Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kesulitan Belajar dalam Pembelajaran Mata Kuliah Dasar Gerak Pencak Silat pada Mahasiswa PJKR di FIK UNY Nur Rohmah Muktiani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian diawali adanya keinginan untuk dapat mewujudkan pembelajaran dasar gerak pencaksilat yangberkualitas. Langkah awal adalah pentingnya memiliki data tentang analisis kebutuhan terutama mengenaifaktor kesulitan belajar yang akan menentukan proses dalam mendesain pembelajaran. Tujuan penelitian iniadalah mengetahui faktor-faktor kesulitan belajar dalam pembelajaran Dasar Gerak Pencaksilat padamahasiswa PJKR FIK UNY. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif menggunakan metode survey daninstrumen penelitian berupa angket. Validitas instrumen berdasarkan validitas konstruksi. Subyek penelitianadalah mahasiswa prodi PJKR sebanyak 103 mahasiswa. Mahasiswa tersebut adalah mahasiswa yang sudahmengikuti perkuliahan Dasar gerak pencak silat. Teknik Analisis data menggunakan analisis diskriptif dalambentuk persentase. Hasil penelitian bahwa mahasiswa merasa kesulitan belajar yang bersumber dari faktormateri yakni tentang peraturan pertandingan (63.10%) dan jurus baku(50,63%), bersumber dari faktor dirisendiri(27,53%) karena tidak memiliki keterampilan awal(57.28%) dan keterampilanberbahasa/komunikasi(31.06%), bersumber dari faktor Dosen(12,06%) karena faktor kuranginteraksi(23.30%) dan tugas-tugas pembelajaran (16.50%), dan bersumber dari faktor lingkungan (9,78%)karena faktor alat (46.60%) dan tempat/hall (33.00).
Pelatihan Self-Massage untuk Karateka dalam Mengatasi Kelelahan Pasca Latihan Kadir, Suprianto; Haryanto, Arief Ibnu; Suardika, I Kadek; Muktiani, Nur Rohmah
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v6i2.178

Abstract

Kelelahan pasca latihan adalah masalah umum yang dihadapi oleh atlet, salah satunya karateka yang melibatkan intensitas tinggi dan durasi panjang. Self-Massage adalah teknik yang dapat membantu mempercepat proses pemulihan dengan meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, dan mengurangi nyeri otot. Pengabdian ini dilaksanakan di Gelanggang Olahraga David Tony Kabupaten Gorontalo yang menggunakan beberapa peralatan yaitu bed massage, matras, roller foam, gun massage, matras, back massager magnetic therapy, minyak zaitun, dan handuk wajah. Metode untuk pengabdian ini dirancang melalui prosedur observasi lapangan, koordinasi dengan pengurus, Focus Group Discussion, pelaksanaan pelatihan, evaluasi dan publikasi artikel. Hasil dari evaluasi yang memakai metode lembar observasi yang mencakup tingkat partisipasi, kolaborasi dan kerjasama, penerapan materi, keterampilan yang diperoleh, dan respons terhadap pertanyaan menggambarkan bahwa pengabdian ini berjalan dengan baik dan sukses. Kesimpulannya, pelatihan Self-Massage yang dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan atlet dan pelatih dalam mengatasi kelelahan pasca latihan. Peserta disarankan untuk rutin mengintegrasikan teknik Self-Massage dalam rutinitas pemulihan mereka dan mengikuti sesi tindak lanjut untuk memastikan praktik yang konsisten serta pembaruan pengetahuan.
Analisis perencanaan karier mahasiswa baru Prodi PJKR terhadap kesesuaian profil lulusan Andrianto, Sigit Dwi; Yudanto, Yudanto; Muktiani, Nur Rohmah; Nopembri, Soni; Sari, Indra Nur Martika; Purnomo, Tantri Heriyanti
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v19i2.70759

