Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH MICROEXPLOSION TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BAHAN BAKAR MINYAK JARAK PAGAR (JATHROPA CURCAS L.) PADA BERBAGAI DIAMETER DROPLET Ahmad Adib Rosyadi
ROTOR Vol 6 No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.441 KB)

Abstract

Insights to develop alternative energy sources comes as the depletion of fossil fuel reserves . One is the use of Jatropha or Jatropha curcas Linnaeus . Plants that can be grown on degraded land and does not require much water and fertilizer proved to be extremely effective if the fruit or seeds developed into biodiesel as an alternative energy to replace diesel oil, fuel oil , even kerosene. Jatropha oil has properties that approach the characteristics of liquid fuel especially diesel oil . This prompted the researchers conducted a study of castor oil to find alternative fuels as a substitute for petroleum. In this study the method used is a true experimental research , by comparing one or more test groups with treatment and without treatment . This study uses a variation of the independent variable droplet diameter to the size of 1.75 mm, 1.88 mm , and 1.98 mm . Dependent variable is the temperature of combustion , burning time , the sound frequency fluctuations and flame visualization The results showed that the larger the droplet diameter greater likelihood microexplosion . From observation of the flame burning with microexplosion found that the larger the droplet diameter , the height and width of the flame will tend to increase. Microexplosion make a bigger flame. Burning castor oil to produce ignition delay time microexplosion sooner. Microexplosion castor oil combustion also generates burning with a good rate . It is approaching the character of diesel oil , the ignition delay time is fast but the diesel combustion temperature is lower than pure castor oil. Keywords : microexplosion, burning rate, castor oil
PENGARUH FRAKSI VOLUME FIBER GLASS TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT FIBER GLASS/EPOXY DENGAN METODE VARI Mohammad Alfian Ilmy; Ahmad Adib Rosyadi; Salahuddin Junus
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the optimal volume fraction in obtaining the highest tensile strength and impact resistance. In this study, the composite material consisted of an Epoxy AB777 resin as a matrix and 300 mat fiberglass as a reinforcement, with variations in vacuum pressure (0.2 and 0.5 bar) as well as fiberglass volume fraction (Vf = 30%, 35%, 40%, 45 %, 50%) to tensile strength and impact resistance. Application of Vacuum Assisted Resin Infusion (VARI) method is by drain the resin into the reinforcement which is placed in airtight mold by using vacuum pump. From the test result, the highest tensile strength is owned by composite with Vf 50% and 0.5 bar pressure is 138,18 MPa and the lowest is owned by Vf 30% with pressure 0,2 bar is 96,60 MPa. While the highest impact resistance is owned by a composite with Vf 45% with a 0.5 bar pressure is 0.191 J / mm2 and the lowest one is owned by Vf 30% with a 0.2 bar pressure is 0.098 J / mm2. It can be concluded that, (1) Greater the vacuum pressure used, greater the mechanical strength of the composite. (2) Greater the fiber volume fraction, will increase the tensile strength of fiberglass / epoxy composites. However, 45% fiber volume fraction is the optimum volume fraction for composite impact resistance. Keywords: Fiberglass / Epoxy Composite, Mechanical properties, VARI.
VARIASI WAKTU PERENDAMAN TiO2 DIDALAM DYE ANTOSIANIN KULIT TERONG UNGU TERHADAP EFISIENSI DSSC Hary Sutjahjono; Ghozian Hilmi M; Robertoes Koekoeh KW; Ahmad Adib Rosyadi; Muhammad Trifiananto
STATOR: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2022): JURNAL STATOR
Publisher : Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dye-sensitized solar cell (DSSC) merupakan jenis sel surya photoelectrochemical dan katagori sel surya generasi ketiga. Keunggulannya karena efisiensinya, keramahan lingkungan, transparansi dan plastisitas yang baik diantara sel surya lain. Metode penelitian ini menggunakan metode spray pyrolysis deposition dalam pembuatan kaca FTO ( Flourine Thin Oxide), dan metode docter blade dalam proses deposisi semikondukter TiO2 pada kaca FTO yang menggunakan variasi suhu pembuatan kaca FTO sebesar 340 oC, 380 oC dan 420 oC serta waktu perendaman TiO2 yang telah dideposisi ke dalam dye antosianin kulit terong ungu selama 3 jam, 6 jam, dan 12 jam. Tujuan dari penelitian ini yaitu dapat mengetahui pengaruh dari DSSC terhadap variasi suhu pembuatan kaca FTO dan waktu perendaman TiO2 didalam dye antosianin kulit terong ungu terhadap tingkat efisiensi. Hasil penelitian didapatkan efisiensi terbaik dari DSSC pada suhu pembuatan FTO sebesar 420 oC dan waktu perendaman 12 jam dengan nilai efisiensi 0,9%.
PENGARUH GLASS TUBE TERHADAP PERFORMA KOLEKTOR TABUNG PEMANAS AIR DENGAN CAMPURAN PARAFIN – MINYAK JARAK Ahmad Adib Rosyadi; M Arif Wibowo; Dwi Djumhariyanto
J-Proteksion Vol 4, No 1 (2019): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v4i1.3018

