Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Jurnal Al-Fikrah

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DALAM MEMANFAATKAN GOOGLE CLASSROOM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN abdul haris hasmar; Amiruddin
Al-Fikrah Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.057 KB)

Abstract

The purpose of this research is to provide ideas or ideas for stakeholders in developing teacher competence to use google classroom as a medium of learning in this digital era. In addition, it is also to provide an overview of the impact of developing teacher professionalism in utilizing google classroom media as a learning medium. The type of research is descriptive qualitative, that is the research that explain the data narratively appropriate to the result of research that researcher gets. The results show that the role of stakeholders in developing teacher competence to utilize google classrooms as a learning medium in this digital era is very large, including teachers can be skilled in using google classrooms, teachers can produce fun learning activities, can improve student learning outcomes and can improve performance. teachers in the digital era so that the professional competence of teachers can always be updated in mastering technology and information.
Pengaruh Riba Bagi Pendidikan Anak Mujiburrahman; Amiruddin
Al-Fikrah Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.192 KB)

Abstract

Riba merupakan suatu masalah sosial dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi pemicu kesenjangan antara orang kaya dengan orang miskin. Kedudukan riba dalam Islam adalah haram seperti yang telah dijelaskan Allah Swt dalam beberapa firman-Nya. Selain memicu berbagai kesenjangan dalam masyarakat, riba juga dapat berpengaruh terhadap pendidikan anak dalam keluarga. Dalam hal ini, perkembangan anak tergantung dengan apa yang diberikan, jika anak diberikan nafkah dari hasil riba akhirnya akan tercipta jiwa anak yang egois dan materialistis. Permasalahan dalam penelitian ini adalah pengaruh riba terhadap perekonomian ummat, pengaruh riba terhadap perkembangan pendidikan dan akhlak anak serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya praktek riba dalam masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif, dan menggunakan tehnik studi kepustakaan (library research).
Model Hukuman yang Ideal dalam Pendidikan Islam Nuruzzahri; Amiruddin
Al-Fikrah Vol 3 No 2 (2014): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5773.18 KB)

Abstract

Hukuman dalam pendidikan Islam tidak serta merta harus dilakukan, namun jika kondisi terpaksa, maka bagi seorang pendidik dibenarkan untuk memberikan hukuman yang bersifat edukatif bagi anak didik selama tidak melukai fisik dan membahayakan jiwanya. Tujuan pemberian hukuman adalah untuk memperbaiki tingkah laku dan tabiat anak didik untuk mendidik kearah kebaikan sehingga tidak pernah mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan serta menyadari akan kesalahannya. Dalam pemberian hukuman hendaknya diperhatikan syarat dan tahapan dalam penerapannya dengan tidak melakukan hukuman yang dilarang, seperti: memukul wajah, berkata buruk, menendang dan kekerasan yang berlebihan. Ketika memberi hukuman hendaknya menempuh jalan nasehat dan bimbingan yang bersifat mendidik dan bermanfaat yang bisa menyentuh jiwa agar kepribadian anak didik bisa terbentuk dengan baik sesuai dengan yang diharapkan.
Suhrawardi Al-Maqtul: (Analisis Hakikat Kebenaran dalam Tasawuf) Muhammad Arifin; Amiruddin
Al-Fikrah Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.451 KB)

