Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FORMULASI BALSEM STICK MINYAK ATSIRI menta piperita, copaifera officinalis (Jacq.) L), DAN gaultheria procumbens L. Nisa, Hairun
Journal of Pharmacy Tiara Bunda Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Pharmacy Tiara Bunda (JPTB)
Publisher : Politeknik Tiara Bunda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62619/jptb.v1i2.64

Abstract

Minyak atsiri peppermint, copaiba, dan wintergreen memiliki khasiat sebagai antinyeri dan antiradang yang dapat bermanfaat untuk meringankan gangguan tulang sendi dan otot, dan meredakan sakit kepala serta memberikan rasa nyaman. Minyak atsiri umumnya digunakan dalam bentuk sediaan topikal. Bentuk sediaan balsem yang biasanya lengket memerlukan inovasi baru berupa sediaan balsem stick. Balsem dalam bentuk stick dapat menjadikan penggunaanya lebih praktis, karena dapat langsung diaplikasikan pada kulit tanpa menyebabkan lengket. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sediaan balsem stick minyak atsiri yang sesuai dengan syarat mutu fisik. Penelitian ini dilakukan dengan membuat formula balsem stick menjadi tiga formula dengan variasi konsentrasi Cera alba dan adepslanae 10:5: 20:10 dan 30:15sebagai basis yang kemudian dilakukan evaluasi sediaan balsem stick meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, titik lebur, daya sebar, dan daya lekat untuk mendapatkan formula sediaan yang paling baik. Campuran minyak atsiri peppermint, copaiba, dan wintergreen dapat diformulasikan ke dalam sediaan balsem stick dan sediaan dengan Konsentrasi cera alba - Adeps lanae F1 (10% - 5%) dan F2 (20% - 10%) sebagai basis yang menghasilkan sediaan balsem stick dengan mutu fisik yang baik dan sesuai dengan persyaratan balsem stick yang baik.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Kampung Lalang, untuk Penguatan UMKM, Edukasi Dasar, dan Kesehatan pada Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Husna, Muhammad Faisal; Ramadhani, Novita; Saphira, Citra; Nisa, Hairun; Widara, Lania Khairi; Nurhafizah, Yenny
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1205

Abstract

Desa Kampung Lalang memiliki potensi ekonomi lokal melalui usaha mikro kecil menengah (UMKM) berbasis hasil laut seperti udang kecepe, ikan teri, dan ikan asin. Namun, pengelolaan masih terkendala pada inovasi produk, pengemasan, dan strategi pemasaran. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah, dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan metode partisipatif yang melibatkan perangkat desa, pelaku UMKM, dan masyarakat. Kegiatan meliputi pendampingan UMKM, edukasi dasar menggunakan media kreatif, senam bersama, serta kegiatan sosial gotong royong dan pembagian makanan berkah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam menjaga kualitas produk dan memasarkan melalui media sosial, meningkatnya antusiasme siswa melalui pembelajaran kreatif, serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan solidaritas sosial. Program KKN ini berhasil memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui integrasi bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Peningkatan Kemampuan Numerasi Siswa melalui Media Flashcard pada Materi Bangun Ruang Kelas II SDN 32 Cakranegara Qolbuani, Lulu Qolbuani; Qomariah, Nur; Nisa, Hairun
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1343

Abstract

This study aimed to improve the numeracy skills of second-grade students at SDN 32 Cakranegara on the topic of three-dimensional shapes through the use of flashcard media. The research employed Classroom Action Research (CAR) with two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The subjects of the study were 24 students. Data were collected through numeracy tests, observation sheets of student activity, and field notes, and were analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods. Pre-cycle results showed a learning mastery of 45.83% with an average score of 65.4. In Cycle I, after implementing flashcards, the average score increased to 73.2 with a mastery level of 70.83%, although student engagement reached only 78%. Improvements in Cycle II included adding real-object images to the flashcards and implementing group competition games. As a result, the average score increased to 81.5, learning mastery reached 91.67%, and student engagement rose to 91%. These findings indicate that contextual and interactive flashcards are effective in enhancing students’ understanding of three-dimensional shapes and increasing their engagement. This media is suitable as an alternative teaching tool for mathematics learning in elementary schools.
Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Classroom Berbantuan Video Interaktif Terhadap Minat Belajar PKN Siswa Kelas IV di SDN 1 Rensing Nisa, Hairun; Husni, Muhammad; Susanti, Deny
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Flipped Classroom berbantuan video interaktif terhadap minat belajar siswa Kelas IV di SDN 1 Rensing. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Eksperimental Desing dengan bentuk One Group Pretest Posttest Desing. Sampel pada penelitian ini yaitu 20 siswa. Instrumen penelitian yang diberikan berupa angket. Uji prasyarat yang digunakan adalah uji Shapiro-wilk untuk menguji normalitas data. Berdasarkan uji normalitas diperoleh bahwa data berdistribusi normal. Data dianalisis dengan uji normalitas data dengan rumus Shapiro-Wilk dan uji hipotesis dengan rumus paired sampel t-test. Berdasarkan hasil pretest didapatkan nilai rata-rata yaitu 75,91 sedangkan nilai rata-rata posttest yaitu 83,85. Adapun hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji paired sampel t-tes diperoleh nilai signifikasi 0,00 < 0,05. Dengan demikian Ha diterima sedangkan H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Flipped Classroom berbantuan video interaktif berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa dan penelitian ini dapat dijadikan refrensi untuk penelitian sejenis dengan cakupan yang lebih luas baik pada jenjang kelas maupun mata pelajaran yang berbeda, serta menambah variabel lain agar diperoleh hasil penelitian lebih mendalam.
Meningkatkan Pendidikan Biologi dengan Augmented dan Virtual Reality di Indonesia: Tinjauan Pustaka Sistematis Najih, Riyan Riyadlun; Anasti, Chory Adenia; Putri, Marisha Nurlia Silvana; Ismi, Nur Qothima; Fatimah, Siti Khoirul; Azzahra, Zulfa; Sugiati, Nurlita Ayu; Nisa, Hairun; Ramadani, Risty Wulan Nita; Putri, Anida Aliva
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 02 (2025): Vol. 16 No. 02 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/edz3rw09

Abstract

Augmented Reality and Virtual Reality are increasingly used in biology and life sciences education. In the past decade, 34 Scopus-indexed studies (2015–2025) have examined their effects on conceptual understanding and scientific literacy. This study demonstrates that AR/VR meaningfully enhances biology learning by making lessons more immersive and interactive, thereby improving students' understanding of complex biological concepts and supporting higher-order thinking. AR helps visualize biological structures and processes, while VR enables exploration of human anatomy and virtual ecosystems. Despite these benefits, further long-term and comprehensive research is needed to better integrate AR/VR with other teaching methods. The study provides an overview of AR/VR use in Indonesian biology education, highlighting key research gaps, including the need for more evidence on long-term effects and practical classroom challenges. Together, these findings offer guidance for designing future technology-based biology instruction.