Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Gambaran Pengelolaan Edukasi Proses Penyakit pada Keluarga Lansia dengan Diabetes Melitus (Studi Kasus) Endyning Tyas, Yunika; Muntamah, Ummu
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 3 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v3i1.3332

Abstract

Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit tidak menular yang dapat muncul pada lansia. Penderita Diabetes Melitus seringkali kurang paham tentang proses penyakit dan pengobatannya, sehingga dapat terjadi defisit pengetahuan dengan demikian banyak penderita yang tidak melakukan kontrol gula darah sehingga penderita akan lebih mudah terkena komplikasi. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan defisit pengetahuan dengan edukasi proses penyakit pada keluarga lansia dengan Diabetes Melitus. Jenis penelitian deskriptif studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Populasi  adalah keluarga lansia dengan Diabetes Melitus. Sampel adalah keluarga Ny. N dengan status keluarga lansia dan memiliki penyakit Diabetes Melitus dengan defisit pengetahuan. Hasil Pengelolaan didapatkan pada pengkajian klien menanyakan masalah yang sedang dihadapi, klien menunjukkan persepsi yang keliru terhadap masalah. Hal ini selaras dengan tanda dan gejala dari masalah keperawatan defisit pengetahuan. Implementasi yang dilakukan yaitu edukasi proses penyakit Diabetes Melitus. Evaluasi menunjukkan hal yang positif dimana edukasi proses penyakit dapat mengatasi masalah defisit pengetahuan, yang dibuktikan dengan luaran tingkat pengetahuan dari sedang menjadi meningkat. Saran untuk perawat agar lebih teliti dalam mengkaji pengetahuan tentang penyakit kronis yang lain.
Selflove untuk Menjaga Kesehatan Jiwa Ibu Rumah Tangga melalui Edukasi Kesehatan Jiwa dan Pengenalan Peran Psikolog di Desa Tambakboyo Wulansari; Vifri Ismiryam, Fiktina; Muntamah, Ummu
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 4 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selflove merupakan satu kata yang memiliki makna mencintai diri sendiri yang dilakukan dengan bukti konkrit dalam memperlakukan diri sendiri. Untuk membuktikan cinta pada diri sendiri dilakukan dengan mengenali apa yang terjadi pada diri. Mengenali sesuatu lebih lanjut dapat dilakukan dengan adanya peningkatan pengetahuan. Salahsatu yang dapat dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan adalah melalui mengikuti kegiatan edukasi. Pemahaman tentang seputar masalah kesehatan jiwa nantinya dapat digunakan untuk mencapai kesehatan jiwa. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan pada ibu rumah tangga tentang masalah kesehatan jiwa dan penanganannya sehingga nanti meningkatkan selflove pada diri serta membagi pengetahuan ke ibu rumah tangga lainnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan metode pembelajaran contextual teaching and learning dan metode pembelajaran deduktif, yang mana pemateri memberikan materi dan didalamnnya peran aktif peserta ditonjolkan serta penjelasan dari hal umum terkait permasalahan hingga penanganan. Untuk metode penulisan yang digunakan adalah metode diskriftif. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan kegiatan edukasi kesehatan yang tergambar dari kepemahaman tentang kesehatan jiwa pada ibu rumah tangga hingga apa Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaganya serta kapan harus melakukan perawatan lanjutan. Hasil menunjukkkan tingkat pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan menunjukkan pengetahunnya baik yaitu mencapai 30 (73,17%) peserta, sebaran benar pertanyaan merata terkait seluruh pertanyaan.  Dan pada tingkat pengetahuan cukup sebesar 11 (26,83%), dan setelah kegiatan tidak ada lagi yang pengetahuannya dalam kelompok kurang. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah edukasi kesehatan yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan yang nantinya merangsang selflove. Saran dalam kegiatan ini adalah kegiatan lanjutan tentang pelatihan pelatihan intervensi mandiri untuk mereduksi masalah kesehatan jiwa.
Pemberdayaan Lansia Penderita Diabetes Melitus dan Keluarga Berbasis Model Caring Elderly Muntamah, Ummu; Susilo, Tri; Purwaningsih, Puji
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 4 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan keluarga adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan perawatan dan pengelolaan diabetes secara mandiri. Oleh karena itu, pemberdayaan lansia dan keluarganya sangat penting untuk mencapai pengelolaan diabetes yang optimal. Pendekatan Caring Elderly Model menawarkan solusi inovatif yang menempatkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan dukungan emosional sebagai inti pemberdayaan. Model ini mengintegrasikan konsep manajemen perawatan diri diabetes untuk menciptakan sinergi antara pasien lansia dan anggota keluarga dalam mengelola penyakit secara bersama-sama. Pengabdian Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan manajemen perawatan diri diabetes. Bagi keluarga, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan untuk mendukung lansia secara holistik. Kegiatan Pengabdian Masyarakat terdiri dari 3 tahap, yaitu: survei pendahuluan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pemberdayaan lansia penderita DM dan keluarganya berbasis model lansia peduli terbukti efektif dalam meningkatkan manajemen perawatan diri diabetes (p value 0.001). Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa pemberdayaan lansia penderita DM dan keluarganya berbasis model lansia peduli bermanfaat bagi lansia penderita DM, keluarga dan Puskesmas
Pelatihan Terapi Nonfarmakologi untuk Mengurangi Kecemasan sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental Masyarakat Desa Tambakboyo Wulansari; Fiktina Vifri Ismiriyam; Ummu Muntamah; Suwanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3886

