Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pemberian Tanah Bermikorizan Pada Tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) Berumur Mei Dina Amelia; Amir Syarifuddin; Febri Arif Cahyo Wibowo
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu industri dan kayu untuk sektor pembangunan lainnya membutuhkan riap kayu yang besar untuk memenuhi kebutuhan kayu. Pemberian tanah bermikoriza merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memperbaiki pertumbuhan kayu. Pohon sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) merupakan jenis fast growing spesies dan dengan kondisi yang mendukung dapat menghasilkan volume kayu yang besar. Tanah bermikoriza akan menginfeksi tanaman inang dan akan bersimbiosis akar tanaman inang. Mikoriza berfungsi berfungsi untuk membantu penyediaan hara bagi tanaman, mempermudah penyerapan hara bagi tanaman, membantu dekomposisi bahan anorganik, mencegah terserangnya dari penyakit tertentu, menciptakan lingkungan rhizosfer yang lebih baik, sehingga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan dan meningkatkan produksi tanaman. Pertumbuhan diameter, tinggi dan pertambahan jumlah ranting mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan mikoriza pada berbagai umur tanaman sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen). Pertumbuhan tanaman sengon dengan respon mikoriza dapat dilihat dari kadar air nisbi daun, klorofil daun dan presentase akar yang terinfeksi oleh mikoriza.
Kajian pengambilan keputusan rumah tangga berdasarkan peran gender dalam kegiatan pengelolaan agroforestri di Desa Sumbermulyo Banyuwangi Lela Afinatus Saadah; Joko Triwanto; Febri Arif Cahyo Wibowo
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan agroforestri tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga (gender) dalam pengelolaan. Pengambilan keputusan dalam pengelolaan agroforestri hubungannya dengan gender perlu dilakukan. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengkaji pengambilan keputusan dalam rumah tangga berdasarkan peran perempuan dan laki-laki dalam kegiatan pengelolaan agroforestri di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 70 responden yang nantinya diwawancarai secara langsung. Analisis data dilakukan dalam bentuk wawancara dengan kuesioner yang didapatkan dari lapang, kemudian dipersentasekan berdasarkan setiap pengambilan keputusan dalam kegiatan agroforestri dalam kegiatan produksi pengelolaan agroforestri, pasca produksi, dan keuangan pengelolaan agroforestri. Pengambilan keputusan dalam pengelolaan agroforestry dan pasca produksi agroforestry lebih mengutamakan kebersamaan antara istri dan suami dalam memutuskan segala hal. Sedangkan keputusan dalam pengelolaan keuangan, kegiatan perencanaan biaya usaha setara suami istri namun pengelolaan uang untuk usaha agroforetri lebih didominasi keputusan istri.
Keseimbangan Hara Makro Tegakan Jati (Tectona grandis L.f) dengan Metode DRIS (Macro Nutrient Balance of Teak Stands (Tectona grandis L.f) Using DRIS) Mochamad Chanan; Febri Arif Cahyo Wibowo; Alisa Lila Nidha
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2022.19.1.1-9

Abstract

ABSTRACTThe practice of land clearing by burning, which is often carried out by farmers or area managers, has a negative impact on soil health. Soil health assessment is needed to produce good plant growth. Indicators of soil health include soil properties and cropping systems in the area. Soil health can be maintained by environmental management, crop rotation and soil nutrient management. This study aims to determine the balance of macronutrients in teak plantations. Data collection was conducted using five plots with a size of 12 x 12 m each. In each plot, the plant height and diameter, the physical and chemical properties of the soil, and the plant tissue (N, P, K, Ca, and Mg), were observed. The test results for macronutrients of teak plant tissue were analyzed using DRIS method. The results showed that the balance of nutrients was indicated by the nutrients N (0.244%), P (2.199 ppm), Ca (0 ppm), and Mg (3.241 ppm), while the unbalanced results were indicated by the element K (-5.180 ppm). Therefore, improvement efforts that need to be undertaken to increase the teak plant growth are the addition of potassium fertilizer.Key Words: Teak, macro-nutrients, DRIS method  ABSTRAKPraktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang seringkali dilakukan oleh petani atau pengelola kawasan berdampak negatif terhadap kesehatan tanah. Untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang baik diperlukan pengkajian kesehatan tanah. Indikator kesehatan tanah diantaranya, yaitu sifat-sifat tanah dan sistem tanam pada kawasan. Kesehatan tanah dapat dijaga di antaranya dengan pengelolaan lingkungan, rotasi tanaman dan pengelolaan hara tanah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keseimbangan unsur hara makro di hutan tanaman jati. Pengumpulan data dilakukan dengan plot yang terbagi menjadi lima dengan ukuran masing-masing 12 x 12 m. Pada setiap plot, diamati tinggi dan diameter tanaman, kondisi sifat fisik dan kimia tanah serta jaringan tanaman (N, P, K, Mg, dan Ca). Data hasil sampel uji unsur hara makro jaringan tanaman jati dianalisis dengan metode DRIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan unsur hara terjadi untuk hara N (0,244%), P (2,199 ppm), Ca (0 ppm), dan Mg (3,241 ppm), sedangkan tidak seimbang adalah unsur K (-5,180 ppm). Oleh karena itu, upaya perbaikan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman jati tersebut yaitu penambahan pupuk kalium.Kata Kunci: Jati, hara makro, metode DRIS
PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) TERHADAP PERTUMBUHAN STEK KAYU PUTIH (MELALEUCA LEUCADENDRON LINN) Febri Arif Cahyo Wibowo
JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta Vol. 21 No. 1 (2020): JURNAL AGRITEK
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.609 KB) | DOI: 10.33319/agtek.v21i1.67

