Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KEPATUHAN PEMASANGAN RUMPON TERHADAP PERATURAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DI PELABUHANRATU Ricky Dameanus Sembiring Depari; Darmawan Darmawan; Thomas Nugroho
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2913.114 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.1-12

Abstract

The use of FADs can help fishermen reduce fuel consumption, speed up fishing location, shorten days of operation, and reduce operating costs. However, negative impacts also arise such as conflicts with other fishermen and the potential for overfishing. The Ministry of Maritime Affairs and Fisheries has issued regulations regarding the use of FADs to prevent those negative impacts. The regulation will be successful if it is implemented and obeyed by the fishermen who are the purpose of the regulation. However, it is currently unknown whether the fishermen in Pelabuhanratu know, understand and comply with these regulations. Therefore, this study aims to find out the level of compliance of Pelabuhanratu fishermen with formal rules from the government and informal rules among themselves. The research was conducted through interviews with capital owners, captains, and crew members. It was conducted from August to October 2017. Analysis of the results of the interviews was carried out descriptively and equipped with Likert analysis. The results show that the capital owners know and understand the existing regulations but do not comply with them. The captain and crew carry out their own social ethics among themselves to respect each other's FADs, sanctions for transgression/theft and responsibilities towards their FADs, but do not pay attention to any formal regulations from the government.
Socialization of Regulations for Migrant Fishing Vessel Crew Protection to Palabuhanratu West Java Fisherman Retno Muninggar; Akhmad Solihin; Julia Eka Astarini; Dahri Iskandar; Mustaruddin Mustaruddin; Thomas Nugroho
Eumpang Breuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): EUMPANG BREUH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/ebjpm.v2i1.7739

Abstract

The difficulty with capture fisheries operations is the lack of protection against the crew of fishing vessels, particularly those who work on foreign fishing ships. Uncertainty regarding compensation and working hours, the amount of unprocedural recruitments, a lack of proper pre-ship training, and other abuses of migrant rights are all common issues for migrant fisherman. Several fishermen from Palabuhanratu, West Java, who worked as crew members on migrant fishing vessels were unfamiliar with the different rules governing their rights and responsibilities while aboard foreign ships. To accomplish so, the regulations governing the protection of migrant fishing vessels must socialized. Keywords: migrant fishing vessel crew,Palabuhanratu, labor protection for migrant workers, fisherman
PENGUKURAN KEMAJUAN PELABUHAN PERIKANAN DI INDONESIA Nugroho, Thomas; Mulyono, Mulyono; Lubis, Ernani; Damanhuri, Didin S.
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.173-186

Abstract

Keberadaan pelabuhan perikanan diharapkan dapat mendukung sistem logistik ikan nasional yaitu mulai dari produksi, penyimpanan, dan distribusi sehingga dapat mengendalikan harga ikan dan memenuhi kebutuhan bahan baku industri pengolahan dan konsumsi ikan di dalam negeri. Namun dalam pengembangannya, keberadaan pelabuhan perikanan di Indonesia belum menjadi daya tarik sebagai tempat pendaratan ikan hasil tangkapan karena akses pasar yang terbatas, sehingga produksi ikan yang didaratkan dan dijual di pelabuhan perikanan lebih rendah dari yang di luar pelabuhan perikanan. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif menggunakan indeks produksi dan nilai produksi ikan, konsentrasi produksi, pangsa ekspor dan shift share analisis, dan indeks produktivitas. Tujuan penelitian adalah mengukur kemajuan pelabuhan perikanan secara makro. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah produksi dan nilai produksi ikan yang didaratkan fuktuasi. Hal ini menunjukkan ketidakpastian jumlah produksi ikan yang didaratkan di pelabuhan perikanan di Indonesia. Indeks kenaikan produksi dan nilai produksi rata-rata per jenis ikan masing-masing sebesar 49,26 dan 96,52 persen. Volume produksi ikan yang didaratkan terkonsentrasi di pelabuhan perikanan tipe C dan D. Pangsa pasar ekspor untuk komoditas ikan segar dingin didominasi pasar negara Malaysia, Singapura, Jepang, dan Tiongkok. Dari sisi efisiensi teknis dan biaya diperoleh nilai kurang dari satu. Kesimpulan penelitian adalah pelabuhan perikanan di Indonesia tidak mengalami perkembangan atau stagnan, dan cenderung mengalami kemunduran.
FORECASTING PRODUKSI HASIL TANGKAPAN IKAN MANYUNG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA KEJAWANAN, KOTA CIREBON Mustaruddin; Zayyan, M Luthfi; Nugroho, Thomas; Muninggar, Retno; Puspito, Gondo
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 4 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.4.407-415

Abstract

Produksi ikan manyung di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan cenderung tidak menentu, sementara banyak industri pengolahan dan pasar ikan asin yang membutuhkan pasokan ikan manyung. Penelitian bertujuan mengidentifikasi kondisi produksi dan armada penangkapan ikan manyung, serta menentukan model forecasting yang tepat untuk prediksi produksi hasil tangkapan ikan manyung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, model moving average dan model exponential smoothing. Rata-rata produksi ikan manyung di PPN Kejawanan dalam 15 tahun terakhir mencapai 40,72 ton per tahun. Armada penangkapan ikan manyung di PPN Kejawanan adalah armada bouke ami, purse seine, gill net oseanic, cast net dan pancing cumi. Armada bouke ami merupakan yang paling banyak digunakan dengan rasio trip penangkapan mencapai 72%. Model exponential smoothing α=0,3 merupakan model yang paling tepat untuk mempredikasi produksi hasil tangkapan ikan manyung di PPN Kejawanan. Setelah divalidasi, hasil prediksi model tersebut terhadap produksi ikan manyung adalah 45,26 ton untuk 2020, 31,68 ton untuk tahun 2021, 43.22 ton untuk tahun 2023, dan 56,04 ton untuk tahun 2024. Kata kunci: bouke ami, industri, model exponential smoothing, model moving average, perikanan
Menumbuhkan Kewirausahaan Sosial Masyarakat Dalam Pembangunan Desa Di Wilayah Pesisir Nugroho, Thomas
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 4 No 4 (2022): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0404.446-453

Abstract

Penguatan ekonomi masyarakat desa pesisir dalam merespon perubahan iklim dapat diwujudkan melalui kemitraan dan penumbuhan kewirausahaan sosial dengan mengembangkan usaha terpadu agromarine tourism berbasis kekuatan potensi ekonomi lokal di darat dan laut. Pengembangan agromarine tourism dilatarbelakangi pemikiran bahwa pembangunan pedesaan pada hakekatnya adalah pengembangan wilayah desa yang berbasis pada pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang ada didalamnya.