Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Studi Komparasi Kinerja Interior Gateway Protocol Berbasis Distance Vector dan Link State Gilang Ramadhani; Firmansyah Maulana Sugiartana Nursuwars; Rohmat Gunawan
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 5, No 1 (2023): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v5i1.7993

Abstract

Routing Protocol merupakan seperangkat aturan yang digunakan oleh router untuk menentukan jalur dalam meneruskan paket data ke jaringan tujuan. Pemilihan rute penting dilakukan agar paket data dapat sampai ke tujuan dengan tepat. Dynamic routing banyak diterapkan karena menggunakan protocol dan algoritma dalam penentuan rute secara otomatis. Interior gateway protocol (IGP) merupakan salah satu jenis dynamic routing yang digunakan untuk bertukar informasi routing table dalam sistem otonom. IGP terbagi dua kategori: berbasis distance vector dan link state. Tujuan penelitian ini untuk melakukan studi komparasi kinerja routing protocol berbasis distance vector dan link state. Routing Information Protocol (RIP) version 2 atau RIP v2 yang termasuk kategori routing protocol berbasis distance vector dan Open Shortest Path First (OSPF) yang termasuk kategori routing protocol berbasis link state dipilih untuk digunakan dalam percobaab pada penelitian ini. Delay, packet loss, waktu konvergensi, throughput diukur dalam setiap percobaan pada penelitian ini. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, nilai RTD routing protocol OSPF maupun RIP v2 tidak memiliki perbedaan yang signifikan, tetapi nilai RTT routing protocol RIP v2 0,9 % lebih besar dibanding nilai RTT routing protocol OSPF. Waktu konvergensi ketika terjadi failover, routing protocol OSPF hanya memerlukan waktu sekitar 2,01 s, sedangkan routing protocol RIP v2 memerlukan waktu 178,16 s. Waktu konvergensi ketika terjadi recovery, routing protocol OSPF memerlukan waktu sekitar 49,55 s, sedangkan routing protocol RIP v2 hanya memerlukan waktu 4,04 s. Dalam file transfer, throughput yang dihasilkan routing protocol OSPF sekitar 93 MBps dengan waktu pengunduhan 119,63 s, sedangkan routing protocol RIP v2 sekitar 95 MBps dengan waktu pengunduhan 117,82 s.
Smart Laboratory Using Radio Frequency Identification (RFID) Based on The Internet of Things Firmansyah M S Nursuwars; Reza Fragaria Audika; Sutisna Sutisna; Imam Taufiqurrahman
Journal of Computer Engineering, Electronics and Information Technology Vol 1, No 2 (2022): COELITE: Volume 1, Issue 2, 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.858 KB) | DOI: 10.17509/coelite.v1i2.51618

Abstract

In Indonesia, traditional methods are still commonly used for managing laboratories. This has resulted in various issues, such as the loss of keys, and has hindered the efficiency of these laboratories. However, the integration of technology has the potential to improve laboratory management by up to 33%. A modernized laboratory system, known as an "Innovative Laboratory", combines technology with traditional management techniques. The proposed Internet of Things-based tool aims to assist laboratories in improving their management services, including a registration system, a locker system, and a desk system. This tool utilizes a Keypad 4x4 and PCF8574 to select desks and lockers, Node MCU as a microcontroller to publish identification data from an MQTT broker, and RFID technology to access and activate electronic locks and sockets. To ensure that data is successfully transferred and the selected locker and desk are available, the system requires a certain delivery time for a maximum of 251 bytes of data that can be sent at different signal strengths. Only registered users with valid identification are able to access the locker and desk systems, and users must unregister before switching to a new locker or desk. The goal of this system is to streamline and improve the management of laboratories.
Peningkatan Produksi Pertanian Desa Melalui Pemanfaatan Teknologi Smart Farming Firmansyah M S Nursuwars; Prama Permana; Enov Tikupasang; Andri Ulus Rahayu
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i2.5477