Abstract

Kolektor surya berfungsi mengumpulkan dan menyerap radiasi sinar matahari dan mengkonversinya menjadi energi panas. Kolektor tabung memiliki keunggulan dalam menahan panas daripada kolektor pelat datar. Glass tube dapat menahan panas dengan faktor kehilangan panas yang relatif rendah, karena fluida terjebak di antara absorber dan dinding glass tube. Tujuan penelitian ini yaitu membandingkan efisiensi kolektor tabung dengan glass tube dan non glass tube ditambah komposisi PCM yang berbeda dengan campuran parafin – minyak jarak 15%, parafin – minyak jarak 20% dan parafin 100%. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa proses pemanasan air dengan kolektor tabung non glass tube campuran PCM parafin – minyak jarak 20% menghasilkan suhu lebih besar (59,9 oC). Ketika proses pendinginan, kolektor glass tube campuran PCM parafin – minyak jarak 20% menghasilkan suhu lebih besar (36,1 oC). Pada efisiensi kolektor non glass tube campuran PCM parafin – minyak jarak 20% menghasilkan nilai 70% dan saat pendinginan kolektor glass tube menghasilkan efisiensi rata – rata 16,3%. Hal ini disebabkan pada saat proses pemanasan, panas yang diserap pada kolektor non glass tube lebih besar yang diterima dibanding kolektor glass tube yang masih melewati dinding glass tube. Dari penelitian tersebut, maka efisiensi kolektor tabung dipengaruhi oleh glass tube pada saat pemanasan maupun pendinginan. Glass tube dapat mempertahankan panas yang keluar ketika penurunan intensitas radiasi dan saat proses pendinginan. Selain penambahan glass tube, bahan pada Phase Change Material (PCM) juga mempengaruhi efisiensi kolektor tabung.
PENGARUH KADAR PARTIKEL ADITIF MONTMORILLONITETERHADAP SIFAT MEKANIK SIKLUS TERMAL KOMPOSIT POLYESTER SERAT KAYU KOPI Ahmad Adib Rosyadi
J-Proteksion Vol 1, No 1 (2016): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v1i1.187

Abstract

Komposit merupakan kombinasi dua material atau lebih sehingga memberikan sifat yang lebih baik dari material penyusunnya. Penelitian ini menggunakan penguat serat kayu kopi yang masih muda dan Resin polyester Yukalac BQTN–EX 157 sebagai matriks. Pemilihan serat kayu kopi sebagai penguat karena sifatnya yang ringan dan banyaknya dahan kopi yang dibuang menjelang berbuah. Ranting kopi biasanya dibakar atau dibiarkan supaya menjadi kompos. Penelitian ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi dari dahan kayu kopi yang dibuang tersebut. Penambahan aditif montmorillonitediharapkan memberikan sifat tahan panas pada material yang dibuat. Sedangkan siklus termal digunakan untuk mengetahui seberapa tahan material tersebut menerima perubahan temperatur secara ekstrim.Kata kunci: serat kayu kopi, montmorillonite, siklus termal
ANALISIS VARIASI PANJANG PIPA KAPILER DENGAN SEPARATION CONDENSER TERHADAP PRESTASI MESIN PENDINGIN MENGGUNAKAN DOUBLE EVAPORATOR Ahmad Adib Rosyadi; William Prizkiabi; Agus Triono
J-Proteksion Vol 4, No 1 (2019): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v4i1.3019

