Claim Missing Document
Check
Articles

ISOLASI, IDENTIFIKASI, DAN PEMURNIAN ASAM RISIONOLEAT DARI MINYAK BIJI JARAK KEPYAR (RICINUS COMUNIS, L.) Muderawan, I Wayan; Pertiwi, Luh Lian
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah yang dapat dimanfaatkan sebagao sumber bioenergi, salah satunya adalah Jarak Keyar yang mudah dibudidayakan dan dapat menghasilkan minyak nabati untuk bahan biodisel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi, mengidentifikasi dan memurnikan asam risinoleat, asam 12-hidroksi-9-oktadekenoat, dari biji Jarak Kepyar (Ricinus communis, L.). Minyak Jarak Kepyar diisolasi dari biji Jarak Kepyar dengan menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana selama tiga hari, dan pelarutnya diuapkan dengan menggunakan vacuum rotatory evaporator. Minyak yang diperoleh ditentukan sifat fisinya, dianalisis dengan GCMS, dan selanjutnya ditransesterifikasi menggunakan NaOH/methanol. Metil ester yang diperoleh kemudian dimurnikan dengan flash column chromatography (FCC) dengan menggunakan etil asetat sebagai eluen. Asam risinoleat diidentifikasi dalam bentuk metil esternya dengan menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometer (GCMS). Hasil penelitian menujukkan rendemen minyak Jarak Kepyar 57,0% dengan sifat fisis minyak: cairan kuning pucat, berat jenis 0,93 g/mL, dan indek bias 1,45 (28oC). Minyak Jarak Kepyar mengandung asam risinoleat sebanyak 75,46% dan sisanya adalah asam karboksilat rantai panjang lainnya. Setelah dimurnikan dengan flash column chromatography, GCMS menunjukkan kandungan asam risinoleat, asam 12-hidroksi-9-oktadekenoat, sebanyak 89,18%.Kata kunci: isolasi, identifikasi, asam risinoleat, GCMS
FISIKOKIMIA, FITOKIMIA, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETIL ASETAT BIJI MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L) Puspitadesi, Ni Putu Novi; Muderawan, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai kegunaan, hasil sampingan dan juga bagian tumbuhan yang tidak terpakai menjadi perhatian yang sangat serius. Salah satunya yaitu penelitian mengenai sifat-sifat dari kandungan kimia dalam kulit manggis (Garcinia mangostana L) ataupun dalam ekstrak buahnya, akan tetapi penelitian mengenai biji manggis sangat sedikit.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fisikokimia, fitokimia, dan aktivitas antioksidan  dari ekstrak biji manggis. Serbuk kering dari biji manggis dimaserasi selama tiga kali dan di dapatkan rendemen sebesar 48.13%.Bilangan asam, bilangan penyabunan, dan bilangan peroksida sebesar  10.09 mgKOH/g, 43.07 mgKOH/g, dan nol. Jumlah fenol, flavonoid , dan kapasitas antioksidannya sebesar 198.74 mg/100g, 33.8410 mg/100g, dan 408.8836 mg/L. Aktivitas antioksidan, IC50, dari biji manggis yang ditentukan dengan menggunakan DPPH adalah 19.63 µg/mL. Penelitian ini membuktikan bahwa biji manggis memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Kata-kata Kunci: Garcinia mangostana L., ekstrak etil asetat biji, fisikokimia, fitokimia, aktivitas antioksidan. AbstractRecently, there has been a great deal of attention on usage, by products, and wastes of the food industry. There have been many studies on the properties of chemical constituents of mangostana (Garcinia mangostana L.) pericarp and just fruit extracts, but only view reported the seed. This recent study is to investigate the physicochemical, phytochemical and evaluate antioxidant activity of mangostana seed extract. The dried powder of seed was macerated with ethyl acetate for three times to give 48.13% of yields. The acid value, saponification number and peroxide value of extract are 10.09 mgKOH/g, 143.07 mgKOH/g, and zero, respectively The total phenolic compounds, flavanoid compounds, and antioxidant capacity of extract are 198.74 mg/100g, 33.8410 mg/100g, and 408.8836 mg/L, respectively. Furthermore, by using DPPH scavenging method, the value of IC50 for the Garcinia mangostana L seed extract is 19.63µg/mL. This result demonstrates that the seed extract of Garcinia mangostana L has high antioxidant content and activity. Key words: Garcinia mangostana L., ethyl acetate seed extract, physicochemical, phytochemical, antioxidant activity
