Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Chemistry in The Fourth Industrial Revolution I Wayan Muderawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Fourth Industrial Revolution is building on the digital revolution that characterized by a fusion of technologies that is blurring the lines between the physical, digital, and biological spheres. Those technologies strongly depend on smart materials or advanced material chemistry. Chemistry known as the central science is a science that studies the composition, structure, and properties of materials and the changes that materials undergo. Chemistry, especially Advanced Materials Chemistry, played a leading role in previous industrial revolutions, through its research, innovations and products. Today, advanced material chemistry is an important enabler of the Fourth Industrial Revolution through its discoveries and innovations of new smart materials. Smart materials are defined as materials that sense and react to environmental conditions or stimuli, such as conducting polymers for OLEDs, optical fibers for transmitting light used in communication technology, and carbon nanotubes for nanochips technology. Those materials are essential building block for digital technology. Its contributions allow other fields of sciences to turn ideas, research, and innovations into sophisticated products supporting digital transformation. On the other hand, chemistry industry itself is also being transformed through digitalization. Digitalization helps increase productivity and safety across the industry’s value chain and supports the design of new offerings. Further, the industry needs to closely monitor pockets of digital disruption.Keywords: chemistry, material chemistry, smart materials, industrial revolution 4.0
Uji Kepraktisan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Saintifik I G L Wiratma; Ni Made Sih Widyasti; I Wayan Muderawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan menjelaskan kepraktisan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis pendekatan saintifik untuk pembelajaran kimia pokok bahasan kesetimbangan kimia. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan tahapan penelitian yang dilakukan adalah: (1) pengumpulan data; (2) desain produk; (3) validasi desain; (4) revisi desain; (5) uji coba lapangan terbatas; dan (6) revisi produk. LKS yang dikembangkan terdiri dari lima sub topik bahasan. Validasi isi pada LKS dilakukan dengan melibatkan dua orang ahli dan dua orang praktisi. Validasi bahasa pada LKS dilakukan dengan melibatkan satu orang ahli bahasa. Uji coba lapangan terbatas melibatkan 9 siswa kelas XI SMAN 1 Kuta Selatan. Karakteristik LKS berbasis pendekatan saintifik untuk pembelajaran kimia pokok bahasan kesetimbangan kimia yaitu, LKS terdiri dari langkah pembelajaran 5M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Berdasarkan hasil uji coba lapangan terbatas diperoleh respon positif siswa terhadap pembelajaran dengan LKS terhadap keterlaksanaan dengan kategori sangat tinggi.Kata kunci: Lembar Kerja Siswa, pendekatan saintifik, pembelajaran kimia, kesetimbangan kimia.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KIMIA Istiqomah Fenica; I Wayan Muderawan; Putu Widiartini
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i1.12807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XI MIA 6 SMA N 1 Singaraja tahun ajaran 2016/2017 pada mata pelajaran kimia dengan penerapan model pembelajaran inkuri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 6 SMA N 1 Singaraja dengan jumlah 30 siswa, objek penelitian meliputi model pembelajaran inkuiri terbimbing, dan aktivitas belajar siswa. Materi pokok penelitian ini adalah laju reaksi yang terdiri dari dua kompetensi dasar yaitu tentang teori tumbukan, faktor-faktor laju reaksi, penentuan orde reaksi dan persamaan laju reaksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dimana pada siklus 1 aktivitas belajar siswa dengan kriteria baik meningkat dari 43,33% menjadi 46.67% begitu juga dengan kritesisa sangat baik meningkat dari 26,67% menjadi 43,33% seiring turunnya aktivitas siswa yang kurang baik dari 30% menjadi 10%. Berdasarkan analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa pada materi laju reaki dapat meningkat dengan penerapan model Inkuiri terbimbing.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN KIMIA I Wayan Muderawan; I Gusti Lanang Wiratma; Muthia Zahra Nabila
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v3i1.20944

