Claim Missing Document
Check
Articles

Promosi Penjualan Produk Melalui Instagram Anne Ratnasari; Yusuf Hamdan; Aan Julia
Inter Komunika Vol 2, No 2 (2017): Inter Komunika: Jurnal Komunikasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.145 KB) | DOI: 10.33376/ik.v2i2.8

Abstract

Wanita pengusaha menjalin hubungan dengan calon konsumen melalui berbagai bentuk komunikasi pemasaran, di mana calon konsumen diberi informasi mengenai produk, dan membujuknya untuk  membeli produk. Salah satu bentuk penawaran kepada calon pembeli melalui media digital online. Berbagai kemudahan ditawarkan dalam penjualan online. Adapun tujuannya antara lain agar dapat meningkatkan antusiasme masyarakat membeli produk. Salah satu media digital online yang digunakan untuk promosi penjualan produk adalah Instagram. Dengan penggunaan media tersebut wanita pengusaha dapat mengaktualisasikan dirinya, karena memiliki aktivitas bisnis, namun sambil mengurus keluarganya. Dengan aktivitas tersebut produk yang ditawarkannya dapat bersaing dengan produk di dalam negeri dan global. Artikel ini merupakan hasil penelitian  yang bertujuan ini bertujuan untuk  menganalisis promosi penjualan yag mencakup kualitas produk, promosi penjualan yang berorientasi konsumen, menjadi sponsor sebuah acara, dan menggunakan Instagram yang penggunaannya dipadukan dengan telepon. Metode penelitian ini kualitatif dengan teknik analisis data berupa studi kasus.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi pustaka. Informan penelitian Hasil penelitian  menemukan, wanita pengusaha menerapkan promosi penjualan berupa  produk yang ditawarkan kepada calon konsumen  berkualitas, dengan memperhatikan mutu, ciri, manfaat, model, dan kemasan produk,  menerapkan promosi penjualan yang berorientasi konsumen berupa diskon, dan membagikan produk dalam jumlah kecil,  menjadi sponsor sebuah acara, dan menggunakan Instagram sebagai media informasi kepada calon konsumen.
Promosi Bisnis Untuk Meningkatkan Omzet Penjualan Yusuf Hamdan; Anne Ratnasari; Aning Sofyan; Dikdik Tandika
Inter Komunika Vol 2, No 2 (2017): Inter Komunika: Jurnal Komunikasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.339 KB) | DOI: 10.33376/ik.v2i2.9

Abstract

Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pasar Tani Sabilulungan aktif mengembangkan berbagai jenis usaha, namun dalam aktivitasnya terkendala salah satu masalah yaitu pemasaran. Pelaku usaha sebagai anggota asosiasi tersebut kurang memiliki keterampilan dalam mempromosikan bisnisnya yang seharusnya dapat ditransformasikan menjadi penjualan. Masalah tersebut menjadi dasar dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang akan diselenggarakan ini. Materi  pelatihan berisi perencanaan bisnis dan model bisnis, bentuk promosi bisnis, penerapan promosi bisnis dalam meningkatkan omzet penjualan, dan simulasi berupa menyusun pesan promosi bisnis melalui leaflet. Metode pelatihan yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, dan simulasi. Kegiatan PKM ini merupakan pelatihan yang baru pertama kali diselenggarakan. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami perencanaan dan model bisnis, bentuk promosi bisnis, dan penerapannya dalam meningkatkan omzet penjualan, serta  menyusun  pesan promosi bisnis melalui leaflet. Evaluasi pelatihan dilakukan tes awal (pretest), untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan promosi bisnis. Hasil pengukuran pretest peserta kurang memiliki pengetahuan yang memadai  mengenai promosi bisnis, karena hasilnya cukup. Adapun setelah peserta  mengikuti pelatihan, dilakukan postest, peserta memperoleh nilai yang sangat tinggi pada aspek pengetahuan dan pada saat simulasi (praktek) promosi bisnis. Dengan melakukan promosi bisnis, peserta  diharapkan dapat meningkatkan omzet penjualan produknya. 
Promosi Penjualan Produk Luberground di Instagram @LUBERGROUND.ID Intan Trias Anisha; Anne Ratnasari
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.674 KB) | DOI: 10.29313/jrmk.v1i2.467