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis terhadap perencanaan karier mahasiswa baru program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) terhadap kesesuaian profil lulusan. Penulis mengimplementasikan rangkaian penelitian deskriptif kuantitatif melalui pendekatan survei dengan angket secara online melalui google form. Subjek penelitian adalah 132 mahasiswa baru semester dua prodi PJKR FIK UNY baik putra maupun putri dengan rentang usia 18-20 tahun yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang dibagi kedalam empat aspek menunjukkan jika Aspek pengetahuan rata-rata sebanyak 120 (90,6%) mahasiswa baru menyatakan telah merencanakan karier profesinya, mengetahui profil lulusan, cocok dengan profil lulusan, dan yakin akan mencapai karier pada salah satu profil lulusan. Aspek motivasi rata-rata sebanyak 126 (95,2%) mahasiswa baru merasa nyaman kuliah di Prodi PJKR, penuh motivasi, lingkungan internal dan eksternal mendukung kelancaran studi, serta tidak merasa salah jurusan atau salah bidang keahlian. Aspek aktualisasi rata-rata sebanyak 110 (83,9%) mahasiswa baru tidak memiliki masalah internal dan eksternal yang dapat menghambat studi, akan memilih salah satu pilihan pekerjaan dari profil lulusan, dan tidak memiliki keinginan memilih bekerja tidak sesuai dengan profil lulusan. Aspek perencanaan rata-rata sebanyak 99 (75,35%) mahasiswa baru mempunyai rencana dan keinginan melanjutkan studi, lingkungan internal dan eksternal mendukung melanjutkan studi, serta memiliki rencana sumber biaya yang akan di gunakan untuk menempuh studi lanjut. Abstract: The purpose of this study was to analyze the career planning of new students of the Health and Recreation Physical Education (PJKR) study program on the suitability of graduate profiles. The author implemented a series of quantitative descriptive research through a survey approach with an online questionnaire through google form. The subjects of the study were 132 new students in the second semester of PJKR FIK UNY study program, both boys and girls, with an age range of 18-20 years determined through purposive sampling techniques. The results of the study were divided into four aspects show if the average knowledge aspect of 120 (90.6%) new students stated that they had planned their professional careers, knew the graduate profile, matched the graduate profile, and were confident that they would achieve a career in one of the graduate profiles. The average motivation aspect of 126 (95.2%) new students feels comfortable studying in PJKR Study Program, full of motivation, internal and external environment supports smooth study, and does not feel wrong majors or wrong areas of expertise. The average actualization aspect of 110 (83.9%) new students does not have internal and external problems that can hinder their studies, will choose one of the job options from the graduate profile, and does not have the desire to choose work not in accordance with the graduate profile. The average planning aspect of 99 (75.35%) new students has a plan and desire to continue their studies, the internal and external environment supports continuing their studies, and has a plan for funding sources that will be used to pursue further studies.
MOTIVASI PESERTA DIDIK BERAKTIFITAS FISIK DI SEKOLAH Ayuningrum, Fitri; Utami, Nur Sita; Broto, Danang Pujo; Muktiani, Nur Rohmah
Majalah Ilmiah Olahraga (MAJORA) Vol. 29 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/majora.v29i2.68220

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motivasi peserta didik melakukan aktivitas fisik di sekolah. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SD N Caturtunggal 7 dengan 15 subjek dari populasi peserta didik 17 orang. Pemilihan subjek penelitian berdasarkan pertimbangan dan pengamatan aktivitas fisik selama 2 minggu berturut-turut di sekolah. Kriteria yang ditentukan yaitu peserta didik yang berturut-turut melakukan aktivitas fisik. Peserta didik melakukan aktivitas fisik karena adanya dorongan internal dan dorongan eksternal, selain motivasi internal yang berasal dari diri peserta didik dan eksternal berasal dari luar seperti teman sekolah, orang tua, dan guru. Goals menjadi salah satu bagian motivasi untuk melakukan aktivitas fisik, dimana peserta didik memiliki cita-cita menjadi atlet, dan guru PJOK. Aktivitas fisik yang dilakukan peserta didik tergolong pada aktivitas berat yaitu sepak bola, karena sepak bola menjadi aktivitas favorit peserta didik, kemudian aktivitas sedang yang dilakukan peserta didik berupa petak umpet, permainan tradisional, catur, bersepeda, lari-lari.  LEARNER'S MOTIVATION FOR PHYSICAL ACTIVITY AT SCHOOL AbstractsThe purpose of this study was to determine the motivation of students to do physical activity at school. The research method used was descriptive qualitative research. This research was conducted at SD N Caturtunggal 7 with 15 subjects from a population of 17 students. The selection of research subjects was based on consideration and observation of physical activity for two consecutive weeks at school. The criteria determined were learners who consecutively performed physical activity. Learners do physical activity because of internal and external motivation, in addition to internal reason that comes from themselves, and exterior inspiration comes from outside, such as school friends, parents, and teachers. Goals are part of the motivation for physical activity, where students aspire to become athletes and PJOK teachers. Physical activities carried out by students are classified as heavy activities, namely soccer, because soccer is the favourite activity of students. Moderate activities are carried out by students in the form of hide and seek, traditional games, chess, cycling, and running.
Analysis of Maximal Volume of Oxygen for Gorontalo Contingent Martial Arts Athletes Suprianto Kadir; Arief Ibnu Haryanto; I Kadek Suardika; Nur Rohmah Muktiani
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/peshr.v13i2.7561

Abstract

This research analyzes Maximal Volume of Oxygen (VO2 Max) as the main variable to measure the aerobic capacity of martial arts athletes from the Gorontalo Contingent. This variable is important for understanding the level of cardiovascular fitness and physical endurance capabilities of athletes in facing training and competition. This research uses descriptive analytical research methods. The total number of subjects was nine athletes including four Taekwondo athletes, two Wushu athletes, one athlete Kickboxing, one athlete Karate and one athlete Muaythai. The instrument used in this research is the Bleep Test with classification norms using a bleep test calculator. Meanwhile, descriptive data analysis used SPSS 25 software. The results of this research for Taekwondo athletes were two above average, two were good. Wushu one average, one below average. Average kickboxing. Good karate. Muay Thai is average. In conclusion, Taekwondo athletes show a VO2 max that is generally higher compared to athletes from other disciplines. These results demonstrate the importance of personalized training programs to optimize cardiovascular fitness and performance in athletes. Further research with a more comprehensive approach is needed to strengthen and expand understanding of the influence of VO2 max on the performance of martial arts athletes.