Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Uji Akurasi Horisontal Peta Tutupan Lahan berbasis UAV RTK Multispektral Desa Ciputri Purwaningsih, Yuli; Setiawan, Heri; Manessa, Masita Dwi M.; Setiadi, Hafid
Media Komunikasi Geografi Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v25i2.79124

Abstract

Teknologi UAV sudah banyak dimanfaatkan untuk pembuatan peta dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil uji akurasi horisontal peta tutupan lahan Desa Ciputri yang diperoleh dari digitasi foto udara DJI Phantom 4 RTK perekaman Agustus 2022. Sebanyak 12 ICP digunakan untuk menghitung ketelitian horisontal dan diukur dengan metode RTK NTRIP menggunakan GNSS Geodetik Trimble R10. Perhitungan ketelitian horisontal mengacu pada Peraturan BIG Nomor 6 Tahun 2018. Hasil uji akurasi tutupan lahan menunjukkan nilai RMSE dan CE90 masing – masing sebesar 1,229 m dan 1,862 m. Namun berdasarkan beberapa referensi, foto udara yang dihasilkan dari DJI Phantom 4 RTK metode PPK atau RTK seharusnya mempunyai nilai RMSE level sentimeter. Analisis lanjutan menunjukkan beberapa kenampakan foto udara seperti jalan dan pematang tegalan terlihat tidak sambung. Berdasarkan konfirmasi tim survei, saat perekaman foto udara tidak diikatkan dengan base stasion CORS. Sehingga koordinat yang dihasilkan adalah koordinat absolut atau foto udara belum terorthorektifikasi. Rekomendasi yang diberikan untuk meningkatkan ketelitian dan kualitas foto udara adalah melakukan pengolahan data trajectory dengan data CORS menggunakan metode PPK. Peta tutupan lahan Desa Ciputri tahun 2022 dari hasil digitasi foto udara DJI Phantom 4 RTK yang belum terortorektifikasi memenuhi ketelitian peta skala 1: 5.000 kelas 2.
Identifikasi Potensi Wisata Di Desa Ciputri Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Anggraini, Kurnia; Setiadi, Hafid; Manessa, Masita Dwi Mandini
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v12i3.76701

Abstract

Mapping in the field of tourism is useful for inventory and analysis of tourism potential in Ciputri Village which has potential natural resources. The purpose of this study is to identify the distribution of existing tourism objects, analyze tourism potential, analyze the dominant factors driving and inhibiting the development of tourist objects and analyze strategies for developing tourism potential in Ciputri Village. The method used is a qualitative method with descriptive analysis to identify and analyze the potential, development and management of tourism in Ciputri Village. Based on the results of the study, it is known that Ciputri Village has the potential of natural resources as a tourism attraction. Tourism potential that exists besides Saung Sarongge, Sarongge Coffee and Sarongge Valley Camping Ground are, Sarongge Valley Tea Agrotourism, Sarongge Flower Garden, Ciputri River Susur, Srarongge Sheep Farm, TNGGP Camping Ground and Sarongge Coffee Plantation under the foot of Mount Gelis. Development factor of potential attractions that have the attraction of beautiful natural panoramas, still original and cool. Making a map of tourism potential can help the community recognize the potential of their area and make the community an informant for visitors in Ciputri Village.
Community Preferences for Agrarian Reform in Kampung Reforma Agraria: A Case Study of Mekarsari Village, Banten Gafuraningtyas, Dewi; Setiadi, Hafid; Koestoer, Raldi Hendro T
BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan Vol. 9 No. 2 (2023): Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/bhumi.v9i2.795

Abstract

Abstract: An agrarian reform program encompassing asset and access arrangement was implemented to address the inequality in land ownership. Furthermore, asset management and access management models are integrated in the same location to increase the effectiveness of the agrarian reform program. As a pilot project, the first Kampung Reforma Agraria (KRA) was implemented in Mekarsari Village, Panimbang District, Pandeglang Regency, by distributing land to 225 subjects. However, after five years of implementing agrarian reform, some subjects still have not occupied KRA locations. This condition indicates that some subjects are reluctant to live in the designated location. Therefore, this research aims to analyze the profile and characteristics of TORA subjects’ residences who have yet to occupy the land granted in the KRA and the influence of these two factors on their spatial preferences regarding agrarian reform policies. By interviewing 23 TORA subjects who had yet to occupy the Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) location and transfer their land rights, the results show that 52.5% wanted to move to KRA. In contrast, 47.5% did not want to occupy their land in KRA. Based on the analysis of the physical characteristics of the TORA subjects’ residences, the relationship between the physical distance from the subject’s current residence to KRA and the subject’s preference to move to KRA was not very significant. The factors most influencing the subject’s preferences are the residence’s non-physical characteristics, the land’s current legal status, and the socio-economic profile. Based on these findings, policymakers responsible for setting the criteria for land recipients should enhance the supervision system for subject selection from the outset. Furthermore, when designing access provision programs, it is essential to account for the diverse preferences and needs of each subject group. Keywords: Agrarian Reform; Access Arrangement; Asset Arrangement; Kampung Reforma Agraria; Spatial Preferences.
Pemetaan Potensi Budidaya Tanaman Kopi di Kecamatan Pacet Cianjur dengan Machine Learning Menggunakan Citra Sentinel-2 Azizah, Nur; Manessa, Masita Dwi mandini; Setiadi, Hafid; Ulfa, Kurnia
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i2.28204

