Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : HARMONI

PENGENALAN BUDAYA POPULER JEPANG DI SMU NEGERI 4 SEMARANG Hastuti, Nur; Mulyadi, Budi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.7.2.72-76

Abstract

ABSTRACTThis research is about Japanese popular culture. The purpose of this research is to examine what types of Japanese popular culture are and how the history and other features of popular culture are described. This research uses lecture media.  The method used is descriptive analysis. The data source in this research is Japanese popular culture. The data is then analyzed and interpreted, after which the data is presented in the form of a description and then concluded.Keywords: popular culture, anime, cosplay 
ETIKA BERKOMUNIKASI BAGI PENGEMUDI BECAK SEBAGAI PELAKU PARIWISATA DI YOGYAKARTA Sudarsih, Sri; Widisuseno, Iriyanto; Wiyatasari, Reny; Mulyadi, Budi; Rahmah, Yuliani
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.388 KB) | DOI: 10.14710/nmjn.v%vi%i.17205

Abstract

Yogyakarta merupakan kota pariwisata dengan kekayaan budayanya. Pariwisata dikembangkan secara meneyeluruh dengan berbasis pada budaya. Artinya pengembangan pariwisata yang tetap didasarkan pada nilai-nilai budaya Yogyakarta. Becak sebagai alat transportasi tradisional merupakan salah satu icon pariwisata di Yogyakarta. Desain becak dengan pengemudinya turut serta menentukan perkembangan pariwisata di Yogyakarta. Salah satu hal terpenting adalah etika berkomunikasi dengan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Etika komunikasi harus dikedepankan karena menentukan makna pariwisata secara keseluruhan. Komunikasi yang mengedepankan etika akan menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan damai sehingga para wisatawan merasa ingin berlama-lama berwisata di Yogyakarta. Harapan ke depannya adalah wisatawan yang datang ke Yogyakarta akan meningkat dari tahun ke tahun.Kata kunci : etika, komukasi, pengemudi becak, icon pariwisata, budaya, pariwisataYogyakarta is a tourism city with riches culture.Tourism developed thoroughly withbased on culture.It means the development of tourism continue to be based on culture value ofYogyakarta.Pedicabs as a traditional transportation is one of tourism icon in Yogyakarta.Design of pedicabs with the driver also as well as to determine improving tourism inYogyakarta. One of the things it is all about ethics communicate with tourists both domestic andforeign.Ethics communication should be put forward because determine the meaning oftourism as a whole. Communication that puts forward standard ethics going to create a moodthat safe comfortable and peaceful so that the tourists felt like linger traveled in Yogyakarta.Hope in the future is tourists who come to Yogyakarta will increase from year to year.Keywords : Ethics, communication, the pedicab driver, a tourism icon, culture, tourism
PELATIHAN CHANOYU UPACARA MINUM TEH JEPANG UNTUK MENGGALI NILAI-NILAI BUDAYA SERTA MANFAAT YANG TERKANDUNG DI DALAMNYA Rahmah, Yuliani; Widisuseno, Iriyanto; Wiyatasary, Reny; Mulyadi, Budi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.931 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Chanoyu is one of the most famous Japanese culture. Chanoyu is a traditional Japanese tea ceremony to honor the guests. This tea ceremony began in Japan in the Edo period. The most of  Japanese learners knew that Chanoyu was just a tea ceremony which held to honor guests. They do not know about the culture values as well as the benefits and purposes of that tea ceremony.To know the cultural values, benefits and objectives of chanoyu ceremony, on October 14, 2017  Japanese Language Diploma Faculty of Humanities of Diponegoro University held a Community Service activity by inviting expert from The Japan Foundatioan Jakarta to practice and explain about the Chanoyu.The purpose of the Community Service devotion with the theme of chanoyu is that the Japanese language learners and the general public know more about the cultural values, benefits and objectives of the chanoyu ceremony.The result of this activity attains the knowledge of chanoyu which is not understood by Japanese language learners but by the public who interest of Japanese culture in general. With the knowledge of Chanoyu,we can understand about the philosophy in a cultural activity and the cultural values .
PENGENALAN ONIGIRI DAN PROSES PEMBUATANNYA Mulyadi, Budi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

