Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS I KOMANG WISNU BUDI WIJAYA .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Dr. I Wayan Muderawan,MS. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.202 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis perbedaan Keterampilan Berpikir Kreatif (KBK) dan Keterampilan Proses Sains (KPS) antara siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran generatif dengan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran langsung, (2) menganalisis perbedaan KBK antara siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran generatif dengan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran langsung dan (3) menganalisis perbedaan KPS antara siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran generatif dengan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Negara Tahun Ajaran 2013/2014 dan sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 5 dan XI IPA 6 yang dipilih dengan simple random sampling. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dan dilanjutkan dengan menggunakan one way MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ; (1) terdapat perbedaan KBK dan KPS antara siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran generatif dengan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran langsung (Fhitung = 168,333; p
Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Lingkungan Dalam Pembelajaran Kimia Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Self-efficacy Siswa SMA NI WAYAN NITA ULANTARI .; Dr. I Wayan Muderawan,MS. .; Dr. I Nyoman Tika,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis dan self-efficacy antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat llingkungan (STML) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (MPK). Jenis penelitian adalah quasi experimental dengan rancangan the post test-only control group design. Populasi adalah kelas X IPA SMA Negeri Semarapura tahun pelajaran 2013/2014 berjumlah 244 siswa, Sampel berjumlah 128 orang ditentukan dengan teknik random sampling. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis dan self-efficacy antara siswa yang belajar dengan MPSTML dan dengan MPK (Fhitung=55,54),(P
STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BEBAS TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA PEMBELAJARAN SAINS SMP NI PUTU MARHENI .; Dr. I Wayan Muderawan,MS. .; Dr. I Nyoman Tika,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.925 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri bebas. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain posttest only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Payangan dan sampel penelitian adalah kelas VIIA dan VIIC sebagai kelompok eksperimen 1 yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas VIIB dan VIID sebagai kelompok eksperimen 2 yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri bebas. Keseluruhan data diperoleh berupa skor yang dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri bebas. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri bebas. (3) Terdapat perbedaan keterampilan proses sains siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri bebas.Kata Kunci : hasil belajar, inkuiri, keterampilan proses sains This study aims to describe difference in learning outcomes and students science process skills among groups of students learning with guided inquiry learning model with a group of students who are learning to free inquiry learning model. This research is a quasi-experimental research with posttest only control group design. The population in this study was a class VII student of SMP Negeri 3 Payangan and the sample is VIIA and VIIC class as experimental group 1 used with guided inquiry learning model and class VIIB and VIID as the experimental group 2 used with free inquiry learning model. The data collected in this research are score of learning outcomes and data science process skills of students. The score were analyzed with descriptive statistics and MANOVA one lane. Based on the results research can be concluded that (1) there is difference in learning outcomes and students science process skills among groups of students studied learning guided inquiry model by a group of students who learn to use free inquiry learning model, (2) there is difference in student learning outcomes between groups of students studied learning guided inquiry model by a group of students who learn to use free inquiry learning model, (3) there is difference between science process skills students learn with a group of students learning guided inquiry model by a group of students who learn to use free inquiry learning model.keyword : Inquiry, learning, science process skills.
