Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Panggung

Gastronomi dalam Cerita Rakyat Ainu Jepang Ida Ayu Laksmita Sari; I Nyoman Darma Putra; Ni Luh Kade Yuliani Giri
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1205

Abstract

ABSTRACTThis article analyzes the gastronomic aspects of the Ainu folklore in Japan. Gastronomic aspects examinedinclude how Ainu folklore narrates how they collect and cook food materials, how they consume, andwhat cultural values are attached to both the process of food production and consumption. The studyapplied library research and the object of analysis were selectively chosen from Ainu Mukashi Banashi’sbook: Hitotsubu no Satchiporo (2012), an anthology of Ainu folklore edited by Kayano Shigeru. Thestories chosen analyzed by the literary anthropology theory. The results show that the Ainu folklorecontains narratives about how people collect food, cook, and consume them. The study of the gastronomicnarratives of Ainu folklore presents a novelty that folklore not only contains a moral message for characterformation but is also a medium for preserving and continuing food and culinary culture across time andgenerations.Keywords: Ainu folktale, literary gastronomy, traditional food of Ainu JapanABSTRAKArtikel ini menganalisis aspek gastronomi dari cerita rakyat Ainu Jepang. Aspek gastronomiyang dikaji meliputi bagaimana cerita rakyat Ainu menceritakan cara mereka mengumpulkandan memasak bahan makanan, bagaimana mereka mengonsumsi, dan nilai-nilai budaya apayang melekat pada proses produksi dan konsumsi makanan. Penelitian dilakukan dengan risetperpustakaan dan objek kajian dipilih secara selektif dari buku Ainu Mukashi Banashi: Hitotsubuno Satchiporo (2012), sebuah antologi cerita rakyat Ainu dengan editor Kayano Shigeru. Datadianalisis dengan teori antropologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyatAinu mengandung narasi tentang cara masyarakat mengumpulkan bahan makanan, memasak,dan mengkonsumsinya. Studi tentang narasi gastronomi cerita rakyat Ainu menyajikan halbaru bahwa cerita rakyat tidak saja mengandung pesan moral untuk pembentukan karaktertetapi juga menjadi media untuk melestarikan dan meneruskan budaya makanan dan kulinerlintas waktu dan generasi.Kata Kunci: cerita rakyat Ainu, gastronomi sastra, makanan tradisional Ainu Jepang
MAKHLUK MITOLOGI MENGHALAU PANDEMI: KAJIAN SEMIOTIKA BUKU ILUSTRASI MINNA NO AMABIE Ida Ayu Laksmita Sari
PANGGUNG Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.1758

Abstract

Penelitian ini menganalisis ilustrasi makhluk mitologi yang dipercaya oleh masyarakat Jepang dapat menghalau pandemi. Mahkluk mitologi yang bernama amabie ini merupakan warisan dalam sistem kepercayaan Jepang sejak dulu, namun menjadi trending topik sosial media terutama di twitter di tengah-tengah merebaknya pandemi Covid-19. Data diambil dari buku Ilustrasi Minna no Amabie (Amabie Kita Semua) memuat 87 karya yang dibagi menjadi 3 bagian, yaitu 1) ilustrasi dari komikus terkenal, 2) ilustrasi berbentuk patung dan kerajinan lainnya, dan 3) ilustrasi gambar atau lukisan. Penelitian ini bertujuan mengungkap fenomena kepopuleran amabie di tengah pandemi serta alasan di balik pembuatan karya ilustrasi tersebut. Data dianalisis dengan teori semiotika dan resepsi. Hasil analisis mengungkapkan bahwa sebagian besar pembuat karya ingin menyampaikan pesan bahwa amabie adalah simbol kekuatan agar masyarakat bersama-sama memerangi pandemi Covid-19 dan berharap pandemi ini dapat segera berakhir.  Kata kunci: amabie, ilustrasi, pandemi Covid-19
IDENTITAS LINTAS BUDAYA: PUISI HAIKU JEPANG BERBAHASA BALI I Nyoman Darma Putra; Ida Bagus Jelantik Sutanegara Pidada; Ida Ayu Laksmita Sari
PANGGUNG Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2334

Abstract

The development of Indonesian and regional literature in the Archipelago is not only determined by internal conditions but also by external influences. Several years ago in Bali, an anthology of haiku in Balinese was published, which was clearly influenced by the form of haiku, traditional Japanese poetry. This article analyzes Balinese haiku collected in two anthologies, namely Bikul (Mouse, 2014) and Bubu (Fishtrapped, 2015), both by I Ketut Aryawan Kenceng. By applying a qualitative approach, this research data was collected through literature studies and interviews with poets and observers of modern literature in the Balinese language. The data were analyzed using structuralism and semiotic approaches. The results of the study show that Balinese haiku provides a cross-cultural identity (Japanese and Balinese) for modern Balinese literature. The results of this study contribute to our efforts to understand that this hybrid poem strengthens the opinion of scholars who say that Bali is an open fortress, meaning that it remains open to accepting outside influences but firmly maintains its artistic and cultural identity.Keywords: modern Balinese literature, Balinese language, haiku, cross-cultural identity, Japan