Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Fostering Religious Harmony: The Role of Religious Leaders in Pancasila Village, Indonesia Majid, M. Kharis; Setiawan, Muhammad Nurrosyid Huda; Izzah, Afiyatin Nur
Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Studi Agama-Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/arj.v4i2.25818

Abstract

Differences in beliefs in Indonesia often lead to social conflicts. This study aims to identify and analyze the role of religious figures in maintaining and fostering religious harmony in Banaran Village, which has been officially designated as Pancasila Village. The method used is qualitative with a descriptive-analytical approach, conducted in Pancasila Village, Banaran, Kandangan Subdistrict, Kediri Regency. The findings show that religious leaders have a significant influence on maintaining diversity harmony through inclusive approaches and interfaith dialogue. Religious leaders not only act as spiritual leaders but also as mediators and wise problem solvers amidst differences in beliefs and traditions. Through effective communication, tolerance, and inter-religious dialogue, they have successfully built and maintained social harmony in the village. However, they also face challenges, such as internal conflicts and disparities in resource access, requiring specific strategies to ensure a peaceful and harmonious community life.
PENDAMPINGAN DIGITALISASI PERPUSTAKAAN DAN PELATIHAN OPERASIONAL SISTEM DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SAWOO PONOROGO Awaludin, Asep; Majid, M. Kharis; Purnomo, Adi; Setyo, Dito; Yusril, Raden
Jurnal Terapan Abdimas Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v9i1.17846

Abstract

Abstract. In this era dominated by digital advancements, reading books in libraries often loses its appeal for students. Therefore, there is a need for innovation in library management that aligns with the times. The digitalization of libraries and operational system training at SDN 1 Sawoo Ponorogo is carried out to advance information technology within the library. Additionally, it aims to enhance the efficiency and effectiveness of library management and operational systems at SDN 1 Sawoo Ponorogo. There are four methods utilized in this support initiative: conducting a library location survey, providing direct training to library staff, offering continuous guidance and evaluation to library staff. The results of this accompaniment indicate that the digitalization of the library and operational system training at SDN 1 Sawoo can enhance accessibility and efficiency in library management while maximizing its benefits. Thus, this support initiative provides substantial advantages for modern library management, especially in achieving effective and efficient library access. Abstrak. Pada Zaman yang serba digital ini, sering kali menjadikan membaca buku di Perpustakaan tidak menarik lagi bagi siswa. Maka dari itu perlu adanya inovasi dalam pengelolaan Perpustakaan yang sesuai dengan zaman ini. Pendampingan Digitalisasi perpustakaan dan pelatihan operasional sistem di SDN 1 Sawoo Ponorogo ini dilakukan untuk mengembangkan teknologi informasi di perpustakaan tersebut. Selain itu bertujuan juga untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan perpustakaan dan sistem operasional yang ada di SDN 1 Sawoo Ponorogo. Metode yang digunakan dalam pendampingan ini ada empat, yaitu: survey lokasi Perpustakaan, pelatihan langsung kepada Staf Perpustakaan, dan proses pendampingan serta evaluasi kepada Staf Perpustakaan. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan bahwa digitalisasi perpustakaan dan pelatihan operasional sistem SDN 1 Sawoo dapat meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi pengelolaan perpustakaan serta memaksimalkan manfaatnya. Dengan demikian pendampingan ini memberikan manfaat yang besar untuk pengelolaan perpustakaan modern, khususnya dalam pengaksesan perpustakaan yang efektif dan efisien.  
Pendampingan Penerapan Protokol Kesehatan Pada Pelaksanaan Ibadah Qurban 1442 H Di Desa Jonggol, Jawa Timur Majid, Muhammad Kharis; Yahya, Yuangga Kurnia; Maulana, Abdullah Muslich Rizal; Arijal, Hasbi; Prayogo, Tonny Ilham; Farhah, Farhah; Mahmudah, Umi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v3i3.1228