IDENTIFICATION OF ETHYL ACETATE FRACTION COMPONENTS OF SRIKAYA (ANNONA SQUAMOSA) SEED EXTRACT BY GAS CHROMATOGRAPHY-MASS SPECTROMETRY Ni Putu Giyan Adnya Antari .; Dr. I Wayan Muderawan,MS. .; Dr. I Nyoman Tika,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i2.3969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komponen ekstrak biji srikaya (Annona squamosa) dalam fraksi etil asetat dengan instrumen kromatografi gas-spektrometri massa. Subjek penelitian ini adalah biji Annona squamosa dan objek penelitian ini adalah komponen yang terkandung dalam ekstrak biji Annona squamosa. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan larutan etanol 70% selama seminggu. Hasil ekstraksi difraksinasi dengan silika kolom kromatografi dengan kenaikan polaritas dari eluen kloroform, etil asetat, dan metanol. Hasil GC-MS analisis dari fraksi etil asetat mengidentifikasi sembilan belas senyawa, antara lain 15-heptadekenal (0.13%), asam heksadekanoat (22.28%), asam tetradekanoat (5.60%), asam heptadekanoat (0.84%), asam oktadek-9-enoat (49.54%), asam oktadekanoat (8.45%), asam 2,4-Ikosadienoat (6.98%), siklotetrakosana (0.29%), bis(2-etilheksil) heksanadioat (0.66%), 5,15,24-trihidroksi bistetrahidrofuran asetogenin (2.78%), dan sembilan senyawa tidak teridentifikasi.Kata Kunci : Annona squamosa, fraksi etil asetat, komponen, kromatografi gas- spektrometri masa The aim of this study is to determine the ethyl acetate fraction components of srikaya (Annona squamosa) seed extract by gas chromatography-mass spectrometry. The subject of the study is Annona squamosa seed, meanwhile the object is the components of Annona squamosa seed extract. The air-dried powder of seed was macerated with ethanol 70% within a week then fractionated by using silica column chromatography with increasing eluent polarities of chloroform, ethyl acetate, and methanol. The gas chromatography and mass spectrometry analysis of the ethyl acetate fraction reveals the existence of nineteen components, namely 15-heptadecenal (0.13%), n-hexadecanoic acid (22.28%), tetradecanoic acid (5.60%), heptadecanoic acid (0.84%), octadec-9-enoic acid (49.54%), octadecanoic acid (8.45%), 2,4-Icosadienoic acid (6.98%), cyclotetracosane (0.29%), bis(2-ethylhexyl) hexanedioate (0.66%), 5,15,24-trihydroxy bistetrahydrofuran acetogenin (2.78%), and nine unidentified compounds.keyword : Annona squamosa, component, ethyl acetate fraction, gas chromatography-mass spectrometry
ANALISIS MODEL MENTAL SISWA DALAM PENGGUNAAN UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI TENTANG HIDROKARBON Vicky Enggy Clovidea Indra Eky; Nyoman Tika; I Wayan Muderawan
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v2i1.21183

Abstract

Abstrak  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan model mental siswa tentang konsep-konsep hidrokarbon setelah dibelajarkan melalui penggunaan UKBM di SMA Negeri Bali Mandara. Penelitian ini dilakukan dengan teknik survei, melibatkan 82 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes model mental dua tingkat (two-tier) dengan menggabungkan pilihan ganda dan tes uraian pada materi kimia kelas XI Kurikulum 2013. Analisis data berupa persentase jawaban siswa yang dikategorikan ke dalam empat tipe model mental yakni model mental ilmiah dan model mental alternatif (benar sebagian, miskonsepsi khusus, dan tidak ada tanggapan). Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa model mental siswa tentang konsep-konsep hidrokarbon setelah dibelajarkan melalui penggunaan UKBM di SMA Negeri Bali Mandara adalah 7,32% model mental ilmiah dan 92,69% model mental alternatif, yang terdiri atas 39,94% model mental benar sebagian, 35,37% model mental miskonepsi khusus, dan 17,38% tidak ada tanggapan. Hasil data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami model mental alternatif karena tidak memiliki pemahaman terkait representasi ketiga level kimia dan interkoneksinya tentang materi hidrokarbon. Kata kunci:  Analisis, Model Mental Siswa, Senyawa Hidrokarbon, UKBM, SMA Negeri Bali Mandara.  