Abstract

Kebutuhan minyak kayu putih yang semakin meningkat, apabila hanya mengandalkan perbanyakan generatif tentu tidak akan mencukupi. Sebab itu, perlu dilakukan perbanyakan secara vegetatif dengan stek pucuk. Keberhasilan pengembangan stek pucuk dapat ditambahkan salah satunya pemberian Zat Pengatur Tumbuh. Ada pun ZPT yang digunakan penelitian ini yaitu NAA (Naptheine Acetic Acid) dan IBA (Indole Butyric Acid). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2019 di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perum Perhutani (PUSLITBANG) Cepu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh dari pemberian konsentrasi NAA, IBA  terhadap pertumbuhan stek Kayu putih (M. leucadendron Linn) dan untuk mengetahui konsentrasi yang efektif terhadap pertumbuhan stek Kayu putih (M. leucadendron Linn). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yaitu pemberian Zat Pengatur Tumbuh berupa NAA dan IBA. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan dan setiap perlakuan terdiri dari 5 tanaman sehingga diperoleh 105 unit tanaman percobaan. Peubah yang diamati yaitu jumlah daun, tinggi, panjang akar, jumlah akar, bobot basah dan bobot kering akar, bobot basah dan bobot kering tunas, dilanjutkan dengan uji Duncan taraf nyata α = 0,05 untuk mengetahui konsentrasi ZPT auksin yang paling efektif. Hasil penelitian ini terjadi berpengaruh nyata terhadap peubah jumlah daun dan tinggi stek kayu putih pada perlakuan NAA 300 ppm. Panjang akar terbaik pada perlakuan IBA 75 ppm.
PENGARUH DIAMETER BATANG DAN STIMULAN ORGANIK TERHADAP PRODUKTIVITAS GETAH KARET (Hevea brisilliensis Muell. Arg) DI PT INDOCO SENDANG TULUNGAGUNG Suci Nur Fauziah; Galit Gatut Prakosa; Sukadaryati Sukadaryati; Febri Arif Cahyo Wibowo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.74–80

Abstract

Karet alam (Havea brisiliensis Muell. Agr) merupakan komoditas yang banyak diperdagangkan karena digunakan dalam beragam industri. Indonesia sebagai negara penghasil karet terbesar kedua Asia Tenggara setelah Thailand dengan sebagian besar lahan dimiliki rakyat dimana petani belum menggunakan teknologi terbaharukan dalam upaya meningkatkan produksinya. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan produksi getah optimum dengan menggunakan stimulan cuka kayu dan stimulan organik ethrel pada berbagai kelas diameter pohon. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan pada Juli-Agustus 2021 di PT Indoco Sendang Tulungagung petak Y Desa Picisan Dusun Boso. Variabel yang diamati yakni bobot getah karet pada masing-masing perlakuan. Terdapat dua faktor perlakuan yakni faktor A stimulan terdiri dari 4 level: tanpa perlakuan(A1), dan stimulan ethrel (A2), stimulan cuka kayu 100% (A3) dan stimulan cuka kayu 50% (A4). Faktor B diameter batang terdiri dari 3 level: 10-15 (B1), 16-20 (B2), 21-25 (B3).  Metode yang digunakan yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf α 5% terdapat 3 ulangan dengan 36 sampel. Konsentrasi yang memiliki pengaruh terhadap berat getah yakni stimulan cuka kayu 100%.
SISTEM PERBAIKAN EKOFISIOLOGI TANAMAN SENGON (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen ) DI KECAMATAN WAGIR, 161 MALANG Febri Arif Cahyo Wibowo; Rosa Septiana Mieske Putri; Amir Syarifuddin; Tatag Muttaqin
Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 2 edisi Juli 2020
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v8i2.9063

