Articles
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN PPKN KELAS XI DI SMA NEGERI 1 GERUNG
Khopipah Khopipah;
Bagdawansyah Alqadri;
Lalu Sumardi;
Muhammad Mustari
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 6 Nomor 2 Edisi Desember 2022
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31571/pkn.v6i2.4413
Akibat penyebaran virus covid-19 semua sekolah dari tingkat sekolah dasar hingga menengah atas harus melaksanakan pembelajaran dari rumah secara daring. Pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran tanpa tatp muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan enigma pembelajaran daring mata pelajaran PPKn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian ex-post facto. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat problematika pembelajaran daring mata pelajaran PPKn antaranya: 1) kurangnya interaksi guru dengan siswa, 2) kurangnya fasilitas yang mendukung, 3) keterbatasan kuota internet, 3) Sinyal yang kurang stabil.
Intaegrasi Nilai-nilai Antikorupsi dalam Pelaksanaan pembelajaran PPKn di SMP Negeri 8 Mataram
Lalu Habib;
Rispawati Rispawati;
Bagdawansyah Alqadri;
Lalu Sumardi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.836
Mengintegrasi nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn guna menumbuhkan karakter kejujuran dan tanggung jawab kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui model pengintegrasian nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn di SMPN 8 Mataran; 2) untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan integrasi nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn di SMPN 8 Mataram. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru yang mengajar mata pelajaran PPKn kelas VII. Informan dalam penelitian ini yaitu wakil kepala sekolah bagian kurikulum dan siswa kelas VII karena siswa yang merasakan pembelajaran dari guru tersebut. Teknik pengumpulan data yang dikenakan yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mempelihatkan bahwa: 1) model integrasi nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn di SMPN 8 Mataram sudah berjalan dengan baik mengenakan model pembelajaran saintifik berupa Discovery Learning, PBL dan PJBL. Hal ini dapat dibuktikan dari segi tahapan pembelajaran yakni perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran sudah mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi; 2) pelaksanaan integrasi nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn di SMPN 8 Mataram ini masih kurang berjalan maksimal karena masih belum dilakukan pada semua tahapan pembelajaran, melainkan hanya dilakukan pada bagian kegiatan pendahuluan dan kegiatan penutup pembelajaran saja. Dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan untuk mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ini yaitu Model Discovery Learning, PBL, dan PJBL yang kemudian pelaksanaannya hanya pada kegiatan pendahuluan dan kegiatan penutup pembelajaran saja.
Analisis Kebutuhan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dalam Pembelajaran PPKn
Muh. Ismail;
Muh. Zubair;
Bagdawansyah Alqadri;
Basariah Basariah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1027
Pelaksanaan pembelajaran dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan zaman. Saat ini perkembangan teknologi dan informasi sudah sangat pesat sehingga sangat memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi. Akan tetapi dalam prakteknya masih banyak terdapat proses pembelajaran PPKn yang belum didasarkan pada pemanfaatan teknologi dan informasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kebutuhan guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis TPACK tingkat SMA kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah guru MGMP PPKn kota Mataram. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik Focus Group Discussion (FGD) dan mengisi penilian diri. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman dengan tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% telah melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi. Dari data tersebut sebanyak 25% subyek telah melaksanakan pembelajaran PPKn dengan menggunakan pendekatan TPACK. Sebanyak 100% subyek menyatakan beberapa kebutuhan yang diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan TPACK adalah ketersediaan fasilitas seperti jaringan internet yang bisa diakses sampai ke kelas-kelas, ketersediaan computer yang bisa digunakan siswa, LCD untuk menampilkan materi di kelas, dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa masih terdapat beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi untuk dapat mewujudkan pembelajaran berbasis TPACK. Oleh sebab itu, pemenuhan kebutuhan untuk pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi itu difasilitasi oleh pihak sekolah maupun guru itu sendiri.
Persepsi Masyarakat Tentang Radikalisme Agama (Studi di Kecamatan Mpunda Kota Bima)
Nurmawadah Rahmah;
Muh. Zubair;
Bagdawansyah Alqadri
PALAPA Vol 10 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36088/palapa.v10i2.1985
This study aims to determine the public's perception of religious radicalism and the role of religious leaders in anticipating religious radicalism in Mpunda District, Bima City. This study uses a qualitative approach with the type of research is descriptive. This research was conducted in Mpunda District, Bima City for one month, the subjects of this research were the people in Mpunda District, Bima City, and the research informants were government officials, community leaders, and religious leaders. Data collection techniques used in this study were observation, structured interviews, and documentation. To analyze the data using 3 methods according to Miles and Huberman, including data reduction (Data Reduction), data presentation (Data Display), Verification/Conclusion Drawing. The results showed that people's perceptions of religious radicalism: (1) Religious radicalism arises because of a lack of understanding of religion, (2) The view that only Islam adheres to radical movements is wrong because radicalism can potentially be carried out by all religions. The role of religious leaders in anticipating religious radicalism is to provide counseling to the public about the dangers of radicalism.