Abstract

Abstract.. Luberground is one of the fast food culinary restaurants by applying the concept of an open kitchen because the kitchen for making food is in the front and open. With the PSBB in the Covid-19 Pandemic situation, this restaurant took advantage of its sales promotions through Instagram due to the limited direct or offline sales promotions during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the form of sales promotion on Instagram, content, obstacles and efforts to overcome them, as well as the reasons for photos and videos on Instagram feeds to become a mainstay. So this research is expected to provide more knowledge for other researchers about Sales Promotion on Instagram, and it is hoped that there will be more developments for Luberground regarding forms and content as sales promotion activities. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The data collection techniques used were observation, interviews, documentation, and literature study. The research subjects were Operations Manager, Social Media Marketing, Luberground Employees and Consumers. The results of the research found by researchers are that in promoting their product sales, Luberground provides forms of sales promotion through Instagram such as discounts, free products and special package promos. Then in carrying out its sales promotion activities, Luberground creates interesting content to introduce and market the available products. The content is in the form of photo content regarding product photos, activity photos, and daily promo photos. Then there is also video content about videos of the product manufacturing process and videos about available promos that are packaged in a short 1 minute video story. Uniquely, Luberground creates social experience video content to introduce its newest product and at the same time invite consumers to do good. The perceived obstacles when conducting sales promotions on Instagram are the limited direct sales promotion activities and the Instagram algorithm error in uploading sales promotion content. Efforts to overcome these obstacles are by optimizing online promotional activities assisted by the personal Instagram of Luberground staff and other employees to reach a wider target audience. Abstrak. Luberground adalah salah satu restaurant kuliner cepat saji dengan menerapkan konsep open kitchen karena dapur pembuatan makanannya yang berada di depan dan terbuka. Dengan adanya PSBB di situasi Pandemi Covid-19 restaurant ini memanfaatkan promosi penjualannya melalui Instagram karena terbatasnya promosi penjualan langsung atau offline selama pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk promosi penjualan di Instagram, konten, hambatan dan upaya untuk mengatasinya, serta alasan foto dan video pada feeds Instagram menjadi andalan. Maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih bagi peneliti lain mengenai Promosi Penjualan di Instagram, serta diharapkan adanya perkembangan lebih bagi Luberground mengenai bentuk dan konten sebagai kegiatan promosi penjualannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Subjek penelitan yaitu Manager Operasional, Marketing Media Sosial, Karyawan dan Konsumen Luberground. Hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti yaitu dalam melakukan promosi penjualan produknya Luberground memberikan bentuk promosi penjualannya melalui Instagram seperti potongan harga, gratis produk dan promo paket spesial. Kemudian dalam melakukan kegiatan promosi penjualannya Luberground membuat konten-konten yang menarik guna memperkenalkan dan memasarkan produk yang tersedia. Konten tersebut berupa konten foto mengenai foto produk, foto kegiatan, dan foto promo harian. Lalu ada pula konten video mengenai video proses pembuatan produk dan video mengenai promo yang tersedia yang dikemas dalam sebuah video cerita pendek berdurasi 1 menit. Uniknya Luberground membuat konten video social experience guna memperkenalkan produk terbarunya dan sekaligus mengajak konsumen melakukan kebaikan. Hambatan yang dirasakan saat melakukan promosi penjualan di Instagram adalah terbatasnya kegiatan promosi penjualan secara langsung dan algoritma Instagram error dalam mengunggah konten-konten promosi penjualan. Upaya mengatasi hambatan tersebut yaitu dengan mengoptimalkan kegiatan promosi secara online dibantu dengan Instagram milik pribadi staff dan karyawan Luberground lainnya agar mencapai target khalayak yang lebih luas.
Promosi Produk Kuliner Melalui Instagram RD. Salma Widyadhana; Anne Ratnasari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.806 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i1.653

