Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengembangan LKPD Interaktif Berbasis Swishmax Materi Narasi Kelas V SD Elsa Dwi Kautama; Sutansi Sutansi; Elsa Dwi Kautama; Sutansi Sutansi; Ferril Irham Muzaki
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i12023p30-38

Abstract

Abstract: This study aims to develop interactive worksheets based on Swishmax class V narrative materials that are suitable for use as teaching materials for Indonesian language content. This research is a Research and Development research that uses the ADDIE development model. The techniques used for data collection in the study were interviews, questionnaires, and documentation. The feasibility of the product can be seen from the validation results by material experts, media experts, and teachers and students as users. Material and media validation each obtained 91.67 percent results with a very valid category. While the user practicality test obtained 97.92 percent results in the very practical category. And very interesting with 100 percent results obtained from the attractiveness test by students. So it can be concluded that the LKPD based on Swishmax class V narrative material is feasible to use without revision in the implementation of learning. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD interaktif berbasis Swishmax materi narasi kelas V yang layak digunakan sebagai bahan ajar muatan Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development yang menggunakan model pengembangan ADDIE. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian adalah wawancara, angket, dan dokumentasi. Kelayakan produk dapat diketahui dari hasil validasi oleh ahli materi, ahli media, dan guru serta peserta didik sebagai pengguna. Validasi materi dan media masing-masing memperoleh hasil 91,67 persen dengan kategori sangat valid. Sedangkan uji kepraktisan pengguna memperoleh hasil 97,92 persen dengan kategori sangat praktis. Dan sangat menarik dengan hasil 100 persen diperoleh dari uji kemenarikan oleh peserta didik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis Swishmax materi narasi kelas V layak digunakan tanpa revisi dalam pelaksanaan pembelajaran.
Pelatihan Aplikasi Lecture Maker Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Multi Interaktif bagi Guru Sekolah Dasar Sukamti Sukamti; Esti Untari; Sutansi Sutansi
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v3i12020p48-53

Abstract

Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan tentang penggunaan aplikasi Lecture Maker sebagai alternatif bagi guru Sekolah Dasar dalam membuat media pembelajaran. Kelompok Sasaran dalam kegiatan pelatihan ini guru Sekolah Dasar di Kota Blitar dengan jumlah 20 peserta. Kegiatan dilakukan di Laboratorium Komputer PP3 Universitas Negeri Malang di Kota Blitar. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini ceramah, diskusi, peer teaching dan peer review. Hasil kegiatan pengabdian meningkatkan kemampuan guru Sekolah Dasar dalam membuat media pembelajaran berbasis IT, yang ditunjukkan dengan peningkatan hasil post test sebesar 26%.
Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Publikasi Ilmiah Berbasis Karakter untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Sekolah Dasar M. Zainuddin; Sutansi Sutansi; Puri Selfi Cholifah; Mohamad Fatih; Achmad Ryan Fauzi
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v3i22020p95-101

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat ini ditujukan kepada guru-guru SD di Blitar karya ilmiah berupa PTK dan publikasi ilmiah sebagai syarat peningkatan Raya khususnyaSDI Garum (Mitra 1) dan MI Hidayatullah (Mitra 2), dimana keduanya mengalami kegagalan dalam mengajukan profesi (jabatan) guru. Pelaksanaan bimbingan terbagi menjadi dua sesi. Tahapan kemitraan yang dilakukan untuk Mitra I yaitu: (1) melakukan pelatihan terkait urgensi, komponen, dan kiat-kiat penyusunan PTK, (2) memberikan penugasan dan pendampingan penyusunan PTK, dan (3) pendampingan dalam melakukan seminar hasil PTK. Sedangkan tahapan kemitraan yang dilakukan untuk Mitra II yaitu: (1) melakukan pelatihan terkait urgensi dan kiat dalam melakukan publikasi ilmiah, (2) pendampingan penyusunan artikel ilmiah, dan (3) pendampingan dalam melakukan publikasi di jurnal ilmiah. Pengabdian telah dilaksankan dengan lancar selama 3 hari.Hari pertama pemberian materi (tatap muka), hari kedua dan ketiga merupakan penugasan. Pada penugasan ini, peserta telah menghasilkan produk yang diharapkan.Dengan demikian dapta diambil suatu kesimpulan bahwa pelaksanan pengabdian ini telah berhasil meningkatkan kemampuan guru dalam menulis karya ilmiah.Sehingga denagn bekal yang telah dimiliki ini dapat meningkatkan kompetensi professional guru-guru.