Abstract

Bumdes Mulya Jaya Ciamis memiliki kontribusi yang besar dalam program pertanian masyarakat di Desa Padamulya. Namun saat ini Bumdes Mulya Jaya memiliki keterbatasan terkait dengan pembekalan keterampilan tersebut. Permasalahan berkaitan dengan minimnya masyarakat Desa yang memiliki keterampilan, khususnya dalam bidang teknologi sehingga masyarakat tidak memiliki keterampilan yang mumpuni untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan petani dalam menerapkan teknologi smart farming sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian di wilayah Desa Padamulya. Metode yang digunakan dalam Pengabdian kepada Masyarakat Skema Ketahanan Pangan (PbM-KP) diantaranya adalah sosialisasi penggunaan teknologi smart farming, perakitan alat kontrol watering dan pemupukan tanaman, penerapan alat kontrol watering dan pemupukan tanaman, dan pelatihan pengoperasian alat kontrol watering dan pemupukan tanaman. Hasil yang telah dicapai dari kegiatan PbM-KP ini adalah meningkatnya pengetahuan mitra terkait penggunaan teknologi smart farming, alat kontrol watering dan pemupukan tanaman, hingga kemampuan mitra dalam pengoperasian alat kontrol watering dan pemupukan tanaman.
INTERNET OF THINGS (IoT) BASED SCALES FOR DYNAMIC LOADS WITH WEIGHT FORECASTING FEATURE Silviani, Veni; Hiron, Nurul; Nursuwars, Firmansyah Maulana Sugiartana
Journal of Energy and Electrical Engineering Vol 5, No 1: Oktober 2023
Publisher : Teknik Elektro Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jeee.v5i1.6017

Abstract

A scale is a measuring instrument used to measure the weight of an object. The current weighing system has not been able to identify the item being weighed and has not been able to save the weighting data automatically, in this study a weighing system was developed that can identify the load using RFID and can store the weighing data in a web browser so that there is no manipulation of the weighing data. and the system is able to predict the results of weighing the load with a linear regression method to determine the growth of the weight object. The microcontroller used is Arduino Uno and the weight sensor used is a half bridge type load cell. From the sensor accuracy test with a load weight of 0.90 Kg, 12.95 Kg, 55.42 Kg, 125.95 Kg, the highest error occurred when the load was 0.90 Kg while the lowest error was at 55.45 Kg. the object of a moving load is difficult to produce the same weight in the first measurement and so on. Testing the accuracy of predictions is evidenced by the MSE value of 0.0017 and MAPE of 0.0742%, which means that the prediction using the linear regression method is classified as very good.
SISTEM PENGHITUNGAN JUMLAH TELUR AYAM BERBASIS INTERNET OF THINGS Suryanto, Suyanto; Priatna, Edvin; Nursuwars, Firmansyah Maulana Sugiartana
Journal of Energy and Electrical Engineering Vol 3, No 2: 30 April 2022
Publisher : Teknik Elektro Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jeee.v3i2.3798

Abstract

Umumnya budidaya ayam yang ada di masyarakat tergolong masih konvensional, jenis kandang yang tidak tertata-pun dapat mempengaruhi nilai produksi dari ayam petelur, mulai dari telur yang hilang bahkan pecah, hal tersebut dinilai tidak efektif, dapat menurunkan nilai jual telur tersebut. Namun dengan kemajuan teknologi yang ada, memungkinkan adanya penerapan sistem otomatisasi pada proses penghitungan telur demi meningkatkan jumlah produksi dan kualitas telur yang baik, maka pada penelitian kali ini akan dibuat sebuah alat monitoring yang dapat menghitung jumlah telur secara otomatis berbasis internet of things (IoT), menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai mikrokontroler, sensor photodiode sebagai penghitung telur, buzzer sebagai indikator telur terhitung, alat ini besar data yang digunakan sebesar 66 byte namun maksimal besar data yang dapat dikirim sebesar 507 byte, Untuk monitoring data akan ditampilkan pada MQTT box, juga LCD 20x4 dan disimpan dalam micro SD. Ketika dalam keadaan Online data yang ditampilkan akan terus diperbarui di MQTT box, namun pada saat Offline LCD akan tetap menampilkan data terbaru sedangkan MQTT box masih menampilkan data terakhir sebelum diperbarui. Alat ini akan bekerja normal pada saat ON dan tidak dapat menghitung telur jika dalam kondisi OFF. Sensor photodiode dapat menghitung input 1 telur, namun ketika digelindingkan 2 telur atau lebih maka sensor tetap menghitung sebagai 1 telur. Pada kondisi pengujian pengiriman data berdasarkan kategori kuat sinyal diketahui, bahwa  besar  data dan kuat sinyal mempengaruhi waktu pengiriman, dimana semakin besar data yang dikirim dan semakin makin lemah sinyal maka pengirimananya akan lebih lama, dibandingkan dengan data kecil dimana semakin kecil data dikirim dan sinyal kuat maka  pengiriman lebih cepat.
MODEL SISTEM OTOMATIS WATER TREATMENT PLANT MENGGUNAKAN PLC BERBASIS WIRELESS Priyatna, Rendi; Nursuwars, Firmansyah M S; andang, Asep
Journal of Energy and Electrical Engineering Vol 2, No 2: April 2021
Publisher : Teknik Elektro Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jeee.v2i2.2701