PETA MASALAH IPTEK KERAJINAN KAYU BALI DAN PELUANG APLIKASI KAYU SINTETIK BERTEKNOLOGI NANOKOMPOSIT SILIKA-KARBON Karyasa, I Wayan; Muderawan, I Wayan; Gunamantha, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan kayu Bali saat ini mengalami kemerosotan yang tajam disebabkan oleh banyak faktor seperti yang sering terungkap di berbagai media massa, namun pemetaan masalah IPTEK pendukung kerajinan kayu jarang diungkap secara ilmiah dan komprehensif. Tulisan ini melaporkan hasil focus group discussion dengan analisis masalah-akar masalah (root cause analysis) terhadap peta masalah IPTEK kerajinan Bali dan peluang aplikasi kayu sintetik berteknologi nanokomposit silika-karbon. Masalah IPTEK kerajinan kayu Bali berpangkal dari keterbatasan bahan baku, teknologi produksi, teknologi pendukung pengembangan desain produk, teknologi pewarnaan, dan teknologi pengemasan sertak IPTEK terkait manajemen usaha yang semuanya berujung pada tingginya biaya produksi. Aplikasi kayu sintetik yang dibuat dari biomassa tropis kaya silikon yang diperkuat dengan nanokomposit silika­karbon memiliki prospek sebagai bahan baku pengganti bahan baku utama kayu tropis dan dapat menurunkan biaya produksi karena dapat dicetak sesuai desain yang diinginkan dengan waktu pengerjaan yang lebih cepat dan limbah yang minimal.Kata-kata kunci: kerajinan, kayu sintetik, nanokomposit
PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA PADA MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA Sudiatmika, I Made Ary; Subagia, I Wayan; Muderawan, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu kimia memliki tiga komponen dasar yaitu aspek maksrokopis, submikroskopis, dan simbolik, sehingga dalam pembelajaran kimia diperlukan media pembelajaran untuk memvisualisasikan kimia yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan pengaruh multimedia terhadap hasil belajar kimia siswa SMA yang diajar dengan model problem basedlearning (PBL) pada pokok bahasan sistem koloid. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan The Macthing-Only Posttest-Only Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Amlapura tahun ajaran 2015/2016. Objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa ranah kognitif . Data hasil belajar siswa dianalisis menggunakan uji statistik independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kimia antara kelompok siswa yang menggunakan PBL dengan multimedia dan tanpa multimedia. Hasil belajar siswa yang menggunakan PBL dengan multimedia lebih baik dibandingkan tanpa multimedia. Kata-kata Kunci: hasil belajar, multimedia, problem based learning Abstract Chemistry has threebasiccomponents, i.e. macroscopic, submicroscopic, andsymbolicaspectsoitisnecessaryneeded media tovisualizeabstractchemistryconcepts in learningprocesses. This research aimed to describe effectof multimedia towardchemistrylearningachievementwhichfollow problem basedlearning (PBL) onthetopiccolloidsystem. This research conducted on the topic colloid system. Kind of hhis research is quasi experiment which utilizing The Matching-Only Posttest-Only Control Group Design. The subjects of this study involved students of the eleventh grade at SMA Negeri 1 Amlapura in academic year 2015/2016. The object of this research was the cognitive students’ learning achievement. The data analyzed by using independent sample t-test. The result of the study shows there is significant differences of students’ learning achievement between students which follow problem based learning with use multimedia and without multimedia. The students’ learning achievement of students which follow problem based learning with multimedia is better than without multimedia. Keywords : learning achievement, multimedia, problem based learning