Abstract

Training is a learning activity that aims to improve cognitive and psychomotor abilities. This ability improvement aims to be able to apply what has been trained. One of the trainings that can be given to the community is non-pharmacological therapy training. The skills to carry out non-pharmacological therapy can be used to overcome symptoms or handle health problems as an initial nursing action. Several non-pharmacological therapies based on evidence-based practice are widely used to maintain mental health and overcome anxiety. The purpose of this activity is to improve the ability to recognize anxiety problems, carry out several non-pharmacological therapies as a prevention effort that can later be used to overcome mental health problems experienced, especially anxiety, and share the skills possessed with other community members. The method used in this service activity is to start with an in-depth interview, then a participatory method and training. The results obtained from this service activity are the needs of the community related to the problem of maintaining health, especially mental health, community participation in activities and the implementation of training activities with the results of an increase in the level of skills in carrying out good non-pharmacological therapy reaching 85.96% and maximum participation with 100% attendance. The main conclusion of this community service activity is that training activities, especially non-pharmacological training, will improve skills as an effort to maintain community mental health.   ABSTRAK Pelatihan merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan pada kognitif sekaligus psikomotor. Peningkatan kemampuan ini memiliki tujuan agar mampu mengaplikasikan apa yang sudah dilatihkan. Salah satu pelatihan yang bisa diberikan kepada masyarakat adalah pelatihan terapi nonfarmakologi. Keterampilan melakukan terapi nonfarmakologi dapat digunakan untuk mengatasi gejala atau penanganan masalah kesehatan sebagai tindakan keperawatan awal. Beberapa terapi nonfarmakologi berdasarkan evidencebased practice banyak digunakan untuk menjaga kesehatan mental dan mengatasi kecemasan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dalam mengenali masalah kecemasan, melakukan beberapa terapi nonfarmakologi sebagai Upaya pengahan yang nantinya bisa digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang dialami khususnya kecemasan dan membagi ketrampilan yang dimiliki kepada anggota Masyarakat lainnya. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabian ini adalah diawali dengan in depth interview selanjutnya metode partisipasif serta pelatihan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah diketahui kebutuhan masyarakat terkait masalah menjaga kesehatan khususnya kesehatan mental, partisipasi masyarakat dalam kegiatan dan terlaksana kegiatan pelatihan dengan hasil peningkatan tingkat ketrampilan melakukan terapi nonfarmakologi yang baik mencapai 85,96% serta partisipasi yang maksimal dengan kehadiran 100%. Kesimpulan utama dari kegiatan pengabian kepada Masyarakat ini adalah kegiatan pelatihan khususnya pelatihan nonfarmakologi akan meningkatkan ketrampilan sebagai Upaya menjaga kesehatan mental Masyarakat.  
STUDI KUALITATIF PERSEPSI DAN PENGALAMAN HIDUP DENGAN DIDIAGNOSIS DIABETES MELITUS MUNTAMAH, UMMU; Purwaningsih, Puji; Susanto, Hardhono; Ediati, Annastasia; Dwiantoro, Luky
Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikk.v6i2.2252

