Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PEMBUATAN KARYA MONTASE DALAM MENUMBUHKAN SIKAP KERJA SAMA PESERTA DIDIK KELAS IV SEKOLAH DASAR Putri Hidayatin Nisa; Pebrian Tarmizi; Dwi Anggraini
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.2626

Abstract

Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya pada bidang seni rupa sering terjadi pembelajaran yang monoton dan kurangnya kerja sama peserta didik khususnya pada pembelajaran seni rupa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembuatan karya montase dan sikap kerja sama peserta didik dalam pembuatan karya montase pada pembelajaran SBdP kelas IV SD Negeri 17 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas IV A SD Negeri 17 Kota Bengkulu. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu lembar observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengujian keabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian ini adalah semua kelompok telah menyiapakan alat dan bahan sesuai dengan yang digunakan pada pembuatan karya montase, hampir semua kelompok mengalami kesulitan saat memotong gambar yang berukuran kecil, semua kelompok mengumpulkan potongan gambar pada satu tempat, hanya kelompok 2 dan 4 yang mengoleskan lem terlalu banyak, semua kelompok telah memberi pewarnaan pada karya montase, peserta didik banyak menggunakan warna biru dan hijau. Pada proses pembuatan karya montase telah menumbuhkan sikap kerja sama peserta didik melalui observasi berdasarkan indikator kerja sama yang terdiri dari 4 aspek diantaranya saling berkontribusi, keterampilan koordinasi, bertanggung jawab, dan bekerja secara produktif dengan yang lain.
Penerapan Model Make A Match Berbantuan Media ICT Pada Pembelajaran Tematik Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SD Try Nurhusni Setiati; Pebrian Tarmizi; Irfan Supriatna
JURIDIKDAS Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juridikdas.v6i1.28657

Abstract

This study aims to improve the learning achievement of fourth grade students at SDN 133 Seluma in thematic learning by applying the Make a Match type cooperative model assisted by ICT media. This type of research was Classroom Action Research (CAR). The subjects in this study were teachers and fourth grade students (17 boys and 16 girls) at SDN 133 Seluma. Student achievement data in this study used the average formula and the percentage of learning completeness. The results of student achievement in thematic learning cycle I for SBdP subjects the average grade of 69.24 with classical learning completeness 60.60% experienced a very good increase in cycle II with an average value of 82.12 and classical learning completeness 87 ,87%. Meanwhile, in the first cycle of Indonesian language subjects with an average score of 63.63 and classical learning completeness 57.57%, there was an increase in the second cycle with an average value of 80.39 and 81.81% learning completeness. Thus, it can be concluded that the application of the Make a Match cooperative learning model assisted by ICT media can improve student achievement in class IV SDN 133 Seluma in thematic learning.
DESA RINDU HATI SEBAGAI KELOMPOK DESA BERPERADABAN MELALUI PEMBERDAYAAN PROGRAM WASH "Water Sanitation and Hygiene” DAN GERMAS "Gerakan Masyarakat Sehat” Irfan Supriatna; Pebrian Tarmizi
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 4 No. 1 (2023): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v4i1.8499

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman pengetahuan melalui pelatihan berupa workshop pemberdayaan warga desa rindu hati melalui program WASH (Water Sanitation and Hygiene) dan Germas (Gerakan Masyarakat Sehat), memberikan pendampingan melalui program WASH (Water Sanitation and Hygiene) dan Germas (Gerakan Masyarakat Sehat), sebagai upaya mewujudkan kelompok desa rindu hati yang berperadaban: (1) Moral yaitu nilai-nilai dalam masyarakat yang hubungannya dengan kesusilaan, (2) Norma yaitu aturan, ukuran atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu yang baik atau salah. (3) Etika yaitu nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjadi pegangan dalam mengatur tingksh laku manusia. (4) Estetika yaitu berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan, kesatuan, keselarasan dan kebalikan. Bentuk kegiatan ini berupa pendampingan/ pelatihan dan Tindakan Lanjut. Dari hasil pengabdian dalam kegiatan workshop pendampingan pemahaman program WASH (Water Sanitation and Hygine) dan GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) respon warga desa rindu hati dari 3 dusun sangat positif dimana warga mengikuti dan menyerap materi yang diberikan oleh pakarnya dengan baik, kemudian pada kegiatan implementasi tindak lanjut melalui perlombaan dusun terbersih menunjukkan hasil angket dari ke 3 dusun tersebut hampir seluruh warga desa rindu hati mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan dan dapat ditindakanjuti untuk program pengabdian berikutnya.
Upaya Guru dalam Menanamkan Rasa Hormat Siswa Melalui Pembelajaran Tematik di Kelas VB Sekolah Dasar Negeri 09 Kota Bengkulu (Studi Deskriptif) Wartilia Desprananti; Pebrian Tarmizi
JURIDIKDAS Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juridikdas.v6i2.9066

