Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Organisasi Masyarakat Sipil dalam Pembentukan Perda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil di Bangka Belitung La Ode Muhamad Muliawan; Komang Jaka Ferdian; Sarpin; Rini Archda Saputri; Bahjatul Murtasidin; Ranto
PERSPEKTIF Vol. 12 No. 1 (2023): PERSPEKTIF, January
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v12i1.8548

Abstract

This article aimed to identify the involvement of civil society organizations in the process of local policy arrangement. This descriptive-qualitative research accounted for the analysis of WALHI Bangka Belitung participation in the process of the arrangement of Regional Regulation Number 3 of 2020 concerning Zoning Plans for Coastal Areas and Small Islands of the Bangka Belitung Archipelago Province in 2020-2040. The result suggested that WALHI Bangka Belitung are actively having their contribution in organizing the zoning regulation in the forms of a series of criticisms addressed to the government and parliament through the mass media. However, it is formally recognized as unsubstantial or merely procedural participation. The involvement of elements of civil society in this case is solely in order to get around the procedure for drafting participatory legislation. On the other hand, the result emphasizes the participation of WALHI Bangka Belitung possibly is supported by the availability of political structure opportunities. First, the policy emergence seemingly representing the state’s interest to exploit the sea through tin mining instead of accommodating fishermen or coastal society interests. Second, the requirement of democratic policy arrangement is guaranteed by the Constitution by means of the availability of participation occasion.
Modalitas Politik Incumbent di Pilkades (Studi terhadap Kemenangan Aminanto di Pilkades Sidoharjo-Bangka Selatan) Purnomo Arbi; Ibrahim Ibrahim; Bahjatul Murtasidin
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v9i1.1227

Abstract

This study aimed to find out what Aminanto political modalities had and how Aminanto s efforts in gaining power in Sidoharjo village. The research method used was a qualitative method with a descriptive approach. The findings of this study indicated that Aminanto s social capital came from three forms such as popularity, social networks, and social relationships. Meanwhile, his cultural capital came from the similarity of customs and culture he had with the people of Sidoharjo. Finally, economic capital that came from personal funds or no help from any party. The efforts made by Aminanto were the utilization forms of political modality he had.
Pengaruh Ekologi Pertambangan Timah terhadap Sosial Politik Masyarakat di Pantai Batu Perahu Bangka Selatan Deni Rumanti; Muhammad Prianda Putra Adibangsa; Nyimas Suci Kurniati; Bahjatul Murtasidin
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v9i1.1121