Abstract

Pemberlakuan PPKM Darurat Jawa dan Bali pada masa Juli 2021 digalakkan untuk menekan angka positif Covid-19 di pulau Jawa dan Bali. Namun, masih ditemukan beberapa pelanggaran protokol kesehatan oleh masyarakat. Pelanggaran ini dikarenakan berbagai alasan dan faktor. Pada bulan Juli ini juga bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1442 H yang akan dirayakan oleh seluruh umat Muslim di Indonesia. Dengan angka positif Covid-19 yang belum turun, Menteri Agama membuat edaran terkait pelaksanaan ibadah qurban sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat. Pengabdian ini dilaksanakan dalam rangka memberikan edukasi dan pendampingan selama pelaksanaan ibadah qurban, khususnya di wilayah Kabupaten Ponorogo, yang termasuk Zona Merah. Dalam pelaksanaannya, pengabdian ini akan diadakan dalam 3 tahap, yaitu 1) tahap persiapan, yang berisi survey lapangan dan koordinasi dengan panitia qurban; 2) edukasi tentang penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah qurban; 3) pendampingan penerapan protokol kesehatan selama pelaksanaan ibadah qurban di Desa Jonggol, Kec. Jambon, Ponorogo, Jawa Timur.
THE EXISTENCE OF DALIHAN NA TOLU AS LOCAL WISDOM AND ITS RELEVANCE TO COMMUNITY SOCIAL DYNAMICS: A LITERATURE REVIEW M. Kharis Majid; Tonny Ilham Prayogo; M. Adib Fuadi Nuriz; Kholid Karomi; Farhah *; Muttaqin *; Nurmala Indah; Rahmat Kausar
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 24 No. 1 (2024): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v24i1.5910

Abstract

A local cultural wisdom, which includes various varieties in Indonesia, has its uniqueness which is still maintained today, even though the digital era has become a local community. The rapid development in all aspects of life, from analogue to digital, has made some Batak tribes maintain their local cultural customs, namely Dalihan Na Tolu. Maintaining the existence of Dalihan Na Tolu among local and overseas communities is not easy because to preserve cultural customs, the values of local wisdom experience degradation. The purpose of this study was to determine the activities of Dalihan Na Tolu as a way of life or a philosophy of life for the Batak people because Dalihan Na Tolu is a guideline that has never been abandoned by the Batak people, both locally and overseas. This type of research is library research with qualitative data collection. This research method uses sociology with the subject Dalihan Na Tolu and analysis of social network mapping. To strengthen this method, the researcher uses Clifford Geertz's thought to understand symbols, meanings and identities in Dalihan Na Tolu through a text. This study's findings are that Dalihan Na Tolu's local wisdom has three elements, namely Mora, Kahanggi and Boru. These three elements have interrelated relationships and can facilitate normal societal and cultural activities. Batak people, both local and overseas, can adapt to the situation and developments in this modern era. Thus, the philosophy of Dalihan Na Tolu will never change or disappear, even though times and places are always dynamic.
Fostering Religious Harmony: The Role of Religious Leaders in Pancasila Village, Indonesia Majid, M. Kharis; Setiawan, Muhammad Nurrosyid Huda; Izzah, Afiyatin Nur
Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Studi Agama-Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/arj.v4i2.25818

Abstract

Differences in beliefs in Indonesia often lead to social conflicts. This study aims to identify and analyze the role of religious figures in maintaining and fostering religious harmony in Banaran Village, which has been officially designated as Pancasila Village. The method used is qualitative with a descriptive-analytical approach, conducted in Pancasila Village, Banaran, Kandangan Subdistrict, Kediri Regency. The findings show that religious leaders have a significant influence on maintaining diversity harmony through inclusive approaches and interfaith dialogue. Religious leaders not only act as spiritual leaders but also as mediators and wise problem solvers amidst differences in beliefs and traditions. Through effective communication, tolerance, and inter-religious dialogue, they have successfully built and maintained social harmony in the village. However, they also face challenges, such as internal conflicts and disparities in resource access, requiring specific strategies to ensure a peaceful and harmonious community life.
Pemikiran Buya Hamka tentang Aliran Kebatinan di Indonesia dan Implikasinya bagi Masyarakat Indonesia M. Kharis Majid; Muttaqin; Asep Awaludin; Farhah; Hifdzi Syahril Mawardi
Civil Officium: Journal of Empirical Studies on Social Science Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Alumni dan Santri Mahyajatul Qurro'

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53754/civilofficium.v5i1.762

Abstract

This study aims to examine Buya Hamka's views on the spread of mystical beliefs (kebatinan) in Indonesia and their implications for Indonesian society. The research employs a qualitative method with a descriptive-analytical and sociological approach. Data were collected through library research of Buya Hamka’s works and other related scholarly sources, then analyzed systematically to reveal his interpretation of kebatinan and his critical response to its development. The study was conducted within Universitas Darussalam Gontor's academic environment without involving direct field respondents. The results indicate that, according to Hamka, kebatinan stems from the Arabic concept of “bathin” and is derived from the deviant sect of Bathiniyyah within Islamic tradition. Hamka argued that kebatinan has spread extensively, particularly in Java, and has significantly contributed to the ambiguity of religious identity, promoted syncretism, and led to the distortion and denigration of Islamic teachings. The study concludes that Hamka’s perspective represents a critical theological and sociological stance, urging the Muslim community to safeguard the purity of Islamic teachings from heterodox local influences
Konstruksi Makna Sosial dalam Tradisi Keagamaan di Makam Ageng Muhammad Besari, Tegalsari, Ponorogo Karomi, Kholid; Majid, M. Kharis; Prayogo, Tonny Ilham
AL-ADYAN Vol 17 No 1 (2022): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-adyan.v17i1.11487

