Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Zn–Catharanthus roseus and Cu–Catharanthus roseus Complexes as Green Organometallic Photosensitizers for DSSC Applications Yani' Qoriati; Akhmad Al-Bari; Nawafila Februyani; Nely Alfiana Faricha Alfiana Faricha; Ahmad Abil Kamal
Jurnal Kimia Fullerene Vol 10 No 2 (2025): Fullerene Journal Of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v10i2.752

Abstract

The global energy crisis and climate change issues have driven the development of environmentally friendly renewable energy sources, one of which is the dye-sensitized solar cell (DSSC) utilizing natural pigment-based photosensitizers. Catharanthus roseus (tapak dara) was selected due to its abundance of secondary metabolites and its potential to be modified into Zn and Cu nanoparticles to enhance stability and efficiency. In this study, tapak dara leaf extract was obtained using ethanol through ultrasonic extraction, then synthesized into Zn and Cu nanoparticles with Zn:Cu ratios of 0:4, 1:3, 2:2, 3:1, and 4:0 via green synthesis. The resulting nanoparticles were deposited onto TiO₂ electrodes, with Pt used as the counter electrode in the DSSC. The cells were tested under 9 mW halogen light. The results revealed that the Zn:Cu ratio influenced crystallite size, morphology, and solar cell efficiency. XRD characterization confirmed the formation of ZnO and Cu phases with crystallite sizes ranging from 9 to 40 nm, while SEM analysis showed nanometer-sized particles with a tendency to agglomerate. The highest efficiency was achieved at a 3:1 ratio, reaching 120 × 10⁻⁴ %, indicating that Zn/Cu–tapak dara nanoparticles hold strong potential as effective photosensitizers.
Potensi Ekstrak Daun Jelatang (Urtica dioica L.) Terhadap Peluruhan Kalsium Fosfat Analog Batu Ginjal Roihanatun Nafisah; Akhmad Al-Bari; Atika Nirmala
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1232

Abstract

Nefrolitiasis atau batu ginjal merupakan patologi pada sistem urinaria yang ditandai dengan presipitasi mineral, salah satunya kalsium fosfat. Pengembangan terapi berbasis tanaman obat masih dilakukan mengingat profil keamanan yang lebih baik dan minimnya efek samping dibandingkan terapi konvensional. Daun jelatang diketahui mengandung senyawa bioaktif, khususnya flavonoid, yang berpotensi sebagai kandidat aktivitas urolitik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efikasi ekstrak daun jelatang yang dihasilkan melalui metode maserasi dan infusa terhadap kelarutan kalsium fosfat secara in vitro. Rancangan penelitian menggunakan desain eksperimen laboratorium murni (true experimental laboratory) dengan rancangan acak lengkap. Ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, sedangkan infusa menggunakan akuades. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan melalui uji fitokimia kualitatif, dan kuantifikasi total flavonoid ditelaah dengan spektrofotometri UV-Vis menggunakan baku kuersetin. Uji aktivitas pelarutan dilakukan dengan metode gravimetri pada konsentrasi ekstrak 2% selama 6 jam inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak maserasi sebesar 11,59% dan infusa sebesar 10,84%. Uji fitokimia mengonfirmasi keberadaan flavonoid pada kedua ekstrak, dengan kadar flavonoid total maserasi lebih tinggi dibandingkan infusa. Namun, daya larut kalsium fosfat tertinggi diamati pada ekstrak infusa 53,66% , diikuti maserasi 52,25%, dan kontrol akuades 16,85 %. Berdasarkan uji One Way ANOVA, diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara kelompok perlakuan (p < 0,05). Simpulan penelitian menegaskan bahwa ekstrak daun jelatang memiliki potensi terapeutik dalam melarutkan analog batu ginjal kalsium fosfat.
Perbandingan Uji Toksisitas Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus rosues L.) Sebelum dan Sesudah Proses Bleaching Dzilla Himmatun Nisa; Akhmad Al – Bari; Ria Indah Kusuma Pitaloka
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i3.709