Abstract

Abstract. In this era of globalization, the culinary business has experienced very significant growth, one of which is in the city of Bandung. The Parlor is one of the businesses in the culinary field in the city of Bandung, which has its own uniqueness in terms of serving food and in terms of place. The purpose of this study is to find out how to present culinary product advertisements on Instagram, promote product sales, product promotion barriers and efforts to overcome them, as well as the reasons for choosing mainstay features. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The data collection techniques used were observation, interviews, documentation, and literature study. The subjects of this research are Operations Manager, Social Media Marketing and Consumers of The Parlor. The results of the research found by researchers are that in promoting their products, The Parlor provides product advertisements through Instagram such as new menus, saving packages, free product promos. Then in carrying out its sales promotion activities, The Parlor creates interesting content to introduce and market the available products. Obstacles felt when promoting products directly and Instagram algorithms that are not appropriate in uploading product promotional content. Efforts to overcome these obstacles are by relying on online promotional activities assisted by disseminating product promotional content by personal Instagram accounts of employees and other The Parlor staff in order to reach a wider target audience. Abstrak. Di era globalisasi ini bisnis kuliner mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, salah satunya di kota Bandung. The Parlor merupakan salah satu usaha dibidang kuliner di kota Bandung, yang memiliki keunikan tersendiri dari segi menyajian makanan dan segi tempat. Tujuan penelitian ini untuk mengetetahui bagaimana penyajian iklan produk kuliner di instagram, promosi penjualan produk, hambatan promosi produk dan upaya mengatasinya, serta alasan memilih fitur-fitur andalan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pedekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Subjek penelitian ini yaitu Manager Operasional, Marketing Media Sosial dan Konsumen The Parlor. Hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti yaitu dalam melakukan promosi produknya The Parlor memberikan penyejian iklan produknya melaui Instagram seperti menu baru, paket hemat, promo gratis produk. Kemudian dalam melakukan kegiatan promosi penjulannya The Parlor membuat konten yang menarik guna memperkenalkan dan memasarkan produk yang tersedia. Hambatan yang dirasakan saat melakukan promosi produk secara langsung dan algoritma Instagram yang tidak sesuai dalam mengunggah konten-konten promosi produk. Upaya mengatasi hambatan tersebut yaitu dengan mengandalkan kegiatan promosi secara online dibantu dengan menyebar luaskan konten promosi produk oleh akun Instagram milik pribadi karyawan dan staff The Parlor lainnya agar mencapai target khalayak yang lebih luas.
Personal Selling dalam Memasarkan Jasa Penyelenggaraan Event Corporate Septi Asifa Amalia; Anne Ratnasari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.447 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i1.1398

Abstract

Abstract. Various efforts have been made by the company, especially companies engaged in the event management service industry. Of the many existing event organizer businesses, various efforts to get clients are carried out with various forms of marketing communications to make them more recognized and superior. The author is interested in marketing communication efforts through personal selling carried out by one of the event organizers in Bandung in organizing corporate events. The purpose of this study was to determine the personal selling activities carried out by Vecha Activation in providing services for organizing corporate events. It is hoped that in this study, it can provide more knowledge for other researchers regarding personal selling activities in marketing services, it is also expected for Vecha Activation to improve promotions and event concepts. The research method used in this study is a qualitative research method with a case study approach and a constructivist paradigm. Through this research method, the author wants to know the personal selling process carried out by Vecha Activation in marketing its services. Data collection techniques used are interviews, observation, documentation and literature study. The research subjects are the CEO of Vecha Activation as the owner, staff of the marketing division of Vecha Activation, and clients of Vecha Activation. The data analysis technique used by the author is a data analysis technique according to Miles and Huberman. The results of the study found that the forms of personal selling carried out were retail selling, field selling and executive selling. Furthermore, there are several stages of personal selling that are carried out, namely determining clients according to market segmentation, seeking information and client approaches, mining insights, percentages, build adjust and iterate, and closing. Barriers faced when doing personal selling are disagreements, minimal relationships with various companies and lack of ability to assess potential clients. Efforts to overcome these obstacles are referring to TOR (Term of Reference), sending canvassing emails and monitoring client activities through social media and company-owned websites. And the uniqueness of the concept found is that there are gimmick performances and the advantages of visualization and digitization. Abstrak. Berbagai upaya dilakukan perusahaan khususnya perusahaan yang bergerak pada bidang industri jasa penyelenggaraan event. Dari sekian banyak usaha event organizer yang ada, berbagai upaya untuk mendapatkan klien dilakukan dengan berbagai bentuk komunikasi pemasaran agar semakin dikenal dan unggul. Penulis tertarik pada upaya komunikasi pemasaran melalui personal selling yang dilakukan oleh salah satu event organizer di Bandung dalam menyeleggarakan event corporate. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kegiatan personal selling yang dilakukan oleh Vecha Activation pada penyediaan jasa penyelenggaraan event corporate. Maka diharapkan dalam penelitian ini, dapat memberikan pengetahuan yang lebih untuk peneliti lain mengenai kegiatan personal selling dalam memasarkan jasa, juga diharapkan bagi Vecha Activation untuk meningkatkan promosi dan konsep acara. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma konstruktivis. Melalui metode penelitian ini, penulis ingin mengetahui proses personal selling yang dilakukan Vecha Activation dalam memasarkan jasanya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Subjek penelitian yaitu CEO Vecha Activation sebagai pemilik, staff divisi marketing Vecha Activation, dan klien Vecha Activation. Teknik analisis data yang digunakan penulis adalah teknik analisi data menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian yang ditemukan adalah bentuk personal selling yang dilakukan adalah retail selling, field selling dan executive selling. Selanjutnya ada beberapa tahapan personal selling yang dilakukan yaitu menentukan klien sesuai segmentasi pasar, mencari informasi dan pendekatan klien, insight mining, persentasi, build adjust and iterate, dan closing. Hambatan yang dihadapi saat melakukan personal selling adalah adanya ketidaksepakatan, minim relasi dengan berbagai perusahaan dan kurangnya kemampuan dalam menilai klien berpotensial. Upaya mengatasi hambatan tersebut adalah mengacu pada TOR (Term of Reference), mengirimkan canvassing email dan memantau aktivitas klien melalui media sosial dan website milik perusahaan. Serta keunikan pada konsep yang ditemukan adalah terdapat pentas gimmick serta keunggulan visualisasi dan digitalisasi.
Sales Promotion Produk Hijab Clothing di Instagram Radhita Safira Kalimaya; Anne Ratnasari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.045 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i1.1403

