Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Identifikasi Material Sisa dan Penanganan Pada Pekerjaan Kontruksi Jalan Lusi Dwi Putri; Fitridawati Soehardi; Marta Dinata
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan infrastuktur transportasi khususnya jalan raya memainkan peranan penting dalam menghasilkan material sisa baik itu material sisa kontruksi maupun akibat pembongkaran, terutama pada pekerjaan tanah, pondasi base, aspal dan rigid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya material sisa pada pekerjaan kontruksi jalan. Metode penelitian ini dilakukan melalui studi literature dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan faktor yang menyebabkan terjadinya material sisa antar lain Proses pengiriman material, adanya perubahan desain (redesign), adanya perubahan pekerjaan oleh owner (change order), adanya pekerjaan yang diulang (rework), kualitas material, keahlian/keterampilan SDM (skill), cara penyimpanan material di lokasi proyek, pengawasan, metode kerja, miskomunikasi (salah pengertian), informasi kurang jelas, kondisi lapangan. Pengelolaan Material sisa kontruksi dapat dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah reduce, reuse, recycle, maupun salvage terhadap material sisa itu sendiri.
Penggunaan Aspal Buton Berbutir Pada Campuran Lapisan Perkerasan AC-BC Fitridawati Soehardi; Lusi Dwi Putri
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidang perkerasan jalan mengalami banyak perkembangan menyesuaikan kebutuhan pengguna jalan. Salah satu yang menjadi perbincangan adalah mulai beralihnya dari penggunaan aspal cair ke penggunaan Asbuton. Hal ini dilakukan dalam rangka mencari sumber daya alam selain Aspal cair. Pemakaian Asbuton dan agregat lokal juga diharapkan dapat mendorong perkembangan infrastruktur khususnya di Riau terutama pada bidang perkerasan jalan serta mengatasi berkurangnya pasokan bahan Material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Aspal buton Berbutir pada campuran panas AC-BC dengan menggunakan agregat quarry desa Muara Takus melalui pengujian marshall. Metode penelitian meliputi pengujian sifat bahan, pengaruh penggunaan Asbuton berbutir terhadap gradasi campuran dengan menggunakan pengujian marshall. Bahan yang digunakan adalah agregat berasal dari desa Muara Takus dan Asbuton Berbutir tipe 5/20 dengan lima nilai kadar aspal yang berbeda. Berdasarkan hasil pengujian dapat ditarik kesimpulan bahwa Kepadatan (density) mengalami peningkatan hingga batas maksimum namun setelah melewati batas maksimum pada kadar aspal 6,6 % mengalami penurunan dengan nilai 2,306 gr/cc. Hal ini dapat mempengaruhi mutu campuran. Akan tetapi nilai stabilitasnya juga naik pada kadar aspal 5,6 % dengan nilai 1100,82 Kg. hal ini dapat disebabkan rongga udara masih belum terpenuhi oleh aspal dan aspal berfungsi sebagai pengikat bukan pelicin. Nilai kadar aspal optimum pada campuran AC-BC menggunakan asbuton berbutir adalah 5,6%.
Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Penambahan Limbah Gypsum Ditinjau Dari Nilai Kuat Geser Fitridawati Soehardi; M. Yusuf Septino; Zainuri Zainuri
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.190

Abstract

Indonesia has clay land that mostly fills its territory One of these parts of the area is Riau Province. The location of Riau Province which is on the coast and lowlands causes its area to be poor clay soil. Many types of soils with low carrying capacity can be found in banguanan construction, one of which is clay soil. Loamy soils are known to have the property of becoming hard when dry, becoming soft, when wet, with a very large change in size depending on the presence of water. From this explanation, clay soil is not good for infrastructure development on clay soil, so improvements are needed by means of soil stabilization. Soil stabilization is an attempt to change or improve the technical properties of the soil such as: carrying capacity, compressibility, permeability, development potential and sensitivity to changes in moisture content in order to meet certain technical requirements, by adding certain materials to the soil. The purpose of soil stabilization is to increase the carrying capacity of the soil by increasing soil parameters such as, density, shear strength and so on. Direct Shear Test Method This examination is carried out to determine the cohesion values (c) and shear angle (o) of the soil. The results showed that in the addition of a mixture of gypsum waste with levels of 0%, 8%, 10% and 12% the value of direct shear strength (S) increased at a percentage of 12%, namely 0,6826 kg/cm2 compared to the value of direct shear strength on the original soil of 0,5371 kg/cm2, there was an increase of 27,08%. This increase occurs because gypsum contains calcium which binds organic material soils to clay. Gypsum also absorbs more water, making the mixture of waste and soil samples become harder and stronger.
Variasi Penambahan Sugarcane Pulp Ash (SPA) dan Penambahan 5 % Egg Shell Powder (ESP) Terhadap Nilai Kuat Geser Pada Tanah Lempung Soehardi, Fitridawati; Dinata, Marta
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.215

