Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Penerapan Model Make a Match Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pelajaran Sosiologi Kelas XI SOEKTIS 1 di MAN 2 Mataram Nur Saskia Rensani; Ni Made Novi Suryanti; Imam Malik; Hairil Wadi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4728

Abstract

Keaktifan merupakan aspek penting dalam pembelajaran ke-21, khususnya pada mata pelajaran sosiologi yang menuntut kemampuan melihat peristiwa sosial secara lebih mendalam dengan melibatkan kerjasama dan interaksi sosial aktif. Namun, kenyataannya masih banyak siswa yang kurang aktif dan tidak terlibat dalam pembelajaran. Adapun keaktifan menjadi sebuah unsur mendasar untuk keberhasilannya pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi melalui penerapan model Make a Match. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi serta dokumentasi. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi, refleksi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model make a match terlaksana dengan persentase 75% pada siklus I dan 100% pada siklus II. Persentase keaktifan siswa meningkat dari 52% pada siklus I menjadi 82% pada siklus II. Keberhasilan tersebut didukung oleh model pembelajaran yang diterapkan dan peran aktif guru, sehingga pada penelitian ini target pada siklus II telah tercapai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model make a match efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI SOEKTIS 1 MAN 2 Mataram.
Penerapan Model Giving Question and Getting Answer Berbantuan Media Video YouTube Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengemukakan Pendapat Siswa Kelas XI IPS I Pada Mata Pelajaran Sosiologi di SMAN 1 SAKRA Nur Alpinesta Saleh; Hairil Wadi; Imam Malik; Ni Made Novi Suryanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4893

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam mengembangkan kemampuan siswa salah satunya kemampuan mengemukakan pendapat siswa. Namun kemampuan mengemukakan pendapat siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat siswa pada mata pelajaran Sosiologi melalui penerapan model Giving Question and Getting Answer berbantuan media video YouTube. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa penerapan model Giving Question and Getting Answer berbantuan media video YouTube mencapai 68% serta kemampuan mengemukakan pendapat siswa mencapai 64%. Selanjutnya pada siklus II menunjukkan bahwa penerapan model Giving Question and Getting Answer berbantuan media video YouTube mencapai 100% serta kemampuan mengemukakan pendapat siswa mencapai 80%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Giving Question and Getting Answer berbantuan media video YouTube efektif dalam meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat siswa pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI IPS I di SMAN 1 Sakra.
Peningkatan Tanggung Jawab dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Jigsaw Berbantuan Media Poster Digital Pada Mata Pelajaran Sosiologi Olifia Riski Saputri; Hairil Wadi; Imam Malik; Ni Made Novi Suryanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4920

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tanggung jawab dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi. Hal ini ditunjukkan oleh rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta hanya 40% siswa yang mencapai KKTP. Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan tanggung jawab dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Jigsaw berbantuan media Poster Digital. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab siswa meningkat dari 72% pada siklus I menjadi 91% pada siklus II. Selain itu, hasil belajar siswa juga meningkat dari 60% pada siklus I menjadi 92% pada siklus II sehingga telah melampaui indikator keberhasilan. Dengan demikian, penerapan model Jigsaw berbantuan media Poster Digital efektif dalam meningkatkan tanggung jawab dan hasil belajar siswa pada mata Pelajaran sosiologi.
Pola Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan Anak pada Keluarga Single Mother Parent di Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru Muhammad Aziz; Suud Suud; Hairil Wadi
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i2.8048

Abstract

This study aims to identify and analyze how the pattern of fulfilling children's educational needs in single mother parent families in Pemongkong Village, Jerowaru District. This study uses a qualitative approach and case study method. With the types of data are primary data and secondary data. While the subjects in this study are single mother parents who are directly involved and play a role in fulfilling children's educational needs. Informants in this study are the head of the Pemongkong Village Area and neighbors who directly observe the activities of single mother parents while working and know about the topic or problem in the study, and elementary school teachers who are considered to be able to provide additional information related to the research topic. The data collection methods applied include observation, interviews, and documentation. The data analysis process in this study was carried out through three stages, namely: 1) data reduction; 2) data presentation; and 3) drawing conclusions. Meanwhile, the validity of the data was tested using data triangulation techniques including 1) source triangulation; 2) technical triangulation; 3) and time triangulation. The results of this study indicate that there are 3 patterns of fulfilling children's educational needs by single mother parents: 1) exchange; 2) making/producing; 3) and asking.
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN METODE DEBAT AKTIF PADA PELAJARAN SOSIOLOGI DI SMAN 1 GUNUNGSARI Jumratul; Hairil Wadi; Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 4 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i1.5431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas XI IPS 1 SMAN 1 Gunungsari dengan menerapkan metode Debat Aktif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dalam perencanaan 1 siklus dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam 1 kali pertemuan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajar pada siklus I sebesar 57%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 88,5%. Sedangkan hasil belajar kognitif peserta didik pada siklus I sebesar 68,75% kemudian mengalami peningkatan di siklus II 80,31%. Hal tersebut membuat peningkatan pada keaktifan belajar peserta didik sebanyak 31,5% dan hasil belajar kognitif peserta didik meningkat 21,65%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode debat aktif dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas XI IPS 1 SMAN 1 Gunungsari.
PARADIGMA BARU ASESMEN PEMBELAJARAN: INTEGRASI PENILAIAN OTENTIK DAN DEEP LEARNING DALAM MEMBANGUN KOMPETENSI ABAD KE-21 deni sutisna; nursaptini Nursaptini; Hairil wadi
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.545

Abstract

21st-century education is driving a paradigm shift in learning and assessment. Traditional methods, limited to content mastery, are transforming into the development of critical thinking, collaborative, and communicative competencies, as well as problem-solving skills. In this context, the concepts of authentic assessment and Deep Learning are approaches that require attention in creating more advanced and modern educational reforms. This article aims to analyze the conceptual and empirical relationship between authentic assessment and Deep Learning to support 21st-century learning. It uses a narrative literature review approach, employing thematic analysis techniques to provide clear boundaries for the analysis process and generate a synthesis. The reviewed literature represents research results or government policies published between 2021 and 2026. For journal articles, the criteria set must be derived from nationally accredited journals with a minimum of Sinta 4 and reputable international articles. The analysis shows that authentic assessment has a catalytic function in realizing Deep Learning through authentic and realistic tasks that focus on assessment processes such as performance, attitude, and portfolio assessments. The Deep Learning approach requires an assessment system that can measure higher-order thinking processes. A literature synthesis shows that the integration of authentic assessment and immersive learning contributes to the development of 21st-century competencies and the enhancement of meaningful learning. This article offers a conceptual model of the relationship between authentic assessment and immersive learning as a foundation for learning development in the era of educational transformation. Keywords: Learning Assessment; authentic Assessment, Deep Learning, 21st Century Skills