Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Menjaga Generasi Bangsa untuk Cerdas Berteknologi dan Bermedia Sosial Mohamad Nasirudin; Mazidatul Faizah; Aji Setyo Hartono; Yudithia Adi Wicansa
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan gadget (smartphone) yang terlalu berlebihan dan tidak sewajarnya akan menimbulkan pengaruh terhadap kepribadian dan karakter peserta didik. Kepribadian peserta didik seharusnya menjadi perhatian khusus dalam menanamkan karakter kepada mereka. Metode pendekatan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat pada skema PPM ini meliputi metode ceramah, diskusi, dan workshop (pelatihan). Metode ceramah dan diskusi dilaksanakan pada kegiatan sosialisasi pembelajaran online dan pengenalan media belajar online. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah menggunakan metode workshop melalui bentuk sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan secara intensif sampai dapat merancang media belajar sains berbasis ramah lingkungan untuk peserta didik SD/MI. Hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa Orangtua dalam menggunakan smartphone masih dalam taraf pembelajaran. Hasil respon kepuasan kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa peserta pelatihan menilai kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat dan menyenangkan. Hasil penilaian keterampilan orangtua menunjukkan bahwa 70% peserta pelatihan memiliki keterampilan yang baik ketika merancang dan menyusun media belajar sains berbasis ramah lingkungan. Sebanyak 30% peserta pelatihan dalam kategori dengan keterampilan yang cukup baik dimana dipengaruhi oleh usia orangtua sekitar 40-50 tahun.
Peningkatan Kemampuan Membaca Al Quran Santri TPQ Al Mustaqim dengan Bimbingan Fashohatul Lisan Mazidatul Faizah; Siska Binti Qoirot; Mohamad Nasirudin
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang mulia. Sebelum membaca Al Quran kita harus mempelajari makhraj dan tajwid dengan baik dengan begitu akan dapat membaca al quran dengan fashih, baik dan benar. Sebagian besar para santri TPQ Al Mustaqim kurang maksimal dalam melafalkan huruf huruf hijaiyah ketika membaca al quran. Banyaknya santri dan terbatasnya waktu pengajar dan kemampuan pengajar membuat kegiatan TPQ kurang maksimal dan santri TPQ mengalami kurangan wawasan dan pengetahuan tentang ilmu makhorijul huruf. Metode pendekatan yang digunakan pada kegiatan ini yaitu dengan Tutorial dan Klasikal yang dilakukan dengan santri TPQ Al Mustaqim. Hal ini dilakukan karena salah satu cara yang efektif karena dapat menyimak langsung dan mengecek pemahaman serta membetulkan pelafalan huruf hijaiyah santri TPQ Al Mustaqim.Dengan bimbingan ini mahasiswa juga dapat lebih dekat dengan mitra. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat, dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan pemaham santri TPQ Al Mustaqim tentang makhorijul huruf dan sifat huruf hijaiyah, setelah kegiatan pelatihan cara melafalkan huruf huruf hijaiyahsehingga dapat membaca al quran dengan baik dan benar, serta membantu pihak lembaga TPQ untuk meningkat kualitas membaca al quran para santri TPQ Al Mustaqim.
Pengembangan Media Belajar Bahasa Arab Santri TPQ Nu Ar-Rohman Mazidatul Faizah; Ichsanul Chumamy; Kiki Suliyatun; Abd Kholid
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga pendidikan TPQ Karangdagangan Jombang merupakan yang perkembangannya cukup pesat, namun fasilitas sarana dan prasarana dilembaga ini masih belum digunakan secara optimal dan kondisi guru/tenaga pendidik secara menyeluruh belum paham akan pembelajaran berbasis media. Sehingga perlu metode untuk mendukung perbaikan metode pembelajaran. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah menggunakan metode workshop melalui bentuk sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan secara intensif sampai benar-benar merasakan bagaimana berbahasa asing. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa 20 peserta sosialisasi mengalami kebingungan ketika menghadapi mata pelajaran yang sulit untuk menyajikan dengan media yang nyata dan pada penilaian tergolong cukup baik. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa buku media belajar bahasa asing. Kegiatan ini perlu dilanjutkan agar TPQ NU AR-ROHMAN dapat berkembang dengan optimal.
Pendalaman Ilmu Tajwid pada Pelajar “Menjaga Generasi Islam Bangsa untuk Cerdas Membaca Al Qur’an Sesuai Tajwid” Mohamad Nasirudin; Mazidatul Faizah; Mariatul Zulfa; Siti Mukarromah
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun target luaran yang menjadi sasaran pada kegiatan ini adalah lembaga pendidikan dasar di Desa Karangdagangan yang diharapkan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, keterampilan dan kemampuan belajar peserta didik Desa Karangdagangan.. Adapun metode pendekatan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian pada PPM ini meliputi metode ceramah dan diskusi kelas yang terbagi dalam kelas privat. Untuk metode pengambilan data diambil dari orang tua murid yang melaksanakan les privat dengan melalui aplikasi google form. Melalui metode pengambilan data ini diharapkan dapat mengetahui bagaimana respon wali murid terkait pendampingan belajar yang sudah di jalankan oleh TIM PPM di Desa Karang Dagangan.. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat pada skema PPM dilakukan di bulan Oktober 2020 dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, dan pendampingan belajar melalui beberapa kali pertemuan atau tatap muka. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di tempat bimbel yang sudah disediakan oleh pemilik bimbel sekitar untuk di pakai sebagai tempat pembelajaran siswa. Kegiatan pembelajaran daring sebagai tambahan pembelajaran siswa dilaksanakan di bimbel AL-KHOLIDAH Desa Karangdagangan. Adapun hasil dari kegiatan PPM ini adalah perizinan untuk melakukan kegiatan PPM sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Menerapkan metode dan media yang menarik yang bertujuan untuk memberikan pengaruh terhadap peningkatan dan efektifitas pembelajaran siswa.