Abstract

Tanah lempung mempunyai kondisi ketika kering akan bersifat keras namun akan bersifat plastis jika nilai kadar airnya sedang, sehingga tidak mempunyai kemampuan menahan beban yang baik. Usaha yang dilakukan untuk memperbaiki tanah lempung adalah stabilisasi tanah. Penggunaan Egg Shell Powder (ESP)dan Sugarcane Pulp Ash (SPA) karena dalam bahan tersebut mengandung kalsium karbonal, kalsium fosfat, material organic dan magnesium karbonat. Kandungan ini dapat mengisi lubang antara pori-pori dan merekatkan partikel-partikel tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi penambahan 5%, 10%, dan 15% Egg Shell Powder (Esp) dan penambahan 5% Sugarcane Pulp Ash (Spa) sebagai bahan stabilisasi terhadap nilai kuat geser pada tanah lempung. Metode penelitian ini adalah ekperimental dilaboratorium mengacu pada standar pengujian Uji kuat Geser Tanah (SNI 3420:2016). Hasil Pengujian kuat geser tanah yang distabilisasi dengan variasi Egg Shell Powder (ESP) dan penambahan 5% Sugarcane Pulp Ash menghasilkan peningkatan kuat geser langsung. peningkatan paling besar terdapat di variasi 15% Egg Shell Powder (ESP) dan 5% Sugarcane Pulp Ash dengan kuat geser langsung tanah asli yakni 0,208 kg/cm2 naik 1,007 kg/cm2 dengan nilai kohesi dan sudut geser pada tanah asli 0,0039 kg/cm2 dan 15,186° dan kohesi dan sudut geser tertinggi pada campuran 15 % Egg Shell Powder (ESP) dan 5% Sugarcane Pulp Ash sebesar 0,5448 kg/cm2 dan 48,636°
Variasi penambahan serbuk cangkang telur sebagai alternatif bahan stabilisasi terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR) Soehardi, Fitridawati; Dinata, Marta
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.152

Abstract

Tanah merupakan elemen penting dalam pelaksanaan kontruksi bangunan karena tanah harus mempunyai daya dukung yang baik dalam menahan beban kontruksi diatasnya. Namun dilapangan masih ditemukan tanah yang mempunyai kuat dukung tanah yang rendah sehingga perlu dilakukan perbaikan tanah salah satunya menggunakan stabilisasi tanah. Pemanfaat serbuk cangkang telur sebagai alternatif bahan stabilisasi dapat dilakukan karena serbuk cangkang telur mengandung kalsium Oksida (CaO). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan serbuk cangkang telur 5%, 10%, dan 15 % pada tanah lempung terhadap nilai CBR. Metode penelitian ini dilakukan dengan pengujian laboratorium mengacu pada pengujian California Bearing Ratio (CBR) menggunakan SNI 03-1744-2008. Berdasarkan hasil pengujian Tanah asli dalam penelitian ini termasuk dalam klasifikasi tanah CL, yakni Lempung Tak organik dengan plastisitas rendah sampai sedang. Nilai kadar air optimum cendrung mengalami penurunan seiring dengan penambahan Serbuk Cangkang Telur (SCT) pada tanah asli yaitu pada variasi Serbuk Cangkang Telur (SCT) 15% Yaitu 20 % dan nilai berat jenis mengalami peningkatan yaitu 1,6 gg/cc .Peningkatan nilai CBR terjadi pada penambahan Serbuk Cangkang Telur (SCT) 15% yaitu sebesar 8,07%.