Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH POSISI MENERAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM IBU BERSALIN DI KLINIK PRATAMA MASROHANI PULUNGAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELISERDANG TAHUN 2025 Marlina Simbolon; Plora Novita Sinaga; Emma Dosriamaya Noni; Eka Purnama Sari; Rismalia Tarigan; Ninsah Mandala Putri; Khairunisa Situmorang
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i4.3574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi meneran dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin di Klinik Pratama Masrohani Pulungan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin normal selama periode penelitian dengan teknik total sampling sebanyak 38 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar checklist untuk mencatat posisi meneran (litotomi/telentang, setengah duduk, miring, jongkok) dan kejadian ruptur perineum. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu bersalin yang meneran dengan posisi litotomi/telentang lebih banyak mengalami ruptur perineum dibandingkan dengan ibu yang meneran dengan posisi setengah duduk atau posisi lainnya yang lebih fisiologis, serta terdapat hubungan yang signifikan antara posisi meneran dengan kejadian ruptur perineum (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara posisi meneran dengan kejadian ruptur perineum, sehingga penerapan posisi meneran yang tepat pada kala II persalinan dapat menjadi upaya untuk menurunkan risiko terjadinya ruptur perineum pada ibu bersalin.
EDUKASI TEKNIK DAN OPTIMALISASI POSISI MENERAN UNTUK MEMINIMALISIR RISIKO RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI KLINIK PRATAMA MASROHANI PULUNGAN Marlina Simbolon; Ika Damayanti; Rismalia Tarigan; Nopalina Damanik Damanik; Parningotan Simanjuntak; Astaria Ginting; Islamia Hayati
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i1.3576

Abstract

Latar Belakang: Ruptur perineum merupakan salah satu komplikasi persalinan yang sering terjadi dan dapat berdampak pada kesehatan fisik serta psikologis ibu pascasalin. Salah satu faktor kunci pencegahan robekan jalan lahir adalah penggunaan posisi meneran yang ergonomis. Berdasarkan penelitian di Klinik Pratama Masrohani Pulungan tahun 2025, masih ditemukan tingginya angka kejadian ruptur perineum yang berkaitan dengan dominasi penggunaan posisi telentang. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil mengenai variasi posisi meneran guna meminimalisir risiko ruptur perineum. Metode: Sasaran pengabdian adalah ibu hamil trimester III (n=20). Metode yang digunakan meliputi edukasi dengan media lembar balik serta demonstrasi langsung menggunakan alat peraga panggul dan simulasi posisi (miring kiri dan setengah duduk). Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta lembar observasi keterampilan. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan kategori baik, dari 15% menjadi 85% setelah intervensi. Selain itu, 95% peserta mampu mendemonstrasikan posisi meneran yang benar selama sesi simulasi. Kesimpulan: Edukasi berbasis demonstrasi efektif dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil untuk menghadapi persalinan yang aman dan minim trauma. Pihak klinik diharapkan dapat mengintegrasikan materi ini ke dalam asuhan antenatal rutin.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Difteri Pada Anak Usia 1-5 Tahun Menggunakan Media Leaflet Di Puskesmas Tuntungan Kecamatan Medan Tuntungan Provinsi Sumatra Utara Tahun 2026 Ome Bancin; Marlina Simbolon; Marliani Marliani; Masdian Zega; Senna Warita Saragih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61727

Abstract

Difteri merupakan penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi, namun masih menjadi masalah kesehatan karena rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya ibu yang memiliki anak usia 1–5 tahun. Kurangnya pemahaman mengenai gejala, penularan, dan pencegahan difteri dapat meningkatkan risiko terjadinya kasus pada anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang efektif, salah satunya melalui media leaflet yang bersifat informatif, ringkas, dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan difteri pada anak usia 1–5 tahun di Puskesmas Tuntungan Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tuntungan sebanyak 50 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pemberian edukasi melalui media leaflet. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi. Nilai rata-rata pengetahuan sebelum intervensi sebesar 57,40 dan meningkat menjadi 83,20 setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi menggunakan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan difteri pada anak. Dengan demikian, edukasi kesehatan melalui media leaflet direkomendasikan sebagai salah satu media promosi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di pelayanan kesehatan primer.