Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search
Journal : Sintesis

SANG KRISTUS DALAM PUISI INDONESIA MODERN Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v10i1.162

Abstract

SAIndonesia is a country with Muslims majority population in this world. Before 1970, Teeuw notedthat the figure of Christ was not known publically for Indonesians. However, after 1970, I observethat the image of The Christ get more common for Indonesian, as it was shown at the works ofliterature. In this paper, I show that the Christ was experienced by at least 10 Indonesian poets on25 poetries. They are not only Christians but also Muslims. On their works, we will learn 5 dominantthemes, i.e: 1) Christ as the Savior of all human; 2) Christ belongs to a certain community; 3).Christ makes the sinners repentance; 4) People doubt of Christ holiness; and 5) Christ is a cruelJudge.
PEMAKNAAN BELENGGU DENGAN TEORI DAN METODE SEMIOTIK Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v6i2.2704

Abstract

Tulisan ini bertujuan melakukan pemaknaan Belenggu dengan teori dan metode semiotik yang beranjak dari asumsi dasar bahwa bahasa sastra memiliki konvensi tambahan sehingga sastra memiliki meaning of meaning . Kajian dan pemaknan tersebut dibatasi pada pembacaan heuristik, penafsiran terhadap jenis-jenis tanda yang meliputi ikon, indeks, dan simbol-simbol dominan yang memiliki satuan makna, serta eksplisitasi matriks, model, dan varian-varian.Pemaknaan roman Belenggu dengan teori dan metode semiotik ini membuka peluang bagi pembaca untuk menafsirkan roman tersebut pada tataran bahasa dan sastra, serta melakukan konkretisasi terhadap ruang kosong (the empty spaces) yang tidak diungkapkan secara eksplisit dalam teks. Tema masa lampau yang menjauh dan masa depan yang belum pasti yang menjadi inti roman Belenggu merupakan hasil konkretiasi terhadap ruang kosong dalam teks.KATA KUNCI semiotik, heuristik, matriks, model
KEPAHLAWANAN TOKOH KARNA DALAM NOVEL MAHABHARATA KARYA NYOMAN S. PENDIT: KAJIAN SEMIOTIKA TEEUW Patricius Sulistya Eka Apira Yogayudha; Fransisca Tjandrasih Adji; Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i2.5064

Abstract

Karna, salah satu tokoh dalam novel Mahabharata karya Nyoman S. Pendit—novel adaptasi dari Epos Mahabharata. Mengingat bahwa Karna merupakan salah satu tokoh dalam karya sastra, penulis ingin mengetahui kepahlawanan tokoh Karna dengan kerangka berpikir Semiotika Teeuw. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai kode-kode bahasa, sastra, dan budaya pada tokoh Karna dalam novel dengan maksud menemukan makna terdalam dari tokoh Karna. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa perjalanan hidup dan kepahlawanan Karna adalah ajaran hidup manusia yang melaksanakan dharmanya di dunia.Dari ketiga hasil analisis kode-kode tersebut, ditemukan bahwa kepahlawanan Karna tidak hanya terletak dari kesetiaannya pada Kaurawa, melainkan pula perjalanan hidupnya dari lahir, kebenciannya terhadap Pandawa, kutukan yang ia dapatkan, hingga pada akhirnya bersatu dengan Pandawa di Surgaloka bahwa hidupnya merupakan pahlawan bagi yang melaksanakan dharma. Perjalanan hidup Karna yang melaksanakan dharma dapat menjadi bahan pembelajaran bagi manusia untuk hidup pada jalan dharma.
Eksploitasi Alam dalam Novel Si Anak Pemberani Karya Tere Liye: Kajian Ekokritik Stevanny Yosicha Putri; Susilawati Endah Peni Adji; Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v17i1.5158

