Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Digital Education on Small Island: Maratua Island, Indonesia Muhammad Badrus Zaman; Setyo Nugroho; Murdjito Murdjito; Eko Budi Djatmiko; Wolfgang Busse
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.755 KB) | DOI: 10.12962/j25481479.v2i2.3644

Abstract

Indonesia has thousand islands to be developed. The total number of islands is 17,508. The potential that can be developed on a small island are environment, energy, transportation, education, information, and so on. In this study, focus is development of Maratua island, located in the district of Berau in East Kalimantan Indonesia. The potential of the island is development of marine tourism. In this case, Sustainable Island Development initiatives (SIDI) implemented to address the above challenges through multidisciplinary research activities. This research is starting from the transport sector, health, education, energy and implementation of information technology. In this context, the development of digital education is very important. This research provides solutions to the educational development of practical and suitable for the Maratua Island. This research develops the role of information and communication technology for teaching and learning activities island communities, examines the role of technology as a supplement teaching and learning process. In addition, this research also aims to design a physical architecture and digital education system that can be implemented in small islands in Indonesia, designing a learning method to support the teaching and learning process, and educating stakeholders about the concept of digital education
Information Connectivity as A Primary Instrument to Enhance Transport Connectivity Setyo Nugroho; Muhammad Badrus Zaman; Murdjito Murdjito; Eko Budi Djatmiko; Wolfgang Busse
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.635 KB) | DOI: 10.12962/j25481479.v2i2.3645

Abstract

Remotely located islands posses their own unique beauties and their common challenges. A case study on Maratua to enhance the quality of life is perceived to be achieved through the enhancement of the transport connectivity. The physical connectivity is manifested in the form of transport connectivity, entails the availability and the ease of obtaining a transport service to transfer goods and people. Deeper efforts to understand the mechanism of obtaining a transport service entails a primary actor directing both the ship and cargoes or passengers. This actor is the information connectivity. The paper elaborates promising efforts towards managing the information connectivity as a key for enhancing the transport service.
ANALISIS PENGARUH KONFIGURASI CATENARY SPREAD MOORING PADA OPERABILITAS INSTALASI PIPA BAWAH LAUT Helmi Arif Asmajuna; Murdjito Murdjito; Eko Budi Djatmiko
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 13 No. 2 (2019)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v13i2.3782

Abstract

Aktivitas instalasi pipa bawah laut memerlukan tingkat keandalan yang tinggi agar tidak mengalami kegagalan. Maka dari itu banyak faktor harus dipertimbangkan saat proses desain sebelum kegiatan instalasi. Metode instalasi adalah salah satu faktor utama yang harus dipertimbangkan. Terkait dengan itu kajian tentang pengaruh konfigurasi penambatan terhadap tegangan pipa dan operabilitas pada saat instalasi pipa bawah laut menggunakan pipelay barge dengan fixed stinger telah dilakukan. Kajian meninjau 4 konfigurasi catenary spread mooring yang berbeda, yakni 4 tali, 8 tali, 6 tali (4 depan dan 2 belakang), dan 6 tali (2 depan dan 4 belakang) dengan dan tanpa pengaturan pretension. Dengan mempertim­bangkan tegangan yang terjadi, konfigurasi yang menggunakan pengaturan pretension akan lebih aman digunakan dan memenuhi kriteria DNV OSF-101 dan API RP2SK, di mana tegangan pipa maksimal yang terjadi < 391.5 MPa dan mooring tension < 730 kN. Selanjutnya, semua konfigurasi yang menggunakan pengaturan pretension memiliki nilai operabilitas mencapai 100%. Dari seluruh konfigurasi yang dievaluasi, konfigurasi 4 tali direkomendasikan untuk digunakan, dengan mem­pertimbangkan aspek tegangan yang terjadi, operabilitas, jumlah tali, serta waktu operasi dan biaya.
EFEK PENAMBAHAN ANTI-SLOSHING PADA TANGKI KOTAK BERMUATAN LNG AKIBAT GERAKAN ROLLING KAPAL Satrio Agi Nugraha; Murdjito
JURNAL JALASENA Vol 1 No 2 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Karimun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.807 KB) | DOI: 10.51742/jalasena.v1i2.100

