Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

FANATICISM AND ITS IMPACT ON MENTAL HEALTH: A LITERATURE SYNTHESIS STUDY IN THE INDONESIAN CONTEXT Dian Fitria; Dhea Natashia; Jehan Puspasari
Optimal Nursing Journal Volume 1 No 1 Juni 2024
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740291

Abstract

The enthusiastic engagement of Indonesian society in democratic processes, particularly during presidential elections and representation selections, highlights a notable manifestation of fanaticism across various domains. This phenomenon, while not novel, often generates conflicts, tensions, and mental health challenges. Methods: This article provides an overview of the impact of fanaticism on mental health using a literature synthesis approach. A systematic search was conducted across three reputable databases: Google Scholar, PubMed, and Taylor and Francis Online. The search strategy included keywords such as "fanaticism," "mental health," "Indonesia," and related terms. Articles were selected based on their relevance to the topic and inclusion of empirical evidence or theoretical insights. After the initial search, articles were screened based on their titles and abstracts to identify relevant literature. Full-text articles were then retrieved and thoroughly examined to assess their suitability for inclusion in the synthesis. Articles that met the inclusion criteria were further analyzed. Data synthesis involved identifying common themes, patterns, and trends across the selected articles, facilitating a comprehensive understanding of the impact of fanaticism on mental health in the Indonesian context.Results: Findings depict fanaticism as more than mere admiration, evolving into a profound commitment that shapes individuals' self-perception. This internalization fosters a belief in absolute righteousness, intolerance towards dissenting viewpoints, and alienation of those outside the established narrative. Consequently, individuals may experience psychological repercussions such as anxiety, anger, and frustration. Moreover, fanaticism can culminate in severe outcomes including antisocial behavior and self-harm. Discussion: Exploring the connection between fanaticism and mental health underscores the importance of understanding and addressing this complex phenomenon in society. By acknowledging the psychological impacts of fanaticism, interventions and support mechanisms can be developed to mitigate its adverse effects and promote societal well-being
Improving Quality of Service melalui Pendekatan Perawatan Holistik di Unit Hemodialisis Dhea Natashia; Dian Fitria; Harif Fadhillah; Jehan Puspasari; Sugiyono
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1: Januari 2026
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v6i1.839

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat hemodialisis dalam menerapkan pendekatan perawatan holistik guna memperbaiki kualitas pelayanan di unit hemodialisis. Pelatihan dilakukan melalui metode workshop dan pendampingan yang mencakup empat aspek utama, yaitu pelayanan prima, komunikasi terapeutik, serta manajemen stres pada pasien, keluarga, dan perawat. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test terhadap 17 perawat peserta pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan perawat sebesar 20% setelah pelatihan, yang mengindikasikan efektivitas program edukasi dalam memperluas wawasan dan kesadaran perawat mengenai pentingnya pendekatan bio-psiko-sosial-spiritual dalam asuhan keperawatan. Selain peningkatan kognitif, kegiatan ini juga berkontribusi pada peningkatan kemampuan psikomotor dan afektif, khususnya dalam pelaksanaannya melalui komunikasi terapeutik serta manajemen stres. Dampak kegiatan ini terlihat pada meningkatnya motivasi kerja perawat, penurunan stres perawat, serta meningkatnya hubungan positif antara perawat, pasien, dan keluarga. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kompetensi profesional perawat dan diharapkan dapat menjadi model berkelanjutan dalam pengembangan pelayanan keperawatan holistik di unit hemodialisis.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DAN JUMLAH PARITAS TERHADAP PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS PADEMANGAN Arimbi Presillia; Jehan Puspasari; Veronica Yeni Rahmawati
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.933