Abstract

Penelitian ini membahas tentang eksploitasi alam yang terdapat di dalam novel Si Anak Pemberani karya Tere Liye. Tujuan penelitian ini adalah, (1) mendeskripsikan faktor penyebab perilaku eksploitasi alam, (2) mendeskripsikan dampak eksploitasi alam, dan (3) mendeskripsikan perlawanan para tokoh terhadap tindakan eksploitasi alam. Penelitian ini menggunakan teori ekokritik yang terdiri dari dua model kajian, yaitu model kajian etika lingkungan dan model kajian sastra apokaliptik. Model kajian etika lingkungan digunakan untuk menganalisis faktor penyebab serta dampak dari eksploitasi alam dan model kajian sastra apokaliptik untuk menganalisis perlawanan beberapa tokoh terhadap eksploitasi alam dalam novel Si Anak Pemberani karya Tere Liye.  Hasil analisis penelitian ini diklasifikasikan menjadi tiga, sebagai berikut. (1) Terdapat dua faktor utama penyebab eksploitasi alam dalam novel ini yaitu ekonomi dan kekuasaan. Faktor tersebut telah melanggar enam prinsip moral terhadap kearifan lingkungan. (2) Dampak eksploitasi alam yang terdapat dalam novel ini adalah pencemaran dan kerusakan ekosistem alam, terganggunya mata pencaharian penduduk, dan adanya penindasan secara mental serta fisik. (3) Terdapat perlawanan para tokoh terhadap tindakan eksploitasi alam
Makna dan fungsi mantra dalam upacara adat nyadran Desa Pundungsari, Semin, Gunung Kidul: Kajian tradisi lisan Damayanti, Fira Nur Vianingtias; Adji, Fransisca Tjandrasih; Taum, Yoseph Yapi
Sintesis Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v18i1.6079

Abstract

Penelitian ini membahas makna dan fungsi mantra dalam upacara Nyadran Desa Pundungsari, Semin, Gunung Kidul: Kajian Tradisi Lisan. Studi ini memiliki tiga tujuan yaitumenjelaskan asal mula upacara adat nyadran di Desa Pundungsari, Semin, Gunung Kidul, mendeskripsikan makna mantra dalam prosesi nyadran di Desa Pundungsari, Semin, Gunung Kidul, Memaparkan fungsi mantra dalam upacara nyadran. Landasan tori yang digunakan sebagai landasan referensi adalah tradisi lisan (folklore) dan teori fungaionalism. Penelitian ini menggunakan empat teknik pengumpulan data yaitu, teknik pengamatan, teknik wawancara, teknik kepustakaan, dan teknik dokumentasi. Data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk formal dan informal.Hasil penelitian ini menunjukan adanya cerita tentang dua keturunan darah biru yaitu, GRM Sumadi dan GRAy Sudarminah melatarbelakangi upacara Nyadran untuk memperingati ditemukannya keturunan darah biru yang bersemayam di Desa Pundungsari dan  juga sebagai bentuk ucap syukur brayat yang doanya telah terkabul atau bentuk penyampaian nazar, makna mantra yang digunakan dalam upacara nyadran merujuk pada pertanian di desa Pundungsari, Semin, Gunung Kidul dan nazar yang dilahirkan oleh brayat dari luar Pundungsari. Selain itu, ditemukan pula makna yang terkandung dalam ubarampe yang digunakan sebagai syarat pelafalan mantra dan simbol dari harapan masyarakat yang ada di desa Pundungsari, ditemukan empat fungsi mantra yakni, fungsi religius yang merujuk pada bentuk ucap syukur atas terkabulnya nazar atau harapan setiap brayat yang hadir, fungsi sosial budaya merujuk pada gotong-royong masyarakat desa Pundungsari dan seluruh brayat, fungsi ekonomi merujuk pada hasil tani yang dihasilkan, dan fungsi estetika merujuk pada metafora atau makna yang terkandung dalam mantra.
Motif dalam cerita rakyat bandit sosial: Studi perbandingan cerita rakyat "Si Pitung", "Si Jampang", dan "Robin Hood" dalam perspektif mazhab Finlandia Sugestian, Laetitia; Taum, Yoseph Yapi
Sintesis Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v18i2.8052