Abstract

Sloshing dapat diartikan sebagai gerakan bebas dari fluida cair di dalam sebuah wadah. Masalah sloshing menjadi fenomena penting dalam sebuah analisis gerakan fluida, karena dapat menyebabkan kerusakan pada struktur dalam tangki. Penelitian ini menjelaskan pengaruh adanya penambahan anti-sloshing terhadap besarnya pressure pada tangki kotak bermuatan LNG akibat pengaruh gerakan rolling yang terjadi pada kapal. Pemodelan tangki dilakukan dengan menyederhanakan tangki LNG berjenis membrane GT NO.96 menjadi tangki kotak (rectangular tank) dengan ukuran panjang (B) 39.36 m dan tinggi (H) 27.89 m menggunakan software permodelan mesh. Terdapat beberapa variasi yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu, variasi pengisian muatan tangki dengan ketinggian 20%, 40%, 50%, dan 80% dari tinggi tangki, variasi penambahan anti-sloshing vertikal, variasi dimensi anti-sloshing horizontal dengan variasi perbandingan panjang anti-sloshing (W) dan panjang tangki (B), rasio W/B adalah 0.2 dan 0.3, variasi dimensi anti-sloshing horizontal dengan variasi jarak plat anti-sloshing terhadap bagian atas tangki (h) dan tinggi tangki (H), rasio h/H adalah 0.4 dan 0.5, variasi dimensi anti-sloshing dengan variasi sudut plat anti-sloshing (θ) terhadap arah horizontal adalah 0o, 5o, dan 10o, serta variasi gerakan tangki dengan periode (T) 17 s, 18 s, 20 s, 21 s, dan 25 s. Proses simulasi dilakukan dengan metode Computational Fluid Dynamic (CFD) menggunakan bantuan software. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa penambahan plat anti-sloshing horizontal tidak lebih efektif untuk mengurangi besarnya pressure yang terjadi di dalam tangki apabila dibandingkan dengan penambahan plat anti-sloshing vertikal.
Numerical Analysis on The Effect of Barge Motion to Jacket Lifting Process During Decommissioning Murdjito Murdjito; Vebby A. Kurniawan; Raditya D. Riyanto; Rudy W. Prastianto
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i1.16045

Abstract

Offshore structure decommissioning is mandatory when an offshore oil and gas platform reaches the end of its service life. There are no less than 450 fixed offshore steel structures in Southeast Asia, and by 2030, more than 200 offshore fields will be terminated and need to be decommissioned. From an operational aspect, the decommissioning process is simply an inverse of installation. However, due to the structures' age and the uncertainties of the structural performance, the simple operation can be an obfuscating process. This paper discusses one of the most crucial processes during decommissioning: lifting. The dynamic performance of a lifted jacket in several rigging variations is investigated. We use a standard stern crane HLV (Heavy Lift Vessel) to simulate the process, with several wave attack angles. Sea condition is according to DNVGL benign wave during marine operation, with random waves generated using the JONSWAP spectrum. Coupled dynamics of HLV and jacket motion are analyzed.
Produksi Batik Motif Kelautan di Kampung Jetis Sidoarjo Sujantoko Sujantoko; Mahmud Mustain; Haryo Dwito Armono; Wahyudi; Murdjito; Sholihin; Muhammad Zikra; Nani Kurniati
Sewagati Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3098.129 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v5i3.27

Abstract

Motif Batik merupakan hasil dari cipta, rasa dan karsa manusia yang diekspresikannya melalui kegiatan membatik. Setiap motif yang dibuat pada kain Batik memiliki nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Guna menumbuh-kembangkan motif Batik di Kampung Jetis Sidoarjo sebagai pusat kegiatan Batik tulis di Jawa Timur, perlu dijaga kelestariannya dengan cara menumbuhkan minat dan gairah pada generasi muda. Salah satu upaya adalah melalui pengenalan variasi Batik motif kelautan, mulai proses desain dan produksi Batik tersebut. Harapannya agar pengrajin dan masyarakat tetap menjadikan Batik sebagai produk unggulan dan warisan budaya Nusantara.
Peningkatan Keselamatan Kapal Niaga dengan Sistem Pemuatan Berbasis Komputer Murdjito; Sujantoko; Setyo Nugroho; Eko Budi Djatmiko; Mahmud Mustain; Wisnu Wardhana; Wahyudi; Eka Wahyu Ardi
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6433.005 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.495

Abstract

Peningkatan kualitas keamanan dan keselamatan pelayaran Kementerian Perhubungan telah mencanangkan zero accident dengan mengeluarkan standar yang terkait dengan teknologi kapal, kelengkapan peralatan keselamatan di kapal, dan sertifikasi awak kapal. Untuk menjamin keselamatan pelayaran, maka kapal harus dinyatakan laik laut jika ingin belayar. Walaupun demikian tingkat kecelakaan kapal di laut masih tinggi. Dalam rangka meningkatkan keselamatan pelayaran untuk mengatasi tingginya angka kecelakaan fatal maka diperlukan sarana pendidikan kepelautan yang memadai. Peningkatan mutu pendidikan formal dan sosialisasi tentang keselamatan pelayaran perlu disosialisasikan lebih luas dan lebih baik. Kecelakaan kapal sering disebabkan oleh tidak dilakukannya penataan muatan yang sistematis dan tidak dilakukannya perhitungan stabilitas secara akurat. Dengan alat perencanaan muatan berbasis komputer, maka perhitungan stabilitas kapal yang akurat dan otomatis dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran arti pemuatan dan stabilitas kapal pada operasi muat kapal. Kegiatan yang akan dilakukan dalam program ini adalah membuat prototipe materi pelatihan dan pendidikan keselamatan kapal secara sistematis dan terstruktur dengan perangkat lunak yakni iStow. Urgensi peningkatan keselamatan kapal sangat tinggi, mengingat kecelakan kapal sering kali bersifat fatal. Sehingga dapat mengganggu kehidupan sosial dan kegiatan perekonomian. Pemanfaatan teknologi tinggi akan dapat berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan pelayaran dan kesejahteraan awak kapal.
Penerapan Literasi Bertema Teknik Kelautan dalam Proses Pembelajaran Siswa SMPIT Al Uswah Surabaya Rudi Walujo Prastianto; Daniel Mohammad Rosyid; Kriyo Sambodho; Yeyes Mulyadi; Murdjito; Abdul Azhim; Sri Sumardiani
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.520

