Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PROGRAM APOTEK HIDUP SEBAGAI MEDIA PENANAMAN NILAI SOSIAL DALAM MENUMBUHKAN SIKAP GOTONG ROYONG SISWA DI SMA NEGERI 1 LABUAPI Yusni Febrian; Rista Hilda; Hairil Wadi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11556

Abstract

He Living Pharmacy Program is an environment-based activity utilized as a medium for instilling social values ​​in students. This activity aims to instill social values ​​and foster a spirit of mutual cooperation in students through the Living Pharmacy Program at SMA Negeri 1 Labuapi. This method includes planning, outreach, implementation, and evaluation, with students actively involved in creating and maintaining the living pharmacy garden. Data collection was conducted through observation to assess changes in students' social attitudes during the activity. The results of the activity indicate an increase in students' mutual cooperation, characterized by cooperation, responsibility, and social awareness. The program also provides contextual, environment-based learning experiences. Thus, the Living Pharmacy Program is effective as a medium for instilling social values ​​in schools.
Industri Pariwisata dan Mobilitas Pekerjaan Perempuan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta Lombok Syafruddin Syafruddin; Hairil Wadi; Suud Suud
Society Vol 8 No 1 (2020): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v8i1.175

Abstract

This study aims to understand and map the tourism industry and women’s employment mobility in the Special Economic Zone (SEZ) of Mandalika Kuta Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. This study was a qualitative study using a case study approach with a group analysis unit. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. The informants are an optional or criterion-based selection. Informants in this study were 120 informants. Informants were selected using a purposive sampling technique. The informants in this study are not to represent the population but represent information. Data analysis was processed through three stages. The results of the study found that the tourism industry in the Special Economic Zone of Mandalika Kuta Lombok has encouraged the new job creation and job types that were previously unknown by the community. In the category of self-employment and wage employment, there is an increase in the number due to a decrease in the status of casual work. This is a sign that there are significant job changes and job mobility. This is caused by low wages, inconvenience at work, and family factors. With the creation of various types of new jobs and the pattern of employment mobility, the efforts of self-improvement are needed, especially in terms of education and skills. Provincial and District Governments need to conduct a study of the potential and employment opportunities needed for women in the tourism industry to create links and matches between various employment sectors in the tourism industry.
Perlawanan Sosial terhadap Korporasi untuk Pelestarian Lingkungan dari Eksplorasi Tambang Syafruddin Syafruddin; Hamidsyukrie Hamidsyukrie; Hairil Wadi; Yuliatin Yuliatin; Ulfatun Hasanah
Society Vol 10 No 2 (2022): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v10i2.426

Abstract

Environmental preservation needs to be considered to avoid conflicts and social protests in the mining world, especially in the communities around the mines. Conflicts of social resistance and efforts to preserve the environment through protests to preserve the environment in West Nusa Tenggara. This research method is descriptive qualitative with a case study approach. The results of this research indicate that exploration permits without regard to sociological and ecological conditions cause social conflict. Furthermore, the form of social conflict is in the form of demonstrations and protests on a large scale by closing the main access to West Nusa Tenggara - East Nusa Tenggara, burning state facilities and social vulnerability. It is hoped that the results of this research are related to the policies and granting of mining business licenses to pay more attention to social problems.
Analisis Kolaborasi Siswa Penerapan Talking Stick Model Pemanfaatan Brosur Materi Sosiologi Hairil Wadi; Sukardi Sukardi; Imam Malik; Holizatun Nida
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3195

