Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG MUTU PELAYANAN PENDIDIKAN DAN MOTIVASI MENGIKUTI PROSES BELAJAR MENGAJAR DI AKADEMI KEPERAWATAN NGUDI WALUYO Ummu Muntamah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.031 KB)

Abstract

Fenomena yang terjadi di Akper Ngudi Waluyo Ungaran menunjukkan ada kecenderungan  kurangnya motivasi belajar, terlihat dari sikap siswa yang kurang menyenangi suatu mata ajartertentu, sering datang terlambat, tidak mengerjakan tugas yang diberikan dosen, acuh tak acuhpada saat proses pembelajaran, mahasiswa belajar tanpa persiapan dan kurang aktif dalampembelajaran. Diprediksikan, berkaitan dengan persepsi mahasiswa tentang mutu pelayananpendidikan yang kurang baik. Variabel yang diteliti ada dua yaitu persepsi mahasiswa tentangmutu pelayanan pendidikan sebagai variabel bebas dan motivasi belajar sebagai variabelterikat. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Data diambil dengandengan cara pengisian kuesioner oleh mahasiswa, kemudian dilakukan triangulasi data denganmelakukan wawancara dengan pudir I bidang akademik, ka.sub.bag administrasi,laboratorium, perpustakaan dan bimbingan konseling. Data yang diperoleh dianalisismenggunakan analisis regresi.  Hasil penelitian menunjukkan motivasi mahasiswa untukmengikuti proses belajar mengajar dalam kategori baik sebanyak 78,7%, variabel yang palingdominan yang menjadi prediktor terjadinya peningkatan motivasi adalah mutu pelayanan dosenhal ini berdasarkan hasil penelitian p value 0.003 dan nilai OR/exp (B) 10.61. Variabel yangberhubungan dengan motivasi mengikuti proses belajar mengajar adalah mutu pelayanandosen, materi, perpustakaan dan laboratorium.  Sedangkan variabel yang tidak berhubunganadalah mutu pelayanan administrasi, bimbingan dan konseling.Kata Kunci : Persepsi mutu pelayanan pendidikan, motivasi mengikuti proses belajar mengajar
Efektifitas Terapi Psikoedukasi terhadap Peningkatan Tumbuh Kembang Anak Siti Haryani; Ummu Muntamah; Ana Puji Astuti
(JKG) Jurnal Keperawatan Global Vol 5 No 1 (2020): JKG (JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkg.v5i1.84

Abstract

Background: The Background from the research is a nurse as part of health services to contribute in realizing from the program to improve the quality of children’s development through efforts to psychological services of children. This is a nurse as a concelor.This research has purpose to describe about effectiveness of psychoeduation to development child. Methods: This type of correlation research, research methods with action research, the sampling techniques is using total sampling technique, the number of samples used all kindergarten students Nurul Izzah, statistical tests using Wilcoxon. This data has analyzed with descriptive analysis dan pre test dan post test design use SPSS (Statistical Packages for Social Sciences). Second step is implementation of psychoeducation to the parents, the instrument used is to use the KPSP question guideObject of this reearch is children and parents. This metode is survey. This resesarch was done 2 step. First step was done pre test of children’s development use by KPSP. Results: The result is psychoeduation very strong influences on children’s development p=0.000 (p<0.05). Conclusion: Psychoeducation therapy will help the development of children according to age.Research recommendations are to support the growth and development of children, schools can provide education and training on psychoeducation by involving teachers and parents.
Pengembangan Media Sosial sebagai New Media Informatif sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang HIV-AIDS Ummu Muntamah; Fiktina Fivri Ismiryam
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB) | DOI: 10.35473/ijnr.v1i2.184