Abstract

Pipa kapiler merupakan alat ekspansi yang umum digunakan pada mesin pendingin. Alat ekspansi termasuk komponen mesin pendingin yang berfungsi menurunkan tekanan refrigerant cair dan mengatur aliran refrigerant menuju evaporator. Penelitian sebelumnya menunjukkan peningkatan COP sebesar 0,6 pada penggunaan panjang pipa kapiler 2,1 meter dibandingkan panjang pipa kapiler 1,5 meter. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membandingkan beberapa jenis variasi antara panjang pipa kapiler 1,5 meter; panjang pipa kapiler 1,8 meter dan panjang pipa kapiler 2,1 meter pada kondensor standar dan kondensor separasi dengan menggunakan double evaporator. Hasil penelitian menunjukkan nilai COP terbesar pada kondensor separasi panjang pipa kapiler 2,1 meter dengan nilai rata-rata 23,66. Kondensor separasi dengan panjang pipa kapiler 2,1 meter dapat meningkatkan nilai COP sebesar 25,72%
ANALISIS PENGARUH KETINGGIAN STEP PADA MESO SCALE COMBUSTOR DENGAN SUDDEN EXPANSION TERHADAP KARAKTERISTIK NYALA API TERHADAP ROLLING RESISTANCE Muhammad Rezak; Ahmad Adib Rosyadi; Dedi Dwi Laksana
J-Proteksion Vol 1, No 2 (2017): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v1i2.2201

Abstract

Micro power generator (MPG) merupakan sebagian teknologi yang saat ini sedang dalam proses pengembangan. MPG merupakan teknologi dengan menggunakan peralatan pembakaran didalam sebuah combustor yang memiliki ukuran kecil (micro / mesoscale combustor) dengan menggunakan bahan bakar hidrokarbon. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan combustor dengan material tembaga dengan bahan bakar LPG yang memvariasikan ukuran diameter outlet dengan ukuran 5 mm, 5.5 mm, dan 6 mm, sedangkan untuk diameter inlet digunakan ukuran diameter yang konstan yaitu 4.5 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh nyala api yang paling stabil ditunjukan dengan grafik flammability limit dan visualisasi nyala api akibat dari proses pembakaran yang dilakukan didalam messo scale combustor dengan sudden expansion. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu pada combustor dengan ukuran diameter inlet yang konstan 4,5 mm dan dengan variasi diameter outlet dapat diketahui jika semakin besar rentang nilai kecepatan reaktan (v) dan nilai rasio equivalen (ф) maka nyala api yang dihasilkan akan lebih stabil. Pada penelitian ini combustor dengan variasi outlet 6 mm memiliki nilai rentang kecepatan rektan (v) dan equivalen rasio (ф) yang lebih besar dibandingkan lainnya, pada variasi ukuran diameter outlet 5 mm kecepatan reaktan (v) = 15.46 - 47.74 cm/s dan rasio equivalen (ф) = 1.10 - 1.61, pada variasi ukuran diameter outlet 5,5 mm kecepatan reaktan (v) = 15.28 - 49.49 cm/s dan rasio equivalen (ф) = 1.08 - 1.63, dan pada variasi ukuran diameter outlet 6 mm kecepatan reaktan (v) = 15.18 - 52.04 cm/s dan rasio equivalen (ф) = 1.06 - 1.68.
analisis pengaruh jumlah sudu terhadap unjuk kerja blower sentrifugal type back ward dengan honeycomb dan tanpa honeycom Achmad 'Ima Duddin; Digdo Listyadi Setyawan; Santoso Mulyadi; Imam Sholahudin; Ahmad Adib Rosyadi; M Asrofi
STATOR: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2022): JURNAL STATOR
Publisher : Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Centrifugal blowers are machines or tools that are used to increase gas pressure or suction with a final pressure not exceeding 2000 Pa. The impeller blade is the most important part of the centrifugal blower which influences the performance of the blower. The rotation of the electric motor that is connected directly to the impeller is something that can affect the performance of the blower. Honeycomb is a component that is used to obtain fluid flow that is in the same direction, uniform, and stable. This study observed the effect of the number of blades on the performance of backward type centrifugal blowers using honeycomb and without the honeycomb. Variations used are the number of blades 13 and 15 using honeycomb and without the honeycomb. Tests were carried out at 400 rpm, 500 rpm, 600 rpm, and 700 rpm. From the results of the study, it was found that the fewer the number of blades, the higher the performance of the blower. Giving honeycomb at the output blower produces a more fluid or even fluid flow. In blade 15 the data distribution value is closer to the average value indicated by a smaller standard deviation value. This is due to the design of the blade impeller between the blades more tightly so that the air produced will be more tightly or evenly distributed, but has a lower wind speed.
PENGUATAN KARAKTER SANTRI PEREMPUAN DALAM BIDANG LITERASI MELALUI KOMUNITAS SANTRI CINTA SASTRA DI PONDOK PESANTREN ASHRI JEMBER Zahratul Umniyyah; Ahmad Adib Rosyadi
Abdimas Galuh Vol 5, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i1.9899

