Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALYSIS OF CIGARETTE DEMAND AMONG POOR HOUSEHOLDS IN INDONESIA: AN ISLAMIC ECONOMIC APPROACH Monica, Yusnia; Ahsan, Abdillah; Djutaharta, Triasih; Amalia, Nadira
Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Increasing Indonesia’s health and economic burdens generated by smoking habit require immediate stakeholder responses to reduce cigarette consumption. This study aims to examine and compare the changes in smoking behavior (i.e., the smoking status and the number of cigarettes consumed monthly) among zakat recipients (mustahik) and zakat payers (muzaki) caused by cigarette prices and income changes. Using a dataset from SUSENAS 2018 and conducted under kifayah approach (a poverty line approach in Islamic economics that will allow the observers to differentiate between muzaki and mustahik), this study employed two-part regression models. Results showed that an increasing income escalated cigarette consumption (ß = 0.761; 95% CI = 0.761, 0.762), but increasing cigarette prices reduced cigarette consumption (ß = -0.682; 95% CI = -0.683, -0.682). Mustahik household is more responsive toward changes as compared to muzaki ones. Mustahik household sensitivity towards cigarettes has important implications for zakat institutions in ensuring and monitoring zakat funds utilization among mustahik.
DAMPAK PEMBERIAN BLT DBHCHT TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI Rahayu, Heni Setyowati Esti; Khikmah, Siti Noor; Ahsan, Abdillah
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 6 No. 2 (2024): Elastisitas, September 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e-jep.v6i027

Abstract

Penelitian ini membahas tentang dampak pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terhadap kesejahteraan petani. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk menganalisis BLT dari DBHCHT terhadap kesejahteraan petani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, juga menggunakan data tentang harapan petani terhadap BLT DBHCHT yang berupa ungkapan harapan responden secara langsung terhadap BLT DBHCHT. Penelitian ini menggunakan populasi semua petani yang menerima BLT DBHCHT di Kabupaten Magelang, Kendal dan Wonosobo. Besar sampel ditentukan menggunakan tabel krecjie dengan jumlah populasi 20.000 dengan taraf signifikansi 5%, maka sampel sebanyak 342 orang. Namun ketika pengumpulan data, data yang terkumpul sejumlah 311 data dikarenakan 27 data lainnya tidak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden menyatakan pemberian dana BLT DBHCHT belum disosialisasikan, namun sebagian besar responden menyatakan BLT DBHCTT sudah diterima. Pengetahuan masyarakat tentang BLT DBHCHT sebagian besar sudah baik, hanya sebagiaan kecil yang masih rendah. Sumber penerimaan BLT DBHCHT sebagian besar dari Kecamatan dan kantor Pos, namun ada juga yang dari Desa/Kelurahan dan tempat kerja. Besarnya BLT DBHCHT yang diterima Sebagian besar Rp 1.200.000,00 dengan frekuensi penerimaan dua kali. Sebagian besar dana BLT DBHCHT digunakan untuk pembeliaan bibit namun juga masih ada yang menggunakan untuk keperluan pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Harapan responden dana BLT DBHCHT meningkatkan kesejahteraan petani, pemberiannya secara adil dan transparan.
In-Country Free Trade Zone in Post–Conflict Aceh: Illegal Cigarette Trade in Sabang, Indonesia Lhena Darwin, Rizkika; Akmal, Saiful; Nur Zalikha, Siti; Ahsan, Abdillah; Thalal, Muhammad
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v13i1.1070

Abstract

The implementation of the Sabang Free-Trade Zone (FTZ) has implications for the increasing distribution of illegal cigarettes in the mainland areas of Aceh. It exacerbates state financial losses, community health problems, and the workload on customs to conduct control and supervision. This qualitative study aims to explore how the Free-Trade Zone in Sabang was managed as an instrument for political concession in the Aceh conflict and its quota decision mechanism on illegal cigarettes. Using a grounded qualitative research design, we conducted 12 in-depth interviews with key stakeholders. Four important findings are reflected in this study. First, the management of the Sabang-Free Trade Zone is highly influenced by political aspects and a lack of managerial competence. Second, there is a dilemmatic perspective of the conflicting parties regarding the Sabang FTZ. Third, the quota mechanism related to the distribution of imported cigarettes is not regulated and merely relies on importers’ requests. Lastly, the control and supervision system at the Sabang FTZ is weak. These findings are expected to serve as the foundation for policy recommendations and lessons on the illegal cigarette trade in Indonesia and other post-conflict countries, as well as free trade zones in neighbouring countries like Malaysia, Thailand, Singapore, and the Philippines.
A Portrait of Pawn Shops Loans as a Survival Strategy During COVID-19 Pandemic Dewi, Putri Kemala; Ahsan, Abdillah; Rahmayanti, Krisna Puji
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. 25, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the impact of the number of financing loans before and after the pandemic and analyzes internal and external factors of PT Pegadaian on Outstanding Loans as the dependent variable by using data from PT Pegadaian during 2018–2020. The statistical method used for this analysis is the Generalized Least Squares (GLS). The result shows that the financing loan by PT Pegadaian has significantly higher during the COVID-19 pandemic, then macroeconomic characteristics, ceteris paribus. In addition, this study found an increase in the need for pawning in society, indicated by the increase in Outstanding Loan (OSL) in PT Pegadaian.
Peningkatan keterampilan komunikasi antar pribadi (KAP) pada kader sebagai strategi menurunkan perilaku merokok Rahim, Fitri Kurnia; Diniah, Bibit Nasrokhatun; Amalia, Icca Stella; Ropii, Ahmad; Zahra, Firda Ainul; Ahsan, Abdillah; Devitasari, Ai; Antika, Widia Rindi
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i3.19336