Abstract

This research is based on the still high incidence of HIV-AIDS in Indonesia. Until now HIV-AIDS cases have been reported by 341 of 497 districts / cities in 33 provinces. In addition, Indonesia is one of the countries in Asia with the fastest growing HIV / AIDS epidemic. Based on the results of the Review of HIV / AIDS workshop, problems were found that 1) the institution was not optimal and the coordination was weak and institutional networks that deal with HIV / AIDS prevention and control, 2) lack of access to quality services, 3) lack of strategies and methods of communication, information and the right education (IEC) about HIV / AIDS. These factors have caused lack of knowledge about HIV-AIDS.This research has a long-term goal of developing social media as New Informative Media to increase knowledge about HIV-AIDS, so that efforts to increase the incidence of HIV-AIDS can be prevented, especially in adolescents. The method that will be used is action research.This method implemented in two stages. The first phase conducted research on the condition and level of understanding of teenager  about HIV-AIDS and the development of social media that can be delivered in an interesting and informative manner. Specific targets to be achieved in this first phase include: 1) knowing the description of youth knowledge about HIV-AIDS, 2) developing social media forms as an informative medium about HIV-AIDS.The second phase of this research will be the implementation to implement and test the application of the effectiveness of the use of social media in adolescents about HIV-AIDS information. The specific targets that are expected in this second phase include: 1) knowing the response of adolescents to social media as a new media tested, 2) analyzing the results of social media implementation trials, 3) compiling the final social media model about HIV-AIDS, 4) publishing the results of research into local scientific journals that have ISSN or accredited national scientific journals, 5) drafting teaching materials on social media. The results showed that as many as 45.5% of teenagers used the internet 2-3 days, with online duration of more than 4 hours (34.8%), most of the facilities used for internet access using mobile phones (85.2%), while Social media used by teenagers is instagram (25.5%), and whatsapp (23.4%). The type of information opened when the client is an article (35.9%), as well as video (31.3%). Youth knowledge about HIV-AIDS before informational exposure were good (50.2%) and there was an increase in knowledge by 37% using paired sample t test 92-tailed sig. Scores of 0,000 <0.005 after being given health education about HIV-AIDS in adolescents.
PEMBERDAYAAN GURU TK MELALUI PROGRAM PSIKOEDUKASI MEWUJUDKAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI DESA CANDIREJO KEC. UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG Siti Haryani; Ummu Muntamah; Ana Puji Astuti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 2 (2019) : Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v2i2.51

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hal penting dalam kehidupan anak. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak antara lain lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adalah keluarga, guru serta lingkungan sekitar. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk mewujudkan  sekolah ramah anak dengan melakukan Pemberdayaan Guru TK melalui program psikoedukasi di TK Nurul Izzah Candirejo , Ungaran Barat, Kab. Semarang. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui 4 tahap yaitu observasi dan sosialisasi kegiatan, tes bakat minat dengan 4 P, test perkembangan menggunakan KPSP dan pelatihan APE serta praktek penggunaan APE .  Hasil dari kegiatan ini adalah sosialisasi diikuti oleh semua guru (100%), tes minat dan bakat personality sebagian besar anak senang bertemu dengan orang-orang baru (82.85%), potency sebagian kecil anak suka mencari variasi (45.71%), passion sebagian besar anak suka membantu orang (75.71%) dan psychology sebagian besar anak suka mengorganisir kegiatan (70%), tes perkembangan menggunakan KPSP didapatkan interpretasi hasil tes perkembangan sebagian besar sesuai (S) dengan usia anak sebesar  82.48 %, meragukan (M) 12.86% dan ada penyimpangan (P) 2.86 %, serta Pelatihan APE dan praktik penggunaan APE diikuti oleh guru (100 %) dan siswa (97.22 %) karena ada 2 siswa yang sakit Berdasarkan hasil tersebut dapat dilakukan program psikoedukasi yang dapat mendukung perkembangan anak menjadi optimal antara lain dengan melakukan pemeriksaan perkembangan secara rutin sesuai dengan usia anak. Kata kunci : pemberdayaan guru, psikoedukasi, sekolah ramah anak
DETEKSI DINI PENCEGAHAN HIV/AIDS MELALUI PEMERIKSAAN IMS PADA PEKERJA SEKS KOMERSIIL (PSK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAWEN KABUPATEN SEMARANG Ana Puji Astuti; Ummu Muntamah; Siti Haryani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 2 (2019) : Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v2i2.53