Abstract

Suhrawardi Al Maqtul merupakan seorang pemikir yang menemukan dan memakai terminologi filsafat sebagai usaha pembenaran tasawuf, sehingga tasawuf menjadi sebuah kebenaran yang akan diterima secara universal. Suhrawardi al Maqtul dikenaldengankonsepnya tentang Hikmahal Isyraqi ( Falsafat Iluminasi ). Dalam tulisan ini, penulis akan mencoba membahas pemikiran Suhrawardi al Maqtul secara sederhana. Pembahasan akan difokuskan pada pemaparan konsep dasar aliran flsafatnya, lalu kemudian baru membahas konsep kebenaran tasawufnyaTujuan akhiriluminasiadalah menjadikan manusia masuk kealam malaikat(‘uqul) yang diliputi oleh hakikat dan makrifat tentang Allah, menguasai ilmu Allah, dan dapat meraihnya yang sebelum kemunculannyadi ala mini seperti halnya teori filsafat idealisme (al mutsul) Plato. Ia mengatakan Maqam-maqam tertinggi yang dikemukakan oleh para sufi Islam periode awal tersebut pada dasarnya merujuk pada suatu tujuan yaitu penyatuan diri dengan Tuhan. Posisi ini akan dicapai dengan thariqat-thariqat tertentu, dangan zikir dan lain sebagainya. Namun dalam konsepsi Suhrawardi, tasawuf tidak lagi sebagai pengetahuan yang amali semata, namun telah dibawa dalam perdebatan filosofis, sehingga mempunyai basis epistimologi yang kokoh. Suhrawardi telah berupaya memberikan sintesa-sintesa yang sangat lengkap mengenai konsep keterhubungan manusia dengan Tuhan. Ia telah memberikan konstribusi yang sempurna dalam perkembangan tasawuf Islam.
Pengaruh Pendidikan Agama Islam Terhadap Penbentukan Akhlak Peserta Didik di SMA Negeri 1 Samalanga Kabupaten Bireuen Rahmat Ikbal; Amiruddin
Al-Fikrah Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sehubungan dengan hidup dizaman era globalisasi dan merosotnya akhlak para generasi sebagai penerus bangsa, sehingga menjadi kewajiban buat pihak sekolah untuk meluruskannyadanmenanamkannilai-nilaiakhlakdidalam dada para siswa-siswinya lewat Pendidikan Agama Islam, sehingga generasi kedepan bisa diandalkan dan sesuai dengan yang diharapkan. Beranjak dari masalah itu penulis mencoba membuat sebuah jurnal yang berjudul “Pengaruh Pendidikan Agama Islam Terhadap Pembentukan Akhlak Peserta Didik Di SMA Negeri 1 Samalanga, Kabupaten Bireuen”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Pendidikan Agama Islam yang diadakan disekolah SMA Negeri 1 Samalanga terhadap pembentukan akhlak siswa. Metode penelitian dalam jurnal ini adalah gabungan antara kualitatif dan kuantitatif atau disebut dengan mixed method. Mixed method merupakan pendekatan penelitian yang memadukan penjaringan dan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan yang bahwa adanya pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap pembentukan akhlak dikarenakan para siswa SMA Negeri 1 Samalanga setelah mendapatkan bimbingan keagamaan, maka akhlaknya menjadi mulia. Metode pembelajaran yang digunakan adalah berupa layanan orientasi/informasi, konseling individual, konseling kelompok, bimbingan kelompok, bimbingan karir di sertai metode diskusi, tanya jawab dan ceramah.
Praktek Konselor dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Islami di MAS Kuta Makmur Aceh Utara Muhammad Nurdin; Amiruddin
Al-Fikrah Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4959.078 KB)

Abstract

Bimbingan dan konseling Islami terhadap remaja merupakan suatu hal yang sangat diperlukan. Siswa dan siswi madrasah tingkat aliyah tergolong kelompok manusia remaja, maka tentu saja sangat membutuhkan bimbingan dan konseling Islami yang merupakan tugas para guru di mana siswa itu belajar. Di MAS Kuta Makmur Aceh Utara telah berlaku program kegiatan layanan bimbingan dan konseling Islami yang tentu saja para konselornya mempunyai cara tersendiri mengenai praktek kegiatan tersebut. Maka dari itu penulis tertarik melakukan penelitian di MAS Kuta Makmur Aceh Utara tentang praktek konselor dalam layanan bimbingan dan konseling Islami dan faktor pendukung dan penghambat praktek layanan bimbingan dan konseling Islami tersebut. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa praktek konselor dalam layanan bimbingan dan konseling Islami di MAS Kuta Makmur Aceh Utara dilakukan dengan cara langsung dan tidak langsung. Secara langsung dilakukan dengan membimbing pribadi siswa yang bermasalah dan secara tidak langsung dengan cara membagikan materi kepada semua siswa. Penekanan materi bimbingan dan konseling Islami difokuskan pada materi aqidah, syari’at, akhlak dan materi umum yang berperan bagi pengembangan perilaku siswa sehingga memahami diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Faktor pendukung praktek layanan bimbingan dan konseling Islami di MAS Kuta Makmur Aceh Utara adalah adanya kerja sama antara sesama guru dan dengan para wali siswa, adanya tanggung jawab guru tentang moral siswa, guru bimbingan dan konseling yang ramah, tegas dan bijak. Sedangkan faktor penghambatnya adalah jumlah guru bimbingan dan konseling yang sedikit, tidak adanya ruangan khusus dan jam khusus untuk guru bimbingan dan konseling masuk kelas serta adanya siswa tidak terbuka dalam masalahnya sehingga untuk santri tersebut layanan sukar diberikan.
Agama Dalam Pranata Keluarga Halimatussa'diah; Amiruddin
Al-Fikrah Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.43 KB)

Abstract

Keluarga adalah suatu lembaga paling kecil yang ada di masyarakat yang memiliki banyak fungsi untuk menjaga keberlangsungan hidup seseorang, karena dari keluarga sebuah kehidupan baru akan dimulai. Keluarga merupakan lembaga yang bertugas meneruskan pewarisan nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat, karena keluarga merupakan lembaga pertama tempat seseorang melakukan sosialisasi dalam kehidupannya. Oleh karena itu, nilai agama memiliki peranan penting dalam menentukan peraturan untuk mempertahankan (keutuhan) masyarakat sebagai usaha-usaha yang aktif dan berjalan secara terus menerus. Ini dikarenakan agama merupakan suatu sistem tata keimanan kepada Allah Swt. serta mencakup pula tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan antara manusia dan antara manusia dengan lingkungannya. Sehingga terbentuklah pranata keluarga yaitu suatu sistem norma dan tata cara yang diterima untuk menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang penting. Dimana, keluarga dalam sistem kekerabatan terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya. Bagi masyarakat, pranata keluarga berfungsi untuk menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat.
Sistem Pembelajaran dan Proses Evaluasi Ujian di LPI Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga Kabupaten Bireuen Amiruddin
Al-Fikrah Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.45 KB)

