta kemandirian kesehatan berbasis rumah tangga. Program berpotensi dilanjutkan dengan produksi simplisia dan pengembangan produk herbal.
PKM Masyarakat Pesisir: Pelatihan Pembuatan Cookies Diadema Setosum sebagai PMT-Anak Tinggi Protein dan Zat Gizi Mikro Salma Wa Ode; I Made Christian Binekada; Wa Ode Piliana; Syefira Salsabila; Fithria; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.257

Abstract

Diadema setosum sangat berlimpah di perairan laut Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya di Desa Mekar Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe, namun belum dimanfaatkan sebagai PMT lokal. Diketahui sekitar 90% masyarakat yang tinggal diwilayah pesisir Desa Mekar memiliki mata pencaharian sebagai nelayan, selain itu sekitar 30% anak masih mengalami kekurangan gizi dan ada 5 anak yang teridentifikasi stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkat kapasitas masyarakat dan edukasi gizi dalam pemanfaatkan pangan kearifan lokal melalui pelatihan dan ketrampilan mengolah produk PMT lokal berbasis gonad Diadema setosum. Mitra program ini adalah masyarakat/keluarga balita yang mengalami kekurangan gizi, berjumlah 16 orang dan dibentuk menjadi dua tim kelompok. Metode pendekatan yang digunakan pada program ini adalah penyuluhan, interview dan pelatihan. Hasil pengabdian kepada masyarakat (PKM) sebagai berikut; (1) Terbentuknya tim kelompok mitra usaha baru (2) Menambah pengetahuan terkait kesehatan dan gizi anak, (3) Adanya inovasi pengembangan produk Cookies Diadema setosum yang sebagai makanan tambahan anak (PMT-Lokal) di Desa Mekar. Kesimpulan dari PKM ini, Produk PMT-Lokal berbasis gonad Diadema setosum dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan asupan protein dan zat gizi mikro bagi anak yang mengalami kekurangan gizi.
Efektivitas Edukasi Kesehatan Menggunakan Ular Tangga Dalam Meningkatkan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Desa Lalembo Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara Tahun 2025 La Ode Ahmad Saktiansyah; Jumakil Jumakil; La Ode Liaumin Azim
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1141

Abstract

Diare merupkan salah satu penyakit yang paling sering menyerang anak-anak di seluruh dunia. Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair lebih dari 3 kali sehari dengan atau tanpa darah atau lendir.. Diare merupakan pembunuh utama anakanak, terhitung sekitar 8% dari semua kematian pada anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Di desa Lalembo Kec. Sawa, Kabupaten Konawe Utara. Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat dipengaruhi oleh perilaku hidup bersih dan sehat. Di Desa Lalembo Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara masih ditemukan kasus diare pada anak yang diduga berkaitan dengan perilaku kebersihan diri dan lingkungan yang belum optimal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan menggunakan media permainan ular tangga terhadap peningkatan pengetahuan PHBS pada anak usia sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025 dengan jumlah responden sebanyak 16 anak sekolah dasar, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi kesehatan menggunakan media permainan ular tangga, sehingga media ini efektif digunakan sebagai sarana promosi kesehatan pada anak usia sekolah dasar