Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

TATA KELOLA PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS BANK SAMPAH DI KOTA PADANG Dhandy Handana; Dewi Anggraini; Didi Rahmadi
Jurnal Suara Politik Vol 1, No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Desember 2022
Publisher : FISIPOL UM Sumbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsp.v1i2.3911

Abstract

Bank sampah adalah salah satu wadah yang dapat menyelesaikan permasalahan yang sedang masyarakat alami. Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengelolaan sampah pada sumbernya di tingkat masyarakat dengan pola insentif ekonomi. .Di Kota Padang Bank Sampah juga telah merubah pandangan masyarakat terhadap sampah. sampah yang awalnya dianggap hanya sebagai benda yang tidak berguna kini malah dikumpulkan oleh masyrakat untuk kemudian disetorkan kepada Bank Sampah yang berada dekat rumah mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tata kelola pengelolaan sampah berbasis Bank Sampah dan peran 3 aktor tata kelola dalam pengelolaan Bank Sampah di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Dalam menentukan informan penelitian, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan kearah yang positif, karena upaya- upaya yang dilakukan oleh pengelola Bank Sampah telah mampu merubah perilaku peduli lingkungan masyarakat dan juga 3 aktor tata kelola juga memberikan kontribusi dalam keberlangsungan program Bank Sampah di Kota Padang. Kata kunci: Bank Sampah, Tata Kelola
KETERLIBATAN BIROKRASI DALAM PENYUSUNAN KEBIJAKAN TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA PADANG Anggraini, Dewi; Islami, Syaifuddin
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Edisi 3 April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i3.2456

Abstract

Birokrasi merupakan suatu sistem hierarkis yang bertanggung jawab untuk menerapkan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dalam pembuatan kebijakan publik, birokrasi memiliki peran yang penting dalam memastikan implementasi kebijakan berjalan dengan baik. Di samping itu, birokrasi juga memiliki peran yang penting dalam melakukan pengawasan terhadap regulasi yang ada, menyediakan pelayanan publik, membantu dalam merencanakan dan menyusun anggaran pemerintah, serta memastikan konsistensi dalam pengambilan keputusan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan keterlibatan birokrasi dan sumber daya yang dimiliki oleh biorkrasi dalam merumuskan kebijakan tentang pengelolaan sampah di Kota Padang. Metode penelitian kualitatif dengan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan ada lima tahapan keterlibatan birokrasi dalam penyusunan kebijakan publik, yaitu tahapan inisisasi, perumusan naskah, tahapan pengajuan, tahapan implementasi dan tahapan komunikasi. Sementara itu, sumber daya yang dimiliki oleh birokrasi dalam mempengaruhi proses kebijakan publik adalah personifikasi negara, penguasaan informasi dan keahlian, pengambilan keputusan, dukungan politik, status sosial yang tinggi, dan kelembagaan yang cenderung stabil karena bersifat permanen. Kata Kunci: Birokrasi, Politik, Kebijakan Publik. 
FROM FORMALIZATION OF SHARIA TO ISLAMIC CONSERVATISM: THE POST REFORM OF ISLAMIC MOVEMENT PHENOMENA IN WEST SUMATERA Zulfadli Zulfadli; Dewi Anggraini; Mhd Fajri
Al-A'raf : Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ajpif.v17i1.2289

Abstract

This study tries to explain the phenomenon of strengthening of the Islamic conservatism movement, in post Reform of the West Sumatera political context. Soon after the enforcement of the Regional Autonomy Law, various Islamic movements in West Sumatra have massively emerged with various models and issues of the movement. Based on a qualitative approach, wherein the data is collected through in-depth interviews, observations and documentation related to various activities of the Islamic movement in West Sumatra, the results f this show that there has been shifting pattern of its movements; from initially oriented towards the efforts to formalize Islamic sharia, towards Islamic conservatism. The movements, where it's based on religion or custom, which previously were more oriented towards the enforcement of Islamic Sharia legal-formally, later tends to become more socio-cultural movement oriented towards strengthening political identity.
Fungsi Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi matera Barat dalam Pengelolaan Urusan Lingkungan Hidup Azzahra, Nadiva Salsabilla; Anggraini, Dewi; Zetra, Aidinil
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v10i1.518