The Role of Chemistry in The Fourth Industrial Revolution Muderawan, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Fourth Industrial Revolution is building on the digital revolution that characterized by a fusion of technologies that is blurring the lines between the physical, digital, and biological spheres. Those technologies strongly depend on smart materials or advanced material chemistry. Chemistry known as the central science is a science that studies the composition, structure, and properties of materials and the changes that materials undergo. Chemistry, especially Advanced Materials Chemistry, played a leading role in previous industrial revolutions, through its research, innovations and products. Today, advanced material chemistry is an important enabler of the Fourth Industrial Revolution through its discoveries and innovations of new smart materials. Smart materials are defined as materials that sense and react to environmental conditions or stimuli, such as conducting polymers for OLEDs, optical fibers for transmitting light used in communication technology, and carbon nanotubes for nanochips technology. Those materials are essential building block for digital technology. Its contributions allow other fields of sciences to turn ideas, research, and innovations into sophisticated products supporting digital transformation. On the other hand, chemistry industry itself is also being transformed through digitalization. Digitalization helps increase productivity and safety across the industry’s value chain and supports the design of new offerings. Further, the industry needs to closely monitor pockets of digital disruption.Keywords: chemistry, material chemistry, smart materials, industrial revolution 4.0
Penentuan Senyawa Saponin dari Ekstrak Etanol Daun Senduduk (Melastoma malabathricum. L) Ukirsari, Luh Putu Renis; Muderawan, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DALAM PRAKTIKUM TITRASI ASAM BASA Adiningsih, Made Darmaprathiwi; Karyasa, I Wayan; Muderawan, I Wayan
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v3i2.21241

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil keterampilan proses sains (KPS) dan faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan proses sains (KPS) siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Singaraja dalam pelaksanaan praktikum titrasi asam basa. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah profil keterampilan proses sains siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Singaraja yang dibatasi pada penguasaan keterampilan proses sains. Keterampilan proses sains yang sudah dikuasai oleh siswa dengan baik terdiri dari 7 aspek keterampilan, yaitu keterampilan mengukur yang terdiri dari keterampilan mengukur volume larutan dengan pipet volumetrik dan mengukur volume larutan dengan buret, keterampilan melakukan eksperimen yang terdiri dari keterampilan melakukan titrasi dan menggunakan indikator universal, keterampilan mengobservasi, memprediksi, menginterpretasi, mengaplikasikan konsep, dan mengomunikasikan. Keterampilan yang kurang dikuasai oleh siswa adalah keterampilan menyimpulkan. Keterampilan proses sains yang tidak dilatih kepada siswa terdiri dari 4 keterampilan, yaitu keterampilan merumuskan hipotesis, mengontrol variabel, merancang penyelidikan, dan mengklasifikasikan. Faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan proses sains (KPS) siswa dalam pelaksanaan praktikum titrasi asam basa digolongkan menjadi empat faktor, yaitu alat, bahan, manusia, dan cara/teknis. Kata-kata kunci : keterampilan proses sains, praktikum, titrasi asam basa AbstractThe research was aimed to describe the profile of student’s science process skills and describe the factors that influence science process skills of class XI MIPA SMA Negeri 1 Singaraja in the implementation of acid base titration practicum. Research carried out using a phenomenological qualitative approach. The method that used to collect data in this research are observation, interviews, and documentation. Data were analyzed by qualitative descriptive techniques. The result that obtained is profile of class XI MIPA SMA N 1 Singaraja which is limited to mastering science process skills. Science process skills that have been mastered by students consist of 7 aspects of skills, namely measuring skills consisting of skills to measure the volume of solutions with volumetric pipettes and measure the volume of solutions with burette, experimental skills consisting of titration skills and using universal indicator