Abstract

IMS (Infeksi Menular Seksual) merupakan penyakit akibat aktivitas seksual yang tidak sehat. IMS lebih beresiko apabila melakukan hubungan dengan berganti-ganti pasangan yang dapat ditularkan baik melalui oral, vagina maupun anal. Dampak yang paling mengkhawatirkan adalah resiko peningkatan angka kejadian HIV/AIDS. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mencegah IMS melalui peningkatan pengetahuan dan meningkatkan motivasi akan kesadaran melalui deteksi dini IMS di wilayah kerja Puskesmas Bawen Kabupaten Semarang. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan beberapa tahap, yaitu observasi lokasi dan sosialisasi kegiatan, penyuluhan kesehatan tentang IMS, pemeriksaan laboratorium, konseling dan pengobatan serta motivasi pencegahan IMS. Hasil dari kegiatan ini adalah sosialisasi diikuti oleh Kepala Puskesmas Bawen, pemegang program/penanggung jawab program kegiatan dan tim baik dari pihak puskesmas maupun tim pengabdian Universitas Ngudi Waluyo. Penyuluhan kesehatan mengenai IMS dan pemeriksaan laboratorium dihadiri semua PSK dengan jumlah 81 orang (100%), dan terdapat 35,80% PSK mengalami IMS dari hasil analisis pemeriksaan laboratorium PMN uretra/serviks.. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian perlu ditindaklanjuti pelaksanaan penyuluhan kesehatan secara berkesinambungan, kondomisasi dan pemeriksaan VCT untuk mendeteksi dan mencegah HIV/AIDS. Kata kunci: deteksi dini, IMS, PSK
Pengembangan Media Sosial sebagai New Media Informatif sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang HIV-AIDS Ummu Muntamah; Fiktina Fivri Ismiryam
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v1i2.184

Abstract

This research is based on the still high incidence of HIV-AIDS in Indonesia. Until now HIV-AIDS cases have been reported by 341 of 497 districts / cities in 33 provinces. In addition, Indonesia is one of the countries in Asia with the fastest growing HIV / AIDS epidemic. Based on the results of the Review of HIV / AIDS workshop, problems were found that 1) the institution was not optimal and the coordination was weak and institutional networks that deal with HIV / AIDS prevention and control, 2) lack of access to quality services, 3) lack of strategies and methods of communication, information and the right education (IEC) about HIV / AIDS. These factors have caused lack of knowledge about HIV-AIDS.This research has a long-term goal of developing social media as New Informative Media to increase knowledge about HIV-AIDS, so that efforts to increase the incidence of HIV-AIDS can be prevented, especially in adolescents. The method that will be used is action research.This method implemented in two stages. The first phase conducted research on the condition and level of understanding of teenager  about HIV-AIDS and the development of social media that can be delivered in an interesting and informative manner. Specific targets to be achieved in this first phase include: 1) knowing the description of youth knowledge about HIV-AIDS, 2) developing social media forms as an informative medium about HIV-AIDS.The second phase of this research will be the implementation to implement and test the application of the effectiveness of the use of social media in adolescents about HIV-AIDS information. The specific targets that are expected in this second phase include: 1) knowing the response of adolescents to social media as a new media tested, 2) analyzing the results of social media implementation trials, 3) compiling the final social media model about HIV-AIDS, 4) publishing the results of research into local scientific journals that have ISSN or accredited national scientific journals, 5) drafting teaching materials on social media. The results showed that as many as 45.5% of teenagers used the internet 2-3 days, with online duration of more than 4 hours (34.8%), most of the facilities used for internet access using mobile phones (85.2%), while Social media used by teenagers is instagram (25.5%), and whatsapp (23.4%). The type of information opened when the client is an article (35.9%), as well as video (31.3%). Youth knowledge about HIV-AIDS before informational exposure were good (50.2%) and there was an increase in knowledge by 37% using paired sample t test 92-tailed sig. Scores of 0,000 <0.005 after being given health education about HIV-AIDS in adolescents.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Rawat Inap Ulang pada Pasien CHF di RSUD Dr. Gunawan Mangunkusumo Devanda Ivo Teresia; Widodo, Gipta Galih; Ummu Muntamah; Zumrotul Chaerijah
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v7i1.3328