Abstract

Masalah merokok menjadi perhatian di Indonesia. Risiko yang ditimbulkan rokok perlu diminimalisir dengan regulasi. Sejalan dengan hal tersebut, Kabupaten Kuningan memiliki Perda No 1 Tahun 2021 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Pengawasan dan Pengendalian KTR. Desa Karang Tengah di Kabupaten Kuningan memiliki inovasi penanggulangan rokok yaitu Saung Ririungan Bapak-Bapak (SARIPA). Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kapasitas kader. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dengan pendekatan participatory learning and action (PLA). Sasaran kegiatan ini adalah 32 orang kader. Pengabdian Masyarakat dilakukan dalam 3 kegiatan. Pertama, penyuluhan penanggulangan perilaku merokok dan sosialisasi Perda KTR. Kedua, pelatihan komunikasi perubahan perilaku. Kegiatan ketiga, pengukuran kadar CO. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan adanya peningkatan pengetahuan kader yang baik sebanyak 17%. Kader juga memiliki keterampilan komunikasi perubahan perilaku untuk masyarakat. Berdasarkan hasil pengukuran kadar CO paru menunjukkan bahwa kadar CO tertinggi pada perokok aktif. Setelah pelatihan, Kader yang sudah dilatih, harus menyampaikan pengetahuan dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar lingkungan rumah mereka, terutama mengedukasi para ibu rumah tangga untuk edukasinya untuk merokok diluar rumah.
Hubungan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit dengan Pengentasan Kemiskinan Melalui Penciptaan Lapangan Kerja: Studi Kasus Empat Kabupaten di Riau Barus, Panel; Ahsan, Abdillah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i4.58626

Abstract

Program pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan di Indonesia selama pemerintahan Orde Baru banyak bergantung pada sumber daya alam, khususnya minyak dan gas bumi (migas). Namun, karena sifatnya yang tidak terbarukan, kekayaan alam ini semakin menipis, sehingga diperlukan alternatif sumber pembiayaan lainnya. Dalam beberapa tahun terakhir, kelapa sawit telah menjadi komoditas andalan Indonesia, baik untuk ekspor maupun sumber pemasukan devisa negara. Kelapa sawit, sebagai sumber daya terbarukan, menawarkan harapan baru meskipun masih ada polemik terkait perambahan hutan untuk lahan perkebunan. Indonesia, sebagai produsen dan eksportir terbesar kelapa sawit di dunia, memegang peranan penting dalam sektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh usaha perkebunan kelapa sawit terhadap pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan di Provinsi Riau, dengan fokus pada empat kabupaten penghasil kelapa sawit terbesar: Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, dan Pelalawan. Menggunakan metode regresi panel (pooled least square), hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi kelapa sawit berhubungan negatif dengan tingkat kemiskinan, di mana peningkatan produksi kelapa sawit dapat menurunkan angka kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan tambahan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa sektor kelapa sawit berpotensi besar dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah penghasil kelapa sawit.
Advokasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) the Indonesia Tobacco Control Research Network (ITCRN) Kabupaten Lebak Rusyanti, Siti; Rokayah, Yayah; Aulia, Annisa Rahma Nur; Ratnasari, Dini Saptika; Bakhtiar, Bakhtiar; Tilawah, Nining; Ahsan, Abdillah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23468