Abstract

Kegiatan pengabdian dengan mitra Pondok Pesantren Ash Shiddiqi Puteri (Ashri) Jember dilatarbelakangi oleh pentingnya kegiatan literasi di dalam pondok pesantren untuk meningkatkan kualitas menulis bagi para santri. Permasalahan yang dimiliki mitra dalam hal literasi adalah kesulitan santri dalam menulis karya sastra sastra (mulai dari pencarian ide sampai dengan menuliskan ide tersebut), santri belum memiliki komunitas yang mewadahi karya sastra, dan santri belum mengerti alur penerbitan karya sastra. Metode yang digunakan sebagai rencana penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan cara: observasi dan sosialisasi pemberian materi terkait karya sastra, pembentukan komunitas santri cinta sastra, pendampingan terhadap komunitas santri cinta sastra melalui pemberian materi terkait penulisan kreatif sastra, pendampingan terhadap komunitas santri cinta sastra terkait penulisan karya sastra, penerbitan karya sastra sampai dengan terbitnya antologi puisi, serta pemberdayaan komunitas santri cinta sastra dengan cara mendorong untuk rutin menerbitkan karya pada kurun waktu tertentu. Target luaran yang akan dihasilkan adalah pembentukan komunitas santri cinta sastra yang akan menjadi ruang bagi para santri untuk menghasilkan karya sastra, peningkatan keterampilan santri dalam hal literasi (berpikir kritis, membaca, dan berkarya), artikel berita, video kegiatan, dan antologi karya sastra ber-ISBN.
PENGENDALIAN KUALITAS PROSES FABRIKASI PANEL KOMPOSIT AMPAS KOPI MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Raihaan .; Yuni Hermawan; Ahmad Adib Rosyadi; Mahros Darsin; Robertus Sidartawan
STATOR: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2023): JURNAL STATOR
Publisher : Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of composites has touched various fields, for example in land, sea and air transportation and household appliances. The coffee pulp particle composite panel produces new properties that are unique and affect the characteristics of mechanical strength, especially tensile strength and bending strength [7]. The standard for making good coffee pulp composite panels and producing optimal strength needs to be done [4]. To reduce the air bubbles created, a degasification process needs to be done [5]. In making composites using the hand lay-up method has several main parameters for its tensile strength, where the main parameters used are stirring speed 515 rpm, 915 rpm, 1430 rpm; duration of degasification 7.5 minutes, 10 minutes, 12.5 minutes; degasification pressure -30 kPa, -60 kPa, -90 kPa. The optimal results obtained were 24.88 MPa with an increase of 23.18% from previous studies using the initial combination.