Financial Feasibility Analysis of Durian Fruit Business (Durio Zibethinus ) Afrina Hidayatul Arifah; Mazidatul Faizah
AGARICUS: Advances Agriculture Science & Farming Vol. 2 No. 2 (2022): October
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A number of tourist areas in Wonosalam District, Jombang Regency, are the main attraction for tourists. One of the attractions of Wonosalam District is the durian fruit. For durian lovers, Wonosalam is familiar to the ears, so that when harvest time arrives, they will enjoy the fruit as well as travel to enjoy its natural beauty. In Wonosalam there are various types of durian. Starting from Durian Montong, Musang King, to Wonosalam's mainstay, Durian Bido. For the price of Durian Bido, it starts from Rp. 50,000 to Rp. 200,000/seed depending on the type and weight of the fruit. Research Objectives (1). Knowing the income level of durian farming in Sumber Village, Kec. Wonosalam, (2). Knowing the financial feasibility of durian farming in Sumber Village, Kec. Wonosalam in terms of B/C ratio. This research was conducted in Sumber Hamlet, Wonosalam Village, Wonosalam District, Jombang Regency. The location of this research was chosen intentionally (purposive sampling) because, in Sumber Hamlet, Wonosalam Village, Wonosalam District, there are 32 residents who have land planted with durian trees with an area of ​​<5000 m2, so the respondents who were taken in this study were only 4 people. . With the consideration of these 4 people, the land area is > 5000 m2. (1). The total cost of the durian fruit farming analysis on average is Rp. 62,109,925/Ha/Year, the average durian fruit farming revenue is Rp. 64,175,000/Ha/Year, and the average income earned by farmers is Rp. 90,181,575/Ha/Year. (2). R/C Ratio of 2.4. (3). B/C Ratio of 1.4. In Sumber Hamlet, Wonosalam Village, Wonosalam District, there are 32 residents who have land planted with durian trees with an area of ​​<5000 m2, so the respondents who were taken in this study were only 4 people. With the consideration of these 4 people, the land area is > 5000 m2. (1). The total cost of the durian fruit farming analysis on average is Rp. 62,109,925/Ha/Year, the average durian fruit farming revenue is Rp. 64,175,000/Ha/Year, and the average income earned by farmers is Rp. 90,181,575/Ha/Year. (2). R/C Ratio of 2.4. (3). B/C Ratio of 1.4. In Sumber Hamlet, Wonosalam Village, Wonosalam District, there are 32 residents who have land planted with durian trees with an area of ​​<5000 m2, so the respondents who were taken in this study were only 4 people. With the consideration of these 4 people, the land area is > 5000 m2. (1). The total cost of the durian fruit farming analysis on average is Rp. 62,109,925/Ha/Year, the average durian fruit farming revenue is Rp. 64,175,000/Ha/Year, and the average income earned by farmers is Rp. 90,181,575/Ha/Year. (2). R/C Ratio of 2.4. (3). B/C Ratio of 1.4. With the consideration of these 4 people, the land area is > 5000 m2. (1). The total cost of the durian fruit farming analysis on average is Rp. 62,109,925/Ha/Year, the average durian fruit farming revenue is Rp. 64,175,000/Ha/Year, and the average income earned by farmers is Rp. 90,181,575/Ha/Year. (2). R/C Ratio of 2.4. (3). B/C Ratio of 1.4. With the consideration of these 4 people, the land area is > 5000 m2. (1). The total cost of the durian fruit farming analysis on average is Rp. 62,109,925/Ha/Year, the average durian fruit farming revenue is Rp. 64,175,000/Ha/Year, and the average income earned by farmers is Rp. 90,181,575/Ha/Year. (2). R/C Ratio of 2.4. (3). B/C Ratio of 1.4.
Penekanan Penyakit Karat Daun Pada Kedelai Akibat Phakopsora pachyrhizi Syd. Menggunakan Mikoriza Indigenous Pada Tanah Litosol Ambar Susanti; Mazidatul Faizah; Muh. Lutfi Syaiul Khamid
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2018): December 2018
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v2i1.1282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikoriza indigenous terhadap tekanan serangan penyakit karat daun Phakopsora pachyrhizi Syd pada tanaman kedelai di tanah litosol. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Agroekoteknologi dan lahan percobaan di Universitas KH.A. Wahab Hasbullah. Rancangan penelitian menggunakan RAK factorial dengan metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan inokulasi dengan kerapatan pustule yang diuji pada tanaman kedelai pada media tanah litosol tidak berpengaruh nyata terhadap persentase intensitas penyakit pada kedelai. Perlakuan K2M2 pada tanaman kedelai yang diuji mempunyai intensitas penyakit karat daun P. pachyrhizi Syd. terendah (8,03 persen) dengan nilai kandungan fenol tertinggi(4,67 persen) pada perakarannya, yang dapat membantu meningkatkan ketahanan tanaman kedelai terhadap infeksi pathogen P. pachyrhizi Syd. Mikoriza sudah menginfeksi perakaran tanaman kedelai yang diuji tujuh hari setelah inokulasi pada media tanah litosol.
Limbah Cangkang Telur sebagi Lukisan Kaligrafi Mazidatul Faizah; Faiqotul Himmah; Lailatul Fitriyah; Nur Aini Solikhah
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimas_ekon.v3i2.2416

