Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Indigenous Biologi

RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN BAYAM HIJAU (Amaranthus viridis L.) DENGAN PEMBERIAN KOMPOS LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminate) Ivone Meiske Letty; Arnold Christian Hendrik; James Ngginak
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 4 No 2 (2021): Indigenous Biologi Agustus 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman bayam merupakan tumbuhan C4 dan pengikat gas CO2. Selain itu, bayam juga banyak mengandung Vitamin A, B, C, mineral (kalsium, fosfor dan zat besi). Salah satu bentuk atau upaya meningkatkan produktifitas sayur bayam adalah pemanfaatan bahan organik sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman bayam. Bahan organik yang dapat dimanfaatkan adalah kompos limbah kulit pisang kepok. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos limbah kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam hijau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu K0 : Kontrol, P1 : Perlakuan 1, P2 : Perlakuan 2, P3 : Perlakuan 3, P4 : Perlakuan 4. Data hasil pengukuran dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan taraf 5%.. Parameter pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P3 (1250 gr tanah + 750 gr pupuk kompos) memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun.
KEANEKARAGAMAN MAKROINVERTEBRATA DI EKOSISTEM MANGROVE OESAPA BARAT KECAMATAN KELAPA LIMA Pinto, Roslin; Rafael, Andriani; Ngginak, James
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 7 No 2 (2024): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v7i2.654

Abstract

Makroinvertebrata merupakan hewan tidak bertulang belakang yang hidup melekat pada substrat. Jenis organisme ini berperan sebagai bioindikator kesehatan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginventarisasi jenis-jenis makroinvertebrata yang terdapat di area ekosistem mangrove Oesapa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode line transect. Teknik analisa data menggunakan analisa deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian di area ekosistem mangrove Oesapa Barat ditemukan 17 spesies makroinvertebrata yang di kelompokkan dalam 4 kelas yaitu: Gastropoda, Bivalvia, Crustacea, dan Polychaeta. Indeks keanekaragaman spesies tertinggi terdapat pada transek II yaitu 1,68 sedangkan kepadatan, kepadatan relatif dan indeks dominansi tertinggi terdapat pada spesies C. Cobelti yaitu 9,67 ind/m2, 38,33% dan 0,14. Indeks keanekaragaman terendah terdapat pada transek III yaitu 1,22. Kepadatan, kepadatan relatif dan indeks dominansi ditemukan pada C. urceus, C. oulanense, Onchidium sp dan Uca sp yaitu 1,11 ind/m2, 0,44%. Indeks keanekaragaman di area ekosistem mangrove Oesapa Barat tergolong sedang. Salah satu bentuk usaha untuk melestarikan makroinvertebrata di lokasi penelitian adalah melakukan monitoring dengan pemantauan rutin polulasi makroinvertebrata serta melakukan penelitian lanjutan yang berkaitan dengan pola reproduksi atau siklus perkembangbiakan makroinvertebrata.