Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Effect of phosphate-solubilizing bacteria on growth and yield of Arachis hypogaea L. in varied soil types Suhartono, Suhartono; Suryono, Edy; Yusriah, Yusriah; Khoiri, Syaiful
Agrovigor Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v16i2.20763

Abstract

Peanut (Arachis hypogaea L.) is widely cultivated both in monoculture and polyculture (usually with corn) on dry land in Madura. Generally, the soil types of Madura are grumusol, regosol, and mediterranean. These three types of soil each have different physical and chemical properties. The effect of the addition of phosphate-solubilizing bacteria on the three soil types is unknown. The study aimed to determine the response of peanut plant growth due to the addition of phosphate solubilizing bacteria, Pseudomonas fluorescens, in three different soil types. The research was conducted in the experimental garden of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura. The research design used a non-factorial completely randomized design (CRD) with six treatments and four replications. The treatment consisted of three types of soil, namely regosol, grumosol, and mediteran as well as with and without the addition of P. fluorescens. The results showed that the treatment had a significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, number of pods, pod dry weight, seed weight, above-ground biomass, root dry weight, and plant P content. The treatment did not show a significant effect on the root-canopy ratio and P. fluorescens population parameters.
DIGITALISASI DAN LITERASI PEMBAYARAN NON-TUNAI MELALUI SOSIALISASI QRIS PADA UMKM DI DESA TAMPOJUNG TENGGINA Siti Sa’diatun Ni’mah; Moh. Afdol; Zhi Zhantara Meida Galuh Kartika; Syaiful Khoiri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 7 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juli
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i7.2635

Abstract

Penguatan edukasi menjadi langkah penting dalam menghadapi perkembangan sistem pembayaran non-tunai di era digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran digital. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura Kelompok 43 yang bekerjasama dengan Bank Indonesia pada Juli 2025 di Desa Tampojung Tenggina, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Metode yang digunakan mencakup observasi awal, wawancara, sosialisasi interaktif, dan pendampingan teknis langsung kepada pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan aplikasi pembayaran digital, dengan 3 UMKM berhasil mendaftar QRIS, 35 pelaku usaha menggunakan Dana, dan 9 menggunakan GoPay. Selain itu, pelaku UMKM juga mulai memanfaatkan media digital untuk pencatatan keuangan dan promosi produk. Dampak kegiatan ini terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri pelaku usaha dalam mengadopsi sistem pembayaran digital. Meskipun masih terdapat tantangan infrastruktur seperti jaringan internet dan keterbatasan perangkat, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendorong inklusi keuangan dan transformasi digital di tingkat desa.
Pendampingan Implementasi light trap dalam pengendalian hama terpadu ulat grayak pada tanaman bawang merah di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan Syaiful Khoiri; Mustika Tripatmasari; Himmatul Khasanah; Insiatun Navila; Deswita Syahda Firani; Denia Rista Damayanti; Dita Megasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29552

Abstract

Abstrak Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan sebagai bentuk untuk menciptakan kelompok tani yang sejahtera. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan light trap sebagai alat monitoring dalam pengendalian hama terpadu. Kegiatan ini melibatkan 50 responden dari anggota Kelompok Tani Padi Mas, program ini menggunakan tahapan yaitu koordinasi dengan kelompok tani, pemantauan lapang kondisi lahan pertanian bawang merah, FGD, Penerapan light trap, pendampingan dan evaluasi kegiatan untuk mengukur efektivitas kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan petani mengenai pengendalian hama, di mana dari 60% responden yang awalnya tidak mengetahui menjadi 80% tahu dan sangat tahu, serta mengalami peningkatan keterampilan penggunaan lightrap lebih dari 70% setelah mengikuti program ini. Selain itu, program ini juga memperkenalkan teknik pertanian tumpangsari, yang memungkinkan petani untuk menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan, sehingga meningkatkan produktivitas dan keuntungan secara ekonomi. Kata kunci: bawang merah; kelompok tani; light trap; pengendalian hama terpadu. Abstract The community service programme conducted in Sana Tengah Village, Pasean Sub-district, Pamekasan Regency, represents an initiative aimed at fostering prosperous farmer groups. The programme sought to enhance farmers' knowledge and skills in using light traps as a monitoring tool within an integrated pest management framework. This initiative involved 50 respondents from the Padi Mas Farmers Group. It was carried out in several stages, including coordination with the farmer group, field monitoring of red onion agricultural conditions, focus group discussions (FGDs), implementation of light traps, assistance, and activity evaluation to measure programme effectiveness. Evaluation results indicated a significant improvement in farmers’ knowledge of pest control, with the percentage of respondents who were previously unaware decreasing from 60% to only 20%, while 80% became knowledgeable or highly knowledgeable. Additionally, over 70% of participants improved their skills in using light traps following the programme. The initiative also introduced intercropping techniques, enabling farmers to cultivate multiple crops on the same land, thereby increasing productivity and economic profitability. Keywords: red onion; farmers group; light trap; integrated pest management