Abstract

Kopi adalah salah satu komoditas utama yang memainkan peran penting dalam perekonomian di beberapa daerah. Di wilayah Cianjur, terdapat kopi Arabika khas yang disebut kopi Sarongge. Tanaman kopi di Distrik Pacet belum banyak dibudidayakan. Untuk mendukung pengembangan dan peningkatan produksi kopi Sarongge, pemetaan potensi lahan yang tepat diperlukan, terutama di daerah Pacet. Pemetaan ini membantu dalam mengidentifikasi area yang cocok untuk budidaya kopi. Studi ini menggunakan informasi dari citra satelit Sentinel-2 untuk menganalisis kondisi tanah. Analisis dilakukan menggunakan Google Earth Engine (GEE) dan metode klasifikasi citra, Random Forest. (RF). Parameter yang dipertimbangkan termasuk tutupan lahan, ketinggian, dan jenis tanah. Temuan menunjukkan bahwa sekitar 25% wilayah Pacet memenuhi kriteria. Wilayah ini terletak di kaki Gunung Gede dan mencakup desa Ciputri, Ciherang, Cipendawa, dan Sukatani. Integrasi data satelit dan SIG efektif dalam memetakan potensi lahan kopi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan kebijakan dan strategi untuk pengelolaan lahan kopi yang lebih efektif, serta untuk mendukung petani dalam memilih area optimal untuk budidaya.
Students' Knowledge, Attitude, and Behavior Towards Flood Preparedness: A Case Study at a Junior High School in Bekasi, Indonesia Sumarno, Sumarno; Setiadi, Hafid
Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpig.v3i2.262

Abstract

Preparedness in dealing with the coming of floods is very important for the community because, with preparedness, the community can prepare themselves and do first aid after a disaster. knowledge, attitude, and behavior are factors that influence preparedness. This study aims to determine knowledge, attitude, and behavior about flood preparedness at a junior high school in Bekasi, Indonesia. This research method uses quantitative method. Based on data processing and analysis of research conducted regarding the influence of knowledge, attitude, and behavior about flood disaster preparedness in a junior high school in Bekasi, it is concluded that the disaster actions of junior high school in Bekasi positively influence flood disaster preparedness. In this study, it was also found that the variables of knowledge, attitudes, and actions together influence 9% of flood preparedness, while other factors influence the rest.
Kajian Respon Petani Terhadap Kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kecamatan Pelabuhan Ratu Gafuraningtyas, Dewi; Setiadi, Hafid; Manesa, Masita Dwi Mandini
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.2.241

Abstract

Sektor pertanian Indonesia sangat penting bagi perekonomiannya, namun alih fungsi lahan pertanian menjadi nonpertanian semakin meningkat karena pertumbuhan ekonomi dan demografis. Oleh karena itu, pemerintah berupaya menekan alih fungsi lahan pertanian dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B). Kabupaten Sukabumi, salah satu wilayah di Jawa Barat, secara proaktif menanggapi upaya nasional tersebut dengan menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 08 Tahun 2014, yang secara khusus dirancang untuk menangani masalah Lahan Pertanian Pangan Lestari (LP2B) di wilayahnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis respon petani terhadap penerapan LP2B di tujuh desa di Kabupaten Sukabumi. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai 36 petani yang dibagi menjadi enam klaster berdasarkan sebaran lokasi LP2B kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani di dataran rendah dan dekat pemukiman padat penduduk didominasi oleh petani penggarap yang tidak memahami LP2B. Sebaliknya, petani di daerah pegunungan dan jauh dari pemukiman padat lebih banyak yang memahami kebijakan LP2B. Perbedaan pengetahuan petani dipengaruhi oleh kondisi fisiografis dan keberadaan kelompok tani di masing-masing lokasi. Untuk rekomendasi lebih lanjut, diperlukan sosialisasi kebijakan secara merata dan penguatan kelompok tani.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Cabai Merah Menggunakan Logika Fuzzy di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur Gusrianda, Ilham; Dwi, Masita; Manesa, Mandini; Setiadi, Hafid
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.26841