Pelaksanaan Pembelajaran E-Learning Berbasis Web pada Mata Pelajaran PPKn di SMK Negeri 3 Mataram
Yulia Herly Ismiati;
Edy Herianto;
Bagdawansyah Alqadri;
M. Zubair
PALAPA Vol 10 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36088/palapa.v10i2.2157
This study aims to determine the Implementation of Web-Based E-Learning Learning in Civics Subjects at SMK N 3 Mataram. The approach used is a qualitative research approach with descriptive methods. The research subjects consisted of all PPKn subject teachers at SMKN 3 Mataram. The informants in this study were the Principal at SMKN 3 Mataram and the Deputy Head of Curriculum. The latest data collection used observation, interviews, and documentation. This study's results indicate that web-based E-learning implementation is carried out quite well-using laptops and internet networks. The positive impact of E-learning learning can add insight and increase the ability to master technology. The adverse effect of E-learning learning is the reduced interaction between teachers and students, so teachers and students need to adapt to the web-based e-learning learning model. The supporting factors for web-based E-learning are the availability of learning media and teaching materials. Another part, internet quotas and the inhibiting factors for web-based E-learning learning are limited time during the online assessment. Besides, the material delivered is too long to make students not focus. It can cause boredom, causing boredom., and a lack of student learning motivation.
Penerapan Kebijakan Sistem Zonasi serta Dampaknya terhadap Kesetaraan Hak Memperoleh Pendidikan
Ira Madiana;
Bagdawansyah Alqadri;
Lalu Sumardi;
Mohamad Mustari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.633
Penerapan kebijakan sistem zonasi menimbulkan permasalahan pada masyarakat. Pada umumnya masyarakat menginginkan sekolah berkualitas bagi anak-anaknya. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan asas pemerataan pendidikan dan dapat memberikan hak untuk semua kalangan. Kebijakan sistem zonasi ini jangka waktu yang panjang maka tidak ada lagi yang namanya sekolah favorit dan non favotit, karena bagi masyarakat Faktor utama dalam memilih sekolah ialah tingkat kefavoritan. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penererapan sistem zonasi di SMA Negeri 1 P, SMA Negeri 2 P, SMA Negeri 1 K. Sistem Zonasi masih mengikuti aturan permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah, afirmasi, prestasi, dan perpindahan domisili orang tua, namun jika jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah sama, maka seleksi pemenuhan kuota atau daya tampung terakhir menggunakan jalur afirmasi. Seharusnya kriteria kedua yang lebih relevan setelah jarak adalah prestasi siswa. Kriteria prestasi ini akan lebih bagus karena lebih menguntungkan sekolah. Dengan adanya sistem zonasi siswa lebih besar kemungkinannya untuk masuk SMA Negeri, kemudian dampak negatif dari sistem zonasi pembelajaran dikelas kurang efektif dan dampak postifnya yaitu zonasi tidak lagi memandang setatus sosial.
Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Minat Melanjutkan Studi Anak Pada Masyarakat Nelayan di Desa Seruni Mumbul Kabupaten Lombok Timur
Asmiati Asmiati;
Lalu Sumardi;
M. Ismail;
Bagdawansyah Alqadri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.645
Pendidikan merupakan hak fundamental setiap orang yang wajib dipenuhi sebagaimana amanat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea ke-empat bahwa tujuan Negara Indonesia adalah memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga dapat memberikan akses pendidikan yang sama bagi setiap warga negara agar terbentuknya sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi ilmu pengetahuan dan keterampilan. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor penyebab rendahnya minat melanjutkan studi anak pada masyarakat nelayan di Desa Seruni Mumbul dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa untuk mengatasi rendahnya minat melanjutkan studi anak pada masyarakat nelayan di Desa Seruni Mumbul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara tidak struktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab rendahnya minat melanjutkan studi anak pada masyarakat nelayan di Desa Seruni mumbul yaitu: (1) Faktor internal yang meliputi: a. rendahnya motivasi dan minat anak untuk bersekolah, b. ketidakmampuan anak mengikuti pelajaran; (2) Faktor eksternal yang meliputi: a. Kondisi sosial ekonomi: tingkat pendidikan orangtua, pekerjaan dan pendapatan orangtua, dan keterlibatan anak dalam pekerjaan; b. Lingkungan sekolah; c. Kondisi sosial budaya: lingkungan tempat tinggal, pernikahan muda. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Desa Seruni Mumbul untuk mengatasi rendahnya minat melanjutkan studi anak pada masyarakat nelayan berupa upaya pencegahan anak putus sekolah dan upaya pengelolaan anak yang sudah putus sekolah, meski demikian belum memberikan hasil yang maksimal.