Abstract

The ecological influence of tin mining causes conflict for fishermen community followed by socio, economic and political factors. The research aims to reveal the potential conflicts which occur in tin mining conflicts between fishing communities and mines. The research uses descriptive qualitative methods. The results found that there are many factors occured, many actors who played in the conflict of tin mining and fishermen, as well as the tin mine itself which was indeed targeted and sought after by outsiders because they knew there is a lot of tin income in Batu Perahu Beach. The results of this research are expected to be used as literature and also as input for all communities and government circles.
PERSONAL BRANDING CALEG PEREMPUAN TERPILIH PADA PEMILU LEGISLATIF 2024 DI PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG : (STUDI PADA KEMENANGAN MELATI DAN DINDA REMBULAN) Dwitasari, Yessi; Murtasidin, Bahjatul; Hidayat , Novendra
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 5 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Pemilu 2024, angka partisipasi peserta perempuan di Bangka Belitung meningkat sebanyak 20%. Meningkatnya angka partisipasi peserta perempuan di Bangka Belitung membuat peneliti tertarik melihat tentang caleg perempuan terpilih pada Pemilu legislatif 2024. Caleg perempuan yang menjadi fokus penelitian yaitu Melati Caleg DPR RI (Partai Gerindra) dan Dinda Rembulan Caleg DPD RI. Penelitian ini menggunakan teori personal branding dari Montoya (2014) tentang membangun personal branding, yaitu The Law Of Specialization, The Law Of Leadership, The Law Of Distinctiveness, The Law Of Visibility, The Law Of Unity, The Law Of Goodwill. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan mengumpulkan data melalui wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan strategi personal branding kedua caleg yaitu, the law of specialization menonjolkan kemampuan perempuan bersaing dengan laki-laki dan menjadi diri sendiri, serta sebagai anak muda mengadopsi gaya komunikasi yang santai dan akrab namun tetap sopan, the law of leadership kedua caleg menunjukkan kepemimpinan yang merangkul masyarakat, the law of distinctiveness ingin membawa sesuatu yang segar dan berkarakter asli, serta memanfaatkan posisinya sebagai satu-satunya caleg perempuan di DPD RI, the law of visibility keduanya memanfaatkan media sosial untuk menampilkan personal branding dan membuka ruang diskusi dengan masyarakat, the law of unity keduanya memutuskan untuk menjadi diri sendiri karena ingin menampilkan personal branding yang sama dengan kehidupan sehari-hari, the law of goodwill mereka memberikan suatu hal yang positif secara konsisten untuk menjaga nama baik. Peran ganda, keterwakilan perempuan, dan posisi pemimpin menjadi tantangan tersendiri dalam membangun personal branding caleg perempuan terpilih sebagai upaya memenangkan Pemilu legislatif 2024 di Provinsi Kep. Bangka Belitung.
KONSOLIDASI POLITIK KEKERABATAN : (STUDI TERHADAP TRAH ERZALDI ROSMAN DJOHAN DALAM STRUKTUR KEKUASAAN DI BANGKA BELITUNG) Vebriani, Shaqira Dwi; Murtasidin, Bahjatul; Pratama , Sandy
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 5 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang konsolidasi politik kekerabatan trah Erzaldi Rosman Djohan dalam struktur kekuasaan di Bangka Belitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kronologi pembentukan politik kekerabatan oleh trah Erzaldi Rosman Djohan di Bangka Belitung melalui teori yang digunakan, yaitu teori power elite dari Charles Wright Mills, yaitu menjelaskan terkait tentang hubungan antara elite politik, militer dan ekonomi sebagai penentu kebijakan-kebijakan yang sesungguhnya dengan menggunakan indikator, yaitu konsentrasi kekuasaan, eksklusivitas, mobilitas yang terbatas, pengaruh terhadap kebijakan, kontrol terhadap informasi dan posisi istimewa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yang dimana pengumpulan data dilakukan langsung di lapangan untuk melakukan observasi terhadap fenomena yang ada dalam bentuk kata dan gambar, bukan angka. Pengumpulan data yang dilakukan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode Miles dan Hubermen untuk analisisnya yang terdiri dari reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada praktiknya Erzaldi Rosman menghadapi tantangan signifikan dalam upaya mempertahankan kekuasaan melalui politik kekerabatan, namun dukungan dari partai politik dan popularitas di kalangan masyarakat desa menjadi kekuatan utamanya, sehingga tantangan seperti kritik terhadap dominasi keluarga dan dinamika sistem politik yang kompleks menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dan efektivitas dalam melanggengkan kekuasaan politik.
Pola Kepemimpinan Kepala Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Periode 2017-2023 Aryani, Novia; Murtasidin, Bahjatul; Hidayat, Novendra
Journal of Politics and Democracy Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Politics and Democracy (September)
Publisher : Indonesian Democracy Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61183/polikrasi.v4i1.69