Abstract

cabai merah (capsicum annum) adalah komoditas sayuran dengan nilai ekonomis tinggi yang semakin diminati. Permintaan terus tumbuh seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri, terutama untuk bumbu masakan, industri makanan, dan obat-obatan. Oleh karena itu, diperlukan kajian kesesuaian lahan untuk mengidentifikasi potensi lahan yang sesuai guna mencapai hasil panen yang optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan mengevaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman cabai merah di Desa Ciputri. Metode yang digunakan dalam analisis kesesuaian lahan menggunakan pendekatan fuzzy dan evaluasi kesesuaian lahan menggunakan Boolean. Hasil penelitian menunjukkan hasil kesesuaian lahan cabai merah dengan metode fuzzy mendapatkan hasil nilai dengan kesesuaian paling tinggi yaitu 0,856 dan nilai terendah 0,1456 dimana nilai fuzzy berada pada rentang nilai 0 sampai 1. Hasil evaluasi kesesuaian lahan cabai merah menghasilkan 3 kelas yaitu sangat sesuai dengan luas 261,63 hektar (30,0 %), cukup sesuai dengan luas 177,18 hektar (20,31 %) dan tidak sesuai dengan luas 433,19 hektar (49,69 %). Metode fuzzy logic memberikan hasil yang lebih terperinci dan fleksibel dalam menggambarkan kesesuaian lahan, menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian yang lebih tinggi berbanding lurus dengan nilai fuzzy yang lebih tinggi, sementara tingkat kesesuaian yang rendah berhubungan dengan nilai fuzzy yang lebih rendah.
THE SPATIO-TEMPORAL DYNAMIC IN WATER NEAR PALABUHAN RATU COAL FIRE PLANT, SUKABUMI, WEST JAVA Niken Anissa Putri; Masita Dwi Mandini Manessa; Hafid Setiadi
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2023.v20.a3812

Abstract

Indonesia Power PLTU Jabar 2 Palabuhanratu's activities have an impact on the quality of the surrounding river water and ocean. Monitoring the quality of the water thereafter became an important factor. Using remote sensing technologies, the spatial and temporal sea surface temperature and chlorophyll-a of water can be determined. This study aims to (1) ; (2) ; and (3) . River water and ocean quality, including physical parameters (total dissolved solids, electrical conductivity, and temperature) and chemical parameters (pH and salinity). (1) River water and saltwater quality in the Cimandiri Downstream River and Batu Bintang Beach are suitable with regard to physical parameters (total dissolved solids, electrical conductivity, and temperature) and chemical parameters (pH and salinity). (2) According to Health Ministerial Regulation No. 32/2017 and Government Regulation No.22/2021, the river and seawater quality in the Cimandiri Downstream River and Batu Bintang Beach for clean water is adequate in terms of physical characteristics (total dissolved solids, electrical conductivity, and temperature) and chemical parameters (pH and salinity). (3) The average Salinity from August through November of 2021 was 20.76 ppt, 16.25 ppt, 15.76 ppt, and 18.51 ppt. The average Salinity between April and July of 2022 was -2.74 ppt, 3.51 ppt, 0.51 ppt, and 4.25 ppt.
VEGETATION INDICES FROM LANDSAT-8 DATA IN PALABUHANRATU Hermawan Setiawan; Masita Dwi Mandini Manessa; Hafid Setiadi
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2023.v20.a3829

Abstract

Land cover will change due to population pressure, resource use, and human interest in space. Measuring the land area is important to determine how much-converted land is positive and negative. The vegetation on land was determined by how densely the plants were spread out. This study is conducted in Palabuhanratu, Sukabumi Regency. Aims to test and compare how accurate EVI and SAVI are at seeing vegetation density. The images used are from Landsat 8 in 2018 and 2022. Calibration is performed using high-resolution images, followed by field surveys with 98 points from polygon sampling. The average accuracy of the results from EVI is 49%, while the average accuracy of the results from SAVI is 45%. So, we can say that the EVI or SAVI based-input gives a similar result on observing the vegetation density in Palabuhanratu.