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi guru dalam membelajarkan materi sosiologi cenderung siswa lebih banyak menerima informasi dari guru daripada siswa aktif berinteraksi antar siswa sehingga menyebabkan pembelajaran sosiologi kurang mendapatkan respon.  Penelitian ini bertujuan menganalisis kolaborasi siswa dalam penerapan Talking Stick model pemanfaatan brosur untuk meningkatkan kobalorasi siswa dalam pembelajaran Sosiologi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian dengan teknik porposive sampling, yaitu guru sosiologi yang mengajar di kelas XII. Analisa data mengikuti analisis kualitatif model Miles and Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kolaborasi siswa muncul pada penerapan talking stick model pemanfaatan brosur seperti kerja sama, berbagi peran, tanggung jawab bersama, dan interaksi antar siswa berwujud aktivitas berdiskusi, mengumpulkan informasi, mengidentifikasi informasi, bertukar pikiran, membahas permasalahan, mencatat permasalahan, bertanya dan menjawab melalui pemanfatan brosur dipadu alat bantu tongkat (stick).
Kurikulum Merdeka Sosiologi: Analisis Penerapan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Hairil Wadi; Gusti Putu Suharta; I Wayan Widiana; I Wayan Lasmawan; Eka Junaidi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3452

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi berlakuknya kurikulum merdeka sebagai perwujudan dari pendidikan abad 21 yang menuntut siswa pada keterampilan berpikir tingkat tinggi dan penguatan karakter di semua mata pelajaran termasuk Sosiologi.  Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa  dalam pembelajaran sosiologi kurikulum merdeka di Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode dekriptif.  Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian dengan menggunakan teknik porposive sampling, yaitu guru sosiologi dan siswa di kelas XI. Analisis data mengikuti model Miles and Huberman tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penemuan hasil penelitian, yaitu setiap komponen dari kurikulum merdeka yang terdiri dari tujuan, materi, proses, hingga penilaian, berkontribusi   pada pengembangan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif siswa yang diterapkan dalam beragam aktivitas pembelajaran Sosiologi.
Penerapan Asesmen dalam Pembelajaran Sosiologi Kurikulum Merdeka di Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram Hairil Wadi; I Gusti Lanang Agung Parwata; I Gede Ratnaya; I Dewa Ayu Made Budhyani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3830

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi tuntutan profesional guru sosiologi untuk menerapkan asesemen dalam pembelajaran sesuai amanat kurikulum merdeka. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penerapan asesmen dalam Pembelajaran Sosiologi Kurikulum Merdeka di Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram. Lokasi Penelitian di Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram. Adapun yang menjadi narasumber dalam penelitian ini adalah guru sosiologi, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, dan perwakilan siswa kela X dan XI. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Penemuan hasil penelitian 1) Penerapan asesemen Pembelajaran Sosiologi mengikuti 3 Jenis asesmen kurikulum merdeka berupa asesemen diagnostik, formatif, sumatif; 2) Guru menggunkan berbagai metode inovatif dalam menerapakan asesemen; 3) Asesemen memiliki peran penting membantu siswa memahami materi, meningkatkan motivasi, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis; 4) Tantangan utama dalam penerapan asesemen seperti asesemen diagnostik dan formatif yang belum optimal.
Dampak Pola Asuh Pendidikan Keluarga Terhadap Perilaku Kekerasan Verbal Anak di Desa Sakra Imelda Artila Putri; Suud Suud; Hairil Wadi; Hamidsyukrie ZM
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4087

Abstract

Pola asuh merupakan cara orang tua mendidik, membimbing dan merawat anak yang memiliki dampak pada perkembangan anak. Oleh karena itu pola asuh memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pola asuh pendidikan keluarga terhadap perilaku kekerasan verbal anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak yang berusia 7-21 tahun dari berbagai jenjang pendidikan. Informan dalam penelitian ini adalah orang tua, kepala dusun, tetangga, teman yang mengenal baik anak, dan guru sosiologi.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara dengan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman, antara lain pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh keluarga memiliki dampak pada psikologis dan sosial anak. Adapun pola asuh yang terdapat dalam penelitian ini yaitu pola asuh otoriter permisif, pola asuh otoriter dan pola asuh permisif.  Dampak dari ketiga pola asuh tersebut seperti rasa kesal, marah, kebingungan, rendah diri dan rasa bebas sebagai dampak psikologis dan perilaku tidak konsisten, munculnya perilaku kekerasan verbal dan kesulitan menyesuaikan diri dengan aturan sebagai dampak sosial.
Analisis SWOT Implementasi Program Full Day School Five Day di SMA Katolik Kesuma Mataram Hairil Wadi; Suud Suud
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4310