ABSTRAK Onigiri merupakan salah satu jenis makanan Jepang yang sudah dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh dunia. Onigiri yang awalnya adalah sebuah bekal yang dibawa oleh para prajurit ketika berangkat ke medan perang, kini telah menjadi camilan utama yang dikonsumsi masayrakat Jepang. Bentuk onigiri yang dikenal oleh masyarakat dunia dewasa ini merupakan warisan yang dimulai pada masa Heian. Meskipun bentuk onigiri yang umum adalah segitiga, namun dalam perkembangannya selain bentuknya yang bervariasi menjadi bulat, lonjong dan sebagainya, varian rasanya pun bertambah. Tidak hanya rasa yang merupakan ciri khas makanan Jepang namun juga dikreasikan dengan varian rasa adaptasi dari makanan modern yang masuk ke negara Jepang.Untuk lebih mengenalkan jenis makanan Jepang pada masyarakat luas, maka  pada tanggal 31 Maret 2018, Program Studi D3 Bahasa Jepang FIB Universitas Diponegoro Menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk menjelaskan serta mempraktekan pembuatan onigiri.Tujuan dari diselenggarakannya Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertemakan onigiri sebagai bagian dari masakan Jepang agar makanan Jepang yang mulai digemari oleh anak muda di Indonesia ini dapat pula dikenal luas oleh masyarakat pada umumnya, tidak hanya secara informasi namun juga secara praktek pada proses pembuatannya. Sehingga diharapkan bisa menjadi lahan bisnis sampingan bagi para peserta yang mengikuti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini.Hasil dari kegiatan ini tercapainya suatu pemahaman yang mendalam mengenai onigiri sehingga selain memperkaya khazanah pengetahuan tentang masakan Jepang juga membuka peluang kreatifitas para peserta untuk mengembangkan varian onigiri yang lebih disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia.Kata kunci :  budaya, onigiri,masakan Jepang ABSTRACT Onigiri is one of Japanese food  that is  known and consumed by people in many country around the world. Onigiri, originally a stock brought by the soldiers when heading off  to the battlefield, has now become the main dishes consumed by Japanese society. The form of Onigiri known to the world community today is a legacy that began in the Heian era. Although the common form of onigiri is a triangle, but  in modern era  its varied not only  into round, oval form  but  the variants taste was increased. The varians of Onigiri f not only the flavor of the Japanese food  taste but also added  with variants of the taste which adaptation from the modern foods .To introduce Japanese food to the wider community, on March 31, 2018, D3 Japanese Language Program FIB Diponegoro University held acommunity service to explain and  practice the making of Onigiri.The purpose of  that activities are introduce the Japanese food especially onigiri to the public so that  knowledge can also be widely known by the public in general, not only information but also in practice in the process of making of Onigiri itself. We expected that  the participants can use the information of  the Onigiri making to make  their own Onigiri’s creation.                The result of this activity achieves a deep understanding of Onigiri so that in addition to enriching the treasures of knowledge about Japanese cuisine also opens the creativity opportunities of the participants to develop Onigiri variant that is more adapted to the tastes of the people of Indonesia.Keywords : culture ; onigiri ; Japanese Dishes 
PELATIHAN MENGGUNAKAN YUKATA SEBAGAI PEMBELAJARAN MENGENAL BUDAYA JEPANG Wiyatasary, Reny; Widisuseno, Iriyanto; Mulyadi, Budi; Rahmah, Yuliani; Sudarsih, Sri
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

ABSTRAK Budaya Jepang sangat beragam. Salah satu diantaranya adalah yukata pakaian tradisional Jepang sejenis kimono yang dikenakan orang Jepang pada saat musim panas. Sebagai salah  satu produk budaya Jepang, yukata tidak begitu terkenal seperti kimono. Orang-orang lebih mengenal kimono sebagai pakaian tradisional Jepang.Untuk lebih mengenalkan yukata serta cara pemakaiannya  maka pada tanggal 14 Oktober 2017 Program Studi D3 Bahasa Jepang FIB Universitas Diponegoro Menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk work shop dengan mengundang orang Jepang yang sedang melaksanakan Program Nihonggo Partner di wilayah Semarang untuk menjadi nara sumber yang akan menjelaskan tentang yukata serta mengajarkan cara pemakaiannya. Adapun yang menjadi peserta work shop ini adalah para siswa SMU di wilayah Semarang dan sekitarnya berserta para mahasiswa pembelajar bahasa Jepang.Tujuan dari diselenggarakannya Pengabdian Kepada Masyarakat dengan mengambil tema yukata ini agar para pembelajar bahasa Jepang bisa banyak belajar tentang budaya Jepang terutama tentang yukata yang belum banyak diketahui umum..Beberapa hasil yang dicapai dari penyelenggaraan Pengabdian Kepada Masyarakat ini salah satunya adalah para peserta bisa memperoleh pengetahuan yang cukup mendalam mengenai yukata dan cara memakainya. Pengetahuan ini akan sangat berguna untuk meningkatkan motivasi mereka mempelajari bahasa dan budaya Jepang. Kata kunci :  budaya, Jepang ,pakaian,, tradisionali,yukata