Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan Tenaga Kerja Pada Lantai Produksi Divisi Injeksi Di Cv Gradient Menggunakan Metode Work Sampling Tiara Ayu Lestari; Christanto Triwibisono; Litasari Widyastuti Suwarsono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – CV Gradient merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang yang menghasilkan produk seperti molds, spare part, presss tool, jig & fixture. Tingginya pesanan produksi dalam setiap bulannya yang menyebabkan perusahaan mempunyai kebijakan bahwa beberapa pekerjaan dapat dikerjakan oleh satu pegawai serta adanya penambahan jam kerja dan hari kerja. Dampaknya hasil produksi yang dilakukan kurang maksimal yang mengakibatkan tidak tercapainya target produksi . Pengukuran beban kerja diperlukan untuk dapat mengetahui tingkatan beban kerja yang dimiliki oleh tenaga kerja serta kebutuhan pegawai dalam se tiap pekerjaan di lantai produksi divisi injeksi pada CV Gradient. Dalam melakukan pengukuran beban kerja digunakan metode work sampling yang diketahui bahwa pekerjaan mixing memiliki beban kerja tinggi (122,75%) , pekerjaan injeksi & sortir memiliki beban kerja normal (114,66%) dan pekerjaan packaging memiliki beban kerja rendah (94,28%). Kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh pegawai lantai produksi divisi injeksi yaitu 6 orang di pekerjaan mixing, 6 orang di pekerjaan injeksi & sortir dan 5 orang di pekerjaan packaging yaitu dengan jumlah 17 pegawai. Hasil kebutuhan tenaga kerja tersebut tidak sesuai dengan kondisi eksisting di lantai produksi divisi injeksi CV Gradient yaitu berjumlah 13 pegawai sehingga perlunya usulan penambahan tenaga kerja untuk pekerjaan mixing 2 orang dan pekerjaan packaging 2 orang untuk dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan perhitungan beban kerja menggunakan metode work sampling. Kata Kunci : beban kerja, work sampling, kebutuhan tenaga kerja Abstract – CV Gradient is a manufacturing company that enganged in molding and plastic fabrication that produces molds, spare parts, press tool, jig and fixture. The high production demands on each month cause the company to make a policy that require each employee to do multiple assigments and additional working days and hours. This policy will impact on products quality and not be able to meet the production target. Workload measurement is required to determine the level of workload and number of employees needed in each assignment on injection division in production floor. In this case, workload measurement is using work sampling method, mixing work has the highest workload (122,75%), injection&sorting work has normal workload (114,66%) and packaging work has the lowest workload (94,28%). Based on the work sampling method, number of employees needed on each assignment in injection division is 6 employees for mixing assignment, 6 employees for injection&sorting assignment and 5 employees for packaging assignment. The results of the employee requirements are not accordance with the existing conditions on the production floor of the CV Gradient injection division. Thereforem it is necessary to propose the addition of 2 employees for mixing assignment and 2 employees for packaging assignment to be able to meet the number of employees required that in accordace to workloaf calculation using the work sampling method. Keywords: workload, work sampling, employee requirement
Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Divisi Sdm Di Pt Xyz Dengan Menggunakan Framework Balanced Scorecard Keyna Ratu Nefira; Fida Nirmala Nugraha; Christanto Triwibisono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang menjadi produsen dan distributor minuman non-alkohol siap minum. Dalam upaya meningkatkan pencapaian kinerja, maka diperlukannya perbaikan kinerja perusahaan maupun SDM dapat dilakukan dengan cara merancang manajemen kinerja. Sistem pengukuran kinerja yang mampu mengatasi permasalahan SDM adalah metode Balanced Scorecard yang merupakan sistem pengukuran kinerja yang menghubungkan karyawan, strategi perusahaan, dan kinerja melalui empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Untuk melakukan