Abstract

Dalam proses pengolahan air secara konvensional seperti intake, koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, desinfeksi dan reservoir dilakukan secara manual mulai dari menyalakan pump intake, proses backwash, dan pemantauan alat instrument lainnya yang ada pada proses pengolahan air. Namun seringkali terjadi human error yang mengakibatkan kecelakaan seperti kebocoran pipa distribusi, ketidaksesuaian data produksi dengan distribusi dll. Untuk menangani masalah tersebut setiap proses dipasang sensor untuk mengetahui kondisi proses tersebut kemudian data-data dari sensor yang terpasang pada plant diolah oleh PLC sehingga proses pengolahan air dapat dilakukan secara otomatis, kemudian data proses tersebut di transmisikan ke server menggunakan wireless untuk diolah dan menjadi sebuah informasi yang ditampilkan dalam HMI. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa rancangan model sistem otomatis water treatment plant dalam menangani hal scheduling penyalaan pump intake,  distribusi, dan backwash serta report data yang terakuisi dengan baik dengan keakurasian data mencapai 91.82% sampai 100% dalam jangkauan wireless 80 meter tanpa halangan. Hal ini dapat meminimalisir kesalahan akibat human error yang dilakukan oleh operator dan membantu sistem report pada perusahaan yang bergerak di bidang water treatment plant.
TIMBANGAN BERAS DIGITAL BERBASIS NARROWBAND INTERNET OF THINGS ANDI NAHRUL HAYAT, MOHAMMAD EXCEL; Nursuwars, Firmansyah Maulana Sugiartana; Aripin, Aripin
Journal of Energy and Electrical Engineering Vol 4, No 1: 31 Oktober 2022
Publisher : Teknik Elektro Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jeee.v4i1.3459

Abstract

Proses pendataan perkiraan produksi beras masih dilakukan dengan cara konvensional melalui survei lapangan oleh petugas dengan metode ubinan berbasis kerangka sampel area. Cara ini membutuhkan biaya tinggi dan waktu yang lama. Untuk mempercepat proses pendataan ini dibutuhkan teknologi dengan kemampuan konektivitas berdaya rendah ke sejumlah perangkat yang tersebar di wilayah geografis yang luas dengan biaya rendah. Salah satu  teknologi alternatif adalah teknologi Narrowband Internet of Things (NB-IoT). Penelitian ini mengembangkan sebuah sistem timbangan beras digital berbasis NB-IoT. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja modul SIM7000E dalam pengiriman data pada jaringan NB-IoT. Komponen utama sistem adalah SIM7000E untuk menghubungkan sistem dengan jaringan NB-IoT dan mengirim data ke mqtt broker, dan load cell untuk membaca berat beras yang tervalidasi stabil. Dalam eksperimen, data 10,100,250 dan 512 byte dikirimkan oleh SIM7000E pada tiga kuat sinyal 9,99, 13,99, dan 16,99 receiver signal strength indicator (RSSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pengiriman berkurang untuk ukuran data dari 10 byte sampai 512 byte jika ukuran kuat sinyal bertambah dari 9,99 - 16,99 RSSI, dan waktu pengiriman bertambah untuk semua ukuran kuat sinyal jika ukuran data bertambah dari 10 byte sampai 512 byte. Nilai berat beras yang tampil pada LCD dan yang terkirim ke mqtt broker adalah data berat beras yang tervalidasi stabil oleh system. Penyesuaian atau penggantian sandi, APN (Access Point Name) dan nilai kalibrasi faktor timbangan dapat dilakukan tanpa harus melakukan penggantian program yang telah tersimpan pada mikrokontroler.
SPEED WARNING SYSTEM PADA TAKSI ONLINE BERBASIS IOT MENGGUNAKAN OBD II Rahayu, Andri Ulus; Nursuwars, Firmansyah Maulana Sugiartana; Risnandar, Muhammad Aris; Taufiqurrahman, Imam; Faridah, Linda
Journal of Energy and Electrical Engineering Vol 3, No 2: 30 April 2022
Publisher : Teknik Elektro Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jeee.v3i2.4754