Abstract

CHF patients are often re-hospitalized due to recurrence causing despair and fear of death. Several factors that influence re-hospitalization are family support, adherence to medication therapy and adherence to a low-salt diet Objective: To determine the factors associated with the incidence of re-hospitalization in congestive heart failure patients. The design of this research uses descriptive correlational with a cross sectional approach. The population studied was CHF patients at RSUD Dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa with a sample size of 34 people was taken using accidental sampling technique. Data analysis used chi square which was processed using the SPSS data processing program. Results: Family support was mostly in the good category (55.9%), medication therapy compliance was mostly in the low category (52.9%), low salt diet compliance was mostly in the low category (52.9%), the incidence of re-hospitalization was mostly in the high category. (64.7%). There was a significant relationship between family support (p-value = 0.006), adherence to medication therapy (p-value = 0.040) and low-salt diet adherence (p-value = 0.006) with the incidence of re-hospitalization. Family support, adherence to medication therapy and adherence to a low salt diet are associated with the incidence of re-hospitalization. Suggestion: CHF patients must comply with drug therapy and a low-salt diet that has been determined by showing an observation sheet at each check-up to avoid re-hospitalization   Abstrak Pasien-pasien CHF sering rawat inap ulang akibat adanya kekambuhan menyebabkan putus asa dan takut kematian. Beberapa faktor yang mempengaruhi rawat inap ulang adalah dukungan keluarga, kepatuhan terapi pengobatan dan kepatuhan diet rendah garam. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rawat inap ulang pada pasien gagal jantung kongestif. Desain pada penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti pasien CHF yang pernah menjalani rawat inap ulang di RSUD Dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa dengan jumlah sampel 34 orang diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis data yang digunakan chi square yang diolah dengan SPSS. Dukungan keluarga sebagian besar kategori baik (55,9%), kepatuhan terapi pengobatan sebagian besar kategori rendah (52,9%), kepatuhan diet rendah garam sebagian besar kategori rendah (52,9%), kejadian rawat inap ulang sebagian besar kategori tinggi (64,7%). Ada hubungan yang bermakna dukungan keluarga (p-value = 0,006), kepatuhan terapi pengobatan (p-value = 0,040) dan kepatuhan diet rendah garam (p-value = 0,006) dengan kejadian rawat inap ulang. dukungan keluarga, kepatuhan terapi pengobatan dan kepatuhan diet rendah garam berhubungan dengan kejadian rawat inap ulang. Pasien CHF harus mematuhi terapi obat dan diet rendah garam yang telah ditentukan dengan menunjukkan lembar observasi setiap kali kontrol agar tidak terjadi rawat inap ulang.
Pengelolaan Gangguan Mobilitas Fisik Pada Pasien Hemiparesis Dengan Stroke Non Hemoragik Muhammad Aldo Aditama; Ummu Muntamah
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v2i1.2444

Abstract

Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit serebrovaskuler yang terjadi akibat infark serebral atau kematian jaringan otak. Stroke dapat menyebabkan gangguan neurologis yang mempengaruhi mobilitas fisik pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan metode pengelolaan deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui convenience sampling, di mana pasien dengan hemiparesis stroke non hemoragik yang setuju untuk diwawancarai dan mampu berkomunikasi menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui pengkajian kesehatan pasien dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan pada pasien dengan hemiparesis stroke non hemoragik di RSUD Pandan Arang Boyolali. Penulis menggunakan teknik perpanjangan pengamatan dan triangulasi sumber informasi untuk memastikan keabsahan data. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan pengelolaan yang efektif dalam mengatasi gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke. Penulis menggunakan latihan Range Of Motion (ROM) sebagai salah satu intervensi keperawatan yang efektif untuk meningkatkan mobilitas fisik pasien. Latihan ROM dilakukan secara teratur 2 kali sehari dengan durasi 15-35 menit dan dilakukan selama minimal 4 minggu. Hasil yang didapatkan yaitu masalah gangguan mobilitas fisik belum teratasi dikarenakan latihan ROM pasif yang dilakukan selama 3 hari pengelolaan didapatkan hasil kekuatan otot tangan kanan yang sebelumnya 2 menjadi 3 dan kaki kanan yang sebelumnya 1 menjadi 3. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pengelolaan gangguan mobilitas fisik pada pasien hemiparesis stroke non hemoragik di RSUD Pandan Arang Boyolali. Dengan memberikan perawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat memperoleh pemulihan yang optimal dan meningkatkan kualitas hidup mereka setelah stroke.
PENGELOLAAN MANAJEMEN KESEHATAN TIDAK EFEKTIF DENGAN PROMOSI KESIAPAN PENERIMAAN INFORMASI PADA KELUARGA DENGAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS DUREN KABUPATEN SEMARANG Pipit Kusumaningrum; Ummu Muntamah
Jurnal Kesehatan Vol. 2 No. 8 (2024): Agustus
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus is a heterogeneous group of disorders characterized by increased blood glucose levels or hyperglycemia. Glucose normally circulates in a certain amount in the blood, glucose is formed in the liver from the food consumed. Because of that, the nursing problem of Improved Health Management Readiness arose. Writing aims to provide an overview of readiness to improve health management in families with diabetes mellitus. The method in this study used the description method, namely to provide an overview of the knowledge and treatment of gout. Management in the family is carried out for 3 days starting with assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The results of the nursing evaluation showed that patient data was able to explain the definition, signs and symptoms of diabetes in their own language, such as “diabetes is an increase in blood sugar, frequent urination, frequent drinking”. Patients and families say that patients have reduced sweet drinks such as tea, syrup and watermelon. The client says he is already taking medication. Patients are able to answer correctly when asked about diabetes mellitus. The medication control booklet is filled. At the end of the management, the author hopes that the results of this research will be useful as a reference during the learning process so that knowledge about nursing care for families with diabetes mellitus can be carried out optimally.
Desain Dan Analisis Pilot Studi: Early Detection Bullying Victim (Edbuvi) Application Itsna Nayla, Faiza; Aidan Najid, Farrell; Masrikhah, Ririn; Muntamah, Ummu
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v7i2.3573