pengukuran kinerja SDM di PT XYZ dimulai dengan penjabaran visi, misi, dan strategi PT XYZ. Selanjutnya adalah perhitungan pembobotan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), setelah itu mengukur kinerja pada PT XYZ. Berdasarkan hasil pengolahan data, terdapat 6 sasaran strategi, dengan leading indicator, lagging indicator, dan 12 Key Performance Indicator. Hasil akhir skor kinerja PT XYZ untuk perspektif keuangan adalah 3.45 dengan kriteria baik, untuk perspektif pelanggan adalah 4.00 dengan kriteria baik, untuk perspektif proses bisnis internal adalah 4.37 dengan kriteria baik, dan untuk perspektif pertumbuhan dan pembelajaran adalah 3.47 dengan kriteria baik. Sehingga secara keseluruhan kinerja PT XYZ adalah 3.84 dengan kriteria baik. Kata Kunci: Pengukuran Kinerja, Balanced Scorecard, Key Performance Indicator, Analytcal Hierarcy Process, Leading Indicator, Lagging Indicator Abstract PT XYZ is one company that is a producer and distributor of non-alcoholic beverages ready to drink. In an effort to improve performance achievement, the need to improve company performance and HR can be done by designing performance management. The performance measurement system that is able to overcome HR problems is the Balanced Scorecard method which is a performance measurement system that connects employees, corporate strategy, and performance through four perspectives, namely financial perspective, customer perspective, internal business process perspective, and growth and learning perspective. To measure the performance of HR at PT XYZ, it starts with the translation of PT XYZ's vision, mission and strategy. Next is the weighting calculation using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method, then measuring the performance at PT XYZ. Based on the results of data processing, there are 6 strategic objectives, with leading indicators, lagging indicators, and 12 Key Performance Indicators. The final result of PT XYZ's performance score for financial perspective is 3.45 with good criteria, for customer perspective is 4.00 with good criteria, for internal business process perspective is 4.37 with good criteria, and for growth and learning perspective is 3.47 with good criteria. So that overall the performance of PT XYZ is 3.84 with good criteria. Keywords: Performance Measurement, Balanced Scorecard, Key Performance Indicators, Analytcal Hierarchy Process, Leading Indicator, Lagging Indicator
Usulan Kebutuhan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Analisis Beban Kerja Menggunakan Metode Full Time Equivalent Pada Divisi Finance Accounting And Tax Pt Xyz Safinah Rizkiyani; Christanto Triwibisono; Litasari Widyastuti Suwarsono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia sebagai salah satu sumber daya utama dalam berjalannya operasional suatu perusahaan menunjukan pentingnya melakukan pengelolaan yang tepat terhadap sumberdaya tersebut. Melakukan pengelolaan yang tepat dapat dilakukan dengan adanya analisis beban kerja terhadap pekerjaan yang dilakukan pada posisi yang dipegang oleh karyawan. Demi meningkatkan pelayanan terhadap konsumen internal dan eksternal melalui laporan keuangan yang dilakukan PT XYZ, maka dilakukan analisis kebutuhan tenaga kerja pada divisi finance accounting & tax berdasarkan pada analisis beban kerja yang menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE). Hasil analisis beban kerja yang dilakukan menggunakan metode FTE menghasilkan indeks beban kerja yang dapat diurutkan dari beban kerja yang tertinggi hingga terendah yaitu : accounting supervisor (1,620 FTE – overload) – finance officer (1,443 FTE – overload) - head of finance accounting (1,270 FTE - normal) – tax specialist (0,974 FTE – underload). Sedangkan beban kerja rata-rata divisi finance accounting & tax adalah 1,327 FTE. Jumlah karyawan accounting supervisor dan finance officer berdasarkan hasil perhitungan yaitu dua orang karyawan untuk masing-masing posisi tersebut. Menangani beban kerja berlebih dapat dilakukan dengan memberlakukan lembur untuk karyawan terkait. Pengoptimalan beban kerja yang kurang dapat dilakukan dengan perluasan atau penambahan