Abstract

One of the problems that occur in the world of online transportation is that there are still many drivers who drive their vehicles at high speed. This, of course, can endanger the passengers and the driver themselves. Research shows that the higher the speed of the vehicle, the higher the risk of death caused. To determine the speed of a vehicle, a tool can be used, namely OBD II. The purpose of this research is to create a system that regulates the speed of online taxi drivers by giving notifications to the driver whenever the driver makes a mistake, namely driving a car at a high speed. The allowed speed limit is a maximum of 80 km/hour for toll roads and a maximum of 60 km/hour for ordinary roads. To determine the type of road, it is necessary to coordinate data from the driver's location. By utilizing IoT, speed, and location data can be sent to a server which can later be processed into information. Telegram's bot feature will be used to send warning messages when the driver makes a mistake. As a result, the system can run according to plan where speed and location data are successfully processed and the system is successful in giving warnings to online taxi drivers who have made mistakes.Keywords: online taxi, speed, IoT, OBD II, Telegram Salah satu masalah yang terjadi pada dunia transportasi online adalah masih banyaknya pengemudi-pengemudi yang mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Hal ini tentunya dapat membahayakan penumpang maupun pengemudi itu sendiri. Berdasarkan riset menunjukan bahwa semakin tinggi kecepatan kendaraan maka semakin tinggi pula resiko kematian yang ditimbulkan. Untuk mengetahui tingat kecepatan suatu kendaraan dapat diguanakan sebuah alat yaitu OBD II. Tujuan dari riset ini adalah untuk membuat sebuah sistem yang mengatur kecepatan pengemudi taksi online dengan cara memberikan notifikasi pada pengemudi setiap pengemudi tersebut melakukan kesalahan, yaitu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Batas kecepatan yang diperbolehkan adalah maksimal 80 km/jam untuk jalan tol dan maksimal 60 km/jam untuk jalan biasa. Untuk menentukan jenis jalan maka diperlukan data koordinat dari lokasi pengemudi. Dengan memanfaatkan IoT maka data-data kecepatan dan lokasi dapat dikirimkan ke sebuah server yang nantinya dapat diolah menjadi sebuah informasi. Fitur bot telegram akan digunakan untuk mengirimkan pesan peringatan ketika pengemudi melakukan kesalahan. Hasilnya sistem dapat berjalan sesuai rencana dimana data kecepatan dan dan lokasi berhasil diolah dan sistem berhasil memberikan peringatan pada pengemudi taksi online yang melakukan kesalahan.Kata Kunci: online taxi, speed, IoT, OBD II, Telegram
KONTROL SISTEM CHARGING PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU PT. LENTERA BUMI NUSANTARA BERBASIS INTERNET of THINGS (IoT) Laksana, Angga; Sutisna, Sutisna; Nursuwars, Firmansyah Maulana Sugiartana
Journal of Energy and Electrical Engineering Vol 3, No 1: Oktober 2021
Publisher : Teknik Elektro Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jeee.v3i1.3390