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengetahui adanya pengaruh pada proses bleaching terhadap kandungan senyawa aktif dan tingkat toksisitas ekstrak tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tingkat toksisitas ekstrak etanol daun tapak dara (Catharanthus roseus L.) sebelum dan sesudah perlakuan bleaching serta mengkaji pengaruh variasi lama waktu bleaching terhadap nilai LC₅₀ menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan proses bleaching menggunakan arang aktif teraktivasi dengan variasi waktu 30 menit, 1 jam, dan 2 jam. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak sebelum bleaching mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin, sedangkan setelah bleaching terjadi penurunan kandungan senyawa, terutama flavonoid yang tidak lagi terdeteksi. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa nilai LC₅₀ ekstrak tanpa perlakuan bleaching sebesar 387,154 ppm. Pada perlakuan bleaching selama 30 menit, nilai LC₅₀ meningkat menjadi 428,421 ppm, sedangkan pada bleaching selama 1 jam dan 2 jam masing-masing sebesar 508,580 ppm dan 581,779 ppm. Peningkatan nilai LC₅₀ menunjukkan adanya penurunan toksisitas seiring dengan bertambahnya lama waktu bleaching. Hal tersebut mengindikasikan bahwa lama proses bleaching dapat berpengaruh terhadap kandungan senyawa aktif serta menurunkan toksisitas pada ekstrak daun tapak dara. Dari hasil yang didapatkan nilai LC50 sebelum maupun sesudah bleaching berada di bawah 1000 ppm, sehinga ekstrak tersebut masih tergolong dalam kategori toksik berdasarkan metode BSLT.
Uji Karakteristik Fisik dan Aktivitas Antioksidan Sediaan Face Mist Berbasis Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus L.) Yani&#039; Qoriati; Akhmad Al-bari; Nawafila Februyani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.40081

Abstract

Kulit rentan mengalami kerusakan yang diakibatkan paparan radikal bebas yang dapat mengakibatkan stres oksidatif dan penuaan dini sehingga diperlukan antioksidan dalam sediaan topikal. Salah satu tanaman yang memiliki potensi antioksidan alami yaitu tapak dara (Catharanthus roseus L.) karena mengandung flavonoid, fenolik, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk formulasi ekstrak daun tapak dara pada sediaan face mist dengan menguji karakteristik fisik dan tingkat aktivitas antioksidannya. Ekstrak didapat dengan ekstraksi ultrasonik menggunakan pelarut etanol 70% dan diformulasikan dalam tiga konsentrasi ekstrak yaitu 0,5, 1, dan 1,5 gram. Evaluasi meliputi uji organoleptik, pH, daya semprot, waktu kering, homogenitas, kelembapan kulit, bobot jenis, viskositas, dan aktivitas antioksidan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan sediaan face mist dengan pH 4,6–5,0, daya semprot 5,3–7 cm, waktu kering kurang dari 5 menit, dan homogen. Formula F3 memberikan peningkatan kelembapan kulit tertinggi sebesar 60% serta aktivitas antioksidan terbaik dengan nilai IC50 108,10 ppm. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak tapak dara meningkatkan aktivitas antioksidan sediaan face mist.
Identifikasi Fitokimia Hasil Fraksinasi Ekstrak Etanol Daun Tapak Dara Catharanthus roseus Menggunakan Kromatografi Lapis Tipis: Phytochemical Identification of Ethanol Extract Fractionation Results of Tapak Dara Leaves (Catharanthus Roseus L.) Using Thin Layer Chromatography Method Akhmad Al Bari; Yani’ Qoriati; Nely Alfiana Faricha; Elis Faiqotul Kamelia
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v7i1.7066