tugas. Kata kunci : beban kerja, Full Time Equivalent (FTE), kebutuhan tenaga kerja Abstract Human resources, as one of the principal resources in the operation of the company, show the importance of the right management to manage them. It can be done by an analysis of workload toward the employee's job description. To increase the service to external and internal consumers through financial reports made by PT XYZ, then the analysis of the labor requirement is needed. It is done based on workload analysis using the Full-Time Equivalent method (FTE). The result of the workload analysis using the FTE method produces the index that can be sorted from the highest to the lower workload, that is: accounting supervisor (1,620 FTE – overload) – finance officer (1,443 FTE – overload) - head of finance accounting (1,270 FTE - normal) – tax specialist (0,974 FTE – underload). While the average of the workload in Finance, Accounting and Tax Division is 1,327 FTE. Total of the employee in the position accounting supervisor and finance officer based on the calculation are two employees for each position. To handle the overload of workload can be done by doing overtime. To optimization the underload of workload it can be done by enlargement job description. Keywords: workload, Full Time Equivalent (FTE), employee requirements
Analisis Beban Kerja Fisik Dan Perancangan Kebutuhan Jumlah Pegawai Menggunakan Metode Work Sampling Pada Divisi Human Resource Department Di Pt Pikiran Rakyat Bandung Intan Novhela; Christanto Triwibisono; Fida Nirmala Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Analisis beban kerja dapat menjadi dasar sebuah perusahaan untuk menentukan jumlah pekerja ideal dalam perusahaan, apakah sudah cukup, harus ditambah atau dikurangi ketika terjadi peningkatan produksi, strukturisasi perusahaan, dan ketika perusahaan melakukan perubahan terhadap strategi bisnisnya. Hasil analisis beban kerja menggunakan metoda work sampling pada divisi Human Resource Development di PT Pikiran Rakyat Bandung diketahui bahwa urutan beban kerja dari yang tertinggi ke terendah yaitu : grup E dengan nilai beban kerja 144,2% (kategori beban kerja tinggi) - grup B dengan nilai beban kerja 136,3% (kategori beban kerja tinggi) - grup C dengan nilai beban kerja 107,1% (kategori beban kerja tinggi) - grup F dengan nilai beban kerja 102,2% (kategori beban kerja optimal) - grup A memiliki nilai beban kerja 97,8% (kategori beban kerja optimal) - dan nilai beban kerja terendah pada grup D yaitu 89,4% (kategori beban kerja optimal). Jumlah pegawai HRD PT Pikiran Rakyat saat ini adalah 12 orang. Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja terhadap masing-masing grup, didapatkan bahwa dibutuhkan 2 pegawai tambahan yaitu 1 pegawai pada grup E dan 1 pegawai pada grup B, dan untuk grup A,C,D,F terhitung sudah memiliki jumlah pegawai yang sesuai dengan beban kerjanya. Kata kunci : beban kerja, work sampling, kebutuhan pegawai Abstract - Workload analysis can be the basis of a company to determine the number of ideal workers in the company, whether it is sufficient, must be added or reduced when there is an increase in production, structuring the company, and when the company changes its business strategy. The results of workload analysis using the work sampling method in the Human Resource Development division of PT Pikiran Rakyat Bandung note that the order of workload from highest to lowest is: group E with a workload of 144.2% (high workload category) - group B with the value of workload is 136.3% (high workload category) - group C with workload value of 107.1% (high workload category) - group F with workload value of 102.2% (optimal workload category) - group A has a workload value of 97.8% (optimal workload category) - and the lowest workload value in group D is 89.4% (optimal workload category). The number of HR employees at PT Pikiran Rakyat is currently 12 people. Based on the calculation of workload for each group, it was found that 2 additional employees were needed, namely 1 employee in group E and 1 employee in group B, and for group A, C, D, F was calculated to have the number of employees according to his workload . Keywords : workload, work sampling, employee need