Abstract

Leadership pattern refers to the specific approach employed by a leader to effectively influence and guide their subordinates, ensuring that their actions align with the leader's objectives and desires. Every leader possesses a distinct leadership style when it comes to overseeing their respective domain. Therefore, this study examines the leadership pattern of the Headman of Balunijuk Village, Merawang District, Bangka Regency for the 2017-2023 period. This study used a qualitative research method with a descriptive approach The types and sources of data utilized in this study were primary and secondary data Meanwhile, data collection techniques were interviews, observation, and documentation. This research employs Heywood's (2000) political leadership theory. The results showed that Suwandi, as the Balunjuk Village Headman for the 2017-2023 period, has carried out leadership well. The Balunjuk Village Headman consistently demonstrated political leadership during the 2017-2023 period. The Headman is renowned for possessing admirable qualities such as excellent character, politeness, friendliness, and a nurturing approach to leadership This is clearly demonstrated by the village headman's track record and experience leading Balunjuk Village from 2017 to 2023. Second, the village headman prioritizes leadership as a personal attribute to maintain discipline and address issues. This involves effective coordination between the leader, administrative staff, the community, and other relevant parties who possess the necessary expertise to make informed decisions regarding specific matters that arise during the leader's tenure This approach guarantees the resolution of problems through meticulous deliberation. Third, during 2017-2023, the village headman demonstrated leadership as a political virtue by effectively communicating with the personnel in the village office, ensuring that each staff member fulfilled their respective roles and responsibilities Hence, effective leadership requires an approach that involves clear communication and coordination with the device staff regarding their assigned activities, functions, and responsibilities. This ensures that they are able to fulfill their obligations in a competent manner.
KOMUNIKASI POLITIK DALAM UPAYA DIVERSIFIKASI ENERGI DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG (STUDI KASUS PT THORCON) Hairul Sandi Mantowi; Bahjatul Murtasidin; Novendra Hidayat
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.1910

Abstract

This study discusses political communication in energy diversification efforts in the Bangka Belitung Archipelago Province, a case study by PT ThorCon. This study uses a qualitative method with a descriptive design. The subjects of this study were residents of Batu Beriga Village, Batu Beriga Village Government, PT ThorCon, Bangka Belitung Provincial Government represented by DISKOMIFO, Bangka Belitung Provincial Energy and Mineral Resources Office, and Bangka Belitung Provincial PUPR Office who were selected through a purposive sampling technique. Data collection was carried out through observation and unstructured interviews. The results of the study show that PT ThorCon adopts a political communication approach that emphasizes credibility, attractiveness, equality, and power. First, PT ThorCon builds credibility by demonstrating expertise and knowledge in the energy sector. They collaborate with the government, related actors, and energy experts to obtain support regarding PLTT. Second, PT ThorCon uses a propaganda strategy to attract public interest. They visualize the benefits of PLTT directly and explain its contribution to the environment and the local economy. In this way, they are trying to convince the public that PLTT construction will have a positive impact on society. Lastly, PT ThorCon also utilizes power as a political communication strategy. They forge close ties with the government and related power actors. In this case, they take advantage of their political relations and power in influencing political decisions related to energy and investment policies.
Penghidupan Berkelanjutan dan Dinamika Batasan Penghidupan Masyarakat Miskin Perkotaan di Wilayah Kampung Tambora Jakarta Nugroho, Agung Yudhistira; Murtasidin, Bahjatul
Journal of Political Issues Vol 4 No 2 (2023): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v4i2.89

Abstract

Migrasi internal yang meluas di Jakarta juga mempersulit upaya untuk menyediakan layanan kesehatan yang dibutuhkan warganya. Pandemi memperparah kerentanan sosial masyarakat perkotaan dan semakin menunjukkan ketimpangan yang ada di kota. Pertanyaan yang ingin dijawab dalam makalah ini adalah "Sejauh mana masyarakat miskin kota dapat mengakses hak mereka untuk mendapatkan penghidupan yang berkelanjutan?". Untuk membantu meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana masyarakat miskin kota mengakses hak dan hak mereka atas penghidupan yang berkelanjutan, kerangka kerja penghidupan berkelanjutan dikombinasikan dengan pendekatan analisis demografi. Pengumpulan data dan penelitian lapangan merupakan elemen-elemen dari metode analisis yang digunakan untuk memahami dinamika penghidupan masyarakat perkotaan. Masyarakat miskin berada di tengah dan terlihat membangun strategi penghidupan mereka di atas seperangkat sumber daya yang vital. Orang-orang menemukan cara untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melanjutkan hidup mereka. Dalam kasus masyarakat miskin perkotaan di Jakarta, penting untuk dicatat bahwa meskipun model penghidupan berkelanjutan menekankan bahwa masyarakat miskin adalah ahli dalam kondisi mereka sendiri, namun sangat merendahkan jika kita mengasumsikan bahwa semua strategi penghidupan yang dilakukan oleh masyarakat adalah benar. Banyak rumah tangga miskin di perkotaan tidak memiliki akses terhadap informasi, pandangan yang lebih luas, dan pengetahuan tentang pengalaman di luar wilayah mereka, sehingga mereka dapat melakukan kesalahan dan mengadopsi strategi penghidupan yang kurang memuaskan atau bahkan gagal.
Penguatan Literasi Edukatif dan Spirit Sadar Wisata Berbasis ‘Sustainable Blue Tourism’ di Pulau Kelapan, Desa Kumbung-Bangka Selatan Rendy, Rendy; Murtasidin, Bahjatul; Fatah, Abdul; Sarpin, Sarpin; Irmayanti, Elvia; Khotimah, Adilla Husnul; Saputra, Dimas
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.14837