Abstract

Backgraund: Diabetes Mellitus and Diabetes Distress are global problems that were interconnected. Someone who was diagnosed with DM, will be placed in a stress condition because the patient feels difficult with the many demands for self-care with DM. Objective: This study aims to explore the experience and understanding of diabetes, feelings after being diagnosed with diabetes, efforts made when facing difficulties. Methods: This research is a qualitative study. We used semi-structured interviews. This report was written following COREQ guidelines. Thematic analysis was applied to analyze the data. Results: there were four themes; 1) understanding the right DM is important to provide adequate understanding so that diabetes self-care activities can be carried out correctly, 2) attitude and behavior as well as inaccurate information can trigger situations that are threatening to cause severe diabetes, 3) the right efforts to deal with threatening situations can prevent the occurrence of severe diabetes, and 4) the role and support of others to help solve problems effectively as expected. Conclution: The perception and experience of patients living with diabetes mellitus is to assume that DM is a diabetes disease that is difficult to cure. The perceived response is shock, sadness, bore, stress, and fear
Penerapan Edukasi dengan Media Booklet dalam Pengelolaan Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan pada Keluarga Berisiko Diabetes Melitus (Studi Kasus): The Application of Education Using Booklets in Managing Health Management Readiness for Families at Risk of Diabetes Mellitus (Case Study) Mulyati, Sri; Muntamah, Ummu
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 3 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v3i2.4263

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is one of the degenerative diseases with a continuously increasing prevalence in both developed and developing countries. Readiness for improved health management is one of the family issues with DM that can be addressed through education. The research aims to describe the management of health management improvement readiness through education. The type of research is a descriptive case study with a nursing care approach. The research sample was 1 family with a risk of diabetes. Management was carried out for 1 week, with the results of the assessment indicating that the client's family had a history of diabetes, the client stated they always took medication regularly according to the doctor's instructions, and had been regularly participating in the Prolanis program for 3 years. The intervention consisted of health education using a booklet. Implementation included explaining the definition, causes, signs and symptoms, prevention, and both medical and non-medical care, as well as explaining the client's healthy lifestyle with diabetes. Evaluation showed an increase in knowledge for both the client and their family regarding diabetes, and the booklet was effective in improving knowledge. Recommendations for nurses to be more thorough in managing diabetic patients and to make the most of the booklet medium.
Inovasi Diversifikasi Pangan Fungsional Berbasis Jamur Tiram Sebagai Camilan Sehat Penderita Diabetes Militus Muntamah, Ummu; Anugerah, Riva Mustika; Isnwati, Setya Indah; Nurcahyo, Satria AVIANDA Avianda; Devi, Chindya Paramitha
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i3.3127