Abstract

This study aims to describe the efforts of teachers in instilling respect for students through Thematic learning in the VB class of State Elementary School 09, City of Bengkulu. This study uses a type of qualitative research and qualitative descriptive research methods. The research subjects were VB homeroom 09 Public Elementary School of Bengkulu City and the object of research was VB class students. The focus of research is the teacher's efforts to instill a respectful attitude towards students. Research instruments are researchers themselves (human instruments) with data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The data obtained were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Test the validity of the data through extension of observation, increase in perseverance and accuracy, and triangulation. The results of this study indicate that the researcher describes the efforts of the teacher in instilling respect for students by using attitudinal formation patterns, namely habituation and modeling (Thematic) through Thematic learning, such as teachers condition students not to chat during learning or discussion, the teacher exemplifies students not differentiate friends, and the teacher conditions and exemplifies to speak politely and behave politely. Based on the results of the study it can be concluded the efforts of VB homeroom teacher in instilling respect for students through Thematic learning in VB class of Public Elementary School 09 Kota Bengkulu: a) Treating other people with respect, b) Tolerating various differences, c) Using language and treatment polite, and d) Maintain and pay attention to the feelings of others.
Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) Pada Mata Kuliah Kewirausahaan Neza Agusdianita; Pebrian Tarmizi; Yusnia Yusnia; Inzoni Inzoni
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82318

Abstract

Mata kuliah kewirausahaan merupakan mata kuliah wajib pada universitas Bengkulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji literatur mengenai model Project Based Learnig pada mata kuliah kewirausahaan. Metode yang digunakan adalah analisis kajian literatur (literatur review). Prosedur penelitian ini adalah (1) memilih topik yang akan direview, (2) melacak dan memilih artikel yang cocok/relevan, (3) melakukan analisis dan sintesis literatur dan (4) mengorganisasi penulisan review. Hasil kajian literatur yaitu model pembelajaran yang sesuai dan efektif untuk tujuan ini adalah model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Model ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk beraktivitas dalam proyek mahasiswa dibidang kewirausahaan. Mahasiswa sebelumnya diberikan pengetahuan awal tentang konsep wirausaha kemudian membuat proyek wirausaha masing-masing sesuai dengan minat  dan bakat yang dimiliki oleh mahasiswa. Berdasarkan tujuan mata kuliah dan pentingnya kewirausahaan bagi mahasiswa maka perlu dibina sejak awal dari ruang perkuliahan. Dosen perlu memfasilitasi mahasiswa untuk merancang ide bisnis dan melaksanakan praktik wirausaha langsung oleh mahasiswa. Simpulannya model PjBL ini relevan diterapkan pada mata kuliah kewirausahaan di universitas Bengkulu.
Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Pada Pembelajaran Tematik Di Kelas V SDN Gugus III Kota Bengkulu Cintia Fraditha; Pebrian Tarmizi
JURIDIKDAS Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juridikdas.v6i3.10590

Abstract

This study aims to determine the relationship between learning motivation and student learning outcomes in thematic learning in class V SD cluster III City of Bengkulu. This study uses a quantitative approach to the type of correlational. The population in Bengkulu City Elementary School III, namely SDN 17 Bengkulu City, 48 SDN Bengkulu City, Bengkulu City SDN 57, Bengkulu City SDN 03, and SDN 25, with a total of 189 students. Using sample selection guidelines according to Arikunto's opinion: if the subjects are less than 100 people should be taken altogether, if the subject is large or more than 100 people can be taken 10-15% or 20-25%, then the sample in this study was taken 25% randomly ( random) of the entire population. The sample in this study amounted to 47 students from all students in Elementary School III Bengkulu City. Research methods using questionnaire and documentation. All instruments meet the requirements as a measurement requirement, because they have been tested so that they meet the product moment T-test requirements with a significance level of 5%. The instrument used in this study was a questionnaire (questionnaire) of motivation and documentation of the repeat scores of 1 thematic learning theme for the fifth grade elementary school cluster III Bengkulu City. Data analysis techniques are used to find validity, reliability, and test the correlation coefficient.
Pengembangan E-Modul Peninggalan Sejarah Kolonialisme Inggris di Bengkulu Berbasis Discovery Learning pada Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas V Sekolah Dasar Nabila Khansa Putri; Pebrian Tarmizi
JURIDIKDAS Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juridikdas.v6i3.26101