Abstract

Sengon plant (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) in Indonesia is one of the types of plants developed in the development of Community Forestry especially in Wagir District, Malang Regency. This study was conducted to analyze the effect of environmental conditions, especially temperature and humidity on stomata density and chlorophyll levels in the plant Sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) and analyze the soil nutrient content under the Sengon stand (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) on plant physiology in Sukodadi Village, Wagir District, Malang Regency. The techniques used are field surveys, leaf sampling to measure physiological properties (stomata density and chlorophyll content), and soil sampling to measure soil chemical properties (macro nutrient content), as well as direct observations in the field to measure environmental factors (temperature and humidity). Analysis of the data used is multiple linear regression in SPSS to determine whether there is influence of temperature and humidity on the physiology of stomata and chlorophyll as well as descriptive analysis on soil factors. Research result is that temperature and humadity have an effect on chlorophyll. This support to possibility of temperature and humadity system in the region so that agreed crops will affect the concentration of chlorine.
PENGARUH DIAMETER BATANG DAN STIMULAN ORGANIK TERHADAP PRODUKTIVITAS GETAH KARET (Hevea brisilliensis Muell. Arg) DI PT INDOCO SENDANG TULUNGAGUNG Suci Nur Fauziah; Galit Gatut Prakosa; Sukadaryati Sukadaryati; Febri Arif Cahyo Wibowo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.74–80

Abstract

Karet alam (Havea brisiliensis Muell. Agr) merupakan komoditas yang banyak diperdagangkan karena digunakan dalam beragam industri. Indonesia sebagai negara penghasil karet terbesar kedua Asia Tenggara setelah Thailand dengan sebagian besar lahan dimiliki rakyat dimana petani belum menggunakan teknologi terbaharukan dalam upaya meningkatkan produksinya. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan produksi getah optimum dengan menggunakan stimulan cuka kayu dan stimulan organik ethrel pada berbagai kelas diameter pohon. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan pada Juli-Agustus 2021 di PT Indoco Sendang Tulungagung petak Y Desa Picisan Dusun Boso. Variabel yang diamati yakni bobot getah karet pada masing-masing perlakuan. Terdapat dua faktor perlakuan yakni faktor A stimulan terdiri dari 4 level: tanpa perlakuan(A1), dan stimulan ethrel (A2), stimulan cuka kayu 100% (A3) dan stimulan cuka kayu 50% (A4). Faktor B diameter batang terdiri dari 3 level: 10-15 (B1), 16-20 (B2), 21-25 (B3).  Metode yang digunakan yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf α 5% terdapat 3 ulangan dengan 36 sampel. Konsentrasi yang memiliki pengaruh terhadap berat getah yakni stimulan cuka kayu 100%.
DINAMIKA PENETAPAN IPHPS DAN KULIN-KK DI WILAYAH PERHUTANI (STUDI KASUS TERHADAP KTH TAMBAK BAYA DAN LMDH BUANA MUKTI DI KPH GARUT) Ramli Ramadhan; Risna Noviati Amalia; Febri Arif Cahyo Wibowo
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 4 NOMOR 1 TAHUN 2021 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v4i1.1355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika proses penetapan Perhutanan Sosial (PS) di wilayah Perhutani pasca keluarnya kebijakan Peraturan Menteri LHK No.39 tahun 2017. Penelitian dilakukan di dua kelompok masyarakat yang memperoleh ijin pemanfaatan hutan yakni KTH Tambak Baya dan LMDH Buana Mukti di KPH Garut BKPH Leles. Analisi terhadap dinamika penetapan PS menggunakan analisis teks, analisis konteks sosial, ekonomi dan politik, dan analisis pemetaan aktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan PS mendorong kelompok masyarakat untuk mengajukan ijin pemanfaatan berdasar konteks sosial, ekonomi maupun politik yang melatarbelakangi. Kehadiran aktor baru seperti Pemerintah Pusat, Pokja PPS, Sunda Hejo dan SHI mengindikasikan peran Perhutani saat ini menjadi berkurang dalam menentukan kebijakan PS di wilayah merekaKata kunci: Perhutanan Sosial, P.39/2017, Perhutani.
Ekofisiologi dan Peluang Pengembangan Durian (Durio zibethinus) Dengan Sistem Agroforestri di Lereng Selatan Gunung Merapi, Indonesia Febri Arif Cahyo Wibowo; Priyono Suryanto; Eny Faridah
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.645 KB) | DOI: 10.22146/jik.52441

