Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF ANIMASI TERHADAP MINAT BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS DI SD NEGERI 3 TANJUNG LAGO Sintia Utami; Jayanti Jayanti; Susanti Faipri Selegi
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 8, No 1 (2023): VOLUME 8 NUMBER 1 JANUARY 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v8i1.3758

Abstract

Tujuan penelitian ini “untuk mengetahui adanya pengaruh media interaktif animasi terhadap minat belajar pada mata  pelajaran IPS di SD Negeri 3 Tanjung Lago. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen dengan Desain Nonequivalent Control Group Design, populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu, peserta didik kelas V SD Negeri 3 Tanjung Lago sampel oleh peneliti adalah seluruh siswa kelas VA yang berjumlah 18 orang, dan kelas VB yang berjumlah 17 orang, yang secara keseluruhan siswa kelas VA dan VB berjumlah 35 orang, Teknik Uji T Independent Sample t test dan instrument pengumpulan data berdasarkan angket, dokumentasi dan observasi Hasil penelitian di kelas eksperimen menunjukkan bahwa angket bisa meningkatkan minat belajar, dilihat dari uji normalitas bahwa nilai signifikan kelas VA sebesar  0,695 > 0,05 dan untuk nilai signifikan kelas VB sebesar 0,241 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa signifikan posttest untuk kelas VA dan kelas VB yaitu lebih besar dari 0,05 sehingga data tersebut dinyatakan berdistribusi normal.  Dapat dilihat untuk menguji hipotesis menggunakan Uji T independent sample t test dengan kriteria nilai Sig. Levene’s Test for Equality of Varuances adalah sebesar 0,228 > 0,05 maka dapat diartikan bahwa varians data antara Posttest Kontrol dan Posttest Eksperimen adalah Homogen. Sedangkan tabel Output Independent Sampel test pada bagian Equal Varuances assumed diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam Uji Independent Sampel t test dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa pengaruhmedia interaktif bisa meningkatkan minat belajar siswa di lihat dari kelas eksperimen mengalami pengaruh dengan menggunakan media animasi dan kelas kontrol tidak mengalami pengaruh karena menggunakan model konvensional atau ceramah.
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI 200 PALEMBANG Iranti Muslimah; Jayanti Jayanti; Laili Rosita
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5119

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penggunaan model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran matematika kelas IV SD Negeri 200 Palembang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh model kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV SD Negeri 200 Palembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh model kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV SD Negeri 200 Palembang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 200 Palembang yang berjumlah 65 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen (eksperimen semu). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dua sampel independen (Independent Sample t-test). Berdasarkan hasil tes belajar siswa, diketahui bahwa rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen sebesar 80,63, sedangkan rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol sebesar 62,82. Hasil perhitungan hipotesis diperoleh dan pada taraf signifikan 0,05. Karena , maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV SD Negeri 200 Palembang.
Pengembangan Media Pop-Up Book pada Materi Bangun Ruang Untuk Kelas V SD Negeri 160 Palembang Febby Susanti; Jayanti Jayanti; Diana Widhi Rachmawati
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.5207

Abstract

Pembelajaran matematika pada materi bangun ruang di kelas V SD Negeri 160 Palembang masih didominasi metode ceramah dan penggunaan buku teks sehingga peserta didik mengalami kesulitan memahami konsep yang bersifat abstrak. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang lebih konkret, menarik, dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran pop-up book yang valid, praktis, dan efektif pada materi bangun ruang untuk untuk kelas V SD Negeri 160 Palembang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 160 Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan Model ADDIE, yang meliputi analysis, design, development, implementation, evaluation. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, observasi, dokumentasi, soal tes, dan validasi prototype. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh tingkat kevalidan 93% dengan kategori sangat valid berdasarkan penilaian tiga validator, yaitu validasi ahli media, validasi ahli materi, dan validasi ahli bahasa. Hasil uji coba one to one (3 siswa), uji coba kelompok kecil (9 siswa), dan uji coba kelompok besar (25 siswa) mencapai rata-rata 89% yang dikategorikan sangat praktis, dan nilai rata-rata soal tes dari 25 siswa adalah 88,64% yang dikategorikan sangat efektif. Dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan oleh peneliti dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.