Intaegrasi Nilai-nilai Antikorupsi dalam Pelaksanaan pembelajaran PPKn di SMP Negeri 8 Mataram
Lalu Habib;
Rispawati Rispawati;
Bagdawansyah Alqadri;
Lalu Sumardi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.836
Mengintegrasi nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn guna menumbuhkan karakter kejujuran dan tanggung jawab kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui model pengintegrasian nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn di SMPN 8 Mataran; 2) untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan integrasi nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn di SMPN 8 Mataram. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru yang mengajar mata pelajaran PPKn kelas VII. Informan dalam penelitian ini yaitu wakil kepala sekolah bagian kurikulum dan siswa kelas VII karena siswa yang merasakan pembelajaran dari guru tersebut. Teknik pengumpulan data yang dikenakan yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mempelihatkan bahwa: 1) model integrasi nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn di SMPN 8 Mataram sudah berjalan dengan baik mengenakan model pembelajaran saintifik berupa Discovery Learning, PBL dan PJBL. Hal ini dapat dibuktikan dari segi tahapan pembelajaran yakni perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran sudah mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi; 2) pelaksanaan integrasi nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn di SMPN 8 Mataram ini masih kurang berjalan maksimal karena masih belum dilakukan pada semua tahapan pembelajaran, melainkan hanya dilakukan pada bagian kegiatan pendahuluan dan kegiatan penutup pembelajaran saja. Dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan untuk mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ini yaitu Model Discovery Learning, PBL, dan PJBL yang kemudian pelaksanaannya hanya pada kegiatan pendahuluan dan kegiatan penutup pembelajaran saja.
Analisis Kebutuhan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dalam Pembelajaran PPKn
Muh. Ismail;
Muh. Zubair;
Bagdawansyah Alqadri;
Basariah Basariah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1027
Pelaksanaan pembelajaran dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan zaman. Saat ini perkembangan teknologi dan informasi sudah sangat pesat sehingga sangat memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi. Akan tetapi dalam prakteknya masih banyak terdapat proses pembelajaran PPKn yang belum didasarkan pada pemanfaatan teknologi dan informasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kebutuhan guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis TPACK tingkat SMA kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah guru MGMP PPKn kota Mataram. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik Focus Group Discussion (FGD) dan mengisi penilian diri. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman dengan tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% telah melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi. Dari data tersebut sebanyak 25% subyek telah melaksanakan pembelajaran PPKn dengan menggunakan pendekatan TPACK. Sebanyak 100% subyek menyatakan beberapa kebutuhan yang diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan TPACK adalah ketersediaan fasilitas seperti jaringan internet yang bisa diakses sampai ke kelas-kelas, ketersediaan computer yang bisa digunakan siswa, LCD untuk menampilkan materi di kelas, dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa masih terdapat beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi untuk dapat mewujudkan pembelajaran berbasis TPACK. Oleh sebab itu, pemenuhan kebutuhan untuk pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi itu difasilitasi oleh pihak sekolah maupun guru itu sendiri.
Civic Culture dalam Ritual Bebubus Batu Pada Masyarakat Suku Sasak
Nila Sari;
Muh. Zubair;
Sawaludin Sawaludin;
Bagdawansyah Alqadri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1b (2023): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v8i1b.1217
Kajian Civic Culture dalam Ritual Bebubus Batu pada masyarakat suku sasak dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya kepada para generasi muda untuk selalu menjaga dan melestarikan budaya ini agar para generasi selajutnya bisa menikmati budaya ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pelaksanaan Ritual Bebubus Batu di Desa Sapit; (2) Nilai-nilai yang terdapat dalam pelaksanaan Ritual Bebubus Batu sebagai Civic Culture di Desa Sapit. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Ritual Bebubus Batu terbagi menjadi tiga tahapan dalam proses pelaksanaannya yaitu tahap Persiapan, tahap Pelaksanaan dan tahap Penutup. Tahap Persiapan meliputi musyawarah dan penyiapan bahan dan alat ritual. Tahap pelaksanaan terdiri dari ngatong dulang (membawa sampak), nyampang (menaruh makanan di atas sampang), nyandang (menaruh makanan di dalam kampu). Tahap Penutup terdiri dari zikir, doa dan begibung (makan bersama). Nilai-nilai yang terdapat dalam Ritual Bebubus Batu sebagai Civic Culture di Desa Sapit yaitu nilai Demokratis, Religius, Gotong Royong, Kebersamaan, Tolong Menolong dan Cinta Damai, Disiplin dan Taat Aturan serta nilai Kebersihan.