Perancangan Beban Kerja Dan Penentuan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Pada Operator Lantai Produksi Di Pt Xyz Menggunakan Metode Work Sampling Adinda Rahmi Humaira; Christanto Triwibisono; Fida Nirmala Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang berfokus pada produksi baju muslim dan kerudung. Pada tahun 2018 perusahaan tidak dapat memenuhi target produksi ketika high season yaitu bulan Mei, November, dan Desember. Salah satu penyebab penurunan ini disebabkan oleh operator lantai produksi bekerja lebih sibuk dari biasanya saat kenaikan produksi berlangsung karena target produk yang harus dihasilkan lebih banyak. Karyawan lantai produksi merasa beban kerja yang dimiliki terlalu berat karena tugas yang harus mereka selesaikan dengan target waktu tertentu tidak sesuai dengan kapasitas kerja mereka dan dirasa jumlah tenaga kerja yang tidak sesuai dengan beban kerja yang ada. Analisis beban kerja diperlukan untuk memastikan kegiatan produksi berjalan dengan baik dan sumber daya manusia memiliki beban kerja yang merata dan dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan kebutuhan pegawai. Dari analisis work sampling dapat diketahui hasil nilai beban kerja yang optimal berada diantara 101.80%-115.09% sedangkan beban kerja pekerjaan QC bahan sebesar 104.7%, pekerjaan cutting sebesar 110.27%, pekerjaan QC cutting sebesar 116.14%, pekerjaan pemisahan sebesar 110.75%, pekerjaan sewing sebesar 111.33%, pekerjaan QC akhir sebesar 108.64%, dan pekerjaan packaging sebesar 101.80%. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan karyawan perusahaan perlu melakukan penambahan 1 operator untuk pekerjaan QC cutting dan penambahan 1 operator sewing. Kata kunci: Produktivitas, Beban Kerja, Work sampling, Kebutuhan Karyawan
Analisis Beban Kerja Mental Dan Perancangan Kebutuhan Jumlah Pegawai Menggunakan Metode Nasa-tlx Pada Divisi Human Resource Department Di Pt Pikiran Rakyat Bandung Ovie Isnanda Irsa; Christanto Triwibisono; Fida Nirmala Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT Pikiran Rakyat Bandung adalah perusahaan yang bergerak dalam bisnis media cetak. Pada divisi Human Resources Department (HRD) di PT Pikiran Rakyat , terjadi ketidak seimbangan beban kerja yang diakibatkan oleh perubahan strategi bisnis dan beban kerja yang tidak merata. Oleh karena hal tersebut dibutuhkan analisis beban kerja mental untuk menghitung jumlah karyawan ideal pada divisi tersebut. NASATLX merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghitung beban kerja mental. Metode NASA-TLX membagi beban kerja menjadi 6 dimensi elemen kerja. Berdasarkan hasil analisis beban kerja menggunakan metode NASA-TLX didapatkan urutan beban kerja grup tertinggi hingga ke terendah yaitu: grup D (213,42) – grup B (133,53) – grup C – (117,37) – grup F (114,96) – grup E (77,92) – grup A (56,69). Jumlah karyawan HRD PT Pikiran Rakyat saat ini adalah 12 orang. Berdasarkan hasil perhitungan karyawan ideal, didapatkan bahwa dibutuhkan tambahan 2 orang karyawan tambahan yaitu 1 orang sebagai kepala urusan (grup B) dan 1 orang sebagai staf perencanaan dan pengembangan (grup E). Kata kunci : beban kerja, NASA-TLX, kebutuhan pegawai Abstract - PT Pikiran Rakyat Bandung is a company engaged in the print media business. In the Human Resources Department (HRD) division at PT Pikiran Rakyat, workload imbalances occur due to changes in business strategies and uneven workloads. Therefore, this requires an analysis of the mental workload to calculate the ideal number of employees in the division. NASA-TLX is a method that can be used to calculate mental workload. NASA-TLX method divides workload into 6 dimensions of work elements. Based on the results of the workload analysis using the NASA-TLX method, the highest to lowest group workload sequences are: group D (213.42) - group B (133.53) - group C - (117.37) - group F (114 , 96) - group E (77.92) - group A (56.69). The current number of HRD employees of PT Pikiran Rakyat is 12 people. Based on the calculation of ideal employees, it was found that additional 2 additional employees were needed, namely 1 person as head of affairs (group B) and 1 person as planning and development staff (group E). Keywords : workload, NASA-TLX , employee need
