Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH MEDIA TANAM DAN LIMBAH ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao, L) Cut Mulyani; Iwan Saputra; Rahmad Kurniawan
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh media tanam dan limbah organik secara faktor tunggal, serta interaksi dari kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, terdiri dari dua faktor sebagai berikut : faktor media tanam (M) yang terdiri dari empat taraf yaitu M1 (tanah lapisan top soil atau kontrol), M2 (tanah lapisan top soil : pupuk kandang : pasir), M3 (tanah lapisan top soil : arang sekam padi : cocopeat) dan M4 (tanah lapisan top soil : pupuk kandang : arang sekam padi : cocopeat). Faktor limbah organik (L) terdiri terdiri dari empat taraf yaitu L0 (tanpa limbah organik atau kontrol), L1 (limbah tahu), L2 (tandan kosong kelapa sawit) dan L3 (ampas kopi). Parameter yang diamati: tinggi bibit, diameter bibit, jumlah daun, panjang daun dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit kakao umur 60 HST dan panjang akar umur 60 HST. Perlakuan media tanam terbaik ditemukan pada tanah lapisan top soil : pupuk kandang : arang sekam padi : cocopeat (M4). Perlakuan limbah organik berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi bibit umur 60 HST dan panjang akar umur 60 HST, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 30 HST. Perlakuan terbaik ditemukan pada tandan kosong kelapa sawit (L2) dan ampas kopi (L3). Interaksi antara kedua perlakuan menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap seluruh parameter pengamatan yang diamati.
Uji Adaptasi Beberapa Varietas Unggul Baru Pada Sistem Tanam Legowo Dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Padi Di Kota Langsa Boy Riza Juanda; Iwan Saputra
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui penampilan dan produktivitas Varietas Unggul Baru padi sawah pada sistem tanam legowo yang berbeda, mengetahui Varietas Unggul Baru produksi tinggi (= 7 t/ha) dan adaptif pada lingkungan spesifik untuk dikembangkan pada sistem tanam legowo yang berbeda dan Memberikan alternatif pilihan Varietas Unggul Baru selain varietas ciherang bagi petani di Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial. Parameter yang diamati yaitu : (1) tinggi tanaman, (2) jumlah anakan maksimun, (3) jumlah anakan produktif, dan (4) pengamatan reproduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan uji beberapa varietas unggul baru berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 4 dan 8 MST, jumlah anakan, jumlah anakan maksimum dan berat gabah kering, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anakan produktif. Perlakuan sistem tanam legowo berpengaruh nyata terhadap berat gabah kering, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 4 dan 8 MST, jumlah anakan maksimum dan jumlah anakan produktif. Interaksi perlakuan sistem tanam legowo pada berbagai varietas unggul baru berpengaruh nyata terhadap berat gabah kering.
Aplikasi Solid Decanter dan EM4 terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon (Cucumis melo L.) pada Tanah Alluvial Iwandikasyah Putra; Muhammad Jalil; Jekki Irawan; Muhammad Afrillah; Chairudin Chairudin; Habibul Alamsyah Simamora; Iwan Saputra
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i1.7915

Abstract

The study aimed to look at the effect of solid decanter and EM4 applications on the growth and production of melon plants (Cucumis melo L.) on Alluvial. Solid decanter is a raw organic matter and requires decomposition with EM4 so that nutrients can be utilized properly by melon plants. This research was carried out December-April 2022 at the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Teuku Umar University, West Aceh Regency, Aceh Province.  This study used a Randomized Group Design (RAK) factorial pattern of 4 x 4 with 3 repeats. The first factor is Solid Decanter (S) which consists of S0 (control), S1 (90 gr), S2(180 gr), S3(270 gr) and the second factor is EM4 (E) which consists of E0 (control), E1 (10ml), E2 (20ml), E3 (30ml). The results showed an interaction between solid decanter and EM4 against the diameter of the stem of melon plants at 14 HST.  This best treatment was found in the combination of S2E1 treatment, where the solid decanter dose of S2(180 gr) and EM4 E1 (10 ml) differed markedly from other treatment combinations.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) STUDI KASUS PADA TOKO MERDEKA SANGATTA KABUPATEN KUTAI TIMUR Iwan Saputra; Mihani; Simunawir Sitoro
Tinta Nusantara 2018 Vol.1 Vol 6 No 1 (2020): JURNAL TINTA NUSANTARA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara Sangatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55770/tn.v6i1.47

