Claim Missing Document
Check
Articles

- Pemodelan Tarikan Perjalanan Komplek Perkantoran Terpadu Tenayan Raya Lidno Fery hs; Leo Sentosa; Gunawan Wibisono
Racic : Rab Construction Research Vol. 11 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v11i1.7205

Abstract

The Tenayan Raya Integrated Office Complex is the administrative center of the Pekanbaru City Government and is expected to undergo further development through the construction of new buildings and an increase in the number of employees. These changes will lead to higher trip attraction, which has the potential to affect traffic performance on Jalan Badak as the main access road. This study aims to model the magnitude of trip attraction. The dependent variable is Y (number of attracted trips), while the independent variables consist of X₁ (number of employees), X₂ (building floor area), X₃ (building site area), X₄ (parking area), X₅ (travel distance), X₆ (travel time), X₇ (floor area per employee ratio), and X₈ (employee per floor area ratio). The analytical method applied is Trip Generation using linear regression. The findings show that the number of employees (X₁) is the most influential variable affecting trip attraction. The best-fit model obtained is Y = 4.568 + 0.575X₁ with an R² value of 0.981.
EVALUASI KAPASITAS SISI UDARA BERBASIS RUNWAY OCCUPANCY TIME PADA BANDAR UDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU Michael Exaudi Siregar; Leo Sentosa; Muhamad Yusa; Ari Sandhyavitri; Gunawan Wibisono; Ferry Fatnanta
Racic : Rab Construction Research Vol. 11 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v11i1.8194

Abstract

Sultan Syarif Kasim II Airport serves as the main gateway to Pekanbaru City and is planned as a primary hub airport. This study evaluates the existing airside capacity, runway–taxiway limiting factors, traffic forecast, and capacity improvement alternatives. The analysis used airside geometry data, field operational observations, annual aircraft movements, and socioeconomic data. The results show that traffic is dominated by narrow-body jets; therefore, the capacity limitation is mainly affected by the inefficient runway–taxiway configuration, which increases runway occupancy time. The existing mixed-operation capacity is 15 movements/hour, equivalent to 43,800 regular movements/year. The proposed development alternatives can increase the capacity to 30 movements/hour, equivalent to 125,925 regular movements/year.
Evaluasi Literatur: Strategi Proteksi Ganda pada Mortar Self-Healing melalui Kombinasi Abu Cangkang Kerang dan Bahan Tambah Kristalin pada Lingkungan Asam Charla Putri Balqis; Monita Olivia; Gunawan Wibisono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan infrastruktur akibat lingkungan asam merupakan tantangan besar bagi durabilitas mortar, terutama pada wilayah dengan kondisi tanah ekstrem seperti lahan gambut. Teknologi pemulihan mandiri (self-healing) menjadi inovasi penting untuk mengatasi retak mikro tanpa biaya pemeliharaan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi proteksi ganda melalui penggunaan limbah abu cangkang kerang dan bahan tambah kristalin sebagai agen pemulih mandiri pada mortar di lingkungan asam. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap naskah ilmiah bereputasi dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa abu cangkang kerang memiliki kandungan kalsium oksida tinggi yang berfungsi sebagai penyedia ion kalsium eksternal, sementara bahan tambah kristalin berperan sebagai katalisator pembentuk kristal kalsium silikat hidrat yang stabil dan resistan terhadap disolusi asam. Sinergi kedua bahan ini mampu menutup retak mikro secara efektif dan meningkatkan kerapatan matriks mortar sehingga menghambat penetrasi ion hidrogen (H+) yang agresif. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi material lokal dan agen kristalin memberikan mekanisme perlindungan ganda yang secara signifikan meningkatkan ketahanan jangka panjang mortar pada kondisi pH rendah. Tinjauan ini memberikan landasan teoretis bagi pengembangan material konstruksi berkelanjutan yang tahan terhadap serangan kimia ekstrem.
Potensi Abu Cangkang Kerang Lokan dan Crystalline Admixture sebagai Agen Self-Healing pada Mortar: Narrative Review R Rahmadani; Monita Olivia; Gunawan Wibisono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mortar merupakan material yang sangat rentan mengalami keretakan mikro maupun makro. Keretakan ini menjadi jalan masuknya zat agresif seperti klorida dan sulfat yang dapat memicu korosi tulangan dan menurunkan durabilitas struktur secara signifikan. Salah satu solusi inovatif sekaligus ramah lingkungan untuk mengatasi masalah degradasi ini adalah pemanfaatan teknologi self-healing yang memungkinkan mortar memperbaiki dirinya secara mandiri. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji literatur secara komprehensif mengenai potensi penggabungan abu cangkang kerang lokan (Geloina erosa) sebagai material lokal yang melimpah dan crystalline admixture sebagai agen self-healing. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dari berbagai publikasi jurnal terdahulu. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa abu cangkang kerang lokan, yang kaya akan senyawa kalsium, berfungsi sangat baik sebagai micro-filler dan donor kalsium reaktif yang mendukung kelangsungan reaksi hidrasi lanjutan. Sementara itu, crystalline admixture berperan esensial sebagai pemacu reaksi kimia yang membentuk endapan kristal penutup pori secara cepat saat terpapar kelembaban. Gabungan dari kedua material ini, khususnya jika diaplikasikan pada lingkungan dinamis bersiklus basah-kering, secara teoritis mampu menyegel celah retakan secara optimal, persisten, dan stabil. Kesimpulannya, sinergi kedua agen ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi mortar infrastruktur yang lebih awet, kedap air, dan berkelanjutan.
PENGARUH PASIR, ABU TERBANG, DAN AIR PADA KARAKTERISTIK MEKANIS TANAH LEMPUNG Soewignjo Agus Nugroho; Ferry Fatnanta; Syawal Satibi; Muhamad Yusa; Agus Ika Putra; Gunawan Wibisono
Matriks Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v13i1.101745