Abstract

Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia dengan potensi kelautan yang sangat besar. Dahulu, kerajaan Nusantara seperti Majapahit dan Sriwijaya telah berhasil mengelola laut untuk kejayaan dan kemakmuran rakyatnya. Ironisnya saat ini secara umum tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap bidang maritim atau kelautan sangat rendah. Salah satu penyebabnya ditengarai karena di dalam kurikulum pendidikan dan proses pembelajaran di sekolah-sekolah di Indonesia kurang membahas bidang kelautan. Untuk itu perlu diawali dengan membangun kembali paradigma dan pemikiran maritim/kelautan/bahari pada jiwa generasi muda sejak dini. Makalah ini menyajikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) yang bertujuan untuk menyediakan bahan literasi berupa buku bertema bidang teknik kelautan/maritim dan menerapkannya dalam proses pembelajaran siswa kelas VII SMPIT Al Uswah Surabaya. Metode kegiatan abdimas ini terdiri dari penyusunan buku bertema Teknik Kelautan, pembelajaran bidang kelautan melalui guru tamu di sekolah, dan kegiatan outbound di obyek wisata kelautan. Dengan cara ini diharapkan dapat menambah pengetahuan siswa terhadap bidang kelautan/maritim dan akan merangsang minat siswa pada bidang ini; sehingga akan terbentuk generasi masa depan yang berwawasan kelautan sebagai warisan jiwa bahari nenek moyang bangsa Indonesia dan siap belajar serta menekuni bidang kelautan untuk masa depannya kelak demi kemajuan bidang kelautan/maritim di Indonesia.
Fatigue Life Analysis of FSO Anchor Chain with Corrosion Effect Dewinta Putri Cahyaningtyas; Nur Syahroni; Rudi Walujo Prastianto; Eko Budi Djatmiko; Murdjito Murdjito; Hafizh Muhammad Naufal Shidqi
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i2.16942

Abstract

In this study, the authors analyze the fatigue life of the anchor chain used to secure the Gamkonora FSO to the seabed. The objective is to determine the operational lifespan of the anchor chain by considering its fatigue life. The research begins with an analysis of the movement of the Gamkonora FSO under environmental loads in both free-floating and moored conditions to determine the tension in each anchor chain. Next, the anchor chain tension is calculated for various corrosion levels, namely 0%, 5%, 10% and 15%. Subsequently, the tension range and damage ratio values are determined using the T-N curve method based on Palmgren Miner’s failure law, with failure estimation carried out using the rainflow counting method. The numerical modeling results reveal that the largest translational motion behavior of the FSO occurs during heave motion, reaching 1.409 m/m, while the largest rotational motion is observed during roll motion, with a value of 3.463 deg/m when the FSO is fully loaded. The maximum tension recorded in the anchor chain is 1,695.14 kN at heading 90 under 0% corrosion conditions, with a safety factor of 4.53. Furthermore, the cumulative damage value from the T-N curve is obtained, with the largest value recorded as 0.0702. Based on the cumulative damage, the fatigue life of the anchor chain is estimated to be 14.25 years during its operational lifespan.
Effect of Mooring System Configuration to Flexible Riser Tension Eko Budi Djatmiko; Murdjito Murdjito; Kunthi U.D. Prabawani
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i4.19487

Abstract

Floating Storage and Offloading is a floating structure that functions as hydrocarbon temporary storage from wells before being distributed to tankers and carried to production facilities on shore. The important components used to support FSO operations are mooring systems and risers. The mooring system is used to limit FSO movement due to environmental loads. Riser was carried out hydrocarbons from the well to FSO This study aims to analyze the effect of mooring system configurations on flexible riser tension. These variations consist of spread mooring, conventional buoy mooring (4 buoy), and two other variations combine spread mooring and conventional buoy mooring. This analysis shows that the mooring system with 4 buoys has the largest flexible riser tension that is 248 kN, while spread mooring has the smallest flexible riser tension, 55 kN. FSO with conventional buoy mooring configuration has the largest offset and spread mooring configuration has the smallest offset. The lazy wave type has smaller riser tension than the free hanging type, which is 4 – 58%.