Abstract

This research is qualitative research and survey research. The subjects of this research are consumers at the merdeka store in Kutai Regency. The data was collected using questionnaires and documentation, while the data analysis was carried out using a SWOT analysis covering Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats. The results showed that: The main strength at the Merdeka Sangatta Store based on the highest score was the Price of Products Sold at the Merdeka Sangatta Store which was affordable among customers, the business capital spent in accordance with the profits obtained, prioritizing the quality of product materials with the same score of 0.58
Development of Milkfish (Chanos chanos) Cracker Start-up Business in the Home Industry "Poklahsar Usaha Bunda" Boy Riza Juanda; Iwan Saputra; Hanisah
Eumpang Breuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): EUMPANG BREUH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuala Langsa is a village located in the District of West Langsa, Langsa City, which has a large potential for fishing. One of the activities carried out in fish processing at this time is the processing of milk fish into kerupuk ikan bandeng products which is carried out on a home industry scale. Kerupuk ikan bandeng industry is currently the only fish cracker industry in Langsa City and is start up business that has just been carried out by a home industry in the Langsa village, namely "Poklahsar Bunda Usaha" so that the kerupuk ikan bandeng business has potential great to be able to develop. Program Kemitraan Masyarakat Stimulus was designed as a form of response to the problem of the availability of inadequate production facilities and poor business management. Program Kemitraan Masyarakat Stimulus is implemented with a pattern of education and training and mentoring. With Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS), now home industri Poklahsar Usaha Bunda already has a unit of flour dough mixer for making milk fish crackers, has a P-IRT certificate, has a more attractive packaging label and is able to expand its network and the marketing area for milkfish crackers.
Training on Making Biopesticide Made from Daun Belimbing Wuluh at the Women's Farming Group “Nanas Madu” in Buket Meutuah Village, Langsa City Boy Riza Juanda; Iswahyudi; Iwan Saputra
Eumpang Breuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EUMPANG BREUH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/ebjpm.v2i2.9249

Abstract

The majority of farmers in Indonesia still use chemical pesticides to treat pests and diseases in the commodities they grow. One of the plants that can be used as an environmentally friendly alternative to biopesticides is starfruit leaves. The large availability and ease of obtaining starfruit leaves, especially in Aceh in general and in Langsa City in particular, makes it potential to be used as a biopesticide which can be used by farmers in Langsa City, especially vegetable farmers. The farmer group that is a partner in this service activity is the "Nanas Madu" Farming Women's Group (KWT). KWT “Nanas Madu”. Based on field surveys conducted, it was revealed that not many farmers are aware of the dangers posed by the use of chemical pesticides over a long period of time. They also don't know about the existence of biological pesticides which are much cheaper and less dangerous and the manufacturing process is very easy. In Buket Meutuah village there are no effective and environmentally friendly control alternatives available, so farmers are very dependent and rely on chemical pesticides to control pests and plant diseases. This is due to the low level of knowledge of human resources among vegetable farmers and the lack of technology for the propagation and manufacture of biopesticides made from biological materials that are safe, effective and environmentally friendly.
Manajemen Kualitas Benih Mekanisme Ketahanan Varietas Kedelai (Glycine max (L) Merril) pada Lahan Masam Selama Fase Vegetatif Risky Ridha; Iwan Saputra; Boy Riza Juanda
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurbisman.v2i1.526

Abstract

Pengembangan pertanian sangat dimungkinkan pada lahan masam, mengingat ketersediaan lahan masam yang masih sangat luas. Karakteristik tanah di bagian timur wilayah Aceh tergolong tanah-tanah masam yang memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman pangan seperti kedelai. Kendala utama dalam memanfaatkan tanah masam adalah konsentrasi ion-ion Aluminium (Al3+) yang tinggi sehingga menjadi toksik bagi tanaman. Perbaikan melalui tanaman dimulai dengan memahami mekanisme respon tanaman yang peka maupun toleran Aluminium. Genotipe tanaman yang adaptif umumnya mempunyai mekanisme dalam mengatasi cekaman Al. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme adaptasi secara morfologi setiap varietas kedelai selama fase vegetatif pada lahan masam, sehingga akan didapatkan varietas-varietas adaptif yang dapat digunakan dalam upaya pengembangan kedelai pada lahan masam bagian timur wilayah Aceh. Penelitian dilakukan berdasarkan percobaan yang disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari 8 varietas, yaitu Dena 1, Devon 1, Dega 1, Demas 1, Burangrang, Argomulyo, Anjasmoro dan Kipas Merah (lokal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologi tingkat ketahanan kedelai terbaik pada lahan masam dari tinggi ke lemah adalah varietas Dega 1, Argomulyo, Burangrang, Devon 1 dan Kipas Merah (lokal). Mekanisme ketahanan ini disebabkan oleh adanya kecenderungan dalam kemampuan pemanjangan akar, peningkatan bobot segar akar dan tajuk, rasio panjang akar dan tinggi tanaman serta menghasilkan kandungan P tajuk yang lebih tinggi.
Pengaruh Waktu Penyimpanan Benih dengan Polyethylene Glycol (PEG) 6000 terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Karet (Hevea brasiliensis Muel Arg.) Elvira Rosa Pratiwi; Iwan Saputra; Risky Ridha
JURNAL TRITON Vol 16 No 1 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i1.998