paper, the skill of observing, predicting, interpreting, applying concepts, and communicating. Skills that is less mastered by students are concluding skills. Science process skills that are not trained for students consist of 4 skills, namely the skills of formulating hypotheses, controlling variables, designing investigations, and classifying. The factors that influence the science process skills of students in the implementation of acid base titration practicum are classified into four factors, namely tools, materials, humans, and methods/techniques. Key words: acid base titration, practicum, science process skills
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN KIMIA Muderawan, I Wayan; Wiratma, I Gusti Lanang; Nabila, Muthia Zahra
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v3i1.20944

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa SMA Negeri 2 Banjar dalam mempelajari materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Subjek penelitian ini adalah 85 orang siswa dari seluruh kelas XII MIPA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan cara tes dan wawancara. Data yang diperoleh berupa informasi mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa yang disebabkan oleh faktor internal, meliputi minat belajar kimia rendah, motivasi belajar kimia rendah, pemaknaan konsep siswa terhadap materi kelarutan dan hasil kali kelarutan rendah, pemahaman konsep pendukung materi kelarutan dan hasil kali kelarutan rendah, dan kemampuan siswa dalam aspek perhitungan lemah. Faktor eksternal, meliputi penyesuaian kemampuan siswa dalam penerapan metode mengajar guru dalam kelas kurang, cara guru mengelola pembelajaran kimia, pengaruh teman sebaya, dan waktu pembelajaran kimia yang kurang efektif.Kata Kunci: faktor kesulitan belajar, kelarutan dan hasil kali kelarutan Abstract This study aimed to describe the cause factors of students'learning difficulties at the SMA Negeri 2 Banjar in learning solubility and solubility product constant. The subjects were 85 students from all class XI MIA. The type of research was qualitative research. The data were collected by using test and interview. The data were the information about the cause factors of students’ learning difficulties insolubility and solubility product constant.  The result of this research showed internal factors that caused students'difficultiesof learning, namely less learning interest toward chemistry, less learning motivation toward chemistry, less meaning toward solubility and solubility product constant concepts, less understanding toward concepts supporting solubility and solubility product constant topic, less calculation ability. The external factor was less adjustment of students' capability into teacher’s teaching method used in classroom, the way teacher’s managed chemistry learning, friends influence, and less effective learning time. Key words: factors of difficulties of learning, solubility and solubility product constant 
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KIMIA Fenica, Istiqomah; Muderawan, I Wayan; Widiartini, Putu
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i1.12807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XI MIA 6 SMA N 1 Singaraja tahun ajaran 2016/2017 pada mata pelajaran kimia dengan penerapan model pembelajaran inkuri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 6 SMA N 1 Singaraja dengan jumlah 30 siswa, objek penelitian meliputi model pembelajaran inkuiri terbimbing, dan aktivitas belajar siswa. Materi pokok penelitian ini adalah laju reaksi yang terdiri dari dua kompetensi dasar yaitu tentang teori tumbukan, faktor-faktor laju reaksi, penentuan orde reaksi dan persamaan laju reaksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dimana pada siklus 1 aktivitas belajar siswa dengan kriteria baik meningkat dari 43,33% menjadi 46.67% begitu juga dengan kritesisa sangat baik meningkat dari 26,67% menjadi 43,33% seiring turunnya aktivitas siswa yang kurang baik dari 30% menjadi 10%. Berdasarkan analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa pada materi laju reaki dapat meningkat dengan penerapan model Inkuiri terbimbing.