Abstract

Fenomena perampokan untuk membantu rakyat kecil merupakan suatu fenomena yang universal sehingga kisah tentang perampok yang merampok untuk membantu rakyat kecil (bandit sosial) tidak hanya ditemui di satu daerah. Buktinya, bangsa Inggris memiliki kisah "Robin Hood" dan masyarakat Betawi memiliki kisah "Si Jampang" serta "Si Pitung". Penelitian ini bertujuan untuk meneliti persamaan dan perbedaan kisah "Robin Hood", "Si Jampang", serta "Si Pitung" untuk melihat sejauh mana persamaan ketiga cerita rakyat tersebut. Untuk meneliti persamaan dan perbedaan ketiga cerita rakyat tersebut, teori historis komparatif yang dikembangkan oleh Mazhab Finlandia digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga cerita rakyat itu memiliki tiga persamaan dan dua perbedaan. Di samping itu, pasangan cerita rakyat "Si Pitung" dan "Si Jampang" serta "Si Pitung" dan "Robin Hood" memiliki satu persamaan masing-masing. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ketiga cerita rakyat tersebut memiliki lebih banyak persamaan dibanding perbedaan.
SANG KRISTUS DALAM PUISI INDONESIA MODERN Taum, Yoseph Yapi
Sintesis Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v10i1.14279

Abstract

Indonesia is a country with Muslims majority population in this world. Before 1970, Teeuw noted that the figure of Christ was not known publically for Indonesians. However, after 1970, I observe that the image of The Christ get more common for Indonesian, as it was shown at the works of literature. In this paper, I show that the Christ was experienced by at least 10 Indonesian poets on 25 poetries. They are not only Christians but also Muslims. On their works, we will learn 5 dominant themes, i.e: 1) Christ as the Savior of all human; 2) Christ belongs to a certain community; 3).Christ makes the sinners repentance; 4) People doubt of Christ holiness; and 5) Christ is a cruel Judge.
KONSEP-KONSEP REALISME SOSIALIS DALAM DUA NASKAH DRAMA KARYA UTUY TATANG SONTANI: PERSPEKTIF SOSIOLOGI GEORG LUKACS Nora, Michael Yuan; Taum, Yoseph Yapi; Adji, Susilawati Endah Peni
Sintesis Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i1.4481

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep-konsep Realisme Sosialis dua naskah drama karya Utuy T. Sontani menggunakan perspektif sosiologi Georg Lukacs. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan, pendekatan objektif untuk mengkaji struktur karya sastra yang berupa alur dan tokoh-penokohan dan pendekatan memetik menggunakan teori realisme sosialis Georg Lukacs untuk mengkaji konsep-konsep realisme sosialis yang terkandung dalam dua naskah drama. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif-analisis. Metode penyajian data yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif. Lukacs membagi realisme sosialis menjadi tiga konsep, konsep realitas objektif, refleksi artistic atas realitas, dan ungkapan kritis emansipatoris. Hasil analisis kedua naskah drama ditemukan   persamaan konsep Realitas Objektif yaitu, nasib tragis orang miskin. Persamaan konsep Refleksi Kritis Atas Realitas yaitu, realita masyrakat yang masih terbelenggu kemiskinan dan kelas sosial. Sementara persamaan konsep Ungkapan Kritis Emansipatoris yaitu, adanya upaya atau gerakan pembebasan yang dilakukan kedua perempuan tokoh utama (Ani dan Mira) dari belenggu yang akhirnya mereka sadari.    
REKONSTRUKSI NILAI-NILAI BUDAYA SEBAGAI BASIS STRATEGIS PENGEMBANGAN PARIWISATA FLORES Taum, Yoseph Yapi
Sintesis Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i1.3953

Abstract

Perkembangan pariwisata Pulau Flores kini tengah memasuki sebuah fase baru dengan ditetapkannya Perpres Nomor 32 Tahun 2018 tentang Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Pariwisata Labuan Bajo. Kajian-kajian akademis maupun berbagai peraturan pemerintah telah menawarkan strategi pengembangan pariwisata Flores. Studi ini bermaksud melakukan sebuah rekonstruksi ulang terhadap nilai-nilai budaya yang dapat digunakan sebagai basis strategis dan peta paradigma pengembangan pariwisata Flores. Inventarisasi dan identifikasi objek-objek wisata budaya Flores memperlihatkan nilai-nilai mentifact, sociofact, dan artifact yang sangat khas, unik, dan menarik minat wasatawan. Pendekatan dan pengembangan nilai-nilai budaya lokal ini perlu diselaraskan dengan tahapan-tahapan strategis perkembangan pariwisata Flores agar memberikan dampak yang positif bagi komunitas-komunitas masyarakat Flores.