Abstract

Evaluasi merupakan kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana dan berdasarkan di atas tujuan yang jelas dalam sistem kurikulum yang sudah dirancang sedemikian rupa. Hal ini sangat menentukan prestasi belajar anak didik dan mutu pendidikan di tempat itu sendiri, kenyataan yang terjadi saat ini kemorosotan prestasi belajar adalah karena kurangnya sistem evaluasi yang ideal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pembelajaran di LPI Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, batas-batas materi ujian yang dievaluasi dan dampaknya terhadap mutu pendidikan. Dalam pembahasan ini penulis menggunakan metode deskriptif analitis yang menggambarkan keadaan dan proses evaluasi yang berlangsung di lokasi penelitian ini dengan rinci disertai dengan komentar-komentar penulis. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa LPI Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga ini merupakan dayah salafiyah dengan sistem pembelajaran yang bersifat inovatif dimana satu persatu santri membaca kitab yang sebelumnya sudah dipelajari untuk santri kelas I dan II. Sedangkan untuk kelas III ke atas membaca kitab yang belum diajari oleh guru kelasdan proses ujian yang dilaksanakan sudah tersusun rapi dalam kurikulum dan juga batas materi ujian sudah direncanakan dengan baik sejak awal dalam kurikulum yang terencana sehingga berdampak pada mutu lulusan sebagaimana yang diharapkan.
Peran Guru Sebagai Motivator Dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Siswa Amiruddin; Zulfan Fahmi
Al-Fikrah Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jiaf.v11i1.259

Abstract

Peran guru bukan sekedar mengarahkan dan memberikan materi pembelajaran akan tetapi guru harus bisa berperan sebagai motivator kepada anak didik, dengan adanya guru memberikan motivasi kepada anak didik, sungguh akan menjadi pengaruh terbesar dalam mencapaikan hasil belajar yang di inginkan. Siswa dari malas menjadi rajin, dari bodoh menjadi cerdas, dari nakal menjadi patuh dan dari gagal menjadi berhasil. Itu semua akan ada dengan adanya guru selalu menaburkan motivasi kepada anak didikannya agar untuk bisa bertumbuh berbagai keberhasilan dan minat yang mantap dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan untuk bisa menjadi manusia yang berbakat dan cerdas bagi agama dan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru sebagai motivator dan pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa. Kajian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan untuk mencari sumber-sumber yang sesuai dengan tema ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran guru dalam memotivasikan siswa sangatlah penting, khususnya bagi siswa yang memiliki motivasi lemah. Hasil belajar yang di inginkan, tergantung bagaimana sistem guru dalam meningkatkan hasil belajar santri agar terlebih afektif dan bermutu dan metode apa saja guru dalam menggembangkan materi pembelajaran agar mereka tidak jenuh dan selalu bergairah diberbagai situasi dan kondisi sehingga menjadikan mereka manusia yang cerdas dan berprestasi. Tugas guru selalu memberikan motivasi dalam tujuan belajar, dan memberikan nasehat yang bisa melunakkan hati para murid dari nakal menjadi patuh, dari malas menjadi rajin, dari bodoh menjadi cerdas, dari gagal menjadi berhasil.
Strategi Guru PAI dalam Melaksanakan Pembelajaran Sesuai Standar Proses di MAN 4 Bireuen Amiruddin
Al-Fikrah Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jiaf.v9i1.386

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi guru PAI dalam melaksanakan pembelajaran sesuai standar proses di MAN 4 Bireuen, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi guru PAI dalam melaksanakan pembelajaran sesuai standar proses di MAN 4 Bireuen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan adalah, bahwa strategi yang digunakan guru MAN 4 Bireuen dalam melaksanakan pembelajaran sesuai standar proses yaitu keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas, serta mengajar kelompok kecil dan perorangan. Sedangkan faktor pendukung adalah adanya koordinasi yang baik dengan kepala sekolah, guru kelas dalam menyusun perencanaan pembelajaran. Lokasi yang cukup tenang, jauh dari keramaian kota, sekalipun sedikit dekat dengan kota, sehingga dapat membantu siswa belajar dengan tenang. Sedangkan faktor penghambat yaitu terbatasnya waktu, waktu yang disediakan dalam pembelajaran PAI cuma dua jam dalam satu minggu, sedangkan Pembelajran sesuai standar proses itu memerlukan waktu yang sangt lama.