Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penghidupan Berkelanjutan dan Dinamika Batasan Penghidupan Masyarakat Miskin Perkotaan di Wilayah Kampung Tambora Jakarta Nugroho, Agung Yudhistira; Murtasidin, Bahjatul
Journal of Political Issues Vol 4 No 2 (2023): Journal of Political Issues (August - January)
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v4i2.89

Abstract

Migrasi internal yang meluas di Jakarta juga mempersulit upaya untuk menyediakan layanan kesehatan yang dibutuhkan warganya. Pandemi memperparah kerentanan sosial masyarakat perkotaan dan semakin menunjukkan ketimpangan yang ada di kota. Pertanyaan yang ingin dijawab dalam makalah ini adalah "Sejauh mana masyarakat miskin kota dapat mengakses hak mereka untuk mendapatkan penghidupan yang berkelanjutan?". Untuk membantu meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana masyarakat miskin kota mengakses hak dan hak mereka atas penghidupan yang berkelanjutan, kerangka kerja penghidupan berkelanjutan dikombinasikan dengan pendekatan analisis demografi. Pengumpulan data dan penelitian lapangan merupakan elemen-elemen dari metode analisis yang digunakan untuk memahami dinamika penghidupan masyarakat perkotaan. Masyarakat miskin berada di tengah dan terlihat membangun strategi penghidupan mereka di atas seperangkat sumber daya yang vital. Orang-orang menemukan cara untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melanjutkan hidup mereka. Dalam kasus masyarakat miskin perkotaan di Jakarta, penting untuk dicatat bahwa meskipun model penghidupan berkelanjutan menekankan bahwa masyarakat miskin adalah ahli dalam kondisi mereka sendiri, namun sangat merendahkan jika kita mengasumsikan bahwa semua strategi penghidupan yang dilakukan oleh masyarakat adalah benar. Banyak rumah tangga miskin di perkotaan tidak memiliki akses terhadap informasi, pandangan yang lebih luas, dan pengetahuan tentang pengalaman di luar wilayah mereka, sehingga mereka dapat melakukan kesalahan dan mengadopsi strategi penghidupan yang kurang memuaskan atau bahkan gagal.
Penguatan Literasi Edukatif dan Spirit Sadar Wisata Berbasis ‘Sustainable Blue Tourism’ di Pulau Kelapan, Desa Kumbung-Bangka Selatan Rendy, Rendy; Murtasidin, Bahjatul; Fatah, Abdul; Sarpin, Sarpin; Irmayanti, Elvia; Khotimah, Adilla Husnul; Saputra, Dimas
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.14837

Abstract

Sebagai salah satu harapan ekonomi alternatif masa depan, khususnya pasca sektor ekstraktif yang selama ini masih bertumpu besar pada eksplioitasi SDA (perkebunan dan pertambangan) di Pulau Bangka, tentu pariwisata menjadi salah satu sumber daya alternatif yang potensi untuk terus dikembangkan di Bangka Belitung. Pengembangan pariwisata biru berkelanjutan, termasuk misalnya pada kawasan pulau kecil yang memiliki daya tarik wisata telah menjadi isu strategis yang perlu dibahas secara serius, khususnya dalam rangka memperkuat pertumbuhan dan pemberdayaan sosial-ekonomi yang lebih inklusif di satu sisi, sementara itu hal tersebut juga seiring-sejalan dalam upaya mendorong literasi edukatif yang juga berkaitan erat dengan agenda penguatan ‘sustainable blue tourism’ pada ruang-ruang lokal. ‘Blue tourism’ berkelanjutan dalam konteks ini mesti dipahami sebagai sebuah benefit ekonomis dan ekologis dalam waktu bersamaan. Walaupun tidak bisa dipungkiri, ada begitu banyak tantangan kaitannya dengan persoalan wisata berkelanjutan yang tidak hanya terjebak pada logika bisnis semata, akan tetapi juga memberikan atensi besar pada agenda proteksi lingkungan dan kebudayaan lokal. Lalu, pada saat bersamaan juga penting kemudian untuk terus mendorong kesadaran warga lokal melalui berbagai program literasi yang bertujuan untuk memperkuat partisipasi warga, sekaligus juga dalam rangka menjadikan ragam kepentingan (stakeholders) dan aktor terjalin interkoneksi satu sama lain. Tujuannya tentu dalam rangka memperkuat literasi ‘blue tourism’ dan juga semangat sadar wisata secara berkelanjutan di Pulau Kelapan Kabupaten Bangka Selatan.