Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

POTENSI WIRAUSAHA SUKSES MAHASISWA GEN Z DI POLITEKNIK NILAI, MALAYSIA Soekapdjo, Soeharjoto; Ratnawati, Nirdukita; Rizqullah, Rizqullah; Hubur, AA; Saputro, Wahyu Angko; Tribudhi, Debbie Aryani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24158

Abstract

Globalisasi di era digital, membuat dunia menjadi tanpa batas, dengan kehidupan yang serba praktis dan informasi semakin transparan. Hal ini, memotivasi masyarakat untuk bermigrasi, guna memperoleh kehidupan yang lebih baik. Namun, bagi lulusan sarjana dan advokasi, dengan kompetensi yang dimilikinya, dapat memenangkan persaingan di pasar tenaga kerja. Generasi Z yang tumbuh dan berkembang di era ini, berpeluang besar untuk menjadi wirausaha sukses. Pilihan sebagai wirausaha, sangat diharapkan negara, karena berkontribusi besar dalam membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan penerimaan negara. Indonesia dan Malaysia sebagai negara yang serumpun, memiliki karakteristik serupa dengan lokasi yang berdekatan. Mahasiswa di Malaysia, banyak yang ingin menjadi wirausaha yang bermitra dengan Indonesia. Mahasiswanya, merasa perlu mendapatkan informasi dan pengetahuan dari perguruan tinggi di Indonesia. Untuk itu, pihak Universitas Trisakti dari Indonesia melakukan kerjasama Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Politeknik Nilai dari Malaysia. Adapun tujuannya, untuk memberikan informasi dan pengetahuan, guna memotivasi mahasiswa dari Malaysia sebagai pelaku wirausaha yang bermitra dengan Indonesia. Kegiatannya dilaksanakan secara hybrid, menggunakan metode penyuluhan, dengan tema Readiness and Agility to Create Opportunities for Gen Z to Become Young Entrepreneurs in Digital Age. Kegiatan ini, berhasil dengan baik, karena dapat meningkatnya pengetahuan dan wawasan tentang Generasi Z dari 65 persen menjadi 90 persen, literasi keuangan syariah dari 60 persen menjadi 85 persen, dan pengelolaan usaha yang terintegrasi dari 55 persen menjadi 80 persen. Pelaksanaan berikutnya, sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan dengan materi yang kekinian dan beragam, serta perlu dibentuknya komunitas usaha muda Malaysia Indonesia.
Zakat management innovation: Wakalah contract for cash flow stabilization Muqorobin, Ahmad; Hubur, Aa; Budiman, Alwan Rifqi; Hidayah, Akmal; Yahuza, Bello Sani
Asian Journal of Islamic Management (AJIM) VOLUME 7 ISSUE 2, 2025
Publisher : Faculty of Business & Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/AJIM.vol7.iss2.art7

Abstract

Purpose – Zakat institutions (ZIs) face managerial inefficiencies to the extreme seasonality of zakat fitr collection, which restricts distribution to short-term consumptive aid. This study analyzes LAZISMU's "year-round zakat fitr" program implementation at LAZISMU Ponorogo, East Java, as a fiqh-management innovation designed to address this operational challenge by harmonizing Sharia compliance with financial sustainability.Methodology – A qualitative, single-case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with LAZISMU management and Sharia experts, supplemented by analyses of institutional documents and fiqh rulings. An interactive qualitative model was used to examine the legal foundations and managerial implications of the program.Findings – This study finds that Sharia compliance is achieved through the wakalah contract rather than ta'jil (early payment). This legal framework allows for the temporal separation of fund collection from disbursements. Consequently, the institution successfully transforms its cash flow into a stable, continuous flow from a volatile seasonal lump sum, thereby resolving critical operational bottlenecks.Implications – The fiqh-management model enhances strategic planning and operational efficiency. By stabilizing cash flow, ZIs can shift their distribution strategy from purely reactive and consumptive to proactive, enabling the integration of zakat fitr funds into long-term productive empowerment programs without violating Sharia constraints.Originality – Unlike previous studies that predominantly focus on the distributional aspects of wakalah, this study offers a novel analysis of the wakalah contract as a strategic cash flow-smoothing tool in the zakat administration. It bridges classical Islamic jurisprudence with modern corporate finance theory and provides a replicable model for Islamic social finance institutions to overcome operational seasonality.
Integrating Islamic Economics Principles in Indonesia’s Green-Blue Economy Amidst Digital Transformation and Geopolitical Uncertainty Hubur, Aa
Muttaqien Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies
Publisher : Muttaqien Publishing, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KH.EZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/mtq.07.1.06