Abstract

PT. Lentera Bumi Nusantara merupakan pusat penelitian turbin angin yang dikembangkan di daerah Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Ditempat ini  pengembangan sumber energi alam menjadi pusat penelitian, salah satunya yaitu sumber energi listrik angin. Fokus pengembangannya yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Bayu skala micro yang diberi nama Wind Luce (YWS-500) disebut juga A-WING. Kontrol sistem charging pembangkit listrik tenaga bayu ini masih dalam tahap pengembangan, dikarenakan dalam kontrol sistem charging untuk baterai masih menggunakan sistem manual yaitu melakukan pengukuran secara langsung ke tempat menggunakan  alat ukur digital dan pencatatan. Sehingga, permasalahan yang harus di selesaikan yaitu bagaimana memperoleh data kontrol sistem charging pada baterai dan dapat diakses melalui jarak jauh secara realtime. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi literatur, obsevasi, perancangan sistem, pengumpulan kebutuhan sistem, pengujian unit, perakitan sistem, pengujian sistem, dan menganalisis hasil pengujian. Proses kontrol sistem charging  pada pembangkit listrik tenaga bayu ini untuk memperoleh data baterai melalui jarak jauh secara realtime menggunakan sistem online yang terhubung dengan jaringan internet atau menggunakan Internet of Things (IoT) yang nantinya data dapat diketahui dengan mudah. Hasil dari pengujian kontrol sistem charging ini memiliki nilai maksimum dan minimum pada setiap besaran listrik yang terukur oleh kontrol sistem charging. Pada charging measurement mempunyai nilai tegangan maksimum sebesar 26,65 Volt dan minimumnya sebesar 23,92 Volt sedangkan nilai charging current maksimum sebesar 7,77Ampere. Kemudian untuk charging power memiliki 3 nilai yaitu nilai Average Charging Wattage 24,48 Watt, nilai Maximum Charging Wattage 206,15 Watt dan Obtained Power 587,32 wh. Kontrol  ini dapat memperoleh data kontrol sistem charging pada baterai wind turbine secara realtime melalui jarak jauh. Sehingga, pembuatan kontrol sistem charging ini  lebih memudahkan dalam melakukan kontrol pada baterai dengan tampilan yang disajikan pada website dan display LCD, dengan menggunakan ESP32 sebagai pengolah data serta sebagai  penghubung ke jaringan internet.
SISTEM MONITORING KARBON MONOKSIDA DENGAN METODE WIRELESS SENSOR NETWORK (WSN) BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) nursuwars, firmansyah maulana sugiartana; Andri Ulus Rahayu; Ifkar Ushar; Stheven Erlangga Sanjaya
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol. 4 No. 1 (2023): Vol. 4 No. 1 (2023): E-JOINT, Juni 2023
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/e-joint.v4i1.1904

Abstract

Karbon monoksida merupakan salah satu jenis polutan udara yang berada di lingkungan sekitar kita. Jika karbon monoksida masuk ke dalam tubuh manusia, maka akan mengikat sel darah merah 200 hingga 250 kali lebih kuat dibandingkan dengan oksigen, sehingga menggantikan peran oksigen dan membentuk senyawa kimia Karboksi Hemoglobin (COHb). Sebagai upaya memperkecil resiko dari keracunan karbon monoksida maka dibutuhkan sistem yang dapat memonitor kadar karbon monoksida sedini dan seakurat mungkin. Semakin dini dan akurat monitoring yang dilakukan, maka dapat memperkecil resiko keracunan karbon monoksida. Maka dalam penelitian ini dibuat alat yang dapat memonitor kadar karbon monoksida dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang di padukan dengan sistem Wireless Sensor Network (WSN). Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan, Gor Mashud dan Fakultas Teknik Gedung Baru Universitas Siliwangi di dapatkan kesimpulan rata-rata pengiriman data untuk skema pengujian pertama adalah sekitar 10,1 detik dan untuk skema pengujian kedua adalah sekitar 5,31 detik. Dengan jarak maksimal komunikasi dari Node 2 ke Node 1 adalah 34,5 Meter dan jarak maksimal komunikasi dari Node 1 ke Node Sink adalah 37,3 Meter. Dimana semakin kecil jangkauan area komunikasi dari WSN maka akan semakin cepat juga rata-rata pengiriman data yang dilakukan.