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Sragen memiliki potensi besar dalam budidaya jamur tiram yang kaya serat, β-glukan, dan antioksidan sehingga berpotensi dikembangkan menjadi pangan fungsional ramah diabetes. Namun, pemanfaatannya masih terbatas, baik dari sisi diversifikasi produk maupun strategi pemasaran. Tujuan: Program ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani “Berkah Tani” melalui inovasi diversifikasi olahan jamur tiram dan penguatan strategi pemasaran digital, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus mendukung kesehatan masyarakat. Metode: Kegiatan dilakukan dalam empat tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, serta pendampingan dan evaluasi. Pelatihan mencakup diversifikasi produk (abon dan es krim jamur tiram), edukasi pangan fungsional, kemasan dan labelisasi, serta pemasaran digital. Evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi kelompok, dan uji coba produk. Hasil: Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai manfaat gizi jamur tiram dan teknik pengolahan pangan fungsional. Mitra juga berhasil mengembangkan branding dan strategi digital marketing sehingga mampu memperluas jangkauan pasar. Dampak program terlihat pada peningkatan kemandirian kelompok tani, bertambahnya nilai ekonomi produk, dan meningkatnya kesadaran akan pangan sehat ramah diabetes. Simpulan: Program pemberdayaan ini berhasil meningkatkan kapasitas mitra dalam diversifikasi produk pangan fungsional dan pemasaran digital. Inovasi berbasis jamur tiram tidak hanya memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi mitra, tetapi juga mendukung promosi kesehatan. Kata kunci: Jamur tiram, pangan fungsional, diabetes, pemasaran digital
PENINGKATAN KAPASITAS KADER MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN POSBINDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER DI RW XI P4A KELURAHAN PUDAKPAYUNG KOTA SEMARANG Priyanto; Untari; Ummu Muntamah; Ade Pratama; Mufidatun Qothrun Nada; Salma Nadia; Afni Nadya Ramdhani
Empowerment Journal Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v5i2.2175

Abstract

Chronic diseases are a major health problem in Indonesia, including in Semarang City, with risk factors affecting 37% of the adult population in RW XI P4A, Pudakpayung Village. However, the capacity of Posbindu ILP cadres for the prevention and management of chronic diseases is still low. This community service program aims to improve the capacity of cadres through Posbindu ILP management training. The method used was descriptive quantitative with a pre-post intervention approach applied to 20 cadres. The intervention included theoretical material on administration, service flow, early detection of chronic disease risk factors, counselling, and referral, as well as simulated practice of service flow, manual and digital recording, and role-play counselling and referral. Data were collected through questionnaires and practice observation and analysed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed significant improvements in all aspects: understanding of governance (p=0.003), recording and reporting (p=0.001), early detection of chronic disease risks (p=0.006), counselling and health education (p=0.008), and referral and follow-up of participants (p=0.010). Self-confidence (95%) and teamwork (100%) also increased. This training has proven effective in improving the capacity of cadres. It is recommended that mentoring and further training be provided on a regular basis, that record-keeping and administration be standardised, and that community participation continue to be increased in order to maintain the sustainability of ILP Posbindu services
Pengelolaan Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif Dengan Edukasi Pemberian Air Rebusan Daun Salam Pada Keluarga Dengan Hipertensi: Family Health Management Is Ineffective With Education On Providing Boiled Bay Leaf Water To Families With Hypertension Chery, Meylina; Muntamah, Ummu
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/jakk.v4i2.112

Abstract

Hypertension is a chronic disease often referred to as “The Silent Killer” because it can progress without symptoms yet cause serious damage to vital organs. Long-term dependence on pharmacological therapy carries the risk of side effects, highlighting the need for non-pharmacological approaches such as the use of herbal remedies. Bay leaves contain active compounds known to help naturally reduce blood pressure. However, family health management is often ineffective due to limited knowledge and support from family members in managing hypertension. This study aimed to address the problem of ineffective family health management in Mr. S over a period of three days by providing education on the benefits of consuming boiled bay leaf water to help reduce blood pressure. This research employed a qualitative descriptive approach in the form of a case study involving one family with a hypertensive member. Data collection methods included observation, interviews, and documentation. Educational interventions were carried out using health promotion media such as leaflets and flipcharts. The analysis followed the nursing process, including assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Educational efforts directed at Mr. S and his family successfully increased their understanding of hypertension and alternative management strategies. The family demonstrated improved supportive behaviors in managing the health of the affected member, including the use of boiled bay leaf water as a complementary therapy. The patient’s blood pressure showed a decrease during the intervention period. Education on the use of boiled bay leaf water as a non-pharmacological therapy can improve the effectiveness of family health management in hypertensive patients. Family support and involvement play a critical role in the successful management of chronic diseases at the household level.