Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Edumom TB Care dalam pencegahan TB Paru pada balita di Kabupaten Banjar Laily Khairiyati; Lenie Marlinae; Ani Kipatul Hidayah; Anugrah Nur Rahmat; Husaini Husaini; Agung Biworo; Syamsul Arifin; Anis Kamila Saleha; Dewi Kusuma Wulandari; Youlanda Eka Widiono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34227

Abstract

AbstrakTuberkulosis paru pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan tren kasus yang terus meningkat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Martapura 2, Kabupaten Banjar. Di Kabupaten Banjar, kasus TB balita meningkat sekitar 197% dalam dua tahun terakhir, dari 43 kasus pada tahun 2022 menjadi 128 kasus pada tahun 2024. Kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak ibu yang belum memahami tuberkulosis pada anaknya, sehingga deteksi dini dan kepatuhan pengobatan belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan penularan TB, kepatuhan pengobatan, dan upaya menjaga lingkungan rumah yang sehat. Sasaran kegiatan adalah 21 ibu dengan balita penderita TB paru yang dipilih secara purposive. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2025 melalui metode home visit dengan media leaflet edukasi. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan penyuluhan interaktif menggunakan leaflet, dan diakhiri dengan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 77,14 pada pre-test menjadi 88,57 pada post-test (kenaikan 14,82%). Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan dengan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan responden. Kata kunci: tuberkulosis balita; edukasi kesehatan; Ibu; home visit; leaflet AbstractTuberculosis (TB) in infants remains a public health issue with a continuing upward trend in cases, including in the working area of the Martapura 2 Community Health Center, Banjar Regency. The role of mothers is crucial in the prevention and successful treatment of infant TB, so family-based health education is needed. This community service activity aims to enhance mothers' knowledge about preventing TB transmission, treatment adherence, and maintaining a healthy home environment. The target audience consists of 21 mothers with infants diagnosed with pulmonary TB, selected through purposive sampling. The activity was conducted in July 2025 using the home visit method with educational leaflets as the medium. The implementation stages included preparation, implementation, and evaluation. Education began with a pre-test, followed by interactive counseling using leaflets, and concluded with a post-test. The results showed that the average knowledge score increased from 77.14 in the pre-test to 88.57 in the post-test (an increase of 14.82%). The Wilcoxon Signed-Rank Test yielded a p-value of 0.0001, indicating a significant difference. These results indicate that the educational session using the leaflet was effective in improving the respondents' knowledge. Keywords: tuberculosis in infants; health education; mother; home visits; leaflets
Implementasi Kebijakan Intervensi Program Corporate Social Responsibility PT. Adaro Indonesia dalam Penurunan Stunting di Kabupaten Balangan Mami Susanti; Syamsul Arifin; Izaak Zoelkarnain; Adi Nugroho; Meitria Syahadatina Noor
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32315

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia dibawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK). Melalui program CSR dapat menjadi salah satu upaya pendukung dari pihak swasta untuk mengejar target percepatan penurunan prevalensi stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi kebijakan intervensi program CSR PT. Adaro Indonesia dalam penurunan stunting di Kabupaten Balangan Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn dengan pengembanagn teori Edwar III dengan rancangan studi kasus. Informan penelitian ini berjumlah 15 orang. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. eknik analisa data yang penulis gunakan adalah model Miles dan Huberman yaitu; reduksi, analisa data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian terdiri dari; 1) Bentuk implementasi tercantum dalam Term Sheet Kegiatan; 2) Implementasi dari aspek standar dan tujuan sudah sesuai dan berjalan optimal; 3) Implementasi program dari aspek karakteristik organisasi masih ditemukan ketidak optimalan dalam menjalankan upaya percepatan penurunan stunting; 4) Implementasi program dari aspek sumber daya sudah sesuai dan berjalan optimal; 5) Implementasi program CSR PT. Adaro Indoensia dalam penurunan stutning di Kabupaten Balangan dari aspek komunikas masih ditemuakan kendala atau hambatan; 6) Implementasi program dari aspek sikap pelaksana telah sesuai dan berjalan optimal; 7) Implementasi program dari aspek lingkungan sosial, ekonomi dan politik telah sesuai dan berjalan optimal.
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Petugas Kesehatan Serta Persepsi Keparahan Penyakit Dengan Kepatuhan Skrining Kontak Erat Tuberkolosis Ismianti Tadjeje; Syamsul Arifin; Adi Nugroho; Zairin Noor; Lenie Marlinae
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32384

Abstract

Masalah mendasar yang mengakibatkan semakin tingginya kasus TB yaitu angka penemuan kasus TB yang masih rendah. Rendahnya angka kasus TB di kabupaten Balangan disebabkan antara lain karena rendahnya skrining pada kontak erat TB dari tahun 2022, dimana dari 2700 target Investigasi Kontak terdapat 101 Investigasi kontak yang mendapatkan skringin kontak erat TB. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga, petugas kesehatan dan persepsi keparahan penyakit dengan kepatuhan skrining kontak erat tuberkolosis di wilayah kerja UPTD Puskesmas Paringin Selatan dan Puskesmas Lampihong. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Subjek penelitian terdiri dari 70 orang kontak erat tuberkolosis di wilayah kerja UPTD Puskesmas Paringin Selatan dan Puskesmas Lampihong dengan menggunakan perhitungan sampel rumus slovin. Analisis data uji chi square dan uji regresi logistik berganda. Hasil analisis dengan chi square menunjukkan nilai p variabel dukungan keluarga (p= 0,000), dukungan petugas kesehatan (p=0,002), dan persepsi keparahan penyakit (p= 0,000). Variabel persepsi keparahan penyakit paling berhubungan dengan kontak erat tuberkolosis (Exp(B)= 25,013. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan keluarga, petugas kesehatan dan persepsi keparahan penyakit dengan kepatuhan skrining kontak erat tuberkolosis di wilayah kerja UPTD Puskesmas Paringin Selatan dan Puskesmas Lampihong Kabupaten Balangan. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan skrining kontak erat TB adalah persepsi keparahan penyakit.