Abstract

Abstract. The city of Bandung, is one of the cities where the creative hijab clothing industry develops. The development of this industry is inseparable from the efforts of business people to create, market and build their own brands in the Muslim fashion industry, especially hijab on social media, one of which is marketing products on Instagram. Hijab clothing that uses Instagram as a promotional medium is Deans Collection. In carrying out its promotion, Deans Collection uses Instagram media to carry out promotions such as holding giveaways, discounted prices, free shipping for buyers on the website and loyalty points. This study aims to identify and recognize sales promotion activities carried out on social media Instagram Deans Collection. The research method used in this research is a qualitative research method with a constructivist paradigm and a holistic single case study approach. By using this research method, the researcher wants to know how the sales promotion of Deans Collection hijab products on social media Instagram @deanscollection. Data collection techniques are carried out using interviews, observation, and documentation. The informants taken in this study were the Deans Collection owner as the owner of the hijab sales business, and the Content Creator Deans Collection as content creator on Instagram @deanscollection. In data analysis techniques, researchers used Miles and Guberman data analysis techniques. Abstrak. Kota Bandung, adalah salah satu kota tempat berkembangnya industri kreatif hijab clothing. Berkembangnya industri ini tidak terlepas dari upaya para pebisnis untuk membuat, memasarkan dan membangun merk sendiri dalam industri fashion muslim terutama hijab di media sosial, salah satunya melakukan pemasaran produk di instagram. Hijab clothing yang menggunakan instagram sebagai media promosi adalah Deans Collection. Dalam melakukan promosinya, Deans Collection menggunakan media Instagram untuk melakukan promosi seperti mengadakan giveaway, potongan harga, gratis ongkir khusus pembeli di website dan juga loyalty point. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengenal kegiatan sales promotion yang dilakukan pada sosial media Instagram Deans Collection. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan pendekatan studi kasus tunggal holistik. Dengan menggunakan metode penelitian ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana sales promotion produk hijab Deans Collection pada media sosial Instagram @deanscollection Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan yang di ambil dalam penelitian ini adalah owner Deans Collection selaku pemilik usaha penjualan hijab, dan Content Creator Deans Collection selaku pembuat konten pada Instagram @deanscollection Dalam teknik analisis data peneliti menggunakan teknik analisis data Miles dan Guberman.
Promosi Produk Footwear di Instagram Mila Salsabila; Anne Ratnasari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.829 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i1.1776