Abstract  This research was quantitative research that aimed to describe student mental model about hydrocarbon concepts after being learned through the use of UKBM at SMA Bali Mandara. The research used survey technique, which 82 students as subject. The data collected through two-tier mental model test by combining multiple choices and description tests on chemistry matter in class XI Curriculum 2013. Analysis of existing data of students categorized in mental models type namely scientifically correct mental model and alternative mental model (partially correct, specific misconceptions, and no response). The results of this study indicate that the student mental model about the hydrocarbons concepts after learning from the use of UKBM at Bali Mandara High School was 7.32% scientifically correct mental model and 92.69% alternative mental model, consisting of 39.94% partially correct mental model, 35.37% specific misconception mental model, and 17.38% no responses. Data results indicate that most students had experience alternative mental models because they do not have an understanding of the representation of the three chemical and interconnected levels of hydrocarbon matter. Keywords: Analysis, Bali Mandara High School, Hydrocarbon Compound, Student’s Mental Model UKBM
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MEMPELAJARI KIMIA KELAS XI Anggi Priliyanti; I Wayan Muderawan; Siti Maryam
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v5i1.32402

Abstract

Ilmu kimia menjadi salah satu ilmu yang dianggap sulit oleh siswa sekolah menengah atas.Masih terdapat banyak siswa yang tidak mampu memahami konsep kimia dengan baik, hanya saja permasalahan-permasalahan yang dialami oleh siswa tersebut tidak sepenuhnya diketahui oleh tenaga pendidik.Sehingga tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan dan menjelaskan kesulitan belajar serta faktor-faktor kesulitan belajar kimia yang dialami siswa SMA.Subjek penelitian ini adalah 44 orang siswa dari seluruh kelas XII MIA dan 1 orang guru kimia.Jenis penelitian yang digunakan adalah fenomenologi dan pendekatan penelitian kualitatif.Pengambilan data dilakukan dengan cara studi dokumen, observasi, kuesioner, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesulitan belajar siswa tergolong sedikit sulit dengan persentase sebesar 43%, tergolong cukup sulit dengan persentase 48%, dan yang tergolong sulit dengan persentase sebesar 9%, dan faktor internal penyebab kesulitan belajar meliputi pemahaman terhadap materi kimia, kemampuan matematika rendah, dan kurangnya motivasi belajar kimia. Faktor eksternal penyebab kesulitan belajar meliputi metode mengajar yang diterapkan guru, pengaruh negatif teman sebaya, keadaan dan waktu pembelajaran yang kurang kondusif.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN DISIPLIN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA Marthen Reda Boro; I Wayan Muderawan; I Wayan Suja
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v5i1.32405

Abstract

Motivasi belajar dan disiplin diri merupakan faktor intrinsik dari keberhasilan proses belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan hubungan antara motivasi belajar dan disiplin diri terhadap hasil belajar kimia siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasi serta menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA di SMA Negeri 1 Seririt yang terdiri atas 108 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket dan dokumentasi. Data hasil penelitian berupa hasil belajar kimia, skor kuisioner motivasi belajar, dan skor kuisioner disiplin diri yang dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif, analisis korelasi ganda dan analisis regresi ganda dua prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif motivasi belajar dan disiplin diri dengan hasil belajar kimia siswa. Berdasarkan uji korelasi ganda, nilai koefisien korelasi ganda yang diperoleh yaitu 0,663 yang menunjukkan tingkat kekuatan hubungan tergolong kuat. Sumbangan efektif kedua variabel terhadap hasil belajar kimia adalah sebesar 40%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dan disiplin diri dengan hasil belajar kimia siswa.
PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA PADA MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA I Made Ary Sudiatmika; I Wayan Subagia; I Wayan Muderawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu kimia memliki tiga komponen dasar yaitu aspek maksrokopis, submikroskopis, dan simbolik, sehingga dalam pembelajaran kimia diperlukan media pembelajaran untuk memvisualisasikan kimia yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan pengaruh multimedia terhadap hasil belajar kimia siswa SMA yang diajar dengan model problem basedlearning (PBL) pada pokok bahasan sistem koloid. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan The Macthing-Only Posttest-Only Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Amlapura tahun ajaran 2015/2016. Objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa ranah kognitif . Data hasil belajar siswa dianalisis menggunakan uji statistik independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kimia antara kelompok siswa yang menggunakan PBL dengan multimedia dan tanpa multimedia. Hasil belajar siswa yang menggunakan PBL dengan multimedia lebih baik dibandingkan tanpa multimedia. Kata-kata Kunci: hasil belajar, multimedia, problem based learning Abstract Chemistry has threebasiccomponents, i.e. macroscopic, submicroscopic, andsymbolicaspectsoitisnecessaryneeded media tovisualizeabstractchemistryconcepts in learningprocesses. This research aimed to describe effectof multimedia towardchemistrylearningachievementwhichfollow problem basedlearning (PBL) onthetopiccolloidsystem. This research conducted on the topic colloid system. Kind of hhis research is quasi experiment which utilizing The Matching-Only Posttest-Only Control Group Design. The subjects of this study involved students of the eleventh grade at SMA Negeri 1 Amlapura in academic year 2015/2016. The object of this research was the cognitive students’ learning achievement. The data analyzed by using independent sample t-test. The result of the study shows there is significant differences of students’ learning achievement between students which follow problem based learning with use multimedia and without multimedia. The students’ learning achievement of students which follow problem based learning with multimedia is better than without multimedia. Keywords : learning achievement, multimedia, problem based learning
PROFIL MODEL MENTAL SISWA TENTANG KORELASI STRUKTUR MOLEKUL TERHADAP SIFAT SENYAWA ORGANIK I Gusti Ngurah Bayu Sucitra; I Wayan Suja; I Wayan Muderawan; Frieda Nurlita
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman siswa SMA terkait dengan hubungan struktur molekul dengan sifat senyawa organik sangat rendah. Sejauh ini, belum ada penelitian terkait dengan model mental siswa dalam pembelajaran kimia di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan model mental siswa tentang hubungan struktur molekul terhadap sifat senyawa organik. Subjek dalam penelitian ini adalah 74 orang siswa kelas XI IPA di SMA Laboratorium Undiksha Singaraja pada tahun ajaran 2015/2016. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik model mental berbentuk pilihan ganda dua tingkat, yang terdiri atas bagian isi dan bagian alasan. Analisis data dilakukan secara deskriptif interpretatif dengan mengelompokkan jawaban siswa berdasarkan kemiripannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mental siswa dalam memahami hubungan struktur molekul terhadap sifat senyawa organik adalah 1,35% model mental ilmiah (Scientifically Correct, SC) dan 98,65% model mental alternatif, yang terdiri atas 5,53% model mental tipe NR (No Response); 42,57% tipe SM (Specific Misconceptions); dan 50,54% tipe PC (Partially Correct). Secara umum, siswa belum dapat memahami hubungan struktur molekul terhadap sifat senyawa organik yang mencakup representasi ketiga level kimia berserta interkoneksinya. Hal ini diperkuat dengan rerata hasil belajar siswa hanya mencapai 21,47 dari skala 100. Kata-kata Kunci: model mental, tes diagnostik, struktur molekul, senyawa organik AbstractThe student’s understanding on correlation of molecular structure towards the properties of organic compounds is very low. So far, there is no research on students’ mental models in chemistry learning in Bali. The present research was a descriptive study aimed to describe and explain student’s mental models about the correlation of molecular structure toward the properties of organic compounds. The subject of this study was 74 students of 11th grade of science program at SMA Laboratorium Undiksha Singaraja in academic year 2015/2016. The data were collected through diagnostic test of mental models in form of two level multiple choice, consisting the content and reason. Data analysis was conducted by using descriptive interpretative method in classifying students’ answers based on its