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi yang berpotensi sebagai sumber bahan baku obat herbal, salah satunya adalah tapak dara yang mengandung berbagai metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan senyawa fitokimia hasil fraksinasi ekstrak etanol tapak dara menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Proses ekstraksi dilakukan secara sonikasi terhadap 500 g serbuk daun dengan 1.000 mL etanol 96%, menghasilkan rendemen sebesar 7,28%. Fraksinasi dilakukan bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol, menghasilkan randemen masing-masing sebesar 21,4%, 10,2%, dan 18,9%. Hasil KLT menunjukkan bahwa fraksi n-heksana mengandung alkaloid (Rf 0,28; 0,33; 0,39) dan flavonoid (Rf 0,28), fraksi etil asetat mengandung alkaloid (Rf 0,80; 0,88), flavonoid (Rf 0,11), serta tanin (Rf 0,11; 0,44), sedangkan fraksi etanol negatif terhadap semua uji.
PEMBERDAYAAN PESANTREN MELALUI PENDAMPINGAN MEMBUAT SPRAY ANTINYAMUK DARI EKSTRAK TAPAK DARA Akhmad Al-Bari; Yani’ Qoriati; Atika Nirmala
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34792

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya di lingkungan pesantren. Salah satu upaya preventif adalah pemanfaatan insektisida nabati berbahan alami seperti tapak dara (Catharanthus roseus L.) yang mengandung sitronellol dan geraniol sebagai senyawa repelan. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan santri pondok pesantren di Bojonegoro, dalam pembuatan spray antinyamuk herbal. Kegiatan diikuti oleh 40 santri putri melalui tahapan sosialisasi, ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan pretest–posttest dengan masing-masing 10 pertanyaan, sedangkan keterampilan diamati langsung oleh tim pengabdian. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pemahaman yakni 90% peserta mencapai kategori sangat baik setelah sosialisasi. Pada aspek keterampilan yakni 82,5% peserta mampu meracik spray antinyamuk secara mandiri sesuai prosedur.Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health problem in Indonesia, particularly in Islamic boarding schools. One preventive effort is the use of botanical insecticides derived from natural plants such as periwinkle (Catharanthus roseus L.), which contains citronellol and geraniol as repellent compounds. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of students at Islamic Boarding School, Bojonegoro, in producing herbal mosquito repellent spray. The program involved 40 female students through stages of socialization, lectures, interactive discussions, and hands-on practice. Knowledge evaluation was conducted using pretest–posttest with 10 questions each, while skills were assessed through direct observation. Results indicated a significant improvement in knowledge (soft skills), with 90% of participants achieving an excellent category after the training. Meanwhile, 82.5% of participants demonstrated the ability to independently formulate and package mosquito repellent spray according to procedures.
How Does Marketing Training Influence Students’ Knowledge and Skills in Developing Santripreneurship Within Islamic Boarding Schools? Yani Qoriati; Akhmad Al-Bari; Romadhiyana Kisno Saputri; Siti Khoirun Nisak
Transformatif: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tranformatif.v7i1.14700

Abstract

This study examines the influence of marketing training on students’ knowledge and skills in developing santripreneurship within Islamic boarding schools (pesantren). Despite the significant potential of pesantren as centers of community-based economic empowerment, many student-led business units face constraints, particularly in product marketing, which limits their competitiveness and sustainability. To address this issue, a structured marketing training program was conducted at Adnan Al Charish Islamic Boarding School, focusing on soap product development, packaging, labeling, and digital marketing strategies. The study employed a Participatory Action Research (PAR) approach involving 25 students through stages of planning, action, observation, and reflection. Data were collected using pre-tests, post-tests, observations, and satisfaction surveys. The findings reveal a substantial improvement in both knowledge and practical skills, with 84% of participants achieving a “very good” level in knowledge and 92% in skills after the training. Additionally, 88% of participants reported being “very satisfied,” indicating the high relevance and effectiveness of the training program. These results demonstrate that participatory and practice-based learning approaches effectively enhance students’ competencies, confidence, and ability to apply marketing strategies, particularly in utilizing digital platforms to expand market reach. In conclusion, marketing training plays a vital role in strengthening santripreneurship by improving students’ capabilities. However, continuous mentoring, advanced training, and long-term evaluation are necessary to ensure sustainability and maximize the impact of such programs.