Abstract

Decentralization implementation of environmental management in West Sumatra has not yet shown the role of local government in the framework of checks and balances. The urgency of environmental management issue listed in the West Sumatra Regional Government's Flagship Program requires supervision by Regional People's Representative Council (DPRD) through program formation, program budgeting, and program implementation on three supporting programs; Waste Management Program, Hazardous Waste Control Program, and The Environmental Education, Training and Counseling Program for the Community. This research uses qualitative method with case study approach, and uses Jimly Asshiddiqie's Five Aspects of Supervision in Legislative Power. The result shows that supervisory function in the management of environmental affairs is overall going well. However, the early stages of supervision; consideration of programs determination and budgeting are not so significant. Environmental Education, Training and Counseling Program for the Community is politically less optimal than the supervision of the Waste Management Program and the Hazardous and Toxic Waste Control Program. This is because DPRD is focusing more on entrusting ‘pokir’ in these programs.
POLA KEKERASAN DALAM KONFLIK SUMBER DAYA ALAM DI SUMATERA BARAT Anggraini, Dewi; Rahayu, Wewen Kusumi; Islami, Syaifuddin
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Edisi 3 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1780

Abstract

Natural resource conflicts, especially mining conflicts, are often accompanied by violence committed by the State in collaboration with capital owners. Mining conflicts that lead to violence occur in Indonesia. From KPA data in 2022, there are at least 212 natural resource conflicts in 34 provinces throughout Indonesia with a land area of 1 million hectares. These conflicts involve at least 346,000 affected families. In West Sumatra alone from data released by LBH Padang in 2021, there are around 5,966 hectares of conflict land in several districts, such as West Pasaman, Agam and South Solok. The West Sumatra Civil Society Coalition (KMSS) also recorded that throughout 2018 there were 20 cases of natural resource conflicts on 80,637 hectares of land. Where the forest and land sector contributed the largest number with 8 cases fighting over 49,407 hectares of land, followed by the mining and energy sector with 5 cases with 29,840 hectares of land and finally the conflict of the infrastructure development sector with 7 cases on an area of 1,900 hectares. Two dominant cases that have captured public attention lately are gold mining conflicts in Nagari Simpang Tonang, Pasaman Regency. The conflict occurred between the people of Nagari Simpang Tonang, Duo Koto District, Pasaman Regency and PT. Inexco Jaya Makmur (IJM). Another case of conflict occurred between communities in Salingka Gunung Talang consisting of several nagari in conflict with PT. Hitay Daya Energi in geothermal energy exploration for power plants which also involves the local government of Solok Regency. In both cases, the conflict caused 59 people to experience intimidation and even 54 of them experienced physical violence, some even processed through legal channels
Rent Seeking In The Illegal Gold Mining Business Network In West Sumatra Province (A Case Study Of Sijunjung And South Solok Regencies) Anggraini, Dewi; Fajri, Mhd; Islami, Syaifuddin
JOELS: Journal of Election and Leadership Vol. 4 No. 2 (2023): JOELS : Journal of Election and Leadership
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/joels.v4i2.15814