Abstract

A Bullying is a significant issue in educational settings, where its consequences can extend well beyond the immediate physical and emotional harm inflicted on victims. The need for early detection and intervention is crucial to prevent the escalation of negative effects, which can lead to serious psychological and social consequences for victims. This research presents the development of the Early Detection Bullying Victim (EDBUVi) application, a tool designed to facilitate the early identification of bullying victims. The EDBUVi application is based on comprehensive research and utilizes the System Usability Scale (SUS) to evaluate its effectiveness. The application was tested with a sample of 50 high school students in Semarang, Central Java, Indonesia, providing a representative group for assessing its utility in a real-world educational context. The development process involved a multidisciplinary approach, integrating expertise from psychology, education, and information technology to ensure that the application is both scientifically sound and user-friendly. The SUS analysis, a widely recognized measure of usability, revealed a score of 86, which is categorized as excellent. This high score indicates that the application is not only functional but also easy to use, which is critical for its adoption by students and educators alike. The EDBUVi application provides a structured process for early detection, followed by recommendations for appropriate therapeutic interventions. The findings of this study underscore the potential of EDBUVi to serve as an essential tool in addressing bullying in schools, offering a practical solution to an urgent problem by enabling timely and effective interventions that can significantly reduce the long-term impact of bullying on victims.   Abstrak Perundungan merupakan masalah yang signifikan di lingkungan pendidikan, di mana konsekuensinya dapat meluas jauh melampaui kerugian fisik dan emosional langsung yang dialami korban. Perlunya deteksi dan intervensi dini sangat penting untuk mencegah eskalasi dampak negatif, yang dapat menyebabkan konsekuensi psikologis dan sosial yang serius bagi korban. Penelitian ini menyajikan pengembangan aplikasi Deteksi Dini Korban Perundungan (EDBUVi), sebuah alat yang dirancang untuk memfasilitasi identifikasi dini korban perundungan. Aplikasi EDBUVi didasarkan pada penelitian yang komprehensif dan menggunakan Skala Kegunaan Sistem (SUS) untuk mengevaluasi efektivitasnya. Aplikasi ini diuji dengan sampel 50 siswa sekolah menengah di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, yang menyediakan kelompok representatif untuk menilai kegunaannya dalam konteks pendidikan dunia nyata. Proses pengembangan melibatkan pendekatan multidisiplin, yang mengintegrasikan keahlian dari psikologi, pendidikan, dan teknologi informasi untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut secara ilmiah kuat dan ramah pengguna. Analisis SUS, ukuran kegunaan yang dikenal luas, mengungkapkan skor 86, yang dikategorikan sebagai sangat baik. Skor tinggi ini menunjukkan bahwa aplikasi tersebut tidak hanya fungsional tetapi juga mudah digunakan, yang sangat penting untuk diadopsi oleh siswa dan pendidik. Aplikasi EDBUVi menyediakan proses terstruktur untuk deteksi dini, diikuti dengan rekomendasi untuk intervensi terapeutik yang tepat. Temuan studi ini menggarisbawahi potensi EDBUVi untuk berfungsi sebagai alat penting dalam mengatasi perundungan di sekolah, menawarkan solusi praktis untuk masalah yang mendesak dengan memungkinkan intervensi yang tepat waktu dan efektif yang dapat secara signifikan mengurangi dampak jangka panjang perundungan pada korban.