Abstract

There is a lot of shell waste in the environment. In the village of Tampingmojo, there is also a lot of eggshell waste produced from household waste. The need for an idea to use it into something useful is to make it a craft that has a high selling value and can protect the environment from waste. The method used in the implementation of this community service activity is the Asset Based Community Development (ABCD) method. This method has five steps, namely as follows: 1) Discovery, 2) Dream, 3) Design, 4) Define, 5) Destiny. As a result, egg shells can be used to make calligraphy so that waste that previously had no economic value becomes valuable and has economic value to increase income.
Pemanfataan Limbah Kain Perca menjadi Dotapouch Mazidatul Faizah; Shufyani Azzahro; Indah Lestari Setya N; Faikotul Himmah
Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimas_if.v3i2.2917

Abstract

Kain perca dianggap limbah yang tidak memiliki nilai, padahal limbah ini dapat dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah kain perca ini diharapkan dapat membantu ibu-ibu SKOPER dan ibu-ibu PKK dalam mengembangkan inovasi-inoavsi baru dan kreatifitasnya. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode Asset Based Community Development (ABCD). Metode ini memiliki lima langkah yaitu sebagai berikut: 1) Discovery (Pengkajian), 2) Dream (Impian), 3) Design (Merancang), 4) Define (Menentukan tujuan), 5) Destiny (Lakukan). Hasilnya pembuatan produk dotapouch ini memiliki beberapa manfaat dan fungsi, serta memiliki dampak positif dalam hal sosial dan ekonomi.
Pembuatan Briket sebagai Salah Satu Upaya Pemanfaatan Limbah Pertanian Bonggol Jagung di Desa Tampingmojo Mazidatul Faizah; Achmad Rizky; Ahmad Zamroni; Umar Khasan
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v3i2.2863

Abstract

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik. Desa Tampingmojo Tambelang Jombang memiliki area persawahan yang ditanami jagung. Dengan banyaknya persawahan yang menanam pohon jagung, bisa dipastikan bahwa limbah pertanian berupa bonggol jagung yang dihasilkan juga akan banyak. Briket merupakan padatan berpori yang mengandung karbon yang dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi. Tujuan dibuatnya briket dari bonggol jagung adalah untuk mengurangi limbah pertanian berupa bonggol jagung sehingga limbah bonggol jagung yang terbuang dapat terkurangi dengan dibuatnya briket bonggol jagung.
Teknologi Akuaponik sebagai Home Farm untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan di Desa Tampingmojo Umi Kulsum Nur Qomariah; Mazidatul Faizah; SIti Aminatuz Zuhria; Moh Andrik Robil Alamsyah; Sindi Yulia Anggraini; M Arsyad Amrullah
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v3i2.2871

Abstract

Agriculture is an important foundation in the fulfillment of food commodities. Meeting household food needs is an important foundation for achieving food security. However, not all people in Tampingmojo Village, Tembelang District, Jombang Regency have agricultural land to be able to meet their food needs, especially agricultural land in Tampingmojo Village has decreased since the construction of the Mojokerto - Kertosono toll road, so that the supply of food commodities such as vegetables and fish depends on supplies from outside the village. Tampingmojo. Aquaponics is a solution for food security for the Tampingmojo village community. This community service purpose to introduce Aquaponics Technology to the Tampingmojo village community by utilizing available local resources. The targeted community for this activity is a group of PKK women and Karang Taruna youth in the village of Tampingmojo. The method used is Participatory Action Research (PAR) which is carried out in 3 stages, there are preparation, implementation and evaluation. The results of the evaluation showed that 80% of the post-test questions could be answered by participants and the delivery of simple aquaponic technology materials was well received and could be applied with the available resources in Tampingmojo village.