Abstract

The shear strength and bearing capacity of soil are influenced by its type, mineral composition, and particle size. Both cohesion and the friction angle play significant roles in determining soil strength, while density is crucial for supporting forces. This study examines the effects of grain size, soil minerals, and water content on the shear strength and bearing capacity of soil. Various tests such as California Bearing Ratio, Direct Shear, and Unconfined Compression Test are conducted on sand and clay, compacted with different numbers of strikes and water contents. The study also explores the impact of organic soil and fly ash on shear strength. Additionally, immersion tests are performed to assess how water absorption affects the soil’s properties. Results show that compression at the optimum moisture content (OMC) produces the highest strength, while compression at higher moisture levels results in greater strength loss compared to drier conditions. At a constant water content, increased soil density leads to higher bearing capacity. Conversely, excess water content reduces the soil's strength. The presence of clay, fly ash, and organic material increases water absorption capacity. In sandy soils, the distribution of grain size significantly influences shear behavior. The addition of clay enhances both the friction angle and soil cohesion, while higher fly ash content tends to reduce the friction angle and improve soil cohesion. Interestingly, cohesion appears to be unaffected by the sand's gradation.  Keywords: bearing capacity, clay, fly ash, shear strength, sand.
Co-Authors Abdurrahman, Habib Abrar Rifqi Pratama Afdal Afdal Agus Ika Putra Agus Nugroho, Soewignjo Ahmad Fajriman Aidi Yani Fitri Ainiyyah Fadhilah Alfian Kamaldi Alfian Malik Alfikri, Nur Ali Imron Rusadi Andarsin Ongko Ardian Yolanda Ari Sandhyavitri Arief Rahman Arief Rijaldo Fajri Arif Rahman Avrilly Zesthree Mauliza Ayu Nofikasari Charla Putri Balqis Dhea Fitra Yofani Dinni Yunike Jasril Edy Saputra Eko Soebowo Erwin Erwin Fachrul Willian Fahri Hafisuddin Fahrurrozi Fandy Agisman Fauzi, Manyuk Febri Paramitha Ramadhani Ferisma Ratu Giri Ferry Fatnanta Frans Rezal Habib Abdurrahman Hasibuan, Putra S Hengki Tornando Horas Saut Maringan Marpaung Ihsanul Muslim Irvan Arisma Iskandar Romey Sitompul Ismeddyanto, Ismeddiyanto Ismi Siska Rahmayani Kairon Wika Rejeki Sembiring Kamaldi, Alfian Khairil Badry Khairul Umam Leo Santosa Leo Sentosa Lidno Fery hs M Novrizal Elsandi M Rendy Alfiansyah M. Shoffar Al Hafizh Mia Qoryati Michael Exaudi Siregar Milka Novita Manalu Mohd. Rizki Novianto Monita Olivia Monita Olivia Muhamad Yusa Muhammad Alfaridzi Adfan Muhammad Riyan Sabri Muhammad Rizky Muhammad Shalahuddin Muhammad Yusa Muhardi Niko Rizaldi Nur Alfikri Nurwijayanti Ori Patinsyah Qoryati, Mia R Rahmadani Rahmi Afifi Rahmi Afifi Ramadhan Yanuari Reno Diah Putri Rezha Yaren Ria Larici Rijaldo, Arief Rinaldi Rinaldi Roy Candra Rudy Satriya Pratama Satibi, Syawal Shakila Fuadah Lubis Soewignjo Agus Nugroho Soewignjo Agus Nugroho Sri Djuniati Suci Cahya Ferdilla Surgaroni uga Tika Oktaria Trivia Ariska Wicaksono Mahestra Noegroho Zakiyul Fuadi