Abstract

Durian (Durio zibethinus) merupakan salah satu tanaman yang banyak dikembangkan sebagai tanaman dalam sistem agroforestri di Kecamatan Cangkringan dan Kemalang di lereng selatan Gunung Merapi. Namun demikian, walaupun areal pertanamannya terus meningkat, produktivitas Durian tidak cukup optimal. Hal ini disinyalir karena kurangnya tindakan silvikultur yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sifat fisiologi dan faktor lingkungan terhadap durian pada sistem agroforestri yang ada di pekarangan dan tegalan milik petani, serta mengamati kondisi perakarannya di kedua lokasi tersebut. Identifikasi ekofisiologi durian dilakukan dengan pengambilan sampel daun untuk mengukur sifat fisiologis (aktivitas nitrat reduktase, kandungan air nisbi daun, stomata, prolin dan klorofil), serta pengamatan langsung di lapangan untuk mengukur faktor lingkungan (suhu, kecepatan angin, sekapan cahaya dan kelembaban). Analisis yang digunakan adalah analisis varian dengan uji lanjut DMRT dan analisis statistik bertatar. Pengamatan kondisi perakaran durian dilakukan dengan metode resistivitas geolistrik. Hasil penelitian dari gatra ekofisiologi menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata pada hasil produksi buah durian dengan umur relatif sama di kedua lokasi, dimana hasil analisis statistik bertatar menunjukkan bahwa produksi durian dipengaruhi oleh kecepatan angin. Angin dengan kecepatan tinggi akan berpengaruh terhadap gugurnya buah muda. Perbedaan hasil durian juga diduga dipengaruhi oleh curah hujan yang menyebabkan proses metabolisme pada buah menjadi tidak sempurna. Hujan juga menyebabkan banyaknya buah Durian busuk sebelum dipanen. Selanjutnya diketahui bahwa kondisi tanah di kedua wilayah relatif sama, dengan kondisi rizhosfer perakaran Durian yang didominasi oleh kerikil, pasir dan air.Ecophysiology and Development Opportunities of Durian (Durio zibethinus) Through Agroforestry Systems in the Southern Slopes of Mount Merapi, IndonesiaAbstractDurian (Durio zibethinus) is widely cultivated through agroforestry system in the Cangkringan and Kemalang sub district, in the southern slope of Merapi Mountain, Yogyakarta, Indonesia. Although the area to crop Durian has increased since 1990’s, the productions were not optimal, which probably is due to lack of silviculture treatments. This research aimed to assess the influence of physiological and environmental factors on Durian planted through agroforestry system of homegarden and dryland, and to analyze the condition of durian root systems under those two locations. Ecophysiological studies of Durian were carried out by leaf sampling for physiological properties (i.e.nitrate reductase activity, relative water content, stomata, proline and chlorophyll content) and field observations on environmental factors (i.e. mean air temperature, wind speed, light and moisture). Variance analysis was conducted with advanced DMRT and stepwise statistical analysis. Observation on durian rooting system was conducted by geoelectric resistivity method. The results showed that the soil conditions of the two locations were relatively similar and the root rhizosphere of durian mostly consisted of small stones, sand, and water. It was found that the Durian fruit yield between agroforestry system of homegarden and dryland were different, and based on the stepwise statistical analysis, the Durian production was mostly influenced by wind speed. It was observed that the presence of wind has caused the abscission of young fruits, where faster wind resulted in more abscission of young fruits. Another factor affecting the Durian production was rainfall. It was observed that rainfall has interfered the metabolism processes of the fruits causing fruits being rotten before harvest time.
APLIKASI UREA DAN TANAH BERMIKORIZA PADA PERTUMBUHAN TANAMAN SERTA INFEKSI MIKORIZA PADA AKAR SENGON LAUT (Paraserianthes falcataria (L) Nielson) Febri Arif Cahyo Wibowo; Amir Syarifuddin
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 10, No 2 (2020): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v10i2.39815