Abstract

Rent-seeking practices in illegal gold mining activities take the form of mutually beneficial collaborations between authorities and entrepreneurs/owners of capital. Various parties profit from these gold mining activities, including both mining groups and certain individuals within the ranks of officers, officials, and bureaucrats. This study aims to elucidate the causal factors and actors involved in illegal gold mining activities in the Sijunjung and South Solok Regencies. The theory employed for this study is the rent-seeking theory. The research methodology employs a qualitative case study approach with informants selected through purposive sampling. Data collection is conducted through interviews, observations, and documentation. The research findings indicate several causal factors contributing to rent-seeking. Firstly, there exists an interplay of interests between local governments and mining entrepreneurs. Secondly, there are instances of officers or bureaucrats who provide support for illegal mining activities. Typically, these mining operators pay a certain amount to these individuals to secure their mining equipment's ingress and egress. Additionally, a number of officers, bureaucrats, and even legislative personnel possess equipment for illegal gold mining. Thirdly, the lack of oversight by local governments over illegal gold mining activities is a contributing factor. In the practice of rent-seeking within the mining sector, corporations/entrepreneurs/capital owners, government officials, law enforcement authorities, and landowners are all involved
Analisis Pengelolaan Anggaran Pokok-pokok Pikiran (POKIR) Aanggota DPRD Kota Padang Osman Ayub Tahun 2020-2024 Fahigo Azpriwidio Pernanda; Aidinil Zetra; Dewi Anggraini
KIPS - Jurnal Kajian Islam Politik dan Sosial Vol. 1 No. 2 (2025): KIPS - Jurnal Kajian Islam Politik dan Sosial
Publisher : KIPS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD merupakan salah satu hal menarik jika membahas DPRD dan anggaran. DPRD yang merupakan lembaga legislatif yang mengawasi tugaseksekutif memiliki alokasi anggaran didalam APBD berupa Pokok- Pokok Pikiran. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengelolaan Pokir DPRD Kota Padang OsmanAyub berdasarkan siklus anggaran dan prinsip pengelolaan keuangan daerah menurut Mardiasmo dan Mashun, Dkk, serta melihat dampak elektoral politik terhadap Osman Ayub Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Hasil penelitian ini adalah Osman Ayub selaku anggota DPRD Kota Padang telah melaksanakan siklus anggaran yang sesuai dengan peraturan perundang- undangan, Osman Ayub melakukan perencanaan melakukan Reses untuk menyampaikan dan menyerap aspirasi dari konstituennya. Dan untuk pelaksanaan Pokok-Pokok Pikiran yang dimiliki langsung di eksekusi oleh pihak eksekutif atau pemerintah daerah melalui dinas terkait. Penerapan prinsip keuangan daerah peneliti melihat bahwa semua pokok-pokok pikiran Osman Ayub telah dilalui dengan SOP yang ditetapkan peraturan perundang-undangan. Selain itu hal menarik adalah kenaikan suara Osman Ayub pada Pemilu 2024 yang membuat Osman Ayub menjadi anggota DPRD ke-4 kalinya. Hal tersebut sangat berkaitan dengan alokasi Pokok-Pokok Pikiran yang Osman Ayub miliki dikarenakan hal tersebut adalah praktek Pork Barrel Politics yang dimiliki oleh setiap DPRD yang direalisasikan oleh APBD.
Analisis Pengelolaan Anggaran Pokok-pokok Pikiran (POKIR) Aanggota DPRD Kota Padang Osman Ayub Tahun 2020-2024 Fahigo Azpriwidio Pernanda; Aidinil Zetra; Dewi Anggraini
KIPS - Jurnal Kajian Islam Politik dan Sosial Vol. 1 No. 2 (2025): KIPS - Jurnal Kajian Islam Politik dan Sosial
Publisher : KIPS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65980/journalkips.v1i2.68

Abstract

Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD merupakan salah satu hal menarik jika membahas DPRD dan anggaran. DPRD yang merupakan lembaga legislatif yang mengawasi tugaseksekutif memiliki alokasi anggaran didalam APBD berupa Pokok- Pokok Pikiran. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengelolaan Pokir DPRD Kota Padang OsmanAyub berdasarkan siklus anggaran dan prinsip pengelolaan keuangan daerah menurut Mardiasmo dan Mashun, Dkk, serta melihat dampak elektoral politik terhadap Osman Ayub Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Hasil penelitian ini adalah Osman Ayub selaku anggota DPRD Kota Padang telah melaksanakan siklus anggaran yang sesuai dengan peraturan perundang- undangan, Osman Ayub melakukan perencanaan melakukan Reses untuk menyampaikan dan menyerap aspirasi dari konstituennya. Dan untuk pelaksanaan Pokok-Pokok Pikiran yang dimiliki langsung di eksekusi oleh pihak eksekutif atau pemerintah daerah melalui dinas terkait. Penerapan prinsip keuangan daerah peneliti melihat bahwa semua pokok-pokok pikiran Osman Ayub telah dilalui dengan SOP yang ditetapkan peraturan perundang-undangan. Selain itu hal menarik adalah kenaikan suara Osman Ayub pada Pemilu 2024 yang membuat Osman Ayub menjadi anggota DPRD ke-4 kalinya. Hal tersebut sangat berkaitan dengan alokasi Pokok-Pokok Pikiran yang Osman Ayub miliki dikarenakan hal tersebut adalah praktek Pork Barrel Politics yang dimiliki oleh setiap DPRD yang direalisasikan oleh APBD.