ANALISIS MODEL MENTAL SISWA DALAM PENGGUNAAN UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI TENTANG HIDROKARBON Eky, Vicky Enggy Clovidea Indra; Tika, Nyoman; Muderawan, I Wayan
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v2i1.21183

Abstract

Abstrak  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan model mental siswa tentang konsep-konsep hidrokarbon setelah dibelajarkan melalui penggunaan UKBM di SMA Negeri Bali Mandara. Penelitian ini dilakukan dengan teknik survei, melibatkan 82 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes model mental dua tingkat (two-tier) dengan menggabungkan pilihan ganda dan tes uraian pada materi kimia kelas XI Kurikulum 2013. Analisis data berupa persentase jawaban siswa yang dikategorikan ke dalam empat tipe model mental yakni model mental ilmiah dan model mental alternatif (benar sebagian, miskonsepsi khusus, dan tidak ada tanggapan). Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa model mental siswa tentang konsep-konsep hidrokarbon setelah dibelajarkan melalui penggunaan UKBM di SMA Negeri Bali Mandara adalah 7,32% model mental ilmiah dan 92,69% model mental alternatif, yang terdiri atas 39,94% model mental benar sebagian, 35,37% model mental miskonepsi khusus, dan 17,38% tidak ada tanggapan. Hasil data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami model mental alternatif karena tidak memiliki pemahaman terkait representasi ketiga level kimia dan interkoneksinya tentang materi hidrokarbon. Kata kunci:  Analisis, Model Mental Siswa, Senyawa Hidrokarbon, UKBM, SMA Negeri Bali Mandara.  Abstract  This research was quantitative research that aimed to describe student mental model about hydrocarbon concepts after being learned through the use of UKBM at SMA Bali Mandara. The research used survey technique, which 82 students as subject. The data collected through two-tier mental model test by combining multiple choices and description tests on chemistry matter in class XI Curriculum 2013. Analysis of existing data of students categorized in mental models type namely scientifically correct mental model and alternative mental model (partially correct, specific misconceptions, and no response). The results of this study indicate that the student mental model about the hydrocarbons concepts after learning from the use of UKBM at Bali Mandara High School was 7.32% scientifically correct mental model and 92.69% alternative mental model, consisting of 39.94% partially correct mental model, 35.37% specific misconception mental model, and 17.38% no responses. Data results indicate that most students had experience alternative mental models because they do not have an understanding of the representation of the three chemical and interconnected levels of hydrocarbon matter. Keywords: Analysis, Bali Mandara High School, Hydrocarbon Compound, Student’s Mental Model UKBM
Co-Authors Adiningsih, Made Darmaprathiwi Anggi Priliyanti Bgeholz, Susanne Daiwataningsih, Ni Ketut Prati Darma, I Dewa Gede Abi Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Eky, Vicky Enggy Clovidea Indra Fenica, Istiqomah Frieda Nurlita Frieda Nurlita Gede Agus Beni Widana Gede Billy Oktavio Putra Hemayanti, Ketut Lia I Dewa Gede Abi Darma I Gusti Lanang Wiratma I Gusti Ngurah Bayu Sucitra I Gusti Ngurah Bayu Sucitra, I Gusti Ngurah Bayu I Ketut Supir I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Ary Sudiatmika I MADE KARTAMA . I Nyoman Sujana I Wayan Karyasa I Wayan Mudianta I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Sadia I Wayan Suastra I Wayan Subagia I Wayan Suja Ida Ayu Kade Sastrika Istiqomah Fenica Ketut Lia Hemayanti Laksmi, Pande Putu Diah Suci Luh Lian Pertiwi Luh Mitha Priyanka Luh Putu Renis Ukirsari Made Budiawan Made Darmaprathiwi Adiningsih Made Kurnia Wiastuti Giri Made Kurnia Widiastuti Giri Marthen Reda Boro Matthiesen, Finn Mudianta, I Wayan Muthia Zahra Nabila N. Ramadiyanti Nabila, Muthia Zahra Ni Ketut Prati Daiwataningsih Ni Made Sih Widyasti Ni Putu Giyan Adnya Antari . NI PUTU MARHENI . Ni Putu Novi Puspitadesi Ni Putu Rahayu Kusuma Pratiwi Ni Putu Wulan Romianingsih Ni Putu Wulan Romianingsih Ni Wayan Martiningsih NI WAYAN NITA ULANTARI . NUR RAMADIYANTI . Nurlita, Frieda Pertiwi, Luh Lian Pratiwi, Ni Putu Rahayu Kusuma Priliyanti, Anggi Priyanka*, Luh Mitha Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Puspitadesi, Ni Putu Novi Putra, Gede Billy Oktavio Putu Widiartini Ramadiyanti, N. Reda Boro, Marthen Romianingsih, Ni Putu Wulan Siti Maryam Sudiatmika, I Made Ary Ukirsari, Luh Putu Renis Vicky Enggy Clovidea Indra Eky Widiartini, Putu Widyasti, Ni Made Sih Young, David James