Abstract

Pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah dukungan suami dan jumlah paritas. Dukungan suami memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan terkait kesehatan reproduksi, sedangkan jumlah paritas menggambarkan pengalaman kehamilan dan persalinan yang dapat mempengaruhi jenis kontrasepsi yang dipilih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dan jumlah paritas terhadap pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di wilayah Puskesmas Pademangan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi (p = 0,027), dan hubungan yang sangat signifikan antara jumlah paritas dengan pemilihan alat kontrasepsi (p = 0,000). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dukungan suami dan jumlah paritas berpengaruh terhadap pemilihan alat kontrasepsi. Oleh karena itu, keterlibatan suami dalam program keluarga berencana dan edukasi tentang kontrasepsi berdasarkan jumlah paritas sangat penting untuk ditingkatkan.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI MAWAR TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA DI STIKES RS HUSADA Afina Eka Putri; Jehan Puspasari; Veronica Yeni Rahmawati
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.937

Abstract

Gangguan menstruasi termasuk dismenore merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh perempuan, ditandai dengan nyeri hebat saat menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Aromaterapi merupakan salah satu cara non-farmakologis, yaitu terapi yang memanfaatkan minyak essensial untuk membentu memelihara kesehatan dan menenangkan jiwa serta tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi mawar dalam menurunkan intensitas nyeri menstruasi pada remaja. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara 2 kelompok (p = 0,000). Dengan demikian aromaterapi mawar efektif dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi, memberikan alternatif non-farmakologis yang aman untuk mengatasi dismenore.
GERAKAN DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT Jehan Puspasari; Veronica Yeni Rahmawati; Yarwin Yari; Kristoforus Marselinus
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3 No 2 (2026): SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Noncommunicable diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes mellitus, hypercholesterolemia, and hyperuricemia are a growing health problem and a leading cause of morbidity and mortality in Indonesia. Low public awareness of the importance of regular health checkups has resulted in many cases of NCDs going undetected in their early stages. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness regarding the importance of early NCD detection through health screenings and health education. The activity was conducted in Sawah Besar Subdistrict, Central Jakarta, involving 47 participants consisting of community members and health cadres. The methods used included a pre-test, health examinations (blood pressure, blood sugar, cholesterol, and uric acid), health education, counseling on test results, and a post-test to evaluate participants’ knowledge gain. The results showed that the proportion of participants with “good” knowledge increased from 60% on the pre-test to 93% on the post-test. In addition, the health screening results identified 14 participants with high blood pressure, 4 participants with random blood glucose levels >200 mg/dL, and 6 participants with uric acid levels above the normal range, enabling participants to receive recommendations for follow-up care at health care facilities. This initiative demonstrates that the combination of health screenings, health education, and individual counseling is an effective promotive and preventive strategy for improving community health literacy, supporting the early detection of NCDs, and encouraging the sustainable adoption of healthy lifestyle behaviors. Keywords: non-communicable diseases, early detection, health screening, health education Abstrak Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, dan hiperurisemia merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan menjadi penyebab utama kejadian morbiditas serta mortalitas di Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menyebabkan banyaknya kasus PTM tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini PTM melalui skrining kesehatan dan edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, dengan melibatkan 47 peserta yang terdiri atas masyarakat dan kader kesehatan. Metode yang digunakan meliputi pre-test, pemeriksaan kesehatan (tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat), pendidikan kesehatan, konseling hasil pemeriksaan, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 60% pada pre-test menjadi 93% pada post-test. Selain itu, dari hasil skrining kesehatan mengidentifikasi sebanyak 14 peserta mengalami tekanan darah tinggi, 4 peserta dengan kadar gula darah sewaktu >200 mg/dL, dan 6 peserta dengan kadar asam urat di atas nilai normal, sehingga peserta dapat memperoleh rekomendasi tindak lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi skrining kesehatan, pendidikan kesehatan, dan konseling individual merupakan strategi promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, mendukung deteksi dini PTM, serta mendorong penerapan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan. Kata kunci: penyakit tidak menular, deteksi dini, skrining kesehatan, pendidikan kesehatan