Abstract

Abstract. The development of social media has made online shopping the most promising business with significant developments. Dianable is a brand that has developed through social media Instagram, a brand of women's sandals and shoes that has uniqueness and characteristics in terms of design, material, color, and fashion concept. Dianable's promotions take full advantage of current social media, especially Instagram. As the main media, Instagram is very effective for sharing information about the Dianable brand and products. This research is entitled “Footwear Product Promotion on Instagram” (a case study on the @Dianable_ account). The purpose of this study is to find out what promotions are used in the @dianable_ instagram account, understand the Instagram features used by Dianable, find out why Dianable held a surprise giveaway to build consumer loyalty. The research method used is a qualitative research method with a case study approach. Data collection techniques are carried out by; interviews, observations, literature studies, documentation. Informants in this study were Owner and Digital Marketing officer Dianable. This research shows that Dianable in its promotion uses three elements of promotion including advertising (periklanan), sales promotion (promosi penjualan), and public relations (hubungan masyarakat). Dianable also takes advantage of Instagram features such as feeds, stories, live and Instagram shopping. As well as packaging a surprise giveaway as a form of appreciation to consumers who have collected Dianable products, this is done with the aim of increasing loyalty in order to create trust, repeat purchases and make recommendations to other potential customers. Abstrak. Berkembangnya media sosial membuat online shop menjadi bisnis paling menjanjikan dengan perkembangan yang signifikan. Dianable menjadi salah satu brand yang berkembang melalui media sosial instagram, salah satu brand sandal dan sepatu wanita yang memiliki keunikan dan ciri khas dari segi design, material, warna, hingga konsep fashion. Promosi yang dilakukan Dianable sangat memanfaatkan media sosial saat ini, terutama instagram. Sebagai media utama, instagram sangat efektif untuk membagikan informasi mengenai brand dan produk Dianable. Penelitian ini berjudul “Promosi Produk Footwear di Instagram” (studi kasus pada akun @Dianable_). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui promosi apa saja yang digunakan dalam akun instagram @dianable_, memahami fitur-fitur instagram yang dimanfaatkan Dianable, mengetahui alasan Dianable mengadakan surprise giveaway untuk membangun loyalitas konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara; wawancara, observasi, studi pustaka, dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Owner dan Digital Marketing officer Dianable. Penelitian ini menghasilkan bahwa Dianable dalam promosinya menggunakan tiga elemen bentuk promosi diantaranya iklan, sales promotion (promosi penjualan), dan public relation (hubungan masyarakat). Dianable juga memanfaatkan fitu instagram seperti feeds, story, live dan instagram shopping. Serta pengemasan surprise giveaway sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen yang sudah mengkoleksi produk Dianable, hal ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan loyalitas agar menciptakan kepercayaan, pembelian yang berulang dan adanya perekomendasian kepada calon konsumen lain.
Hubungan Seventeen sebagai Brand Ambassador Lazada dengan Keputusan Pembelian Followers Haifa Zhafirani Gunawan; Anne Ratnasari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.679 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.2817