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa SMA Negeri 2 Banjar dalam mempelajari materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Subjek penelitian ini adalah 85 orang siswa dari seluruh kelas XII MIPA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan cara tes dan wawancara. Data yang diperoleh berupa informasi mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa yang disebabkan oleh faktor internal, meliputi minat belajar kimia rendah, motivasi belajar kimia rendah, pemaknaan konsep siswa terhadap materi kelarutan dan hasil kali kelarutan rendah, pemahaman konsep pendukung materi kelarutan dan hasil kali kelarutan rendah, dan kemampuan siswa dalam aspek perhitungan lemah. Faktor eksternal, meliputi penyesuaian kemampuan siswa dalam penerapan metode mengajar guru dalam kelas kurang, cara guru mengelola pembelajaran kimia, pengaruh teman sebaya, dan waktu pembelajaran kimia yang kurang efektif.Kata Kunci: faktor kesulitan belajar, kelarutan dan hasil kali kelarutan Abstract This study aimed to describe the cause factors of students'learning difficulties at the SMA Negeri 2 Banjar in learning solubility and solubility product constant. The subjects were 85 students from all class XI MIA. The type of research was qualitative research. The data were collected by using test and interview. The data were the information about the cause factors of students’ learning difficulties insolubility and solubility product constant.  The result of this research showed internal factors that caused students'difficultiesof learning, namely less learning interest toward chemistry, less learning motivation toward chemistry, less meaning toward solubility and solubility product constant concepts, less understanding toward concepts supporting solubility and solubility product constant topic, less calculation ability. The external factor was less adjustment of students' capability into teacher’s teaching method used in classroom, the way teacher’s managed chemistry learning, friends influence, and less effective learning time. Key words: factors of difficulties of learning, solubility and solubility product constant 
PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DALAM PRAKTIKUM TITRASI ASAM BASA Made Darmaprathiwi Adiningsih; I Wayan Karyasa; I Wayan Muderawan
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v3i2.21241

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil keterampilan proses sains (KPS) dan faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan proses sains (KPS) siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Singaraja dalam pelaksanaan praktikum titrasi asam basa. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah profil keterampilan proses sains siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Singaraja yang dibatasi pada penguasaan keterampilan proses sains. Keterampilan proses sains yang sudah dikuasai oleh siswa dengan baik terdiri dari 7 aspek keterampilan, yaitu keterampilan mengukur yang terdiri dari keterampilan mengukur volume larutan dengan pipet volumetrik dan mengukur volume larutan dengan buret, keterampilan melakukan eksperimen yang terdiri dari keterampilan melakukan titrasi dan menggunakan indikator universal, keterampilan mengobservasi, memprediksi, menginterpretasi, mengaplikasikan konsep, dan mengomunikasikan. Keterampilan yang kurang dikuasai oleh siswa adalah keterampilan menyimpulkan. Keterampilan proses sains yang tidak dilatih kepada siswa terdiri dari 4 keterampilan, yaitu keterampilan merumuskan hipotesis, mengontrol variabel, merancang penyelidikan, dan mengklasifikasikan. Faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan proses sains (KPS) siswa dalam pelaksanaan praktikum titrasi asam basa digolongkan menjadi empat faktor, yaitu alat, bahan, manusia, dan cara/teknis. Kata-kata kunci : keterampilan proses sains, praktikum, titrasi asam basa AbstractThe research was aimed to describe the profile of student’s science process skills and describe the factors that influence science process skills of class XI MIPA SMA Negeri 1 Singaraja in the implementation of acid base titration practicum. Research carried out using a phenomenological qualitative approach. The method that used to collect data in this research are observation, interviews, and documentation. Data were analyzed by qualitative descriptive techniques. The result that obtained is profile of class XI MIPA SMA N 1 Singaraja which is limited to mastering science process skills. Science process skills that have been mastered by students consist of 7 aspects of skills, namely measuring skills consisting of skills to measure the volume of solutions with volumetric pipettes and measure the volume of solutions with burette, experimental skills consisting of titration skills and using universal indicator paper, the skill of observing, predicting, interpreting, applying concepts, and communicating. Skills that is less mastered by students are concluding skills. Science process skills that are not trained for students consist of 4 skills, namely the skills of formulating hypotheses, controlling variables, designing investigations, and classifying. The factors that influence the science process skills of students in the implementation of acid base titration practicum are classified into four factors, namely tools, materials, humans, and methods/techniques. Key words: acid base titration, practicum, science process skills