Abstract

Decrease plant nutrient and water in the land is very alarming. The function of mycorrhizae is very beneficial for plants in forest areas that can be considered critical. Urea which is an instant fertilizer is often used by Indonesian farmers, but it has a negative impact on the soil. The nutrients contained in urea are 45% -46% is Nirogen. The purpose of this research was to study the development of the use of mycorrhizal soils by using urea fertilizer and its interactions, as well as to search for roots infected by mycorrhizae. This research was conducted in the greenhouse at the University of Muhammadiyah Malang conducted from January to February 2017. The design used in the study was a Randomized Complete Block Design (RCBD) with a combination of 16 and 3 replications. Data analysis was done by BNJ ANAVA followed and identification of mycorrhizae in the roots of sea sengon plants. At a dose of 300 grams of mycorrhizae soil is better than other doses. The dose of urea has been effected on sengon laut from the parameters of height and number of leaves. A dose of 1.5 grams of urea produces better plants than other doses. Root infection by mycorrhizae gets the greatest results on the combination of M2P2 with a yield of 30%. The type that is in the infected root is Glomus sp. The effect of mycorrhizae occurs only on the root length of plants.Keywords: Mycorrhiza, Root Infection, Sengon Laut, UreaPenurunan kualitas unsur hara dan air pada lahan kehutanan sangat memprihatinkan. Fungsi mikoriza yang sangat menguntungkan bagi tanaman pada lahan hutan yang dapat dikatakan kritis. Urea yang merupakan pupuk instan ini sering digunakan oleh para petani Indonesia, namun dapat berdampak negatif terhadap tanah. Unsur hara yang terkandung dalam urea ini 45%-46% adalah unsur N. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan pertumbuhan penggunaan tanah bermikoriza dengan penggunaan pupuk urea dan interaksinya, serta mengidentifikasi akar yang terinfekis oleh mikoriza. Penelitian ini dilakukan di green house Universitas Muhammadiyah Malang dilakukan pada bulan Januari-Maret 2017. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan kombinasi sebanyak 16 dan 3 kali ulangan. Data yang dianalisis menggunakan uji BNJ dan identifikasi mikoriza pada akar tanaman sengon laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dosis 300 gram tanah bermikoriza lebih baik dibandingkan dosis lainnya. Dosis urea sangat mempengaruhi pertumbuhan sengon laut dari parameter tinggi dan jumlah daun. Dosis urea sebanyak 1,5 gram menghasilkan tanaman yang lebih baik dibandingkan dosis lainnya. Infeksi akar oleh mikoriza mendapatkan persentase terbesar pada kombinasiM2P2 yaitu 30%. Jenis yang terdapat pada terinfeksinya akar yakni jenis Glomus sp. Pengaruh mikoriza ini terjadi hanya pada panjang akar tanaman saja.Kata Kunci:Infeksi Akar,Mikoriza,Sengon Laut, Urea
Co-Authors Adi Sutanto Aditya, Sukma Arty Purwa Agus Dwi Sulistyono Ahmad Ahmad Alhaqie, Iqbal Arif Ali Mahmud Ali Mahmud Alisa Lila Nidha Alkornea, Dea Amir Syarifuddin Amir Syarifuddin Andy Danang Pratama Arfida Boedirochminarni Ayu Chandra Kartika Fitri Bintang Adji Saputra Destara Destara Destara, Destara Dinata, Muhammad Agung Eny Faridah Eny Faridah Fadhilla, Suri Fadhillah Rachmania Kusumaningrum Faisal, Ikhsandi Frita Kusuma Wardhani Galit Gatut Prakosa Galit Gatut Prakosa Handayani, Novita Safitri Hidayatulloh, Moh. Syarief I Komang Tri Wijaya Kusuma Imbang Dwi Rahayu Iswahyudi Iswahyudi Joko Triwanto Kirana, Areta Akbar Kusumaningrum, Fadhillah Rachmania Lela Afinatus Saadah Lela Afinatus Saadah Mahidi Mahidi Mei Dina Amelia Mirna Zena Tuarita Mochamad Chanan Moh. Syarief Hidayatulloh Muhammad Rhino Ramadhan Mursyid, Harsanto Nirmala Ayu Aryanti Nugrahini, Anisa Faleri Hawa Nugroho Tri Waskitho Nurmalasari, Desi Pradipta, Abyan Pratama, Suci Intan Priyono Suryanto Priyono Suryanto Rahman, Yusri Tsulatsir Ramadhan, Muhammad Rhino Ramli Ramadhan Ramli Ramadhan Risna Noviati Amalia Romadloni, Mokhamad Yusuf Rosa Septiana Mieske Putri Rugayah Rugayah Saadah, Lela Afinatus Saddam Affandy Yusuf Saputra, Bintang Adji Silmia, Betha Soheh, Moh Suci Nur Fauziah Suci Nur Fauziah Sukadaryati Sukadaryati Sukadaryati Syabrina, Alva Tatag Muttaqin Toha, Muhammad Tri Kurniawan, Edwin Tria Wahidiah Verdani, Rani Wahidiah, Tria Widiarto, Dhaniel Putra Wulandari, Aisyah Rizki Yasarah, Anindya Nareswara Yusri Tsulatsir Rahman