Abstract

Kandungan air merupakan unsur utama yang memengaruhi viabilitas benih tahan penyakit. ​​Kadar air turun di bawah titik tertentu, kekuatan dan viabilitas benih menurun, dan bahkan dapat berhenti berkecambah. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan tiga ulangan. Rancangan ini digunakan bila faktor yang akan diteliti satu faktor atau lebih dari satu faktor dan satuan percobaan homogen. Faktor pertama yaitu konsentrasi Polyethylene Glycol (PEG) 6000 yang terdiri dari : P0 =0%, P1 =15%, P2 =30%, P3 =45%. Faktor kedua yaitu waktu penyimpanan benih yang terdiri dari: W1 = 2 Minggu, W2 = 4 Minggu, W3 = 6 Minggu. Data diolah dengan menggunakan anova (uji F) apabila berpengaruh nyata diuji menggunakan uji BNT pada taraf 5%. Adapun hasil terbaik yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian larutan polyethylene glycol konsentrasi 15% yaitu dapat mempertahankan benih berjamur sebesar 0,71%, kecepatan tumbuh sebesar 2,89% dan vigor kecambah sebesar 48,90% pada waktu penyimpanan 2 minggu, namun pada waktu penyimpanan 4 minggu dan 6 minggu benih sudah tidak mampu untuk berkecambah normal. Semakin tinggi konsentrasi polyethylene glycol dan semakin lama penyimpanan dapat menurunkan mutu benih untuk dikecambahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pegaruh dari larutan polythylene glycol (PEG) 6000 dan lama penyimpanan dalam menekan laju penurunan Viabilitas dan vigor benih karet (Hevea brasiliensis Muel Arg.). Penelitian ini disarankan menggunakan perlakuan lama penyimpanan W1 2 minggu dengan konsentrasi P1 150 g/L agar dilaksanakan penelitian lebih lanjut dengan lama waktu penyimpanan dan konsentrasi PEG yang lebih beragam dan juga faktor lingkungan lain yang relevan.
Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Akibat Pemberian Beberapa Konsentrasi POC Urine Sapi dan Arang Sekam Padi Dwiyanto, Dimas; Mulyani, Cut; Saputra, Iwan
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i1.33646

Abstract

AbstrakKebutuhan Pakcoy dalam negeri semakin meningkat setiap tahun seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Peningkatan produksi pakcoy sangat dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan pakcoy di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi POC urine sapi dan arang sekam padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Langsa Lama, Kota Langsa, Provinsi Aceh pada september-november 2022. Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi POC urine sapi yang terdiri dari K0: Kontrol; K1: 100 ml/l air; K2: 200 ml/l air dan K3: 200 ml/l air. Faktor kedua adalah arang sekam padi yang terdiri dari A0: control; A1: 5 ton/ha; A2: 10 ton/ha; A3: 15 ton/ha dan A4: 20 ton/ha. Parameter yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman, bobot akar, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi POC urine sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 21 dan 28 HST, bobot tanaman, dan bobot akar namun berpengaruh tidak nyata terhadap parameter lainnya. Perlakuan arang sekam padi berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan.Kata kunci: pakcoy, POC urine sapi, arang sekam padi, organik AbstractPakcoy demand in the country is increasing every year along with the increase in population. Increased pakcoy production is needed to meet the needs of pakcoy in Indonesia. This study aims to determine the effect of POC concentration of cow urine and rice husk charcoal on the growth and production of pakcoy plants. This research was conducted at the Experimental Field of the Faculty of Agriculture, Samudra University, Langsa Lama, Langsa City, Aceh Province in September-November 2022. The research was arranged using a factorial randomized block design consisting of 2 factors. The first factor was the concentration of cow urine POC consisting of K0: Control; K1: 100 ml/l water; K2: 200 ml/l water and K3: 200 ml/l water. The second factor is rice husk charcoal consisting of A0: control; A1: 5 tons/ha; A2: 10 tons/ha; A3: 15 tons/ha and A4: 20 tons/ha. Parameters observed included plant height, number of leaves, plant weight, root weight, and root length. The results showed that the treatment of cow urine POC concentration had a significant effect on plant height 21 and 28 HST, plant weight, and root weight but had no significant effect on other parameters. Rice husk charcoal treatment had no significant effect on all observation parameters. Keywords: Pakcoy, cow urine POC, rice husk charcoal, organic
PENGARUH PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine Max L) Fouzan A'zim; Iswahyudi; Iwan Saputra
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v11i2.11759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk kandang dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan pertanian Universitas Samudra, Meurandeh, Provinsi Aceh. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Juni 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu : faktor pupuk kandang dengan notasi (P) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: P0 = Kontrol, P1 = pupuk kandang sapi, P2 = pupuk kandang kambing, dan P3 = pupuk kandang ayam serta faktor jarak tanam dengan notasi (J) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: J1 = (40 x 10 cm), J2 = (40 x 15 cm), J3 = (40 x 20 cm), dan J4 = (40 x 25 cm). Parameter yang diamati antara lain tinggi tanaman (umur 14, 28, dan 42 HST), umur berbunga, jumlah cabang produktif (cabang), umur panen (HST), jumlah polong berisi (polong), jumlah polong hampa (polong), berat biji per tanaman sampel (gr), berat biji per plot (gr), berat 100 biji (gr) dan produksi per Ha.