Abstract

Abstract. In running a company, each individual has a different way of promotion so that the products sold are known, accessed, and bought by many people. One way is for each company to provide an appeal to its advertisements by bringing out advantages in order to attract the attention of consumers so that consumers can buy their products, as is done by one of the E-commerce, namely Lazada. Lazada recruited one of the South Korean K-Pop boy groups, namely Seventeen, to become Lazada's Brand Ambassador in November 2021. This study aims to find out whether there is a relationship between Seventeen's Visibility as Lazada Brand ambassador and Followers' purchasing decisions, to find out whether there is a relationship between Credibility Seventeen as Lazada Brand ambassador with Followers purchasing decisions, to find out whether there is a relationship between Seventeen's Attraction as Lazada Brand ambassadors and Followers purchasing decisions, to find out whether there is a relationship between Seventeen's Power as Lazada Brand ambassadors and Followers purchasing decisions, to find out which is Visibility, Which Seventeen's Credibility, Attraction, and Power have the biggest relationship with followers' buying decisions. This research is a quantitative research through a correlational approach. Determination of the sample by simple random sampling. The data collection technique used is by distributing online questionnaires to @lazada_id Instagram followers and making observations on the @lazada_id Instagram page. This study uses the VisCAP model to identify brand ambassadors with indicators including Visibility, Credibility, Attraction, and Power. In this research, there are X variables (brand ambassador characteristics) and Y variables (purchase decisions). From the results of this study it was found that there was a relationship between Seventeen as Lazada Brand Ambassador and Followers Purchase Decisions with a correlation coefficient of 0.353 Abstrak. Dalam menjalankan suatu perusahaan, tiap individu mempunyai cara promosi yang berbeda beda agar produk yang dijual dikenal, diakses, dan dibeli oleh banyak orang. Salah satu caranya adalah setiap perusahaan untuk memberikan daya tarik terhadap iklannya dengan memunculkan keunggulan demi menarik perhatian konsumen agar konsumen dapat membeli produknya, seperti yang dilakukan oleh salah satu E-commerce yakni Lazada. Lazada menggaet salah satu boygroup K-Pop Korea Selatan yakni Seventeen untuk menjadi Brand Ambassador Lazada pada bulan November 2021. Penelitian ini tujuannya diantaranya untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara Visibility Seventeen sebagai Brand ambassador Lazada dengan keputusan pembelian Followers, untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara Credibility Seventeen sebagai Brand ambassador Lazada dengan keputusan pembelian Followers, untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara Attraction Seventeen sebagai Brand ambassador Lazada dengan keputusan pembelian Followers, untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara Power Seventeen sebagai Brand ambassador Lazada dengan keputusan pembelian Followers, untuk mengetahui Manakah dari Visibility, Credibility, Attraction, dan Power Seventeen manakah yang memiliki hubungan palingan besar dengan keputusan pembelian Followers. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif melalui pendekatan korelasional. Penentuan sampelnya dengan simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara menyebarkan kuesioner secara online kepada followers instagram @lazada_id dan melakukan observasi yang telah dilakukan pada halaman instagram @lazada_id. Penelitian ini menggunakan model VisCAP untuk mengetahui brand ambassador dengan indikatornya yang meliputi Visibility, Credibility, Attraction, dan Power. Pada penelitian ini ada variabel X (karakteristik brand ambao;ssador) dan variabel Y (keputusan pembelian). Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa terdapat hubungan antara sedang antara Seventeen Sebagai Brand Ambassador Lazada dengan Keputusan Pembelian Followers dengan koefisien korelasi sebesar 0,353.
Bauran Promosi Coffee Shop Wiedu di Instagram Putri Ayu Febriyanti; Anne Ratnasari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.107 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.2901

Abstract

Abstract. one of the important factor to achieve success for a business is promotion. The coffee shop has now expanded to become one of the places frequented by young people to fulfill their lifestyle. Coffee shops are growing rapidly along with the lifestyles of young people who like to hang out at coffee shops. Wiedu Coffee Shop takes advantage of this business opportunity in its business. The marketing target is mainly aimed at young people, so the right promotion media is through Instagram social media which is often visited by young people on their smartphones. The author does a promotion mix or marketing communication mix with promotional tools to communicate product value and build relationships with customers. The promotional tools applied are advertising, sales promotion, events and experiences, public relations and publicity, online and social media marketing, mobile marketing, direct and database marketing, and personal selling. The purpose of this study was to identify the promotional mix at the Wiedu Coffee Shop. This research applies qualitative research methods with descriptive study research. Data obtained through direct observation, interviews, and documentation. The results obtained are the theory of the promotion mix at the Wiedu Coffee Shop. This shows that Wiedu Coffee Shop is in the mix of advertising, sales promotion, public relations, personal selling, and direct marketing. The result of this research is that Wiedu Coffee Shop has implemented promotion mix through Instagram social media. Abstrak. Promosi merupakan salah satu faktor penting untuk meraih kesuksesan bagi suatu usaha. Coffee shop kini telah merambah menjadi salah satu tujuan yang kerap dikunjungi anak muda guna untuk memenuhi gaya hidup mereka. Coffee shop semakin berkembang pesat seiring dengan lifestyle anak muda yang gemar nongkrong di coffee shop. Wiedu Coffee Shop memanfaatkan peluang usaha tersebut dalam bisnisnya. Target pemasaran terutama ditujukan pada anak muda, sehingga media promosi yang tepat yaitu melalui media sosial Instagram yang kerap dikunjungi anak-anak muda dalam smartphone mereka. Penulis melakukan bauran promosi yang mana bauran komunikasi dilakukan dengan peralatan promosi untuk mengomunikasikan nilai produk dan menciptakan relasi dengan customer. Adapun alat promosi yang diterapkan yaitu personal selling, online and social media marketing, advertising, sales promotion, public relations and publicity, direct and database marketing, mobile marketing, serta events and experiences. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasikan bauran promosi pada Wiedu Coffee Shop. Penelitian ini menggunakaan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian studi secara deskriptif. Data yang diperoleh melalui kegiatan pengamata, sesi wawancara, serta sesi dokumentasi. Berdasarkan penelitian ini maka diperoleh hasil penelitian yaitu teori bauran promosi di Wiedu Coffee Shop sudah dilaksanakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa Wiedu Coffee Shop berada di bauran iklan atau promosi, relasi dengan masyarakat, penjual individu, serta sarana marketing. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa Wiedu Coffee Shop telah menerapkan bauran promosi melalui media sosial Instagram.
Hubungan Promosi Penjualan Work Coffee Indonesia di Instagram dengan Loyalitas Followers Agung Dwi Priyanto; Anne Ratnasari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.597 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.3431