Abstract

This study examines the green-blue economy concept from an Islamic economics perspective, analyzing how the principles of khalifah (human stewardship of the Earth), maqashid syariah, and the prohibition of israf (waste) and fasad (environmental destruction) can guide sustainable marine and environmental resource management. Using a qualitative approach with literature review and expert interviews, this research identifies opportunities and challenges in integrating digital transformation with green-blue economy practices within an Islamic ethical framework. The findings reveal that Islamic principles align naturally with sustainable development goals, offering a holistic approach that balances economic growth, environmental preservation, and social welfare. For Indonesia as the largest Muslim-majority nation with vast marine resources, integrating Islamic economics principles into green-blue economy policies represents a strategic opportunity to achieve both worldly prosperity and spiritual accountability as mandated in the Qur'an. The study concludes that strengthening international cooperation and developing Islamic-based environmental governance can effectively address challenges posed by geopolitical uncertainty while maintaining alignment with maqashid syariah.
Metodologi Dakwah Nabi Ibrahim dan Relevansinya Dalam Dakwah Kontemporer (Analisis Deskriptif Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir As-Sa’di) Hamzah, Hamzah; Miftahussurur, Miftahussurur; Hubur, AA; Maseleno, Andino
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Greenation Sosial dan Politik (November - Januari 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v2i4.210

Abstract

Kemajuan teknologi dan perkembangan zaman menuntut para praktisi dakwah untuk menyesuaikan metode yang digunakan dalam berdakwah. Penelitian ini mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an tentang dakwah Nabi Ibrahim dengan menganalisis metode dakwahnya berdasarkan tafsir Ibnu Katsir dan As-Sa’di. Studi ini juga mengeksplorasi relevansi metode tersebut dalam konteks dakwah kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan metode deskriptif kualitatif dan analisis isi. Penulis membandingkan penafsiran kedua mufasir terhadap ayat-ayat terkait, mengidentifikasi metode dakwah Nabi Ibrahim, serta menganalisis penerapan nya di era modern. Data utama berasal dari tafsir Ibnu Katsir dan As-Sa’di, didukung oleh literatur dakwah klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menemukan 15 metode dakwah Nabi Ibrahim dalam 10 surah Al-Qur’an, yang sebagian besar masih relevan untuk dakwah masa kini. Penerapan nya dapat dilakukan secara langsung melalui media dakwah modern atau secara tidak langsung melalui internalisasi nilai-nilai moral dalam kehidupan.
Analisis Undang-Undang Hak Cipta yang Mempengaruhi Strategi Bisnis Artha, Arsya Sinatria; Maseleno, Andino; Hubur, Aa
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Greenation Sosial dan Politik (November - Januari 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v2i4.211

Abstract

Hukum hak cipta memainkan peran penting dalam melindungi hak kekayaan intelektual dan memengaruhi strategi bisnis di seluruh dunia. Makalah ini menganalisis berbagai hukum hak cipta dan dampaknya terhadap strategi bisnis. Kami meneliti hukum hak cipta di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Tiongkok, dengan menyoroti persamaan dan perbedaannya. Analisis kami mengungkapkan bahwa hukum hak cipta dapat memengaruhi strategi bisnis secara signifikan, khususnya dalam industri yang sangat bergantung pada kekayaan intelektual. Kami membahas implikasi hukum ini bagi bisnis dan memberikan rekomendasi bagi perusahaan yang beroperasi di pasar global. Hak cipta atas karya apa pun seperti film, lagu, buku, situs web, film, dll., memberi pemiliknya hak istimewa untuk mengatakan bagaimana orang lain dapat memanfaatkan karya mereka. Dengan menggunakan hukum hak cipta, pemilik dapat memperoleh uang dengan menjual karya tersebut. Hukum hak cipta adalah salah satu bagian dari kelompok hukum kekayaan intelektual. Hukum hak cipta membantu penulis atau pencipta untuk menyelamatkan karya mereka dari replikasi tanpa mendapatkan izin dan juga melindungi replikasi karya mereka untuk alasan bisnis. Hak hukum yang membatasi inilah yang mengamankan karya inisiasi, struktur, atau karya seni. Hak cipta atas suatu karya, kecuali distribusi, kreasi, atau izin hak atas pendidikan, melodi, karya imajinatif, sensasional, program komputer, atau atas penggunaan merek atau cetakan bisnis.  
Hubungan Internasional Dalam Perspektif Islam Rohmah, Choiriyah Nur; Hubur, AA
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Greenation Sosial dan Politik (November - Januari 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v2i4.214

Abstract

Penerapan hubungan internasional antar negara sejatinya sudah diterapkan jauh sebelum studi ini diakui pada sekitar abad ke-19. Dalam kaitannya dengan islam, hubungan antar negara sudah diaplikasikan oleh Rasulullah sepanjang masa kepemimpinnya. Langkah beliau untuk mempersatukan umat menjadi indikasi bahwa ukhuwah Islamiyah merupakan pondasi awal yang sangat krusial untuk membentuk komunitas atau negara baru yang kokoh. Selain daripada itu, beberapa keputusan-keputusan beliau yang lain dinilai tepat untuk memperkuat negara. Dengan menerapkan metode kualitatif dalam penelitian kepustakaan, dapat disimpulkan dalam tulisan ini bahwa selain dengan menyatukan ummat dalam bingkai ukhuwah Islamiyah, langkah Rasulullah lainnya yang dinilai tepat ialah dengan menyepakati perjanjian damai dan mengirim diplomat ke berbagai negara untuk menyebarkan islam dan mengkhabarkan eksistensi negara baru di bawah kepemimpinan Rasulullah.