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya program kebijakan pendidikan Full day school yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk dilaksnakan oleh pihak sekolah.. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman Implementasi Program Full Day School (FDS) Five Day  di SMA Katolik Kesuma Mataram. Lokasl Penelitian  di SMA Katolik Kesuma Mataram Kota Mataram Nusa Tenggaran Barat. Adapun yang menjadi narasumber dalam penelitian ini adalah guru sosiologi, kepala sekolah, kepala sekolah bagian kurikulum, guru, siswa. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, angket, dokumentasi. Analisis data secara tematik, dengan mengidentifikasi tema-tema utama yang  diinterpretasikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Analisis SWOT Implementasi Full Day School Five Day di SMA Katolik Kesuma Mataram terdiri dari  1) kekuatan  berupa peningkatan interaksi siswa dan guru, dukungan fasilitas dan respon positif; 2) kelemahan berupa peningkatan beban kerja dan tantangan adaptasi estimasi kerja guru dan aktivitas siswa; 3)  peluang berupa dukungan dari  kebijakan yayasan, pemerintah, dan orang tua siswa; 4) ancaman berupa kebijakan zonasi dan persepsi dari masyarakat perlu untuk diantisipasi supaya progam dapat berjalan optimal.
Implementasi Peer Tutor Berbantuan Short Movie dalam Meningkatkan Partisipasi dan Kolaborasi Siswa Pada Pelajaran Sosiologi Kelas XI SOEKTIS 2 MAN 2 Mataram Muhammad Rizky Maulana; Hairil Wadi; Jepri Utomo; Ni Made Novi Suryanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4394

Abstract

Partisipasi dan kolaborasi merupakan aspek penting dalam pembelajaran abad ke-21, khususnya pada mata pelajaran sosiologi yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan interaksi sosial aktif. Namun, kenyataannya masih banyak siswa yang pasif dan kurang terlibat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan partisipasi dan kolaborasi siswa pada mata pelajaran Sosiologi melalui implementasi model pembelajaran Peer Tutor berbantuan Short Movie. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi, angket refleksi siswa dan guru, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model tutor sebaya berbantuan film pendek terlaksana dengan persentase 67% pada siklus I dan 100% pada siklus II. Persentase partisipasi siswa meningkat dari 68% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II, sedangkan kolaborasi siswa meningkat dari 71% pada siklus I menjadi 87% pada siklus II. Kemudian persentase refleksi siswa pada siklus I yaitu 64% kemudian meningkat menjadi 91% pada siklus II dan persentase pada refleksi guru yaitu 44% meningkat menjadi 100%. Peningkatan ini terjadi karena adanya interaksi sejajar antar siswa dan penggunaan media audiovisual yang menarik dan kontekstual, sehingga suasana belajar menjadi lebih aktif dan bermakna. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi model tutor sebaya berbantuan film pendek efektif dalam meningkatkan partisipasi dan kolaborasi siswa pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI SOEKTIS 2 MAN 2 Mataram.
Penerapan Model Student Facilitator and Explaining Berbantuan Media Brosur Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI K di SMAN 1 Gerung Feni Aprilia Kamisa; Hairil Wadi; Jepri Utomo; Sukardi Sukardi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4494

Abstract

Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang dapat mengaktifkan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menerapkan model pembelajaran student facilitator and explaining berbantuan media brosur untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas XI K di SMAN 1 Gerung. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (ptk) dengan tahapan yang dilakukan melalui observasi awal, perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Adapun teknik yang digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah adalah siswa kelas XI K di SMAN 1 Gerung, sementara informan dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran sosiologi. Hasil penelitian siklus I menunjukkan penerapan model pembelajaran student facilitator and explaining berbantuan media brosur belum sepenuhnya terlaksana sebesar 62%, kekatifan siswa terlaksana sebesar 70%. Selanjutnya pada siklus II menunjukkan penerapan model pembelajaran student facilitator and explaining berbantuan media brosur hampir sepenuhnya terlaksana sebesar 95%, berpikir kreatif siswa sebesar 86%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi model student facilitator and explaining berbantuan media brosur dalam meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI K di SMAN 1 Gerung.