Abstract

This research was conducted to produce an integrated thematic learning E-Module based on discovery learning on the theme of 7 sub-themes 1 learning 1 & 2 in grade V elementary school. This type of research is Research and Development (R&D) with the model The development model used in this study is ADDIE. The instruments used are product validation sheets, teacher response questionnaires, and student response questionnaires. Data analysis techniques use qualitative descriptive analysis by processing data in the form of notes, suggestions or comments from expert validation, questionnaires for teacher and student responses and quantitative analysis by processing data in the form of scores from expert validation assessment results, teacher response questionnaires, and students. The material expert validation results showed a value of 92.9%, media expert validation showed a value of 97% with a very valid category and linguist validation showed a value of 93.3% with a very valid category. In addition, teacher responses showed a score of 93.7% and the trial results obtained a range of 0.7 with a moderate category, meaning that teaching materials are suitable for use and student responses showed a score of 89.63% with excellent categories that can be used in learning. The results of the overall assessment show that the E-Module of the historical relics of British colonialism in Bengkulu based on discovery learning is very feasible and effective to be used in learning.
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Kurikulum Merdeka Terhadap Kemampuan Pemahaman Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar Penggerak di Kota Bengkulu Neza Agusdianita; Vivi Ayudia; Pebrian Tarmizi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 2 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i2.86105

Abstract

Pendekatan pembelajaran berdiferensiasi sering kali menimbulkan tantangan pada pelaksanaan pembelajaran di kelas dalam upaya pemenuhan kebutuhan belajar yang beragam sesuai dengan kemampuan, apa yang disukai, dan latar belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka terhadap kemampuan pemahaman matematika siswa kelas V di Sekolah Dasar Penggerak Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian eksperimen semu, desain penelitian The Matching Only Pretest Posttest Control Gropup Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas V Sekolah Dasar Penggerk di Kota Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VA SDN 09 dan SDN 07 Kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal berbentuk uraian yang diberikan melalui pretest dan posttest. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis uji prasyarat, dan uji hipotesis menggunakan uji-t jenis Independent Samples t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh thitung (4,584) > ttabel (2,002) dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan pemahaman siswa.
PEMBUATAN KARYA MONTASE DALAM MENUMBUHKAN SIKAP KERJA SAMA PESERTA DIDIK KELAS IV SEKOLAH DASAR Putri Hidayatin Nisa; Pebrian Tarmizi; Dwi Anggraini
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.2626

Abstract

Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya pada bidang seni rupa sering terjadi pembelajaran yang monoton dan kurangnya kerja sama peserta didik khususnya pada pembelajaran seni rupa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembuatan karya montase dan sikap kerja sama peserta didik dalam pembuatan karya montase pada pembelajaran SBdP kelas IV SD Negeri 17 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas IV A SD Negeri 17 Kota Bengkulu. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu lembar observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengujian keabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian ini adalah semua kelompok telah menyiapakan alat dan bahan sesuai dengan yang digunakan pada pembuatan karya montase, hampir semua kelompok mengalami kesulitan saat memotong gambar yang berukuran kecil, semua kelompok mengumpulkan potongan gambar pada satu tempat, hanya kelompok 2 dan 4 yang mengoleskan lem terlalu banyak, semua kelompok telah memberi pewarnaan pada karya montase, peserta didik banyak menggunakan warna biru dan hijau. Pada proses pembuatan karya montase telah menumbuhkan sikap kerja sama peserta didik melalui observasi berdasarkan indikator kerja sama yang terdiri dari 4 aspek diantaranya saling berkontribusi, keterampilan koordinasi, bertanggung jawab, dan bekerja secara produktif dengan yang lain.
Market Day: Strategi Menumbuhkan Literasi Finansial pada Siswa SDN 88 Kota Bengkulu Yusnia Yusnia; Debi Heryanto; Neza Agusdianita; Pebrian Tarmizi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91598

Abstract

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan finansial pada siswa kelas 2A-B, 3A-B, dan 5A-B. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah observasi. Observasi dilakukan dengan memperhatikan tiga prioritas indikator literasi finansial yang belum dikuasai oleh siswa, yaitu ; (1) Pemahaman siswa mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. (2) Kemampuan siswa dalam mengklasifikasikan prioritas pengeluaran. (3) Kemampuan siswa untuk mengenali simbol dan terminologi dasar yang berhubungan dengan uang dan bank.  Selama kegiatan Market Day, siswa diberi kesempatan untuk mempraktikkan konsep-konsep finansial tersebut dalam konteks simulasi pasar yang mereka kelola sendiri. Setiap kelompok siswa bertanggung jawab untuk menjalankan "toko" mereka, termasuk menentukan barang yang akan dijual, menetapkan harga, dan mengelola pendapatan serta pengeluaran mereka. Melalui kegiatan ini, siswa belajar membuat keputusan finansial yang bijaksana, memahami pentingnya perencanaan keuangan, serta mengembangkan keterampilan dalam mengelola uang secara efektif. Hasil dari kegiatan Market Day menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi finansial siswa. Siswa menjadi lebih mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta lebih terampil dalam menentukan prioritas pengeluaran.