Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The Relationship Between Academic Stress and Menstrual Cycle Disorders in Adolescents Indriani, Vivi; Puspasari, Jehan; Rahmawati, Veronica Yeni
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v5i3.564

Abstract

Adolescence is a developmental phase that is highly vulnerable to physiological and psychological changes, including disturbances in the menstrual cycle. Academic stress is suspected to be one of the contributing factors to menstrual irregularities among female students. The purpose of this study was to analyze the relationship between academic stress and menstrual cycle disorders in adolescents. This research employed a quantitative design with a cross-sectional approach and total sampling technique, involving 136 first-year female students. The study was conducted at STIKes RS Husada Jakarta during April–May 2025. Academic stress was measured using the 42-item Depression Anxiety Stress Scale (DASS) with a scoring range of 0–3. The results showed that 93 respondents (68.4%) experienced severe to very severe stress, and 87 respondents (64.0%) had abnormal menstrual cycles. The Chi-Square test yielded a p-value < 0.001, indicating a significant relationship between academic stress and menstrual cycle disorders. These findings emphasize that academic stress has a strong influence on adolescents’ menstrual patterns and should be a priority for educational institutions when strengthening stress management programs and psychosocial support to maintain reproductive health. In conclusion, the higher the level of academic stress, the greater the risk of menstrual cycle disturbances among adolescents.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DAN JUMLAH PARITAS TERHADAP PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS PADEMANGAN Presillia, Arimbi; Puspasari, Jehan; Rahmawati, Veronica Yeni
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.933

Abstract

Pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah dukungan suami dan jumlah paritas. Dukungan suami memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan terkait kesehatan reproduksi, sedangkan jumlah paritas menggambarkan pengalaman kehamilan dan persalinan yang dapat mempengaruhi jenis kontrasepsi yang dipilih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dan jumlah paritas terhadap pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di wilayah Puskesmas Pademangan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi (p = 0,027), dan hubungan yang sangat signifikan antara jumlah paritas dengan pemilihan alat kontrasepsi (p = 0,000). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dukungan suami dan jumlah paritas berpengaruh terhadap pemilihan alat kontrasepsi. Oleh karena itu, keterlibatan suami dalam program keluarga berencana dan edukasi tentang kontrasepsi berdasarkan jumlah paritas sangat penting untuk ditingkatkan.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI MAWAR TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA DI STIKES RS HUSADA Putri, Afina Eka; Puspasari, Jehan; Rahmawati, Veronica Yeni
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.937

Abstract

Gangguan menstruasi termasuk dismenore merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh perempuan, ditandai dengan nyeri hebat saat menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Aromaterapi merupakan salah satu cara non-farmakologis, yaitu terapi yang memanfaatkan minyak essensial untuk membentu memelihara kesehatan dan menenangkan jiwa serta tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi mawar dalam menurunkan intensitas nyeri menstruasi pada remaja. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara 2 kelompok (p = 0,000). Dengan demikian aromaterapi mawar efektif dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi, memberikan alternatif non-farmakologis yang aman untuk mengatasi dismenore.
SAMOSIR (Persiapan Menyongsong Bayi Baru Lahir): Optimalisasi Dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Veronica Yeni Rahmawati; Jehan Puspasari; Dian Fitria
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i3.2973

Abstract

The problems that occur in newborn babies cannot be separated from the growth and development disorders that newborn babies are susceptible to. Proper handling and care is needed by mothers who will care for newborn babies at home. If the baby receives poor care, it can pose a risk to the baby which in turn triggers problems in the newborn. The aim of this community service is to increase pregnant women's knowledge regarding newborn care. This method of community service is through an educational package that recognizes the physiology of the newborn baby's body, proper breastfeeding and the mother's psychology during pregnancy and after birth. The results of this community service before being given education, the level of knowledge was poor at 62.5%, then after being given education, the level of good knowledge was 87.5%. This shows an increase in knowledge after being given education on newborn care.
The Relationship Between Knowledge About Vulva Hygiene and the Incidence of Vulvar Pruritus in Adolescent Girls at Tangerang City Cahyabrcha, Cahya; Rahmawati, Veronica Yeni; Puspasari, Jehan
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pruritus vulva merupakan keluhan gatal pada area genital luar wanita yang sering dialami remaja putri dan berisiko meningkat apabila kebersihan vulva tidak terjaga. Pengetahuan tentang vulva hygiene menjadi faktor penting dalam pencegahannya. Namun, di SMA dan SMK Manggala di Kota Tangerang, edukasi mengenai topik ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulva pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 160 siswi diambil melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene, kejadian pruritus vulva, dan karakteristik responden, serta dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 17 tahun (36,2%), mandi ?2 kali sehari (91,2%), mengonsumsi junk food (75%), makanan manis berlebihan (71,9%), keluarga berpendapatan rendah (63,8%), 70,6% memiliki pengetahuan kurang tentang vulva hygiene, dan 67,5% mengalami pruritus vulva. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulva (p = 0,013). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel usia, kebiasaan mandi, konsumsi junk food, makanan manis, dan pendapatan keluarga dengan pruritus vulva. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik mengenai vulva hygiene berpengaruh terhadap rendahnya kejadian pruritus vulva, sehingga peningkatan edukasi kesehatan reproduksi menjadi langkah preventif yang penting.
The Relationship Between Reproductive Health Knowledge and Sexual Behavior of Adolescent female in Tangerang City Zahra, Azelitha; Rahmawati, Veronica Yeni; Puspasari, Jehan
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v10i1.269

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi penting yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, termasuk pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan dalam hal ini dapat memicu perilaku seksual berisiko, seperti hubungan seksual pranikah, kehamilan yang tidak diinginkan, dan infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja putri di SMK Manggala Karang Tengah Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan jenis korelasional. Sebanyak 155 responden dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku seksual, masing-masing terdiri dari 10 item. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,9% responden memiliki pengetahuan yang baik dan 53,5% menunjukkan perilaku seksual yang rendah. Mayoritas berusia 17 tahun, dengan orang tua berpendidikan terakhir SMA/SLTA (78,7%) dan pendapatan rendah (69%). Media sosial menjadi sumber informasi terbanyak (45,2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan perilaku seksual (p = 0,013), serta pendidikan terakhir orang tua (p = 0,002). Namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendapatan orang tua, dan sumber informasi dengan perilaku seksual (p > 0,05). Penelitian ini menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi untuk membentuk perilaku seksual yang sehat. Kata Kunci: Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi, Perilaku Seksual, Remaja Putri