similarities. The result of this study showed that students’ mental models about the correlation of molecular structure toward the properties of organic compounds were 1.35% of scientifically correct (SC) and 98.65% of alternative mental models, consisting of 5.53% mental models of no response (NR) type, 42.57% of specific misconception (SM) type, and 50.54% of partially correct (PC) type. Generally, students’ could not understand the correlation of molecular structure toward the organic compounds properties including the representation of three chemistry level and the interconnection. This statement is supported by the mean of students' achievement only 21.47 out of 100. Keywords : mental models, diagnostic test, molecular structure, organic compounds
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA N. Ramadiyanti; I Wayan Muderawan; I Nyoman Tika
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan:(1) perbedaan  keterampilan berpikir kritis dan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (2) perbedaan ketrampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (3) perbedaan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only control group design. Data dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis dan tes prestasi belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis dan prestasi belajar, antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsun (F=59,161; p<0,05),(2) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung (F=15,100; p<0,05), (3) terdapat perbedaan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung (F= 67,849; p<0,05). Kata-kata Kunci: pembelajaran berbasis proyek, keterampilan berpikir kritis, dan prestasi belajar AbstractThis study aims to describe and explain: (1) differences in critical thinking skills and learning achievement between groups of students who study with project-based learning model and direct instructional model, (2) differences in critical thinking skills among the groups of students who study with the project-based learning model and direct learning model, (3) the differences of learning achievement between groups of students learning with project-based learning model and learning model directly. This study was design post-test only control group design. Data were collected by critical thinking skills and learning achievement test. Data were analyzed by descriptive statistics and one way MANOVA. The results showed that: (1) there were differences in critical thinking skills and learning achievement between groups of students who study with project-based learning model and direct instructional model (F = 59,161; p<0,05), (2) there were differences in thinking skills critical among groups of students who are learning to project-based learning model and direct instructional model (F=15,100; p<0.05), (3) there were differences in learning achievement between groups of students learning with project-based learning model and direct instructional model (F=67,849; p <0.05). Keywords: project-based learning model, critical thinking skills, and learning achievement
Co-Authors Adiningsih, Made Darmaprathiwi Anggi Priliyanti Bgeholz, Susanne Daiwataningsih, Ni Ketut Prati Darma, I Dewa Gede Abi Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Eky, Vicky Enggy Clovidea Indra Fenica, Istiqomah Frieda Nurlita Frieda Nurlita Gede Agus Beni Widana Gede Billy Oktavio Putra Hemayanti, Ketut Lia I Dewa Gede Abi Darma I Gusti Lanang Wiratma I Gusti Ngurah Bayu Sucitra I Gusti Ngurah Bayu Sucitra, I Gusti Ngurah Bayu I Ketut Supir I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Ary Sudiatmika I MADE KARTAMA . I Nyoman Sujana I Wayan Karyasa I Wayan Mudianta I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Sadia I Wayan Suastra I Wayan Subagia I Wayan Suja Ida Ayu Kade Sastrika Istiqomah Fenica Ketut Lia Hemayanti Laksmi, Pande Putu Diah Suci Luh Lian Pertiwi Luh Mitha Priyanka Luh Putu Renis Ukirsari Made Budiawan Made Darmaprathiwi Adiningsih Made Kurnia Wiastuti Giri Made Kurnia Widiastuti Giri Marthen Reda Boro Matthiesen, Finn Mudianta, I Wayan Muthia Zahra Nabila N. Ramadiyanti Nabila, Muthia Zahra Ni Ketut Prati Daiwataningsih Ni Made Sih Widyasti Ni Putu Giyan Adnya Antari . NI PUTU MARHENI . Ni Putu Novi Puspitadesi Ni Putu Rahayu Kusuma Pratiwi Ni Putu Wulan Romianingsih Ni Putu Wulan Romianingsih Ni Wayan Martiningsih NI WAYAN NITA ULANTARI . NUR RAMADIYANTI . Nurlita, Frieda Pertiwi, Luh Lian Pratiwi, Ni Putu Rahayu Kusuma Priliyanti, Anggi Priyanka*, Luh Mitha Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Puspitadesi, Ni Putu Novi Putra, Gede Billy Oktavio Putu Widiartini Ramadiyanti, N. Reda Boro, Marthen Romianingsih, Ni Putu Wulan Siti Maryam Sudiatmika, I Made Ary Ukirsari, Luh Putu Renis Vicky Enggy Clovidea Indra Eky Widiartini, Putu Widyasti, Ni Made Sih Young, David James