Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Transformasi UMKM Desa Doplang melalui Koperasi Digital, Produk Wellness, IoT Smart Watering, dan Branding Wisata Novita, Mega; Senowarsito, Senowarsito; Hermana, Rifki; Sutomo, Sutomo
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat: In-Progress
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v6i2.5726

Abstract

Desa Doplang di Kabupaten Semarang memiliki potensi besar pada komoditas bunga sedap malam, namun pemanfaatannya selama ini terbatas pada produk hias dengan nilai ekonomi rendah. UMKM setempat menghadapi kendala inovasi produk, akses pasar, dan kelembagaan ekonomi yang lemah. Program pengabdian multi-tahun sebelumnya (2023–2024) telah menghasilkan pelatihan dasar dan diversifikasi produk awal, tetapi aspek keberlanjutan kelembagaan, penerapan teknologi hemat sumber daya, dan strategi branding desa wisata belum terwujud optimal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan transformasi UMKM Desa Doplang pada tahun 2025 sebagai puncak program pemberdayaan melalui penguatan koperasi digital, pengembangan produk wellness, dan inovasi IoT smart watering. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melibatkan UMKM, PKK, Karang Taruna, Pokdarwis, dan BumDes, melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya koperasi digital SIRATIH dengan anggota awal pelaku UMKM desa sebagai wadah distribusi dan transaksi kolektif, peluncuran tiga produk wellness baru (lilin aromaterapi, body butter, dan lulur) yang memperluas portofolio UMKM, serta implementasi prototipe IoT smart watering yang mampu mengurangi penggunaan air hingga sekitar 20% pada lahan uji coba. Selain itu, booklet promosi wisata Jendela Doplang diterbitkan untuk memperkuat citra desa sebagai destinasi wisata berbasis wellness. Program ini membuktikan bahwa integrasi kelembagaan digital, inovasi produk, dan penerapan teknologi tepat guna mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendorong keberlanjutan ekonomi lokal. Implikasi lebih luas dari program ini adalah perlunya dukungan lintas sektor untuk mempercepat sertifikasi produk dan replikasi model ke desa lain yang memiliki potensi serupa.
ANALYSIS OF HIGH SCHOOL STUDENTS’ CRITICAL AND COMPUTATIONAL THINKING SKILLS IN THERMOCHEMISTRY Wibowo, Aries Setyo; Patonah, Siti; Novita, Mega
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol 17, No 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpmipa.v17i1.104115

Abstract

Critical and computational thinking skills are two essential 21st-century competencies that are highly relevant in chemistry education, particularly in thermochemistry topics that require deep conceptual understanding and scientific reasoning. This study aims to provide an in-depth analysis of the profile of high school students’ critical and computational thinking skills in thermochemistry. A descriptive quantitative method was employed, involving 36 eleventh-grade students from SMAN 1 Kedungwuni. The instruments consisted of diagnostic tests based on Facione’s and Brennan & Resnick’s indicators, classroom observations, semi-structured interviews with teachers and students, and student perception questionnaires. The analysis revealed that students’ critical thinking skills were at a moderate level, with the highest score in interpretation (65.3%) and the lowest in evaluation (58.1%) and explanation (59.4%). Similarly, computational thinking skills were also in the moderate category, with the highest score in decomposition (63.2%) and the lowest in abstraction (57.3%). Observational and interview data indicated that learning was still dominated by conventional lecture methods with limited exploratory activities that promote higher-order thinking. However, students expressed strong motivation toward the use of more interactive learning media, such as websites or Android-based applications. In conclusion, these findings underscore the need for innovative, contextual, and technology-based learning media to enhance students’ critical and computational thinking skills and better align chemistry education with 21st-century learning demand.