Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Tepung Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas L) Fermentasi sebagai Substitusi Jagung Giling Terhadap Persentase Karkas dan Bagian-bagian Karkas Nila Satrina; Asmawati Asmawati; Muhammad Idrus
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 4 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i4.43065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tepung daun ubi jalar (Ipomoea batatas) fermentasi sebagai substitusi jagung giling terhadap persentase bobot dada dan persentase bobot punggung ayam KUB. Materi dalam penelitian ini menggunakan ayam KUB umur 2 bulan yang dipelihara selama 30 hari sebanyak 96 ekor. Pakan yang diberikan selama 30 hari diantaranya pakan campuran (Dedak, Konsentrat, Jagung) dan tepung daun ubi jalar sebagai substitusi jagung giling. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan dengan pemberian tepung daun ubi jalar fermentasi substitusi jagung giling 0% (P0), 5% (P1), 10% (P2) dan 15% (P3). Parameter yang diamati adalah persentase bobot dada dan persentase bobot punggung ayam KUB. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tepung daun ubi jalar fermentasi sebagai substitusi jagung giling ke dalam pakan dengan level sampai 15% tidak memiliki pegaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap persentase bobot dada dan persentase bobot punggung ayam KUB. Persentase bobot dada yang diperoleh dalam penelitian ini berkisar 20,72-23,01% dan persentase bobot punggung berkisar 27,81-32,53%.
A Quality and Productivity of Fresh Semen of Kalosi Chickens After Feeding Moringa Leaf Pellets: Kualitas dan Produktivitas Semen Segar Ayam Kalosi Setelah Pemberian Pakan Pellet Daun Kelor (Moringa oleifera) Rihul Islam Syahputra; Sri Firmiaty; Muhammad Idrus
Jurnal Agrisistem Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v21i2.508

Abstract

Ayam Kalosi merupakan salah satu plasma nutfah ayam asli di Sulawesi Selatan, namun saat ini populasinya sangat menurun jumlahnya. Salah satu cara mempercepat peningkatan populasi dapat dilakukan dengan melakukan Inseminasi Buatan (IB) dan dibutuhkan semen yang berkualitas. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pellet daun kelor terhadap produksi dan kualitas semen ayam Kalosi. Rancangan penelitian merupakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri dari 2 ekor ayam jantan, berumur 9 bulan-1 tahun, Pakan ayam terdiri dari campuran jagung, dedak (JD), dan konsentrat (K). Pemberian daun kelor (DK) sesuai perlakuan yaitu P0: 0% DK + 70% JD + 30% K; P1: 5% DK + 70% JD + 25% K, dan P2: 15% DK + 70% JD + 15% K. Data dianalisis menggunakan ANOVA dibantu SPSS v.25. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan nyata antar perlakuan. Volume semen P0 vs P1 vs P2 masing-masing 0,20; 0,25; 0,39 ml. Motilitas dan viabilitas sperma P0 vs P1 vs P2 yaitu 53,63; 82,25; 84,37 dan 56,50; 85,00; 88,13. Disimpulkan pemberian DK dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas semen ayam Kalosi. Pemberian DK sebanyak 15% menunjukkan hasil terbaik, karena daun kelor mengandung Zn yang berperan dalam proses spermatogenesis. Disarankan untuk ayam Jantan sebaiknya diberikan pellet DK sebanyak 15% guna meningkatkan kualitas dan produktivitas semen ayam Kalosi.
Substitusi Pakan Sisa Closed Housed dengan Pakan Basal Terhadap Peforma Ayam Broiler padli; Asmawati; Muhammad Idrus
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, Desember 2025
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jitpu.v5i2.6732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi pakan sisa closed dengan pakan basal terhadap peforma (konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan) ayam broiler setelah di pelihara selama 30 hari. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), menggunakan 5 perlakuan dan 3 ulangan. P0 = 100%pakan basal, P1 = 25% pakan sisa closed house + 75% pakan basal, P2 = 50% pakan sisa closed house + 50% pakan basal, P3 = 75% pakan sisa closed house + 25% pakan basal, P4 = 100% pakan sisa closed house. Data di analisis menggunakan uji anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan sisa closed house berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan, dan sangat berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan dan konversi pakan ayam broiler. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan baha substitusi pakan sisa closed house dengan pakan basal dapat meningkatkan konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan menurunkan konversi pakan. Disarankan penggunaan pakan sisa closed hous dapat mensubstitusi pakan basal sampai 100% pada ayam broiler. Kata kunci: subatitusi, pakan sisa closed house, pakan basal, ayam broiler, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan.
Penerapan Irigasi Defisit pada Produksi Melon Sultan Muhammad Idrus; I Gde Darmaputra; dian pratiwi
Journal of Horticulture Production Technology Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jhpt.v4i1.4470

Abstract

Deficit irrigation is the application of water to crops in amounts lower than their full water requirement without causing a significant reduction in yield. This study was conducted to investigate the effect of deficit irrigation on Sultan melon plants using a randomized block design with four levels of deficit irrigation applied from planting to harvest: 0% deficit irrigation (control), 15%, 30%, and 45%. Each treatment was replicated three times, with each replication consisting of three experimental units. The results showed that deficit irrigation had no significant effect on the number of leaves and plant height of Sultan melon, but it significantly affected leaf area, fresh stem weight, and fruit weight. The average fruit weight of Sultan melon under 0% deficit irrigation was 0.785 kg per plant, which was not significantly different from 15% deficit irrigation at 0.680 kg per plant. The deficit irrigation level that provided optimal yield and water productivity for Sultan melon was 15%, with fruit weight and water productivity of 0.704 kg per plant and 15 kg per m³ of water, respectively.
Pengaruh Model Pembelajaran dan Efikasi Diri Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Muhammad Idrus
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.81

Abstract

Model pembelajaran yang sesuai merupakan bagian penting dalam kegiatan proses belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Efikasi diri merupakan hal utama yang harus dimiliki oleh setiap pembelajar. Model pembelajaran inovatif yang mampu mengkombinasikan efikasi diri adalah model discovery learning dan model inkuiri learning. Fokus penelitian ini adalah menguji pengaruh model pembelajaran dan efikasi diri terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Sampel penelitian ini terdiri dari 60 siswa yang dipilih secara acak dengan menggunakan prosedur multistage random sampling. Informasi dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes dan angket. Analisis statistik dilakukan dengan analisis varians (ANOVA) dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran dan efikasi diri terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning lebih efektif jika dibelajarkan pada siswa yang memiliki efikasi diri tinggi karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan model inquiry learning. Respon siswa pun menunjukkan hasil lebih positif saat diterapkan model pembelajaran discovery learning dibandingkan dengan model inquiry learning. Sebaliknya siswa yang memiliki efikasi diri rendah lebih efektif jika dibelajarkan dengan model discovery learning dan inkuiri learning karena tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.