Abstract

Abstract. With the rapid development of the economy in the current digital era, competition in the business world is even tighter considering the proliferation of fashion and culinary outlets to compete with existing outlets, especially outlets in the Food and Beverage sector. Moreover, the Food and Beverage business is one of the businesses that is experiencing positive growth even during the COVID-19 pandemic. The rapid growth of social media users is an opportunity for business people to expand their reach to carry out Sales Promotions, increase Loyality of Consumer. This study uses a quantitative correlation method, with Sales Promotion as the X variable and Purchase Decision with the Y variable. The sample used is 91 people, obtained from the total population of active followers of Instagram @workcoffeeindonesia, which amounts to 1,000 people. Data was collected by distributing questionnaires, conducting interviews, and looking at references from the literature study. The analysis technique to calculate the data is using Spearman rank.The results of the SPSS count data obtained a correlation value of 0.786. It can be stated that there is a strong relationship between Work Coffee Indonesia Sales Promotion on Instagram and Follower Loyalty. This means that sales promotion is one of the factors which has a high attractiveness in creating loyal customers for a product. Abstrak. Dengan pesatnya perkembangan perekonomian di era digital saat ini, persaingan dalam dunia bisnis pun semakin ketat lagi mengingat semakin menjamurnya yang mendirikan outlet-outlet fashion maupun kuliner untuk bersaing dengan outlet-outlet yang sudah ada, khususnya outlet-outlet dalam bidang Food and Beverage. Apalagi bisnis di bidang Food and Beverage ini merupakan salah satu bisnis yang mengalami pertumbuhan yang positif meskipun di masa pandemi COVID-19. Pesatnya pertumbuhan pengguna media sosial menjadi sebuah kesempatan bagi para pelaku bisnis dalam memperluas jangkauannya untuk melakukan Promosi Penjualan meningkatkan Loyalitas Konsumen. Penulis menggunakan Work Coffee Indonesia sebagai objek penelitian ini Dalam kegiatan Promosi Penjualannya, Work Coffee Indonesia melakukan beberapa kegiatan seperti mengadakan Premium, Rebate, Price Pack, dan Contest di akun instagram mereka. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif Korelasional, dengan Promosi Penjualan sebagai variabel X dan Keputusan Pembelian dengan variabel Y. Sampel yang digunakan berjumlah 91 orang, didapat dari jumlah populasi followers aktif dari instagram @workcoffeeindonesia yang berjumlah 1.000 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuisioner, melakukan wawancara, dan melihat referensi dari studi kepustakaan. Teknik analisis untuk menghitung data menggunakan rank spearman.Hasil dari data hitung SPSS diperoleh nilai korelasi 0,786. Dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara Promosi Penjualan Work Coffee Indonesia di Instagram dengan Loyalitas Followers. Hal ini berarti promosi penjualan merupakan salah satu faktor dimana memiliki daya tarik tinggi dalam terciptanya pelanggan yang loyal terhadap suatu produk.