Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Uji In Vitro Antagonisme Cendawan Endofit Asal Alang-Alang (Imperata cylindrica L.) Dalam Mengendalikan Fusarium oxysporum f.sp. cubense pada Tanaman Pisang Muthiah, Siti; Saylendra, Andree; Nurmayulis, Nurmayulis; Muztahidin, Nur Iman
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 32 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v32i1.2482

Abstract

Cendawan patogen Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Foc) dapat merusak tanaman pisang dengan menyebabkan penyakit layu fusarium. Dalam upaya pengendalian hayati, cendawan endofit dapat diterapkan sebagai agen biologis untuk menekan pertumbuhan patogen. Cendawan endofit berpotensi antagonis dalam menghambat pertumbuhan simbionnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi cendawan endofit asal akar alang-alang (Imperata cylindrica L.) dan menganalisis kemampuan antagonisme cendawan endofit dalam menghambat pertumbuhan cendawan patogen Foc secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksplorasi dan eksperimen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan lima taraf perlakuan dalam lima ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu: tiga isolat cendawan endofit alang-alang (CEA1, CEA2, dan CEA3), kontrol positif (CP0), dan kontrol negatif (CPF0). Variabel yang diamati yaitu: persentase daya hambat, luas pertumbuhan koloni cendawan, karakterisasi morfologi secara makroskopis, dan patogenisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23 isolat cendawan endofit berhasil diisolasi dari akar alang-alang, dimana enam diantaranya terdapat aktivitas antagonisme. Tiga isolat dengan aktivitas antagonisme kuat dikodekan CEA1, CEA2, dan CEA3. Berdasarkan uji antagonisme dengan metode dual culture, ketiga isolat bersifat antagonis terhadap cendawan Foc dengan penghambatan bervariasi. Isolat CEA3 menunjukkan hasil terbaik dalam menghambat pertumbuhan Foc pada 4-7 Hari Setelah Inokulasi (HSI) dengan persentase daya hambat hingga 58,21% dan menekan luas pertumbuhan koloni Foc hingga 4,74 cm. Ciri makroskopis CEA3 memiliki bentuk koloni irregular, topografi flat, tekstur permukaan granular, berwarna putih kehijauan, dan ada tetesan eksudat. Uji patogenisitas menunjukkan isolat tersebut tidak bersifat patogen.
PERBANDINGAN METODE MAUT DAN SMART UNTUK MENENTUKAN CALON PENERIMA BANTUAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI PADA DESA KADIPATEN Erwanto, Muhammad; Virgiyanti; Muthiah, Siti
INFOKOM Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH INFOKOM STIKOM POLTEK CIREBON
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan program pemerintah yang memberikan bantuandana untuk perbaikan rumah tidak layak huni. Desa Kadipaten adalah salah satu desa penerima bantuankelangsungan hidup kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah, berupa perbaikan rumah yangkondisinya tidak layak untuk ditempati. Masalah yang terjadi pada instansi dalam menentukan calonpenerima bantuan rumah tidak layak huni adalah proses penentuan calon penerima bantuan masih bersifatsubjektif, artinya yang tidak berhak justru menerima bantuan tersebut. Berdasarkan permasalahantersebut, penulis membuat sistem pendukung keputusan yang dimana membandingkan metode MAUTdan SMART untuk mengatasi permasalahan tersebut. Untuk kriteria yang digunakan pekerjaan,penghasilan, jumlah tanggungan keluarga, material atap, material dinding, material lantai, mck dan statusrumah. Berdasarkan hasil perhitungan metode MSE, diperoleh hasil perhitungan perbandingan antarametode MAUT yaitu 444.3286 sedangkan SMART 443.9798. Dapat disimpulkan bahwa metode dengannilai akhir dari metode MSE yang lebih kecil yaitu metode SMART adalah metode terbaik dan dapatdirekomendasikan untuk menentukan calon penerima bantuan rumah tidak layak huni pada DesaKadipaten. Bedasarkan hasil penelitian dengan menggunakan dua metode yang berbeda menyatakanbahwa Sukarman dengan skor 0.900, Lilis Lismayanti dengan skor 0.888, Ahmad Subagjo dengan skor0.883, Ipah Saripah dengan skor 0.854 dan Riyanto dengan skor 0.846 ini direkomendasikan sebagaicalon penerima bantuan rumah tidak layak huni.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA GANGGUAN FUNGSIONAL SHOULDER AKIBAT FROZEN SHOULDER DI RS BHAYANGKARA KOTA MAKASSAR: Physiotherapy Management of Functional Shoulder Disorders Due To Frozen Shoulder At Bhayangkara Hospital Makassar City Sudaryanto; Hasbiah; Erawan, Tiar; Ahmad, Hasnia; Ramba, Yonathan; Muthiah, Siti
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 2 (2025): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frozen shoulder adalah peradangan progresif yang memicu kontraktur pada kapsul sendi glenohumeral. Keadaan ini menyebabkan nyeri dan keterbatasan gerak aktif dan pasif dengan pola kapsular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada gangguan fungsional shoulder joint akibat frozen shoulder. Jenis penelitian adalah studi kasus, dilaksanakan di RS. Bhayangkara Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 2 orang. Pengumpulan data diperoleh melalui pengukuran nyeri menggunakan VAS dan pengukuran ROM menggunakan Goniometer. Intervensi yang diberikan US, anterior-posterior glide, dan codman pendulum exercise. Setelah delapan kali intervensi, kedua pasien menunjukkan penurunan nyeri yang bermakna serta peningkatan rentang gerak sendi. Pada gerakan rotasi eksternal, rotasi internal, maupun abduksi, terjadi penurunan intensitas nyeri yang disertai dengan peningkatan kemampuan gerak aktif. Kesimpulan penelitian ini adalah penatalaksanaan fisioterapi dengan Ultrasound, anterior-posterior glide, dan codman pendulum exercise, dapat menghasilkan penurunan nyeri gerak dan peningkatan ROM shoulder pada kondisi frozen shoulder. Kata kunci : Anterior-Posterior Glide, Codman Pendulum Exercise, Frozen Shoulder, Nyeri, ROM Shoulder, Ultrasound   Frozen shoulder is a progressive inflammation that triggers contracture of the glenohumeral joint capsule. This situation causes pain and limitation of active and passive movements with a capsular pattern. The purpose of this study was to determine the physiotherapy management of functional disorders of the shoulder joint due to frozen shoulder. This type of research is a case study, conducted at Bhayangkara Makassar Hospital with a total sample of 2 people. Data collection was obtained through pain measurement using VAS and ROM measurement using Goniometer. Interventions provided US, anterior-posterior glide, and codman pendulum exercise. After eight interventions, both patients showed a significant decrease in pain and an increase in joint range of motion. In external rotation, internal rotation, and abduction movements, there was a decrease in pain intensity accompanied by an increase in active movement ability. The conclusion of this study is that physiotherapy treatment with ultrasound, anterior-posterior glide, and codman pendulum exercise, can result in decreased motion pain and increased ROM of the shoulder in a frozen shoulder condition. Keywords : Anterior-Posterior Glide, Codman Pendulum Exercise, Frozen Shoulder, Pain, ROM Shoulder, Ultrasound