Abstract

ABSTRACT Breathing clean, fresh air without exposure to cigarette smoke is a fundamental human right. The WHO states that diseases caused by exposure to cigarette smoke are a global health problem. 70% of smoking-related deaths occur in developing countries, including Indonesia. Advocacy for Smoke-Free Areas is crucial, given the increasing prevalence of smoking among all groups, including adolescents, globally, nationally, and regionally. Implementing existing regulations is crucial. Various obstacles are often encountered, so support from various parties is essential, including stakeholders, policymakers, and all levels of society. The government aims for all regencies/cities in Indonesia to have regulations on Smoke-Free Areas (KTR). Lebak Regency already has Regional Regulation (Perda) No. 3 of 2023 on KTR, but this KTR Regulation needs to be refined with the establishment of a KTR Task Force and a Regent's Regulation (Perbup). Full cross-sectoral support has not been provided. Currently, only two regional government agencies (SKPD) in Lebak Regency have implemented designated smoking areas: the Health Office and the Education Office, which are open-air gazebos. The cigarette market has also expanded with the introduction of e-cigarettes, a type of kretek cigarette, and therefore the advertising/advertising ban also applies. The Lebak Regency Non-Smoking Area Advocacy Team has carried out activities according to the established plan, including an audience with the Regional Assistant for Economic and Development, advocacy, socialization of the Non-Smoking Area Regional Regulation and the inauguration of the Non-Smoking Area Task Force in Lebak Regency, a podcast about Non-Smoking Areas (KTR), an article competition on the dangers of smoking and a Non-Smoking Area Banner Design Competition, as well as socialization of Non-Smoking Areas (KTR) and the dangers of smoking at the Car Free Day event in Rangkasbitung City, Lebak Regency, Banten Province. Keywords: Smoke-Free Areas (KTR). ABSTRAK WHO menyatakan bahwa penyakit yang disebabkan oleh paparan asap rokok menjadi masalah kesehatan dunia. 70% kematian karena merokok tersebut terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia.  Advokasi Kawasan Tanpa Rokok sangat krusial untuk diterapkan mengingat perilaku merokok sudah semakin meluas pada seluruh kelompok masyarakat termasuk pada remaja, baik secara global, nasional, maupun regional. Implementasi regulasi yang sudah ada sangat penting dilakukan. Berbagai kendala sering kali ditemukan, sehingga support dari berbagai pihak sangat diperlukan mulai dari pemangku kepentingan, pembuat kebijakan, dan seluruh unsur lapisan masyarakat. Pemerintah mempunyai target bahwa seluruh kabupaten/kota di Indonesia memiliki peraturan tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kabupaten Lebak sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) KTR nomor 3 Tahun 2023, namum Perda KTR tersebut harus disempurnakan dengan dibentuknya unsur Satuan Petugas (Satgas) KTR dan Peraturan Bupati (Perbup). Dukungan lintas sektor belum diberikan sepenuhnya. Saat ini baru terdapat 2 SKPD di Kabupaten Lebak  yang sudah menerapkan ruang khusus merokok, yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, berupa gajebo di ruang terbuka. Produk rokok sudah semakin berkembang dengan adanya rokok elektrik, rokok jenis ini sudah termasuk ke dalam jenis rokok kretek, sehingga larangan iklan/reklame pun berlaku sama Tim Advokasi KTR Kabupaten Lebak telah melaksanakan aktivitas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, terdiri dari audiensi dengan Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan, Advokasi, Sosialisasi Perda KTR dan Pengukuhan Tim Satgas KTR di Kabupaten Lebak, Podcast tentang KTR, Lomba Artikel tentang bahaya merokok dan Lomba Desain Spanduk KTR, serta sosialisasi KTR dan bahaya rokok pada event Car Free Day di Kota Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Kata Kunci: Kawasan Tanpa Rokok (KTR)
Peran jaminan kesehatan nasional terhadap pemanfaatan layanan kesehatan ibu Fadya, Irfana; Ahsan, Abdillah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/9g62vb52

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi yaitu 189 dan masih jauh dari target rencana pembangunan jangka menengah nasional rpjmn serta sustainable development goals 2030. Kunjungan antenatal minimal empat kali dan kunjungan nifas minimal tiga kali sebagai bagian continuum of care terbukti efektif mencegah komplikasi maternal, namun pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional dalam memperluas akses dan kesinambungan layanan masih belum optimal.Metode: Penelitian ini menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia 2023 dengan desain cross-sectional. Analisis dilakukan menggunakan regresi logistik multivariat dengan kerangka Andersen, mencakup faktor predisposing, enabling, dan need.Hasil: Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional, terutama pada peserta penerima bantuan iuran, meningkatkan pemanfaatan layanan maternal. Pendidikan dan kelas ibu hamil berperan penting, sementara komplikasi kehamilan dan disparitas geografis menurunkan kesinambungan layanan, khususnya di Sulawesi dan Maluku–Papua.Kesimpulan: Jaminan kesehatan nasional terutama skema penerima bantuan iuran, berperan penting dalam kesinambungan layanan maternal, namun efektivitasnya dipengaruhi faktor sosial-ekonomi, literasi kesehatan, dan kesenjangan geografis.