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI MIA PADA MATA PELAJARAN KIMIA Ketut Lia Hemayanti; I Wayan Muderawan; I Nyoman Selamat
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v4i1.24060

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) minat belajar siswa pada mata pelajaran kimia dan (2) faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar siswa pada mata pelajaran kimia di SMAS Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah sampel yang digunakan untuk mendapatkan data tentang minat belajar siswa dalam penelitian adalah sebanyak 45 orang siswa kelas XI MIA SMAS Laboratorium Undiksha Singaraja yang diambil dengan teknik sensus, sedangkan jumlah sampel yang digunakan untuk mendapatkan data faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar adalah 15 orang siswa yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil minat belajar kimia siswa kelas XI MIA SMAS Laboratorium Undiksha Singaraja adalah 38% siswa yang tergolong tinggi, 51% siswa yang tergolong sedang, dan 11% siswa yang tergolong rendah. Minat belajar kimia siswa di SMAS Laboratorium Undiksha Singaraja dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang memengaruhi minat belajar kimia adalah keingintahuan, cita-cita, motivasi, serta intelegensi sedangkan faktor eksternal yang memengaruhi yakni lingkungan keluarga, cara guru mengajar, teman sebaya, dan bahan pelajaran.ABSTRACT The purpose of this study is to describe (1) interest in learning of student’s chemistry subject matter and (2) the factors that affect student’s interest in learning chemistry subject matter at Laboratory SMAS Undiksha Singaraja. This research is a qualitative descriptive study with a phenomenological approach. The number of samples used to get data about student’s learning interest in the study were 45 students of class XI MIA at Laboratory SMAS Undiksha Singaraja taken by census techniques, while the number of samples used to obtain data on factors affect learning interest were 15 students were taken by purposive sampling techniques. The results showed that the profile of student’s interest in learning chemistry subject matter of class XI MIA at Laboratory SMAS Undiksha Singaraja in general was 38% students classified as high, 51% students classified as moderate, and 11% students classified as low. Student’s interest in learning chemistry subject matter at Laboratory SMAS Undiksha Singaraja was affected by internal factors and external factor. Internal factors that affect the interest in learning chemistry was curiosity, future goals, motivation, and intelligence mean while external factors affecting was family environment, teachers, peers, and teaching materials.
LARVACIDAL ACTIVITY OF ETHANOL EXTRACT OF SUGAR APPLE (ANNONA SQUAMOSA) SEEDS AGAINST AEDES AEGYPTI Ni Putu Wulan Romianingsih; I Wayan Muderawan; I Nyoman Tika
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2015): OKTOBER 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.39 KB) | DOI: 10.23887/wms.v9i2.12649

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai LC50 (lethal concentration) dari ekstrak etanol biji srikaya (Annona squamosa) terhadap larva Aedes aegypti. Sampel biji Annona squamosa dikumpulkan dari Desa Pringgabaya, Lombok dan Desa Ungasan, Bali. Biji Annona squamosa yang sudah kering kemudian digerus dan dimaserasi sebanyak dua kali dengan etanol 95% selama 3 hari. Filtrat yang diperoleh dipekatkan dengan rotary evaporator vakum. Ekstrak biji Annona squamosa yang diperoleh adalah  sebesar 16,20% untuk srikaya Bali dan 14,06%  untuk srikaya Lombok. Ekstrak ini selanjutnya diuji aktivitasnya terhadap larva Aedes aegypti instar III. Pengamatan hasil uji larvasida dilakukan setelah 24 jam dengan menghitung jumlah kematian larva pada masing-masing kelompok perlakuan. Berdasarkan analisis probit, nilai LC50 ekstrak etanol biji Annona squamosa dari Lombok adalah 25,37 ppm sedangkan LC50 ekstrak biji Srikaya dari Bali adalah 28,64 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa biji Annona squamosa memiliki efek toksik terhadap larva Aedes aegypti dan dapat digunakan sebagai larvasida. 