Abstract

The diversity of religious customs in various places always has local elements. Among them is the pilgrimage, which is one of the everyday rituals in society. The presence of this modern era has primarily begun to leave the tradition and culture of pilgrimage. With the assumption that pilgrimage is an ancient tradition and does not match the times, the tomb of Kiai Ageng Muhammad Besari is also a place that is considered sacred by the community. This study employed social phenomena that occur in one of the tomb pilgrimage activities at Kiai Ageng Muhammad Besari using the social construction theory of Peter L. Berger and Thomas Luckmann with theoretical models and existing social realities. As well as the Social Action theory from Max Weber, this is to describe and explain the causes of the actions of people who carry out religious activities by visiting the tomb of Kiai Ageng Muhammad Besari. Therefore we need a complementary research approach, and the researchers will emply a sociological approach. The novelty of this study are that the pilgrimage tradition of Kiai Ageng Muhammad Besari's tomb is not only singular and only prays. Hitherto, the motivations and interests and the goals that are expected and desired by each pilgrim and society are following the intentions in their hearts. The conclusion is that the practice of the pilgrimage tradition of Kiai Ageng Muhammad Besari's tomb, which is still running strong and persists until now, is due to the construction process through the transfer of intergenerational values. Second, social feedback has an effect that binds the participation of the surrounding community.  Abstrak:                Keberagaman adat istiadat keagamaan di berbagai tempat selalu terdapat unsur-unsur lokal. Diantaranya adalah ziarah yang merupakan salah satu ritual yang umum di masyarakat. Kehadiran era modern ini sebagian besar mulai meninggalkan tradisi dan budaya ziarah. Dengan anggapan bahwa ziarah merupakan tradisi kuno dan tidak sesuai zaman, begitu pula keberadaan makam Kiai Ageng Muhammad Besari menjadi tempat yang dianggap keramat oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan fenomena sosial yang terjadi di salah satu kegiatan ziarah makam di Kiai Ageng Muhammad Besari dengan menggunakan teori konstruksi sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann dengan model teoritis dan realitas sosial eksis. Serta teori Tindakan Sosial dari Max Weber hal ini untuk menguraikan dan menerangkan penyebab tindakan masyarakat yang melakukan kegiatan keagamaan dengan berziarah ke makam Kiai Ageng Muhammad Besari. Oleh karena itu diperlukan sebuah pendekatan penelitian yang saling berkaitan, maka peneliti akan menggunakan pendekatan sosiologis. Hasil temuan dari penelitian tersebut adalah tradisi ziarah makam Kiai Ageng Muhammad Besari tidaklah hanya bersifat tunggal dan hanya berdoa saja. Akan tetapi motivasi dan ketertarikan serta tujuan yang diharapkan dan diinginkan oleh masing-masing peziarah dan masyarakat, sesuai dengan niatan dalam hatinya. Adapun kesimpulannya yakni praktek tradisi ziarah makam Kiai Ageng Muhammad Besari yang masih berjalan kuat dan bertahan sampai sekarang ini disebabkan Pertama, proses konstruksi melalui transfer nilai antergenerasi. Kedua, feed back sosial sebagai effect yang mengikat partisipasi masyarakat sekitarnya.
Upaya Tokoh Agama dalam Menanggulangi Konflik Sosial Keagamaan di Kampung Pancasila Desa Banaran Kediri M. Kharis Majid; Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan; Afiyatin Nur Izzah
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/fj0evt67