Perancangan Penilaian Kinerja Karyawan Menggunakan Metode Behaviorally Anchored Rating Scales (bars) Di Pt Widya Trans Cargo Alfriyani Oktavia Hutasoit; Christanto Triwibisono; Fida Nirmala Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Widya Trans Cargo merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang logistik dalam menyediakan transportasi pengangkutan barang menggunakan transportasi jenis kontainer. Perusahaan ini menggunakan dua rute yaitu jalur darat maupun jalur lautan. PT Widya Trans Cargo memberikan pelayanan jasanya kepada setiap perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa pengangkutan barang. Permasalahan yang terdapat pada perusahaan ini yaitu tidak terdapatnya penilaian kinerja karyawan yang jelas dan terukur pada divisi operasi mengakibatkan tidak diketahuinya performansi dan pencapaian yang sudah didapatkan oleh setiap karyawan. Hal ini membuat karyawan merasa kurang puas terhadap penilaian yang dilakukan serta tidak ada feedback yang diberikan kepada karyawan atas capaian yang telah dilakukan. Selain itu, pada tahun 2019 target pengiriman container perbulannya banyak yang tidak tercapai. Oleh karena itu dilakukan perancangan performance appraisal yang lebih jelas dan terukur. Perancangan ini dilakukan dengan menggunakan metode Behaviorally Anchor Rating Scales (BARS) untuk membantu perusahaan mengetahui hal-hal apa saja yang mempengaruhi penurunan kinerja, halhal apa saja yang perlu ditingkatan, dan dapat memberikan feedback kepada karyawan dari hasil penilaian ini mengenai pencapaian yang sudah didapatkan. Kata kunci: Behaviorally Anchor Rating Scales (BARS), Penilaian kinerja Abstract PT Widya Trans Cargo is a logistic firm that provides transportation for transporting goods through shipping containers. This company uses both land and ocean routes. PT Widya Trans Cargo rendered its services to any of the companies that needed a cargo services. The problem that exists in this company, there is no clear and measureable performance appraisal in the operations division which results not knowing the performance and achievements that have been obtained by each employee. This makes employees feel less satisfied with their appraisal and there is no feedback given to employees for their accomplishment. In addition, the 2019 container shipping targets a large monthly area were not reached. Therefore, it does the more evident and measurable design of the good performance appraisal. The design involves using Behaviorally Anchor Rating Scales (BARS) method to help companies learn anything that affects performance impairment, anything that needs to be improved, and can feedback employees from these appraisal on achieving achievements. Keywords: Behaviorally Anchor Rating Scales (BARS), Performance Apprasial
Perancangan Penilaian Kinerja Karyawan Pada Divisi Harvesting Pt Xyz Menggunakan Metode Behaviorally Anchored Rating Scales (bars) Annike Tri Wahyuni; Christanto Triwibisono; Fida Nirmala Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri minyak makan dari nabati dan hewani perkebunan kelapa sawit. Divisi harvesting adalah yang berperan langsung terhadap proses panen kelapa sawit. Penurunan hasil panen yang disebabkan oleh faktor manusia yaitu pada penilaian kinerja karyawan diperusahaan ternyata perusahaan sudah memiliki sistem penilaian kinerja. Namun, hasil penilaian kinerja dari tahun 2017-2020 tidak mengalami peningkatan. Dikarenakan penilaian hanya dilakukan oleh manajer harvesting, hal ini dapat memicu penilaian subjektif. Maka dilakukan perancangan ulang pada penilaian kinerja karyawan dan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dengan menggunakan metode BARS (Behavior Anchor Rating Scale). Terdapat lima faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan divisi harvesting PT XYZ yaitu kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, dan tanggung jawab. Dengan adanya penilaian kinerja menggunakan metode BARS dapat membantu meningkatkan dan memperbaiki kinerja karyawan divisi harvesting serta mempermudah perusahaaan untuk mengetahui kekurangan yang dapat diperbaiki. Kata kunci: Penilaian Kinerja, Penilaian Kinerja Karyawan, BARS