Abstract

Sebagai salah satu harapan ekonomi alternatif masa depan, khususnya pasca sektor ekstraktif yang selama ini masih bertumpu besar pada eksplioitasi SDA (perkebunan dan pertambangan) di Pulau Bangka, tentu pariwisata menjadi salah satu sumber daya alternatif yang potensi untuk terus dikembangkan di Bangka Belitung. Pengembangan pariwisata biru berkelanjutan, termasuk misalnya pada kawasan pulau kecil yang memiliki daya tarik wisata telah menjadi isu strategis yang perlu dibahas secara serius, khususnya dalam rangka memperkuat pertumbuhan dan pemberdayaan sosial-ekonomi yang lebih inklusif di satu sisi, sementara itu hal tersebut juga seiring-sejalan dalam upaya mendorong literasi edukatif yang juga berkaitan erat dengan agenda penguatan ‘sustainable blue tourism’ pada ruang-ruang lokal. ‘Blue tourism’ berkelanjutan dalam konteks ini mesti dipahami sebagai sebuah benefit ekonomis dan ekologis dalam waktu bersamaan. Walaupun tidak bisa dipungkiri, ada begitu banyak tantangan kaitannya dengan persoalan wisata berkelanjutan yang tidak hanya terjebak pada logika bisnis semata, akan tetapi juga memberikan atensi besar pada agenda proteksi lingkungan dan kebudayaan lokal. Lalu, pada saat bersamaan juga penting kemudian untuk terus mendorong kesadaran warga lokal melalui berbagai program literasi yang bertujuan untuk memperkuat partisipasi warga, sekaligus juga dalam rangka menjadikan ragam kepentingan (stakeholders) dan aktor terjalin interkoneksi satu sama lain. Tujuannya tentu dalam rangka memperkuat literasi ‘blue tourism’ dan juga semangat sadar wisata secara berkelanjutan di Pulau Kelapan Kabupaten Bangka Selatan.
Menavigasi Politik Maritim: Tinjauan Sistematis dan Pemetaan Bibliometrik Murtasidin, Bahjatul; Pratama, Sandy; Saputra, Putra Pratama
Journal of Political Issues Vol 7 No 2 (2026): Journal of Political Issues
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v7i2.433

Abstract

Maritime affairs constitute a strategic domain within contemporary geopolitical dynamics. In recent decades, maritime spaces have ascended as a critical arena for power projection, driven by intensifying global competition. This study employs a systematic mapping approach to delineate the evolution and predominant research trends within maritime political studies. Utilizing bibliographic data from the Scopus database in the period of 2005–2025, we analyzed a corpus of scientific articles on maritime politics. The data were processed using the VOSviewer software to generate a network map of keywords, elucidate inter-topic relationships, and trace conceptual developments. The analysis reveals five dominant keywords that form the discursive core: marine policy, governance, the marine environment, ocean governance, and marine governance. These themes are not isolated but are intricately interconnected within a conceptual network, illustrating the trajectory of maritime politics over the past two decades. The inter topic relationships signify the integration of ecological and political imperatives, shaping an emergent governance model characterized by its trans boundary, collaborative, and sustainability-oriented nature. This evolution represents an epistemological shift from a state-centrist paradigm, through a governance paradigm, toward a nascent ecological-political paradigm. Consequently, the sea is no longer conceived merely as an economic or territorial domain, but is increasingly recognized as a complex and dynamic political space.