Abstract

Sebutan Kampung Pancasila untuk Desa Banaran Kediri tentunya memliki beberapa alasan, diantaranya adalah bahwasanya di Desa tersebut terdapat berbagai agama dan dalam keberagaman tersebut, mereka bisa hidup rukun, toleran antara satu dengan yang lain dan tentunya terhindar dari konflik keagamaan. Hal ini tidak lepas dari upaya tokoh agama dalam mennggulangi konflik antar umat beragama. Sehingga dalam artikel ini akan mengupas sejauh mana upaya tokoh agama dalam menanggulangi konflik antar umat beragama di Desa tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian lapangan ini adalah deskriptif analitis dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat beragama sebagai responden dari pengumpulan datanya. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah pertama, tokoh agama sebagai sosok pemelihara keimanan. Kedua, Upaya tokoh agama dalam menanggulangi konflik antar umat beragama  adalah dengan membangun komunikasi antar umat. Ketiga, Upaya menjaga kerukunan antar umat beragama dengan sikap toleran. Keempat, memfasilitasi dialog antar agama. Hal ini menjadi penting untuk diperhatikan karena pada dasarnya tokoh agama memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga kerukunan antar umat beragama.
Peningkatan Literasi Multikultural Guru Pondok Pesantren Darussalam Gontor Kampus Putri Melalui Experiential Learning Yahya, Yuangga Kurnia; Majid, M. Kharis; Setiawan, Muhammad Nurrosyid Huda; Karomi, Kholid; Junana, Olivia Fiestha; Az Zuhroh, Talia; Nugraheni, Arfita Maula; Nasywadina, Nyiar; Kurnia, Farhana Ovista
Abdimas Mandalika Vol 5, No 2 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i2.36164

Abstract

Abstract: The diverse activities and social backgrounds within Islamic boarding schools constitute valuable social capital for strengthening social cohesion in society. However, limited direct encounters with communities of different religious and ethnic backgrounds outside the pesantren environment may constrain the development of multicultural literacy. This community service program aims to enhance the multicultural literacy of teachers at Darussalam Gontor Islamic Boarding School for Female Students through an experiential learning approach based on direct engagement with multicultural communities. The implementation method consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation, carried out through enrichment lectures, discussions, field visits, reflective sessions, and direct interactions with interfaith and interethnic communities in Malaysia. The results indicate an improvement in participants’ cultural awareness, experiential understanding, and intercultural sensitivity, particularly in relation to diversity management and the development of inclusive and dialogical social attitudes. These direct experiences strengthened the participants’ readiness to engage constructively in multicultural societies and to contribute to the reinforcement of social cohesion in their respective fields of service.Abstrak: Kehidupan pesantren yang diwarnai oleh keragaman latar belakang santri dan guru merupakan modal sosial penting dalam penguatan kohesi sosial di masyarakat. Namun, keterbatasan perjumpaan langsung dengan masyarakat lintas agama dan etnis di luar lingkungan pesantren berpotensi membatasi pengembangan literasi multikultural. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi multikultural guru Pondok Pesantren Darussalam Gontor Kampus Putri melalui pendekatan experiential learning berbasis perjumpaan langsung dengan masyarakat multikultural. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang diwujudkan dalam bentuk kuliah pengayaan, diskusi, kunjungan lapangan, refleksi, serta interaksi langsung dengan komunitas lintas agama dan etnis di Malaysia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan wawasan, pengalaman, dan sensitivitas budaya peserta terhadap realitas multikultural, khususnya dalam memahami pengelolaan keragaman agama dan etnis serta membangun sikap inklusif dan dialogis dalam interaksi sosial. Pengalaman langsung ini memperkuat kesiapan peserta untuk berperan aktif dalam masyarakat multikultural serta berkontribusi pada penguatan kohesi sosial di lingkungan tempat mereka mengabdi.
MENJAGA TRADISI INTELEKTUAL ISLAM: PERAN ISTAC DALAM PELESTARIAN DAN DOKUMENTASI MANUSRKIP M. Kharis Majid; Hubbana Ya Muji Bassailin; Salsabila; Karina Salwa Fawnia; Nur Ainuzzhuro
Al Naqdu Vol 6 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : UI Cirebon (Universitas Islam Cirebon)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58773/alnaqdu.v6i2.361

Abstract

Sebagai lembaga yang berakar pada visi keilmuan Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas, ISTAC (International Institute of Islamic Thought and Civilization) memiliki komitmen dalam pengembangan khazanah intelektual islam yang berlandaskan ilmu dan adab, tidak hanya melalui buku-buku maupun manuskrip fisik namun juga dalam bentuk digitalisasi. Digitalisasi terhadap manuskrip kuno menjadi kebutuhan penting, sebab manuskrip tidak hanya merupakan peninggalan masa lampau, tetapi juga menyimpan data, wawasan, dan referensi penting bagi rekonstruksi keilmuan yang belum sepenuhnya diketahui. Fokus penelitian ini diarahkan pada peran perpustakaan Syed Muhammad Naquib Al-Attas dalam mengelola koleksi manuskrip klasik dan mendokumentasikannya dalam bentuk digital sebagai upaya mempertahankan tradisi intelektual islam di era global. Metode yang digunakan kualitafif-lapangan dengan data utama diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam dengan pustakawan ISTAC. Wawancara ini diperkuat dengan tinjauan literatur dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen relevan yang membahas topik terkait.