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation terhadap Pemahaman Konsep Kimia ditinjau dari Motivasi Berprestasi I MADE KARTAMA .; Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc .; Dr. I Wayan Muderawan,MS. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan pemahaman konsep kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan model pembelajaran konvensional; (2) adanya interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi siswa terhadap pemahaman konsep kimia; (3) perbedaan pemahaman konsep kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa dengan motivasi berprestasi tinggi; (4) perbedaan pemahaman konsep kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa dengan motivasi berprestasi rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan model pembelajaran konvensional F=90,524;(p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Ida Ayu Kade Sastrika; Wayan Sadia; I Wayan Muderawan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.581 KB)

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis proyek (MPBP) dengan model pembelajaran konvensional (MPK) (2) perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti MPBP dengan MPK (3) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti MPBP dengan MPK. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain posttest only control group design. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling pada kelas XI IPA SMA Negeri 2 Negara tahun pelajaran 2012/2013.. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis multivariat (Manova). Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa antara siswa yang mengikuti MPBP dan siswa yang mengikuti MPK (Fhitung = 13,921> Ftabel = 3,91). (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti MPBP dan siswa yang mengikuti MPK (Fhitung = 9,263 > Ftabel = 3,91). (3) terdapat perbedaan keterampilan bepikir kritis antara siswa yang mengikuti MPBP dan siswa yang mengikuti MPK (Fhitung = 20,714 > Ftabel = 3,91)   Kata kunci: pembelajaran berbasis proyek, konsep kimia, kemampuan berpikir kritis   Abstract This study was aimed to describe and analyze (1) understanding concepts and critical thinking skills difference between student that learned project-based model and conventional model, (2) understanding concept difference between student that learned project-based learning model and conventional model, (3) critical thinking skills difference between student that learned project-based model and conventional model.. This study included in quasi experiment with posttest only control group design. Sample was collected through simple random sampling in 11th grade student in SMA Negeri 2 Negara of academic year 2012/2013. The data were analyzed with multivariate analysis. The conclusion can be stated based on analysis result is (1) there was   difference between understanding  concepts and critical thinking skills as impct of project-based  model and conventional model (Fcal = 13,921 > Ftable = 3,91). (2) there was   difference between understanding  concepts as impct of project-based  model and conventional model (Fcal = 9,263 > Ftable = 3,91). (3) there was   difference between critical thinking skills as impct of project-based  model and conventional model (Fcal = 20,714 > Ftable = 3,91).   Keywords: project-based learning, chemistry concept, critical thinking skill
Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Lingkungan Dalam Pembelajaran Kimia Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Self-efficacy Siswa SMA NI WAYAN NITA ULANTARI .; Dr. I Wayan Muderawan,MS. .; Dr. I Nyoman Tika,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis dan self-efficacy antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat llingkungan (STML) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (MPK). Jenis penelitian adalah quasi experimental dengan rancangan the post test-only control group design. Populasi adalah kelas X IPA SMA Negeri Semarapura tahun pelajaran 2013/2014 berjumlah 244 siswa, Sampel berjumlah 128 orang ditentukan dengan teknik random sampling. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis dan self-efficacy antara siswa yang belajar dengan MPSTML dan dengan MPK (Fhitung=55,54),(P
Co-Authors Adiningsih, Made Darmaprathiwi Anggi Priliyanti Bgeholz, Susanne Daiwataningsih, Ni Ketut Prati Darma, I Dewa Gede Abi Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Eky, Vicky Enggy Clovidea Indra Fenica, Istiqomah Frieda Nurlita Frieda Nurlita Gede Agus Beni Widana Gede Billy Oktavio Putra Hemayanti, Ketut Lia I Dewa Gede Abi Darma I Gusti Lanang Wiratma I Gusti Ngurah Bayu Sucitra I Gusti Ngurah Bayu Sucitra, I Gusti Ngurah Bayu I Ketut Supir I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Ary Sudiatmika I MADE KARTAMA . I Nyoman Sujana I Wayan Karyasa I Wayan Mudianta I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Sadia I Wayan Suastra I Wayan Subagia I Wayan Suja Ida Ayu Kade Sastrika Istiqomah Fenica Ketut Lia Hemayanti Laksmi, Pande Putu Diah Suci Luh Lian Pertiwi Luh Mitha Priyanka Luh Putu Renis Ukirsari Made Budiawan Made Darmaprathiwi Adiningsih Made Kurnia Wiastuti Giri Made Kurnia Widiastuti Giri Marthen Reda Boro Matthiesen, Finn Mudianta, I Wayan Muthia Zahra Nabila N. Ramadiyanti Nabila, Muthia Zahra Ni Ketut Prati Daiwataningsih Ni Made Sih Widyasti Ni Putu Giyan Adnya Antari . NI PUTU MARHENI . Ni Putu Novi Puspitadesi Ni Putu Rahayu Kusuma Pratiwi Ni Putu Wulan Romianingsih Ni Putu Wulan Romianingsih Ni Wayan Martiningsih NI WAYAN NITA ULANTARI . NUR RAMADIYANTI . Nurlita, Frieda Pertiwi, Luh Lian Pratiwi, Ni Putu Rahayu Kusuma Priliyanti, Anggi Priyanka*, Luh Mitha Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Puspitadesi, Ni Putu Novi Putra, Gede Billy Oktavio Putu Widiartini Ramadiyanti, N. Reda Boro, Marthen Romianingsih, Ni Putu Wulan Siti Maryam Sudiatmika, I Made Ary Ukirsari, Luh Putu Renis Vicky Enggy Clovidea Indra Eky Widiartini, Putu Widyasti, Ni Made Sih Young, David James