Workload Analysis Dengan Metode Full Time Equivalent (Fte) Untuk Menentukan Kebutuhan Tenaga Kerja Pada Tenaga Penunjang Akademik Fakultas Abc Universitas Xyz Naima, Nisrina Danin; Suwarsono, Litasari Widyastuti; Triwibisono, Christanto
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Sumber Daya Manusia merupakan salah satukomponen penting dalam organisasi untuk menentukanproduktivitas Organisasi dengan menyesuaikan antara bebankerja dan jumlah orang. Fakultas ABC merupakan salah satuFakultas yang ada di Universitas XYZ. Urusan Sumber DayaManusia dan Kemahasiswaan merupakan unit di bawah WakilDekan II Fakultas ABC. Permasalahan yang terjadi yaitu tidaktercapainya target kerja karena beban kerja staf yang kurangterdistribusi secara rata. Penulisan ini bertujuan untukmenganalisis jumlah yang efektif dan efisien pada TenagaPenunjang Akademik yang dibutuhkan di unit Urusan SumberDaya Manusia dan Kemahasiswaan Fakultas Rekayasa IndustriUniversitas Telkom. Metode yang dipakai adalah Full TimeEuivalent (FTE). Metode ini dipilih karena cocok dan dapatsecara efektif dan efisien menyelesaikan permasalahan tentangjumlah staf. Hasil pengolahan data didapatkan bahwa jumlahstaf yang dibutuhkan dengan yang tersedia sudah sesuai,namun perlu tambahan waktu agar pekerjaan bisa selesaisesuai dengan target Dengan lembur pekerjaan di setiapjabatan bisa lebih efektif dan efisien serta beban kerja stafmenjadi Normal. Kata kunci— Human Resource Planning, Analisis BebanKerja, Full Time Equivalent.
Proposed Policy Preventive Maintenance Machine Moriseiki NH 4000 DCG Method of Reliability Center Maintenance (RCM) And Risk Based Maintenance (RBM) Case Study PT Pudak Scientific Bewana, Zanuar Galang; Triwibisono, Christanto; Widyastuti, Litasari; Husaini, Fachri; Alhilman, Judi; Athari, Nurdinintya
International Journal of Innovation in Enterprise System Vol. 2 No. 2 (2018): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pudak Scientific is a company engaged in the manufacture of aircraft parts industry. Meeting the precise and timely demand of aerospace parts from customers becomes a major corporate responsibility. However, Loss Revenue often occurs due to engine breakdown. So that cause because the production target is not achieved, the product reject, and the delay of delivery. One of the machines that often experience breakdown is Mori seiki NH4000 DCG. Mori seiki NH4000 DCG is the finishing machine for Blank fork End product. The demand for this part is quite large, making it a tough task for the Mori Seiki NH4000 DCG machine. But because the breakdown of the machine is high enough to cause production targets every month are often not met. In addition, Maintenance activities that have not noticed the characteristics of engine damage, as well as the distribution of historical data of the machine causing less effective and efficient actions resulted in substantial Maintenance costs. Based on the results of risk analysis of Mori Seiki NH4000 DCG engine damage, in terms of performance loss system caused by a large enough that is 3.773% of machine production capacity per year. This figure exceeds the risk acceptance criteria by the company that is 2%. Therefore it is necessary to find the appropriate Maintenance policy for the Mori Seiki NH4000 DCG machine. The approach is to use Reliability Centeres Maintenance and Risk Based Maintenance. Based on the above two approaches obtained the appropriate interval time so that the Maintenance activities more effective and can improve the efficiency of treatment by reducing the cost of care previously Rp167.506.286, - per year, to Rp 96.147.061, - per year. With the policy is expected to reduce engine breakdown and performance loss caused. So the number of risks that arise for the future are within the criteria of acceptance set by the company. Keywords: Preventive Maintenance, Reliability centered Maintenance, risk based Maintenance, Performance loss